"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CUP!
"Nero, untuk apa kau mengajakku kemari?" tanya Elle, terperangah saat memasuki galery berlian ternama di dunia.
"Tentu saja untuk membuatmu senang." Nero menjawab sembari terkekeh saat melihat kekasihnya terpukau dengan tempat tersebut.
Kelopak mata Elle nyaris tidak berkedip saat menatap berbagai macam berlian yang terpajang di dalam etalase kaca. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memasuki galery berlian tersebut.
"Kau serius?" Elle menoleh dan menatap Nero lekat. "Tapi, semua berlian di sini sangat mahal." Ia berkata pelan tepat di dekat telinga Nero.
"Jangan bertingkah seperti orang susah. Uangku tidak akan habis kalau cuma untuk membeli kalung berlian di sini," jawab Nero, dengan segala kesombongannya diiringi tawa pelan.
Bibir Elle mencebik saat mendengar kesombongan kekasihnya.
Seorang pegawai berpakaian formal menghampiri mereka dengan ramah dan sopan.
"Ada yang bisa kami bantu, Tuan dan Nyonya?"
Elle baru saja akan menjawab tapi keduluan Nero.
"Iya, bisa tunjukkan berlian terbaik di galery ini?" jawab Nero.
"Baik, mari ikuti aku." Pegawai itu mengarahkan pasangan tersebut menuju ruang VIP. "Silahkan tunggu di sini." Ia mempersilahkan pasangan itu duduk di sofa yang di sediakan.
Tak berselang lama dua pegawai lain datang membawa etalase kaca berisi kalung berlian yang sangat berkilau, cantik dan indah. Memiliki desain klasik tapi terlihat mewah.
"Ini adalah berlian sangat langka hanya ada satu di dunia." Pegawai tersebut dengan sopan dan ramah menjelaskan tentang kalung berlian tersebut. "Anda sangat beruntung jika memiliki kalung berlian ini," ucap pegawai itu saat melihat Elle mencoba kalung berlian tersebut.
"Sangat cantik, indah dan elegan. Tapi, harganya pasti sangat ..." ucapan Elle terhenti saat Nero menyela.
"Ambil, aku akan membayarnya." Nero berkata seraya menyerahkan kartu debitnya pada pegawai tersebut.
"Nero, apa yang kau lakukan!?!" pekik Elle dengan suara tertahan sambil mendelik lebar pada Nero.
"Aku hanya mengikuti kata otakku," jawab Nero dengan santainya.
"Iya, tapi harga kalung berlian itu sangat mahal ratusan juta dolar, astaga!" Elle menggigit bibirnya dengan kuat, dia merasa paling berdosa jika membuat Nero mengeluarkan uang sebanyak itu untuknya.
"Tidak masalah bagiku. Hartaku banyak, tidak akan habis," jawab Nero lagi dengan angkuh.
"Astaga, kau ini ..." Elle melanjutkan ucapannya dengan cara mencubit gemas kedua pipi kekasihnya. "Tapi, terima kasih banyak, Nero. Aku sangat mencintai uangmu," seloroh Elle, sambil tertawa pelan.
Nero mendengus seraya menaikkan sebelah alis saat mendengar ucapan Elle.
"Kau hanya mencintai uangku?" protes Nero seraya menunjuk dirinya sendiri.
Kepala Elle mengangguk-angguk lucu sebagai jawaban. "Tentu saja aku hanya mencintai uangmu, tanpa uang aku tidak bisa bahagia," canda Elle seraya memeluk kekasihnya. Rasanya puas sekali balas dendam pada Nero. Salah sendiri pria itu tidak pernah menjawab ungkapan cintanya.
"Dasar ..." Nero ingin sekali menonyor kepala Elle tapi ia mengurungkan niatnya dan beralih mengelus kepala Elle dengan lembut.
"Aku bersikap realistis, jadi jangan protes." Elle tersenyum manja pada kekasihnya, membuat Nero tidak tahan untuk mengecup bibirnya.
Cup!
"Eh!" Elle kaget saat Nero mengecup bibirnya singkat tapi meninggalkan sensasi basah yang berhasil membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Nero terkekeh saat melihat kedua pipi Elle merona. Kemudian mengusap pipi itu dengan ibu jarinya.
Elle segera memalingkan wajah saat pipinya terasa hangat. Ah, kenapa sih dirinya selalu baper setiap kali pria itu bersikap manis padanya.
"Ah, ya tuhan! Jantungku." Elle berteriak di dalam hati sambil menyentuh dada saat jantungnya berdetak semakin tidak beraturan.
Coba nanti muntah lagi tidak si Nero ini.
Salahnya Elle, Nero untuk sementara tidak boleh ngopi atau ngeteh. Nero pinter - minum susu cap nyonya boleh.
heeeemmm pas banget kebetulan d larang ngopi dan ngeteh jd nya ya nyusu aj.. 😜