NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT DOKTER TAMPAN

TERJEBAK HASRAT DOKTER TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Ya Tuhan...apa yang sudah aku lakukan? Kalau mamih dan papih tahu bagaimana?" Ucap Ariana cemas.
Ariana Dewantara terbangun dari tidurnya setelah melakukan one night stand bersama pria asing dalam keadaan mabuk.
Dia pergi dari sana dan meninggalkan pria itu. Apakah Ariana akan bertemu lagi dengannya dalam kondisi yang berbeda?

"Ariana, aku yakin kamu mengandung anakku." Ucap Deril Sucipto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eyang Naraya Kritis

Sebelum bekerja Deril mengajak istrinya berjalan kaki sekitar komplek perumahannya. Seperti inilah kegiatan rutin pasangan ini.

Sepanjang jalan Anna dan Deril tersenyum bahagia. Mereka saling meluapkan isi hatinya. Anna semakin manja pada suaminya ini. "Mas, mau bubur yang disana."

"Ayo boleh, kayaknya adek belum kenyang yah." Ucap Deril sambil mengelus perut besar istrinya.

"Iya mas berat badan anak kita enggak kebesaran kan mas? Aku kan makannya banyak mas, terus makin berat lagi." Keluh Anna.

"Enggak kok sayang. Kemarin kan aku sudah cek masih aman. Mungkin garam sama gulanya sedikit di kurangin ya sayang. Makan es krim-nya juga jangan setiap hari hehehe." Kata Deril sambil menoel hidung istrinya.

Inilah yang membuat Anna semakin mencintai suaminya. Deril sangat perhatian dan menyayanginya. Ia mengangguk pelan dan menuruti perintah suaminya.

Selesai dengan berjalan kaki, Deril bersiap siap akan berangkat kerja. Seperti biasa Anna menyiapkan kebutuhan suaminya hingga bekal makan siangnya. Selama di sini, Anna sudah bisa memasak. Tak jarang ia juga juga memasak makan malam di rumah.

"Wangi banget sayang." Kata Deril sambil mencium wangi ayam daun kemangi favoritnya.

"Iya mas, kalau kata mamah di simpen di kulkas jadi lebih awet. Kalau mau makan baru deh di angetin." Ucap Anna.

"Pinter banget istrinya aku."

Anna mengantar suaminya sampai ke mobil. "Baik baik ya sayang di rumah, kabari aku kalau ada apa-apa. Kalau mau jalan sama mamih papih boleh, nanti aku nyusul." Ucap Deril sambil memeluk dan mencium kening istrinya.

"Iya sayangku, papah bawel amat ya dek. Jangan nakal ya mas. Awas kalau selingkuh, aku potong si juniornya." Kata Anna dengan mendelik tajam.

"Enggak donk sayang. Love you."

"Love you too mas."

-

-

-

Ketika Anna ingin ke kamar orang tuanya, ia tidak sengaja mendengar pembicaraan mamih papihnya. Bahwa mamihnya mengalami kecelakaan mobil saat mengejar mobil Anna.

Saat itu papih Alarich memberikan obat untuk istrinya. Dan kebetulan Anna melihatnya di celah pintu. "Di minum dulu mih. Masih pusing enggak?"

"Enggak pih, mungkin karena terapi jadi badanku pegel aja gitu rasanya." Ucap mamih Aleesya.

DEG

Air mata Anna jatuh menetes di pipinya. Ia membuka pintu kamar orang tuanya lebar. "Apa itu benar mih?" Tanya Anna.

"Sa-sayang, sini masuk. Benar apa hmm?" Sontak mamih Aleesya juga jadi gelagapan. Ia takut jika Anna mendengar obrolannya bersama suaminya.

"Kalau mamih kecelakaan waktu mengejar Anna?" Lirih Anna dengan wajah sendunya.

"Iya benar. Tapi mamih udah sehat kok sayang. Anna, kami sangat menyayangi mu, jangan pernah berpikir kalau papih dan mamih tidak sayang sama kamu!" Lirih papih Alarich.

Kepala Anna menunduk ia semakin merasa bersalah pada orang tuanya. Mamih Aleesya memeluknya erat. Ia mengusap punggung anaknya lembut.

"Mamih baik baik aja kok sayang. Mamih enggak mau kehilangan kamu sayang."

Tangisan Anna semakin pecah, ia meminta maaf pada orang tuanya karena dirinya, mamihnya sampai mengalami kecelakaan. Mamih Aleesya menghapus air mata anaknya ini.

Papih Alarich mengalihkan perhatiannya agar Anna tidak sedih lagi. Ia akan mengajak Anna membeli perlengkapan bayi. "Mau pih, boneka juga yah pih. Cucu papih perempuan soalnya hehehe." Celetuk Anna.

"Iya sayang. Terus kamu dan Deril apa akan selamanya di sini?" Tanya papih Alarich.

"Hmm, enggak tahu pih. Nanti Anna coba obrolin sama Deril. Sejujurnya, Anna betah banget di kota ini. Lebih adem aja gitu pih suasananya." Jawab Anna lembut.

-

-

-

Siang ini Anna, orang tuanya juga mertuanya menghabiskan waktunya di dalam mall. Tak lama ketiga kakaknya beserta keluarga kecilnya datang menemui Anna.

"Suami kamu mana, An? Masih kerja?" Tanya Atharya.

"Udah di lobby kak, tadi dia ada operasi aja hari ini. Nah tuh Deril." Ucap Anna, ia baru menyadari suaminya sudah masuk ke dalam restorant.

Dokter tampan ini menghampiri istrinya juga keluarga sang istri. "Udah makan sayang?"

"Belum, kan nungguin kamu."

Dengan senyum simpul yang manis, Deril makan bersama istrinya juga keluarganya sambil di selingi obrolan santai siang itu.

Di tengah obrolan mereka, tiba tiba mamih Aleesya mendapat telepon dari adik sepupunya, yaitu Janisa. "Apa? Malam ini kita usahakan pulang, Sa. Aku enggak janji, tapi aku usahakan Anna ikut pulang juga." Lirih mamih Aleesya dengan wajah sendunya.

"Kenapa mih? Anna kenapa di suruh pulang?" Tanya Athala.

Mamih Aleesya menceritakan jika eyang Naraya sedang kritis, mendadak serangan jantung. Kini beliau tengah di rawat intensif di rumah sakit.

"Eyang mau ketemu kamu, Anna." Ucap mamih Aleesya.

Anna dan suaminya saling menatap. "Aku enggak mau pulang kalau Deril enggak ikut, mih." Lirih Anna.

Deril bergegas meminta cuti dadakan dua hari untuk menemani istrinya bertemu eyang Naraya yang tengah kritis. Untung saja dua sampai lima hari ke depan Deril tidak ada jadwal operasi, jadi ia diperbolehkan cuti dadakkan.

"Kamu serius, mas?"

"Iya sayang, tapi kita dua hari aja enggak apa-apa kan?"

Kepala Anna mengangguk pelan, ia tak masalah selama suaminya ada di sampingnya. Ray, asisten pribadi papih Alarich yang mengatur perjalanan mereka semua nanti malam.

Semua yang ada di sana mencemaskan eyang Naraya. Terutama mamih Aleesya yang menangis. "Mih, jangan nangis. Nanti eyang pasti sehat lagi." Lirih Anna sambil merangkul mamihnya.

"Kita doakan yang terbaik, usia eyang Naraya sudah hampir sembilan puluh tahun. Beliau di berikan umur yang panjang bisa melihat semua cicitnya menikah. Jadi wajar kalau eyang sakit sakitan di usianya yang sekarang." Kata papih Alarich.

"Benar pih. Kita doakan yang terbaik untuk eyang." Celetuk Atharya.

-

-

-

Dengan segala persiapan yang matang, Deril menyiapkan semua kebutuhan istrinya. Mamah Mona juga ikut menemani, ia takut Deril dan Anna kewalahan di rumah sakit.

"Seriusan kamu bawa alat ini?" Tanya Alana yang melihat Deril membawa alat usg portable.

"Iyalah, demi istriku." Jawab Deril.

Deril membawa satu tas besar untuk alat usg, juga obat dan vitamin istrinya. Ia ingin memastikan istrinya baik baik saja.

Orang tua Anna tersenyum hangat melihat perhatian Deril pada Anna. Ternyata benar rumor mengatakan, jika Deril pria perfeksionis. Bahkan hal sekecil pun ia perhatikan.

"Isitrahat ya sayang, susunya minum dulu."

"Makasih ya sayang." Ucap Anna lembut.

Pasangan ini menjadi bahan ledekan dari keluarga Anna. Namun mereka sama sekali tidak tersinggung, bagi Anna dan suaminya ini hal yang lucu.

Mamah Mona menceritakan jika benar Deril sangat teliti dan tertata. Bahkan, di lemari bajunya saja terusun rapih sesuai warna. Terkadang mamah Mona kasihan pada Anna, harus menyusun ulang warna pakaian Deril di lemari.

"Anna seneng kok mah, tapi emang mas Derilnya aja bawel."

"Tapi cinta kan?" Celetuk Deril.

"Cinta banget." Ucap Anna dengan tersipu mau.

1
Farid Atallah
lanjut dong Thor 😚
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Nur Zainiyyah
Ray itu siapa ya thor??
soal nya lupa
Desty Cynthia: asistennya Papih Alarich hehehe boleh di baca kak dari Sesurga Bersamamy, sequel dari Aleesya. Masih kakaknya Anna 🙏☺️
total 1 replies
Intan Febri Kurniadevi
sangat bagus dan menarik/Angry//Angry//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!