Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 33 #malam romantis
"kenapa dihatimu selalu ada dia, bahkan kau sampai rela mengorbankan kebahagiannmu hanya untuk membuatnya bahagia" batin Ganendra yang hatinya mulai teriris perih mengetahui kenyataan bahwa Lulu begitu peduli dengan Damar langit.
Dari kejauhan Arkadewi menatap putranya yang sedang duduk berdua dengan Lulu.
"jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama denganku nak" batin Arkadewi
Ia tak mengira jika putra kesayangannya akan jatuh cinta dengan Lulu, gadis yang ia ingin singkirkan.
Acara Ulang tahun Candramaya semakin meriah ketika seorang penyanyi ibukota didapuk mengisi acara itu. Semua ikut bernyanyi dan larut dalam kegembiraan. Lulu langsung bergegas masuk ketika mendengar lagu favoritnya berkumandang. Tanpa canggung ia berlari kearah panggung dan ikut bernyanyi berdua dengan Jaz.
Tak sedikit para undangan yang tidak suka dengannya, meneriakinya atau sekedar menyorakinnya agar ia segera turun dari panggung. Tapi ada juga yang tertawa geli melihat tingkah konyol Lulu diatas panggung yang super pede gila.
Setelah selesai bernyanyi "katakan" bersama Jaz, Lulu segera turun dari atas panggung. Karena ia terus saja menoleh kearah Jaz sambil melambaikan tangannya membuat kakinya terperosok saat akan menuruni anak tangga. Tentu saja hal ini mengundang gelak tawa undangan yang hadir disana.
Ganendra dan Damar segera datang menuju kearahnya, membantu ia untuk berdiri. Ia bimbang harus menerima uluran tangan yang mana karena keduanya bersamaan mengulurkan tangannya.
"terima kasih atas kepedulian kalian, tapi tenang aja, aku masih bisa berdiri sendiri kok" kata Lulu sambil mencoba berdiri dengan tetap menampakan senyuman manisnya.
Ia berjalan tertatih meninggalkan keduanya yang masih berdiri mematung disamping panggung.
"Lulu!! " teriak Gaga dan Damar bersamaan
Lulu terus melangkahkan kakinya tanpa memghiraukan teriakan mereka. Damar segera berlari mengejarnya, ia menghentikan Lulu dengan paksa.
Damar tau jika kaki Lulu pasti sakit karena inseden tadi, ia segera membuka sepatu Lulu. Ia mencoba mengurangi rasa sakit Lulu dengan cara mengurut kaki Lulu yang terkilir.
Candramaya tampak kesal melihat perhatian Damar kepada Lulu, sedangkan Gaga hanya tersenyum kecut menyembunyikan kesedihannya.
Para undangam tampak terpana dengan perlakuan romantis Damar yang segera menggendong Lulu keluar meninggalkan pesta.
"hmm, romantis sekali" kata seorang undangan ketika melihat Damar melintas dihadapannya
Arkadewi menatap kearah Ganendra yang terus memperhatikan Damar dan Lulu.
"aku tidak akan membiarkanmu mengalami sakit yang dulu kurasakan" kata Arkadewi sambil mengepalkan tangannya
Ia segera menghampiri Ganendra dan mengajaknya pulang.
"apa kau mencintainya? " tanya Arkadewi sambil mengemudikan mobilnya
"maksud ibu? " kata Ganendra
"apa kau jatuh cinta dengan calon istri adikmu sendiri? " kata Arkadewi memperjelas pertanyaannya
"darimana ibu bisa tau" jawab Gaga balik bertanya
"aku sudah mengenalmu selama 19 tahun jadi ibu sudah pasti tau apa yang kau rasakan? "
"maafkan aku ibu, tapi apakah aku salah bila jatuh cinta kepadanya" kata Ganendra
"kenapa harus dengannya, masih banyak ribuan wanita cantik diluar sana yang mengantri cintamu, kenapa dia yang kau pilih nak" kata Arkadewi
"kalau aku bisa memilih aku juga tak akan mau jatuh cinta dengan orang yang tidak akan menerima cintaku" kata Ganendra lesu
"ibu juga kenapa lebih memilih hidup bersama ayah yang telah beristri " Ganendra coba membandingkan
"dengarlah anaku, ibu tak ingin kau merasakan apa yang ibu rasakan dulu, asal kau tau sebelum ayahmu menikahi Ratu Pitaloka, kami adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, tapi kami tak bisa melawan kehendak yang mulia Sultan Hadijaya yang telah menentukan jodoh Sri Sultan dengan Ratu Pitaloka, karena sebagai putra mahkota tentu saja ia harus menaati semua titah dari yang Mulia Sultan" Arkadewi mencoba menjelaskan
"untuk melupakannya tentu saja ibu harus menjauh darinya hingga menetap diluar negeri, tapi karena ternyata ibu mengandung buah cinta kami yaitu kamu, itu yang membuat ibu memberanikan diri kembali keistana ini, ibu harus merendahkan harga diriku, yang dituduh sebagai pelakor hanya agar kau mendapat pengakuan darinya dan pengakuan dari istana. Ibu harus menahan malu dari semua umpatan dan ejekan yang terus ibu terima, ibu juga harus menahan sakit setiap kali melihat orang yang ibu cintai harus membagi cintanya dengan wanita lain" kata Arkadewi yang kini menghentikan mobilnya, kristal-kristal bening mulai keluar dari mata indahnya
Ganendra segera memeluk ibunya yang ternyata menyimpan pilu dibalik penampilan glamornya.
"maafkan Gaga bu" kata Ganendra menyesali perilakunya
"kau tak perlu minta maaf nak, ibu akan berusaha membuatmu selalu bahagia, ibu akan coba untuk membantumu mendapatkan pujaan hatimu" kata Arkadewi sambil tersenyum kearahnya
************
Sesampainya diistana Damar segera membukakan pintu untuk Lulu, Ia segera keluar, Damar yang berusaha untuk menggendongnya segera ditepis oleh Lulu
"tidak usah, kakiku sudah tidak sakit lagi? " kata Lulu yang sudah berdiri disampingnya.
"baiklah kalo kau sudah baikan, jadi aku tak perlu menggendongmu yang sangat berat itu" kata Damar Langit mencoba menyungutkan wajahnya
"jadi menurutmu aku ini gendut, hah!" kata Lulu dengan kesal
"aku tak berbicara seperti itu, kamu aja yang terlalu baper" jawab Damar sambil bersiul
"sial, dasar kau memang cowok rese" jawab Lulu sambil melayangkan pukulannya kearah Damar
Damar langsung menahan serangan Lulu, ia segera menurunkan tangan Lulu yang hampir mengenai wajahnya, ia mulai mendongakan dagu Lulu dan mendekatkan bibirnya kearah Lulu.
Lulu hanya memejamkan matanya saat Damar mulai mendekatkan bibirnya.
"ehemmm!!!! " teriak seseorang mencoba menggagalkan usaha Damar mencium Lulu
Merdengar seseorang berdehem kearah mereka membuat Damar langit segera menghentikan aksinya.
Sambil menyipitkan matanya Lulu mencoba menoleh kearah suara itu.