NovelToon NovelToon
Perindu Senja

Perindu Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:52k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ata~Tenareten

Mencintai bukan berarti sepenuhnya memiliki karena takdir tak pernah kita tahu rencana yang Kuasa. Memiliki bukan berarti sepenuh mencintai karena cinta tulus setia hanya untuk seseorang saja.

Simak Kisah "Perindu Senja."
By : Farit Rittan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ata~Tenareten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta

Di depan pondok kecil, seorang pria terlihat murung dalam kegelisahan. Tatapan matanya kosong seakan-akan kehampaan ruang dan waktu telah merasuki dirinya. Di dalam dari pada pondok itu, terdengar tawa yang tak kunjung henti mengolok teman mereka yang sedang dibelenggu lenyapnya kepastian.

Dia sama sekali tidak tenang dengan keadaan yang telah merubah semua yang telah dilalui nya. Pikirannya kosong. Jantungnya berdetak tak henti, seakan-akan waktu baginya telah berakhir lenyap dalam terik surya, terbakar dalam terang, hingga semuanya lenyap tanpa ada harapan untuk bangkit menemui kepastian.

"Hey... Apa yang engkau sesali, hingga membuat engkau di dilema kepastian yang tak tentu kapan semuanya akan terjawab."

Tawa gelegar kedua sahabatnya makin lama makin menjadi-jadi mengisi kehampaan yang membelenggunya, mengusik benak yang kini hampir mati karena harapan yang tak sejalan dengan ilusi.

Langkah kaki Metallo membawanya, menghampiri dia yang murung akibat kepastian yang telah lenyap. Ia kemudian menepuk pundak sahabatnya, hingga membuat dia bangun dari matinya kalbu yang melilit erat kepastian, "Jangan engkau sesali semua yang telah berlalu."

Dia menatapnya penuh harap, sembari mendorong tangan Metallo yang tersandar di pundaknya, "Apakah ini akan terulang kembali, jikalau aku membuat jalan baru untuk menggapai dia?"

"Mungkin Festo, jikalau masih ada waktu dan kesempatan," jawabnya seraya memberikan secangkir kopi tanpa gula dan sebatang Rokok, "Minumlah kopi ini, serta hisap Rokok yang aku kasih."

Perlahan diambil nya korek api serta rokok, yang tergeletak di atas kursi tua samping kanannya, dihidupkan nya korek api itu, dan meletakannya di ujung rokok yang telah menyangga erat di mulutnya.

Secangkir kopi yang diberikan Metallo kini di ambil nya perlahan. Dihisap rokok itu, dan dibuang nya perlahan asap dari rokok, "Ah... Nikmat," diminumnya pula kopi itu, "Pahit sekali! Metallo... Apa-apaan ini."

"Itulah yang namanya nikmat hidup Festo, tidak akan nikmat jikalau engkau mengisap rokok terlebih dahulu. Sebab kenikmatannya akan lenyap ketika pahitnya kopi mengisi rongga mulutmu."

Metallo mengambil kembali kopi yang ada di tangan Festo, "Lihat ini..." perlahan diminumnya kopi itu, serta dihisapnya rokok, "Beginilah yang namanya hidup. Pahit barulah muncul manis atau pahit barulah nikmat, begitu pula dengan cinta. Sebab cinta pasti melukai. Cinta juga perlu perjuangan, sebab dia adalah obatnya seluruh makhluk hidup di dunia ini agar bisa saling mengasihi. Oleh karena tanpa adanya cinta semuanya akan hampa, mati tenggelam dalam perasaan."

"Jikalau bener-benar mencintai, kenapa harus melukai," pinta Dabllo dari dalam pondok seraya melangkah menghampiri mereka.

"Luka mengajarkan kita, tentang apa artinya sakit. Luka pula mengajarkan kita tentang apa artinya derita, untuk bisa menerima kepergian orang yang sangat kita cinta, jikalau waktunya telah tiba. Tanpa luka, cinta tak mungkin hadir, karena keduanya merupakan suatu-kesatuan yang berpadu menjadi satu, hingga muncullah kasih dan sayang."

Dabllo tertawa kecil mendengarnya, "Aku sama sekali tidak mengerti dengan maksud dari ucapan emgkau," dia mengerutkan dahinya serta mantap Metallo dengan penuh tanya, "Jauh sekali, Fes. Sekarang dia sudah menambahi bumbu kasih dan sayang."

Ia menghela nafasnya panjang, serta menatap Dabllo dengan sinis sebelum mengarahkan kembali pandangannya kepada Festo, yang kini mulai serius mendengarkannya, "Berbicara tentang cinta, tentunya tidak terlepas dari kasih dan sayang. Sebab keduanya yang menghasilkan cinta, dari perasaan," ia menepuk pelan pundak Festo, "Cobalah untuk memahaminya, sebab cinta yang pertama kali kita dapatkan ialah dari kedua orangtua kita, karena hanya kasih dan sayanglah yang membuat orangtua kita mencintai kita sepenuhnya."

Keduanya tertawa mengejek ketika mendengarkannya namun hanya seasaat, sebelum raut Festo sama sekali tidak bersahabat dengan keadaan yang ada, "Cinta... Cinta," pinta Festo.

"Festo, masih ada hari esok. Kegagalanmu hari ini merupakan awal dari perjalan cintamu dengan dia," pinta Metallo, sembari menggelengkan kepalanya pelan, karena melihat sahabatnya masih saja menyimpan duka dari kegagalan yang ingin direngguti.

"Aku sama sekali tidak ingin mendengarkan teka-teki mu lagi, sebab Kegagalanku hari telah membuktikan betapa lemahnya dariku ini."

"Memang dirimu sangat lemah, sehingga engkau membiarkannya pergi begitu saja, tanpa ada sepatah katapun yang kau ungkapkan kepadanya," cetus Dabllo arogan.

"Apa!" raut wajah Festo seketika berubah, dia bangkit dari duduknya untuk menggampari Dabllo, namun Metallo menghadangnya, "Awas kau... Akan aku tunggu di saat yang tepat, barulah engkau tahu siapa yang lemah diantara kita."

"Diam! Untuk apa berkelahi?" ia menatap keduanya dengan tajam, "Hey... Suatu permasalah harus diselesaikan dengan tenang."

"Dia yang lebih dahulu," pinta Festo, menunjuk ke arah Dabllo.

"Elahhh... Aku hanya memperjelas ungkapanmu."

"Apa kau bilang..." Amarah Festo membara, namun dapat dikontrolnya sehingga dia memilih diam, agar tidak terjadi percekcokan diantara mereka berdua, "Okelah... Aku tunggu kau, karena diriku terlalu bodoh."

"Engkau tidak lemah, bodoh! Hanya saja engkau sangat lamban menjalankan misi yang telah kita rencanakan untuk mendapatkan Nia," cetus Metallo.

Metallo sendiri sebenarnya sungguh yakin, dengan apa yang direncanakan nya bersama Festo demi mendapatkan Nia, tidak terjadi kegagalan. Namun apalah daya semua berjalan tidak sesuai harapan, sebab paman dari Nia [Devil] telah merusak segalanya, dilain sisi Nia tidak mengatahui sama sekali apa yang diinginkan Metallo darinya. Dan jikalu Nia mengetahuinya maka, dia menolak untuk berhenti disitu, oleh karena itulah hal ini disembunyikan Metallo darinya.

Sesungguhnya, semua berjalan mulus sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, tetapi setelah selesai makan siang bersama Nia, mereka tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan paman dari Nia, yang baru saja pulang dari pasar menggunakan motor bututnya. Dilain sisi dia ingin mengambil barangnya, yang telah beberapa hari dititipkan nya kepada Metallo, sehingga membuat Festo kini mati akan harapan yang lenyap tanpa kepastian, karena Nia pulang ke rumahnya diantar oleh pamannya.

Dabllo tertawa mengejek keduanya, ketika mengetahui Nia adalah sasaran utama dari rencana mereka berdua, "Bodoh! Bodoh... Jadi ini rencana yang kalian sembunyikan dari aku."

"Jangan engkau tanyakan lagi, sesuatu yang telah engkau ketahui," Metallo menggelengkan kepala pelan, sebelum menatap Dabllo dengan penuh tawa dalam benak serta mamaikan matanya kepada Festo, "Lagi pula kelanjutan dari rencana kami tidak ada. Oleh karena mati terbakar matahari, terkikis harapan hingga lenyap."

"Siapa bilang tidak ada," pinta Festo, dia kemudian bangkit dari duduknya sembari tertawa kecil, "Kupastikan, jikalau masih ada ruang dan waktu... Yang kedua kalinya, pasti akan terucap tuntas."

"Mantap! Semangat... Selama janur kuning belum melengkung, kejar terus Festo..." cetus Dabllo, tertawa terbahak-bahak.

Bersambung...

Mohon Doa dan dukungan dari teman semuanya, agar apa yang aku paparkan ini dapat berguna, menghibur serta bermanfaat untuk kita semua.

SALAM SHANTUN. 🙏🙏🙏

1
Reaz
semagat Thor.../Ok//Good/
mampir juga ya.../Coffee//Coffee/
Abu Yub
luar biasa
Abu Yub
Aku kasih bintang masuk ngak dedek
Abu Yub
Aku mampir dedek/Rose//Rose/
Abu Yub
sedih
Abu Yub
dapat melihat
Abu Yub
Tumben
Abu Yub
indah namun aneh
Larina
Turut prihatin dengan keadaan listrik di wilayah Metallo, ternyata cukup payah
Larina
mereka sama-sama menarik nya
Larina
pH no,, dia salah sangka
KIA Qirana
Wah, kalian jadi lebih sakit kan, terjatuh, dan tertimpa 🤔🤔
Adinda
Kasihan Mey, jiwanya jadi murung
ALONE ⭕
Astaga, itu para ibu-ibu rombengan banget mulutnya
Zelyn ⭕
Hey Metallo sabarlah sedikit
Nina ♋
Apa aku seindah senja 🤔🤔🤔
Dhina ♑
Sungguh miris keadaan Mey.
Dikelilingi kebencian
Jazz ♋
Dia siapa
Jazz ♋
Pukulan kamu sungguh dahsyat Mey
Jazz ♋
Karena tidak ada cara lain untuk menyadar........

Thor, itu maksudnya bagaimana ya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!