CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu seperti laut
"Al gak suka , lihat Oma bersikap terlalu keras sama Maya," protes Aldo.
"Bisa tidak,kita tidak membahas tentang anak itu," pinta Bu Susi dengan nada datar .
"Tapi Oma , Maya tidak bersalah kalau oma mau salahkan harusnya Oma salahkan mama,“ sanggah Aldo.
"Cukup Al , hentikan ! jangan buat mood Oma berubah , hari ini Oma cuma mau merayakan ulang tahunmu dan juga menjenguk mu, jadi
tolong kamu Jangan sebut dan jangan bahas hal itu lagi mengerti!" bentak Bu Susi dengan nada kesal .
Aldo terdiam dia mengalihkan pandangannya kembali ke jendela ditatapnya langit pagi yang biru cerah dengan awan putih .
"Coba seandainya omah bisa lunak hatinya," batin Aldo dalam hati .
"Al," Panggil Bu Susi lembut.
"Jangan merajuk lagi Sayang," ucap Bu Susi lagi sambil mengelus lembut punggung Aldo.
Aldo menoleh ke arah Bu Susi , walaupun ada rasa kecewa tapi dia juga tidak bisa terus mendebat Omanya. Karena bagaimanapun juga dia adalah Oma kesayangan Aldo yang selama ini selalu memberikan kan perhatian dan kasih sayangnya terhadap Aldo .
"Ya sudah, kita tidak usah bahas itu lagi . Oh ya ini ada hadiah dari Oma , Oma harap kamu suka sayang," kata Bu Susi lembut penuh sayang.
Aldo menerima amplop coklat lalu membukanya dan saat melihat isi amplop itu, wajahnya tampak berseri
"Makasih Oma ," ucap Aldo lalu dia mengeluarkan isi amplop yang tak lain adalah sebuah kunci dan juga berkas.
"Bukankah selama ini itu yang kamu mau , punya tempat untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu . Tapi ingat ya, jangan sekali-kali lagi kamu terjerumus dalam narkoba itu yang Oma pinta," pesan Bu Susi.
"Oma , kalau seseorang melakukan kesalahan satu kali itu bisa dikatakan Naif , tapi kalau dia melakukan kesalahan untuk yang kedua kali dan seterusnya bisa dibilang dia bodoh dan Oma tahu kan , Aldo cucu kesayangan Oma tidaklah orang yang bodoh," kata Aldo dengan penuh keyakinan.
"Iya ... iya , cucu siapa dulu," ucap Bu Susi sambil mengacak rambut Aldo gemas.
Mereka pun kemudian tertawa tak tampak ada ketegangan ataupun rasa canggung lagi di antara mereka.
...----------------...
Di pinggir tepi pantai
Maya menatap wajah menawan yang ada dihadapannya lekat-lekat , perasaan yang tadinya Canggung tapi kini malah memunculkan satu keberanian untuk menatap wajah yang selama ini selalu dihindarinya.
Setelah sejenak diam, dia kemudian kembali memalingkan wajahnya dan menatap laut lepas.
"Kenapa diam , jawab!" tanya Reynaldi dengan nada kesal bukan lagi penasaran.
"Kakak tahu , ada persamaan antara Kak Rey dan pemandangan yang ada di depanku yaitu laut," kata Maya matanya menatap jauh kelaut .
"Maksud lo apa , Coba jelasin," desak Reynaldi semakin kesal dan tidak paham.
Maya membalikkan tubuhnya dan sekarang dia berhadapan langsung dengan Reynaldi .
"Sama-sama mengagumkan,sama-sama membuat tenang tetapi sekaligus juga sama-sama membuat khawatir," ucap Maya dengan senyuman tipis.
"Gue masih nggak paham , Coba lu jelasin," kembali Reynaldi meminta penjelasan.
"Setiap kali aku melihat Kak Rey ,Aku selalu merasa kagum sama seperti kekagumanku setiap kali aku melihat laut.membuatku selalu merasa terpesona," ucap Maya.
"Saat aku bersama kakak aku merasa tenang tidak pernah merasa khawatir karena aku yakin kak Rey akan selalu bisa menjaga aku tapi disaat yang sama juga aku merasa khawatir karena sifat kakak yang terlalu dingin hingga membuatku suka salah tafsir," lanjut Maya lagi.
"Ada ketenangan yang aku rasakan dan juga rasa nyaman tapi sekaligus ada badai yang seakan-akan siap meledak entah kapan waktunya," kata Maya sambil menatap mata tajam Reynaldi seakan ingin menyelami lebih dalam jiwa lelaki yang ada di depan nya.
Reynaldi masih diam menatap Maya dengan tatapan tak mau mengalah , dia merasa saat ini dia harus terlihat sebagai laki-laki yang kuat dingin dan tak punya rasa.
"Coba lu jelasin deh , lebih simpel lagi gue gak ngerti," tanya Reynaldi bernada kesal.
"Maya suka sama kakak," jawab Maya.
Jawaban yang membuat Reynaldi sedikit membelalakkan matanya.
"Lo suka sama gue?" tanya Reynaldi menelisik.Ada perasaan tersanjung yang menyusup hatinya.
"Apakah itu salah segala sesuatu yang indah untuk dinikmati dan dilihat lalu di sukai, bukankah itu hal wajar," jawab Maya.
jleb.
Reynaldi merasa terbanting harga dirinya dengan alasan yang dikemukakan oleh Maya .
"Dasar cewek aneh , huh bikin bete gue aja pagi-pagi," batin Reynaldi.
"Heh , lu pikir gue laut apa," kata Reynaldi dengan nada kesal .
Diapun lalu berbalik meninggalkan Maya yang masih berdiri sambil tersenyum melihat Reynaldi yang pergi meninggalkannya dengan wajah kesalnya.
"Ternyata dia gak cuma pemarah tapi juga gampang ngambek," batin Maya.
"Kak Rey, tunggu," panggil Maya bergegas menyusul langkah Reynaldi yang sudah menjauh.
...-------------...
Di tempat lain.
Darmawan duduk sambil menikmati kopinya memandang ke arah laut lepas udara yang begitu hangat di pagi hari , begitu juga dengan suara debur ombak membuatnya seperti sedang melintasi waktu di masa lalu.
Dia kembali mengenang kejadian yang sudah lewat. ingatannya kembali ke 20 tahun silam. Jika bukan karena keinginan konyol almarhumah istrinya mungkin kejadian saat ini tidak akan pernah ada , dia menghela nafas panjang .
"Elisa , aku janji akan menempatkan semuanya pada tempatnya dan semoga dosa kita terampuni," bisik Darmawan dalam desahnya .
Masih jelas dalam ingatan Darmawan saat Elisa kehilangan kedua rahimnya karena kanker . Dia meminta Darmawan untuk punya anak laki dari perempuan lain , hal ini dilakukan karena saat itu Aldo Putra tunggalnya yang berusia 3 tahun sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit jantung bawaan sejak lahir.
Satu hal yang Elisa inginkan adalah agar keluarga Darmawan tetap memiliki garis keturunan.Darmawan ingat saat terjadi perdebatan antara dia dan istrinya.
"Sayang , kita masih punya Aldo Kenapa kita harus mendahului takdir , yang harus jadi prioritas sekarang adalah kesembuhan Aldo," kata Darmawan kepada istrinya .
"Tapi kita tahu Mas,kondisi Aldo dan juga kondisiku saat ini kalau Mas tidak mau mengikuti keinginanku lebih baik kita bercerai saja," ancam Elisa.
"Elisa , apa yang sudah kamu bicarakan ini bener-bener tidak masuk akal," kata Darmawan dengan nada meninggi dia benar-benar tidak tahu apa yang istrinya inginkan dan juga apa yang istrinya pikirkan.
"Mas,tolong kamu mengerti aku. Aku sudah putus asa dengan apa yang terjadi dengan kondisi keluarga kita, belum lagi keluargamu coba tolong mengerti aku Mas," ucap Elisa sambil mulai meneteskan air mata dia seperti sudah tidak lagi mampu menahan beban berat yang ada di dadanya.
"Tapi bukan dengan cara seperti ini sayang," kata Darmawan dengan nada lembut.
digenggamnya kedua tangan telapak tangan istrinya dan dia menciumnya .
bersambung...
Bagaimana kelanjutannya .... ??
Silakan ikuti lanjutannya ada banyak hal menarik yang akan terjadi
Terima kasih buat readers yang masih setia sama karya author
jangan lupa like rate komen dan votenya
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya