NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Dari Seorang Gus

Menjadi Istri Dari Seorang Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: pinkberryss

Akibat kenakalan dari Raya dan selalu berbuat onar saat masih sekolah membuat kedua orangtuanya memasukkan Raya ke ponpes. setelah lulus sekolah.

Tiba disana, bukannya jadi santri seperti pada umumnya malah dijadikan istri kedua secara dadakan. Hal itu membuat orangtua Raya marah. Lalu apakah Raya benar-benar memilih atau menolak tawaran seperti orangtuanya?

Tingkah laku Raya yang bikin elus dada membuat Arsyad harus memiliki stok kesabaran yang banyak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkberryss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33.

Hari ini hari yang paling membahagiakan bagi Raya karena dia akan belanja sepuasnya di mall,tentu saja dengan uang suaminya, eh maksudnya suami dan uangnya.

Suasana ramai meski hari biasa apalagi weekend. Raya dengan balutan gamis polos elegan dan pashmina yang membalut kepalanya dengan rapi sedang berjalan menyusuri tempat-tempat yang akan dipilihnya untuk berhenti dan berbelanja.

"Yang tadi apa toko ini aja ya? Kelihatan menarik disini deh kayaknya yang ku cari ada, coba masuk dulu aja deh," gumamnya lalu memasuki toko merk mewah dengan menjual produk tas.

"Baunya udah bau-bau duit nih," matanya menelisik tas yang terpajang rapi di etalase itu. Raya sedang mencari-cari tas incarannya yang baru saja launching.

Dilain tempat Arsyad malah kalang kabut mencari keberadaan istrinya yang tiba-tiba hilang dalam pantauannya. Tadi sih dia berjalan dibelakang Raya, tapi karena langkahnya lamban jadinya tertinggal, lagipula Arsyad tidak selalu memperhatikan depan.

"kamu dimana sih, sayang?" khawatir nya. Dia membuka ponsel untuk menghubungi sang istri namun tidak diangkat. mencobanya lagi dan lagi namun hasilnya nihil, dia berjalan cepat dengan kepala yang menoleh sisi kanan dan kiri.

"Cari tas apa, kak? Biar saya bantu," suara pegawai toko yang menyapanya membuat Raya menoleh.

Raya menjelaskan detailnya, katanya ada dan hanya satu saja. Tanpa pikir panjang Raya membeli tas itu meski harganya yang sangat wow.

"Kakaknya yakin beli ini?" Raya mengangguk. "Iya, tolong bungkus ya kak," orang tersebut mengangguk.

Raya memanggil Arsyad namun yang dipanggil tidak menoleh. "Loh mana mas Arsyad?"

"Totalnya jadi tiga ratus lima puluh tujuh juta ya,"

Raya tersenyum kecut, dia mencoba menelpon sang suami agar tidak malu-maluin dirinya yang sudah berada di dalam toko ini.

"Halo sayang, kamu dimana? Tadi mas telepon malah nggak diangkat,"

Raya meringis mendengar suaminya berbicara.

"Ini aku di toko tas yang sebelahnya baju-baju itu loh, kan kamu tadi dibelakang ku masa nggak liat aku sih!"

"Yang mana? Mana mas tau sayang!"

"Nama tokonya Diro, udah cepet sini aku mau bayar malah kamu nya nggak ada!"

Panggilan terputus, Raya mencoba tanya-tanya hal lain supaya kakaknya tidak mengira dirinya tak ada uang untuk bayar.

"Kakaknya udah lama kerja disini?" astaga malah tanya-tanya hal begini, tak apa-apa yang penting sampai suaminya datang!

"Iya kak, sudah setahun lebih tiga bulan," jawabnya, raya mengangguk pelan.

"Emang gajinya berapa, banyak nggak?" pegawai itu tersenyum. "Maaf ya bukan kepo banget, cuma ya sekedar basa-basi aja," Raya nyengir saat ditatap pegawai perempuan itu.

Tak lama suara seorang pria datang, mereka yang ada didalam toko itu menoleh termasuk Raya, ternyata memang benar itu suaminya.

"Mas Arsyad!" panggilnya.

Arsyad melangkah mendekat ke raya yang sedang di bagian bayar, Arsyad langsung bertanya berapa nominal yang dibeli istrinya itu.

"Sudah masuk?" pegawai itu mengangguk dan mengucapkan terimakasih dengan senyuman ramah dan tulus.

Kedua pasutri itu akhirnya keluar dan akan mencari makanan karena Raya sudah terlalu lapar.

"kamu lama banget sih!"

"Iya maaf ya, tadi mas kan juga lihat-lihat dimana tempatnya biar nggak salah masuk. Lagian kamunya cepet amat sudah didalam toko itu?"

"Oh nyalain aku?" raya berkacak pinggang sembari matanya melotot pada Arsyad.

Mana mau Arsyad marahan sama istri, nanti tidak dikasih jatah lagi kalau sudah begini.

"Bu-bukan begitu, tidak ada yang mau salahin kamu, mas yang salah karena lelet jalannya dan tidak memperhatikan,"

Raya mendengus, kedua tangannya bersedekap didepan dadanya sambil berjalan, sedangkan Arsyad menenteng tas belanjaan yang sudah banyak, total ada tujuh paperbag yang tengah ia tenteng dikedua tangannya. Luar biasa bukan? Suami takut istri, no! Suami romantis, yes!

Setelahnya mereka sama-sama memasuki resto yang ada di sana, membeli beberapa makanan dan minuman.

...****************...

"Ada apa sih?" Malik tengah melihat istrinya yang bengong terus dari tadi tapi ditanya malah tidak dijawab.

"Huh.... Nyari istri lagi kayaknya enak nih,"

Duk!

"Ssshhh aduh.... Kenapa malah dipukul?" Malik meringis saat dahinya terkenal pukulan Inayah dengan panci.

"Mau cariin aku madu, mas? Silakan, tapi aku yang akan cincang barangmu!" Malik bergidik ngeri mendengarnya.

"Mana mau aku begitu, ya lagian dari tadi ditanya nggak ada jawaban, yasudah tadi cara efektif biar kamu bicara kan?"

Inayah melengos, dia fokus lagi dalam memotong sayuran didepannya.

"Kenapa, apa ada masalah serius yang mengganggu?"

"Nggak ada sih, cuma kepikiran aja sama Farah..."

"Memangnya ada apa dengan anak kita? Inayah tak langsung menjawab melainkan diam dengan suara pisau yang membelah wortel diatas talenan.

"Harusnya kita nggak usah terima kedatangan Pak Husen dan Bu Aminah, mereka pasti punya harapan meski tidak memaksa kan? Tadi lihat Farah kebanyakan diam pas ketemu sama temannya dihalaman depan juga kayak nggak semangat gitu, apa dia kepikiran ya?"

Malik terdiam, lalu dia berkata. "Tidak apa-apa, biarkan saja Farah sedang kaget saja tiba-tiba mendapat pinangan meski belum jelas hasil keputusan nya. masa iya ada orang bertamu kita tolak? ya nggak bisa lah umi ku istriku, apalagi mereka kenal kita dan sebaliknya,"

"Hm, tapi lain kali tanya dulu untuk apa tujuannya kemari? Nggak apa-apa kan, toh pak Husen akrab banget sama kamu!"

Malik terkekeh. "Iya-iya."

Sudah dulu ya best....

1
Sena Kobayakawa
Gemesin banget! 😍
_senpai_kim
Sudah berhari-hari menunggu update, thor. Jangan lama-lama ya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!