Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Akhirnya Bertemu
Sesampainya mereka dirumah duka, Dita tidak bisa menahan tangisnya ayahnya yang bersiap di bawa ambulance menuju pemakaman, Kai berusaha memapah isterinya.
Masih tidak percaya Dita, Ayah nya begitu cepat pergi meninggalkan mereka.
Di sebrang Dery tengah memperhatikan Dita, mengenakan kacamata hitam, tidak ada yang curiga bahwa itu Dery.
Mereka semua kemudian membawa jenazah sang ayah ke tempat istirahat terkahirnya.
Sebuah alkah luas yang sengaja dibeli ayahnya, untuk nanti diwariskan kepada keluarganya. Dita sempat tidak sadarkan diri ketika jenazah sang ayah dimasukan kedalam liang lahat. Kai terus menjaga isterinya, dengan kondisi hamil dia tidak mau Dita kenapa-kenapa.
"Dit...Dita..."
panggil Kai yang memanggil isterinya.
Dita direbahkan disebuah kamar dirumah ayahnya. Pemakaman berlangsung cepat dan lancar. Tanpa berkata Dita langsung memeluk sang suami.
"Kamu mau teh sayang?"
tanya Kai yang mengelus lembut kepala isterinya.
"Aku sempat lihat seseorang Kai"
Kata Dita yang terus memeluk Kai.
"Siapa ta?"
tanya Kai.
"Dery..."
"Kamu tenang ya, aku enggak akan biarkan dia deketin kamu"
sahut Kai yang masih memeluk isterinya.
Niat Dery baik hanya ingin minta maaf kepada Dita, meminta ampun apa yang dulu dia lakukan kepada Dita, penyesalan begitu dalam yang Dery rasa ketika dirinya menikah dan memiliki seorang anak.
Ibunda Dita sudah mulai memaafkan Dery tapi tidak dengan Dita, semua hanya Dita yang bisa menentukan, ibunya sangat khawatir tentang kondisi Dita bila bertemu dengan Dery.
Ayah Dita sebelumnya tidak bisa memaafkkan Dery sebelum dia meminta maaf kepada Dita, sayang belum juga mendengar Dery minta maaf, sang ayah malah pergi untuk selamanya.
_______________________________________
Malam setelah acara tahlilan, Dita yang masih terbaring di kasur kamarnya hanya melamun, setelah dirinya merasa melihat Dery pikirannya jadi tidak tenang.
"Dit...minum vitamin dulu yuk"
kata Kai yang begitu perhatian ke isterinya.
"Maaf yah, kamu jadi repot"
sahut Dita yang duduk dan meminum vitamin ibu hamil.
"Kamu enggak usah pikir yang macam-macam, aku cuma mau kamu jaga kondisi kamu"
jelas Kai mengelus kepala isterinya.
Memang tidak bisa dipungkiri, bertemu Dery hal terberat yang pasti dia tidak bisa dilalui, selalu menghindar tidak akan menyelesaikan masalah, Dita juga belum tahu apa motif si Dery, apa hanya sekedar bela sungkawa atas kakak sepupu nya yang meninggal.
Malam itu Gina juga bersempat hadir untuk menghibur Dita, ditemani Bayu, Gina yang kini mengandung lebih 7bulan ini datang membawakan beberapa cake kesukaan Dita. Kai sengaja meminta tolong kepada Bayu dan Gina, Dita yang sering menyendiri membuatnya takut Dita akan berbuat yang aneh-aneh.
"Dita...."
panggil Gina yang kemudia masuk kedalam kamar.
"Gina..."
Dita yang langsung memeluk sahabatnya.
"Aku tinggal kalian dulu ya..."
sahut Kai yang keluar kamar dan membawa Bayu berbincang di Balkon.
"Dita...kamu pucet banget sih?"
kata Gina yang sangat khawatir kepada Dita.
"Belakangan aku suka lupa minum vitamin..."
sahut Dita yang kemudia duduk di ranjangnya.
"Vitamin itu penting buat ibu hamil Ta, enggak boleh enggak"
kata Gina yang memberikan penjelasan kepada sahabatnya.
"Iya Gin, untung Kai perhatian..."
sahut Dita.
______________________________________
"Sorry ya, enggak sempat jemput kalian"
kata Bayu yang duduk di pinggir balkon.
"Iya enggak apa-apa, makasih kalian mau datang"
sahut Kai yang membawakan secangkir kopi untuk Bayu
"Stress banget ya?"
tanya Bayu yang juga merasakan hal sama tentang istri mereka yang tengah hamil.
"Lumayan sih, agak bandel aja Dita dikasih tau nya"
curhat Kai yang curhat.
"Ini....nambah ilmu buat calon ayah"
Bayu yang ternyata membuat buku paduan menjadi Ayah.
"Paduan Pertama Ayah by. Bayu, diem-diem bikin buku rupanya"
sahut Kai yang sangat senang ternyata bukan dirinya saja yang mengalami.
"Ngadepin cewek super sensitive saat hamil, semua deh ada solusi nya"
tambah Bayu lagi.
Banyak hal yang mereka bicarakan, suka dukanya menjadi suami siaga, namun hal itu membuat mereka bahagia,ibu yang sedang hamil tingkat stressnya lebih tinggi, apalagi kalau si ayah yang tidak pernah mau ikut andil dalam perkembangan si calon bayi.
"Kai...Bayu..."
panggil ibunda Dita.
"Iya buk.."
sahut Kai.
"Ayo makan dulu sudah ibu siapkan"
kata ibu mertua Kai.
"Makasih buk, maaf ya buk jadi ngerepotin"
sahut Kai merasa tidak enak.
"Wes, ayo makan dulu, Bayu juga pasti belum makan kan?"
tanya ibunda Dita yang merangkul Bayu membawanya ke ruang tengah yang terdapat meja makan.
"Bentar biar aku panggilkan Gina sama Dita buk"
sahut Kai bergegas menuju kamar Dita.
"Iya Kai"
Tanpa sengaja Kai mendengar Gina dan Dita yang tengah membicarakan tentang dirinya, Dita tahu betul dirinya memang jauh dari kata sempurna, selalu memantaskan diri untuk Kai, sampai hamil Dita takut kejadian dia di waktu kecil terulang kepada anaknya.
Ketakutan itulah yang membuat Dita stress belum lagi ada wanita Jepang yang mendekati Kai, Dery semua hal membuat dirinya stress.
Tok...tok...tok...
"Dit...aku boleh masuk?"
kata Kai yang sebenarnya sudah ada di depan pintu kamar.
"Iya Kai masuk..."
sahut Dita
"Ibu sudah siapkan makan malam, kita makan dulu ya"
kata Kai yang datang kepada Dita.
"Iya...ayo Gin"
sahut Dita yang kemudian beranjak bersama Gina.
Makan malam ini seperti ada yang berbeda, ibu banyak sekalu memasak, ada rendang, acar, kerupuk, capcay semuanya menu sehat.
mereka semua berkumpul menikmati makan malam bersama, walau ayah sudah tidak ada, mereka yakin ayah akan bahagia mereka semua hidup bahagia.
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐