NovelToon NovelToon
Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:290.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mahkota Pena

Gadis manis bernama Rania Baskara, usia 17 tahun. Baskara sendiri diambil dari nama belakang Putra Baskara yang tak lain adalah Ayah angkatnya sendiri.
Rania ditolong oleh Putra, ketika masih berusia 8 tahun. Putra yang notabenenya sebagai Polisi yang menjadi seorang ajudan telah mengabdi pada Jendral bernama Agung sedari ia masih muda.
Semenjak itu, Rania diasuh dan dibesarkan langsung oleh tangan Putra sendiri.
Hingga Rania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan manis.
Seiring berjalannya waktu, cinta tumbuh pada diri Rania terhadap Putra, begitu juga Putra merasakan hal yang sama, namun ia tidak ingin mengakuinya..
Bagaimana kelanjutannya? ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahkota Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Dengan Kepanikan

Bukk... 

Suara pintu mobil tertutup.

"Ayah, sepertinya ada yang mengejar kita. Ayo cepat, Yah!" Ucap Rania dengan panik, ia terus memantau ke arah belakang.

Untuk memastikan apakah orang yang telah memantau dirinya dan Putra tetap mengekorinya atau tidak.

Putra segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia langsung mengarahkan mobilnya menuju Villa.

Sesampainya, Putra dan Rania segera memasuki Villa dan menguncinya dengan rapat.

"Ayah, siapa kira-kira yang memantau kita tadi?" Tanya Rania melemparkan heels nya.

"Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang jelas, kita harus lebih waspada!" Pinta Putra pada Rania.

Rania mengangguk dengan cepat.

***

"Apakah sudah kenyang, Diana?" Tanya Dicky menatap wajah Diana.

Diana yang baru saja menyelesaikan makan malam seraya mengusap bibirnya menggunakan tisu.

Diana pun tersenyum dengan membalas tatapan Dicky.

"Sudah, Kak." Jawab Diana.

Keduanya tengah berada di sebuah Kafe masa kini, yang sangat cocok untuk anak-anak muda.

"Ternyata kamu fashion designer juga ya?" Tanya Dicky pada Diana.

Diana mengangguk perlahan.

"Iya, Kak. Aku mengikuti jejak Kak Siska. Bahkan aku berencana ingin membuat butik. Menurut Kak Dicky, bagaimana?" Diana menjawab dengan berikut meminta pendapat kepada Dicky.

Dicky mengangguk tanda menyetujui.

"Boleh juga, semoga segera terealisasikan ya, Di." Sahut Dicky.

"Aamiiin, Kak." Sahut Diana.

"Ya sudah yuk, kalau sudah aku antar kamu pulang. Kamu tinggal di Apartemen Nyonya Siska?" Tanya Dicky seraya bangkit dari posisi duduknya.

Diana segera mengekori Dicky dan mengimbanginya.

"Untuk saat ini, iya Kak. Karena, kalau pulang pergi Semarang. Rasanya malas sekali." Jawab Diana.

"Oh, pantas saja. Lalu, kamu di Apartemen nanti sendiri dong?" Sahut Dicky seraya masuk kedalam mobil.

Berikut Diana juga masuk kedalam mobil.

Keduanya telah berada didalam mobil milik Dicky.

"Iya, Kak. Mau bagaimana lagi! Memangnya Kakak mau menemani aku? Tidak mungkin juga kan?" Ledek Diana pada Dicky.

Dicky melajukan mobilnya dan segera menuju Apartemen Siska.

Ia pun tampak berpikir sejenak dengan tersenyum tipis.

"Hmm.. Kalau diperbolehkan, tidak jadi masalah. Hehehe.. Bercanda, Diana!" Sahut Dicky dengan melemparkan senyuman manisnya.

Diana pun tersipu malu dengan wajah layaknya udah rebus.

"Hehehe, benar juga tidak apa-apa, Kak. Daripada Kak Dicky bete di rumah." Jawab Diana menantang Dicky.

Dicky melebarkan kedua bola matanya.

"Are you sure?"

"Yes, i'm sure!"

Dicky menarik napas panjangnya, seketika adrenalin terasa diuji oleh tantangan Diana.

"Kita kan baru saja kenal, Di. Memangnya, kamu yakin percaya denganku?" Tanya Dicky dengan mata fokus menatap kedepan.

Diana menahan senyumannya.

"Aku yakin kamu orang yang baik, Kak." Tegas Diana kepada Dicky.

Dicky menjadi terharu atas pujian Diana.

Ia melemparkan senyumannya untuk Diana.

"Thanks, Di."

***

"Rania, sepertinya kita sudah tidak aman disini. Kita harus berpisah, agar tidak ada lagi yang membuntuti kita. Bagaimana menurutmu?" Ucap Putra yang sedang menghisap cerobong asapnya.

Rania yang sedang bercermin segera menoleh ke arah Putra.

"Aku setuju, Yah. Hmm.. Bagaimana kalau nanti selepas Subuh, aku langsung ke Asrama? Rasanya disaat aku diluar seperti ini, membuat kita menjadi tidak nyaman. Ayah bisa kembali ke rumah menjalani aktifitas seperti biasanya." Tegas Rania pada Putra.

"Tapi, sebenernya aku masih rindu denganmu." Protes Putra.

"Ayah, tidak ada waktu lagi untuk kita terus bersama seperti ini. Cepat atau lambat, hubungan kita pasti akan diketahui. Lagi pula, bukankah Ayah harus segera ke Desa Seruni? Sebaiknya Ayah mempersiapkan diri saja. Kita bisa bertemu kembali setelah aku lulus dan setelah Ayah menyelesaikan misi." Ucap Rania dengan tegas dan lebih dewasa.

Putra tampak berpikir sejenak.

"Baiklah, kalau begitu."

Putra memeluk tubuh Rania.

"Rania, jaga diri kamu baik-baik ya selama aku tidak bisa memantaumu." Pesan Putra pada Rania.

"Siap, Yah! Ayah juga ya."

***

"Hai, Siska. Suami kamu mana? Kok tidak ikut?" Tanya teman Siska yang bernama Michel.

"Biasa, ada tugas negara, Chel!" Jawab Siska seraya menyesap orange juice.

Michel memperhatikan penampilan Siska yang semakin hari semakin cetar saja.

"Hmm.. Bagaimana? Menikah dengan Komandan serangannya dahsyat tidak?" Tanya Michel pada Siska.

Wajah Siska berubah muram, yang semula happy mendadak tampak tidak bersemangat.

"Lho, kenapa wajahnya berubah begitu?" Imbuh Michel dengan memberikan pertanyaan kembali.

Siska menggelengkan kepalanya dengan menatap lesu ke arah Michel.

Michel mengerutkan dahinya.

"Jangan bilang kamu belum pernah berhubungan dengan suamimu, Sis?" Tebak Michel dengan memasang wajah menebak

Siska mengangguk perlahan.

"Ya Tuhan! Kenapa sampai bisa begitu, Siska? Kalian ini sudah menikah lho. Kalian bebas melakukan apa saja yang berkaitan dengan hubungan suami isteri. Ini mengapa bisa sampai sekarang belum berhubungan." Protes Michel menyerang pada Siska.

"Michel, aku sudah mencoba mengajaknya. Namun, Putra sepertinya belum menginginkannya!" Tegas Siska dengan wajah cemberutnya.

"Tidak habis pikir si Putra itu. Aneh saja, masa seorang pria normal tidak menginginkan berbuat seperti itu. Dimana-mana, pria itu kalau sudah diberikan umpan, pasti dia akan melahapnya. Eh, ini malah tidak. Aneh!" Protes Michel kembali.

"Entahlah, aku juga bingung ada apa dengan dirinya. Sehingga aku ditolaknya." Jawab Siska murung.

Michel kemudian merogoh sesuatu di dalam tas nya.

"Ini, kamu berikan pada minumannya. Dijamin setelah itu, dia akan tergila-gila dan gairahnya membara." Michel memberikan sebuah bungkusan berisi serbuk, sepertinya serbuk itu adalah obat perangsang.

Siska kemudian menerimanya.

"Ini apa, Chel?"

"Sudah, dicoba saja!" Perintah Michel.

"Kamu dapat dari mana?" Tanya Siska.

"Kamu tidak perlu tahu aku dapat dari mana. Yang jelas, obat ini cukup oke. Kamu bisa mencobanya dengan segera. Aku jamin pokoknya." Sahut Michel menyemangati Siska.

Siska tersenyum dan wajahnya kembali sumringah tatkala menerima pemberian dari Michel.

"Oh iya, Sis. Minggu depan ada event fashion designer. Mungkin besok baru akan dikirim undangan digitalnya. Jangan sampai tidak datang ya. Peluang bagus nih soalnya!" Ucap Michel yang notabenenya juga seorang fashion designer sahabat Siska sewaktu study di Paris.

"Hmm.. Okay. Aku pasti datang." Jawab Siska.

"Good, oh iya sekalian kamu ajak tuh adik sepupu kamu. Siapa namanya?" Tanya Michel kembali.

"Diana."

"Nah, iya betul Diana. Ajak dia sekalian. Dia juga kan fashion designer, ya walau belum se senior kamu. So far oke lah kita ajak berkecimpung lebih dalam lagi." Jawab Michel.

"Okay." Jawab Siska.

***

"Bagaimana, Kak? Kamu jadi menemani aku?" Tanya Diana pada Dicky.

Dicky yang baru saja masuk kedalam Apartemen Siska, langsung duduk di sofa yang empuk.

"Hmm.. Tidak apa-apa nih aku menemani kamu?" Tanya Dicky untuk memastikan.

Diana kemudian duduk disamping Dicky, membuat Dicky menjadi salah tingkah.

"Santai, Kak. Kita bisa mengobrol lebih dalam dan menonton film juga tidak masalah. Lagian sudah malam juga kan. Pasti kamu sudah lelah!" Jawab Diana meyakinkan Dicky.

Dicky tampak berpikir sejenak.

"Baiklah, kalau begitu!" Jawab Dicky.

Diana langsung berjalan menuju kamar Siska dan mengganti pakaiannya.

Ia mengganti pakaian serba tipis. Kemeja berwarna putih nyaris menerawang. Tanpa menggunakan hotpants lagi dibawahnya.

Rambut tergerai panjang dan sangat cantik.

Membuat Dicky seketika terpesona.

Ia berjalan menuju dapur, sedangkan Dicky sudah menghidupkan televisi.

Diana terlihat sedang membuatkan minuman untuk Dicky. Kemudian ia membawa dua gelas minuman dingin.

"Kak, diminum ya. Kamu mau cemilan apa? Biar aku pesankan!" Ucap Diana meletakkan dua gelas minuman segar di atas meja. 

Dicky yang tengah menonton seketika menoleh ke arah Diana. 

"Hmm.. Apa saja, Di. Filmnya sedang seru nih." Jawab Dicky. 

"Baiklah, tunggu ya." Diana langsung memesankan beberapa cemilan di lobby Apartemen. 

Tidak membutuhkan waktu lama, cemilan pun datang. 

"Kak, kok belum diminum sih? Sekalian nih cemilannya, mumpung masih hangat." Ucap Diana dengan duduk merapat pada tubuh Dicky. 

Dicky menjadi salah tingkah, tatkala paha mulusnya menyentuh bagian lututnya yang mengenakan celana joger pendek. 

"Eh, iya, Di." Jawab Dicky. 

Dicky langsung minum buatan Diana, tak luput ia juga menikmati cemilan yang telah dipesan oleh Diana. 

Diana turut minum dan menikmati cemilan pula.

Keduanya sangat asyik seraya menonton film dilayar televisi. 

Tidak membutuhkan waktu lama, Dicky merasakan tubuhnya panas. 

Diana pun juga merasakannya. 

"Di, tubuhku kok tiba-tiba panas begini ya?" Ucap Dicky. 

"Sama, Kak. Aku juga." Jawab Diana. 

"Di, apakah ada air dingin? Aku butuh air segera!" 

1
᳆ΛMON
NIKAH NGAK KLEN !!!!!! NIKAH CEPET SEBELUM AKU JADI KODOK 😄
partini
kat hilang ingatan
Sella Fitri cahaya
kasihan rani
partini
cintanya ma ayah angkat nya tapi ko kemana-mana ga mudeng akuh
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
semangat
Ahn Mo Ne
Dicky sama rania saudara kandung/saudara angkat yng di angkat sama putra??
Mahkota Pena: Saudara angkat kak
total 1 replies
partini
👍👍👍👍👍
Indah Listyani
maaf kak, bukan kah Raina dulu sdh pernah bercinta dgn putra ya ..
Blu Lovfres
rania sudah di takdirkan untuk putra
ibarat air sungai pasti akan mencari jalannya sendiri, untuk ke muara
next thor
Blu Lovfres
good novel
awesome moment
wkwkkwk
ddeanash
mungkinkah itu putra
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
kepalaku ternodai🤣
Mahkota Pena: maafkan kak 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alivaaaa
aku mampir Thor
Mahkota Pena: thank you kak
total 1 replies
Fitriani Fitriani
karya ini sangat bagus tapi alur cerita nya berulang2.
ollyooliver🍌🥒🍆
masa sdh berkali" melakukannya tdk curiga dengan siska.
Mar lina
kayak Rania & Putra
bakal bersatu nich...
Almi Reyhan: mana bab baru,kok gak ada
total 1 replies
Tining Revi
katanya gk suka sama siska, tp kok manis banget sikspnya ke siska.
Mar lina
lanjut thor ceritanya
cah gantenggg
segera up det ya author penasaran kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!