Ziva adalah seorang penulis novel romantis, tapi walaupun begitu dia tidak pernah sekali pun menjalin hubungan di dunia nyata.
tinggal sendiri tanpa orang tua,membuat dia semakin menutup dirinya tentang cinta, atau mungkin dia lebih ke tidak peka.
Suatu hari salah satu novel nya akan di jadikan sebuah film oleh salah satu sutradara, tapi mereka menyuruh ziva menambah peran figuran tambahan sebagai pemanis cerita.
Sebuah kejadian menimpa nya, dia di nyatakan koma setelah menolong seorang aktris papan atas, yang meninggal kan sebuah tanda tanya di akhir kesadaran ziva.
Keanehan terjadi saat dia bangun dan ternyata masuk ke dalam novel yang dia tulis, dan menajdi figuran menyedihkan yang dia tulis malam hari nya.
Posisi aneh di mana dia malah berpindah di saat sangat figuran telah melakukan malam panas dengan sang antagonis pria.
Bagaimana kelanjutan nya, ikuti kisah nya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 sampai di rumah Fredrick
Netta terbangun saat merasakan usapan lembut di kepalanya, ia meringis saat semua badan nya terasa menyakiti kan.
dan dalam sesaat ia ingat jika beberapa saat yang lalu dia baru saja kembali menerima kekerasan dari keluarga netta.
"Kamu gak papa. " tanya seseorang membuat netta mengalihkan tatapan nya pada Silas.
"Oke." ucap Netta lirih.
Tidak bisa, kepala nya sangat pusing, suhu tubuh nya juga meningkat sekarang, juga dia merasa haus.
"Aku ingin minum. " ucap Netta lirih dengan suara agak serak.
Silas langsung mengambil kan minum dan memberikan nya pada Netta, dan gadis itu menerima nya dengan baik.
"Kita sudah sampai. " tanya Netta menatap sekitar.
"Iya, kamu bisa jalan. " ucap Silas khawatir.
Netta hanya menganggukan kepala nya, ia membuka pintu mobil yang ia naiki itu dan melangkah kan kakinya keluar.
Baru saja dia berdiri tegap, rasa pusing yang dia rasa, kembali menyerang nya, menyakitkan.
Juga dia merasa mual, sekarang, ia berpegang pada kaca mobil, saat dalam berdiri nya dia merasa tidak nyaman.
"Netta! " ucap Silas khawatir.
Dia yang akan mengambil barang netta, terkejut melihat gadis itu seperti sempoyongan saat keluar dari mobil.
"Kamu pusing. " tanya Silas.
Ia benar-benar khawatir sekarang, wajah netta benar-benar pucat dengan keringat yang membasahi wajahnya.
"Iya." ucap Netta lirih.
"Ijinkan aku menggendong mu masuk. " ucap Silas.
Jika saja ia tidak teringat ucapan Netta yang mengatakan jika dia bukan wanita murahan yang bisa ia sentuh seenaknya.
Mungkin dari tadi Silas sudah menggendong Netta untuk masuk ke dalam mansion.
Silas tidak ingin Netta merasa tidak nyaman dengan tindakan nya, ia sudah sangat bersyukurlah jika gadis itu ingin tinggal bersama nya saat ini.
Netta menganggukan kepalanya pelan, tangan nya bahkan sudah memijit pelan bagian kening nya yang terasa menyakitkan.
Silas yang melihat itu, langsung menggendong netta dan membawanya masuk ke dalam kediaman orang tua nya.
"Tuan muda. " sapa penjaga yang sedang bertugas malam ini.
Silas menganggukan kepalanya saja, penjaga itu membuka kan pintu untuk Silas saat melihat tuan muda nya menggendong seseorang.
"Kalian sudah sampai. " ucap seseorang menyambut kedatangan Silas.
"Netta kenapa? " tanya nya lagi mendekati Silas dan netta, dia daddy Fredrick.
"Panjang cerita nya daddy, sekarang lebih baik panggil dokter pribadi kita untuk memeriksa netta sekarang. " ucap Silas khawatir.
Frederick yang mendengar itu segera menghubungi dokter pribadi keluarga mereka, ia merasa khawatir apalagi melihat netta yang pucat di gendongan silas.
"Kalian sudah pulang ya, dimana - netta!. " ucap seseorang yang baru datang dari arah dapur dan terkejut melihat keadaan seseorang yang ia tunggu dari tadi, terkulai lemas dalam gendongan anak nya.
"Kenapa dengan netta, silas cepat bawa dia ke kamar nya. " ucap orang itu, dia mommy silas, Fira nama nya.
"Iya mom. " ucap silas.
Mommy fira menunjukan jalan menuju kamar netta, yang ternyata terletak bersebelahan dengan kamar milik silas.
Dia membuka kan pintu kamar netta, yang sudah ia siapkan dari tadi siang, setelah suami nya mengatakan jika netta akan tinggal di sini.
Kamar bernuansa coklat, putih itu sangat memanjakannya mata, sangat indah dan elegan.
Silas membaringkan netta di kasur queen size nya pelan, ia juga membuka jaket hoodie yang di pakai netta agar tubuh gadis itu tidak terlalu berkeringat.
"Ya ampun!. " kaget mommy fira melihat kondisi tubuh netta yang jauh dari kata baik saat ini.
Dari lengan nya penuh dengan luka memar, bahkan bekas memanjang seperti luka cambuk juga terlihat di sana.
"apa yang terjadi pada netta, Silas. " ucap mommy fira iba.
Ia mendekati netta dan membuka baju piama yang di pakai netta, dan membuka nya, menyisakan crop putih di sana.
"Apa yang terjadi, ya ampun Silas luka nya. " ucap mommy fira tidak bisa berkata kata lagi.
Silas mengepalkan tangan nya melihat luka yang ternyata lebih banyak di balik pakaian piama yang di pakai netta.
Tidak lama pintu terbuka, dokter masuk di ikuti daddy Frederick, mereka memberi ruang untuk dokter memeriksa netta.
"Kenapa tubuh nya penuh memar seperti ini Silas. " tanya daddy Frederick.
"Bukan nya tadi siang, dia baik-baik saja. " ucap daddy Frederick lagi.
"Benar Silas, katakan. " ucap mommy fira.
"Aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, hanya saja saat aku keluarga membeli makan, dan kembali netta sudah di lukai seperti ini. " ucap Silas.
"Siapa? Siapa yang melakukan nya. " ucap mommy fira.
"Daddy nya Netta, mom. " ucap Silas sendu.
"Apa! " ucap mommy fira tidak percaya.
Bagaimana mungkin, sahabat suaminya begitu kejam pada anak kesayangan nya itu, membayangkan nya saja tidak pernah terlintas dalam benak nya.
sedangkan daddy Frederick diam, dia seolah tau jika pelakunya adalah orang yang sama.
"Bagaimana kondisi anak saya dok. " ucap daddy Frederick.
"Nona ini, dia hanya mengalami demam, tidak ada luka dalam, dan mungkin dia shok mengalahkan kekerasan seperti ini. " jelas dokter yang memeriksa netta.
"Bagaimana dengan... " ucap Silas menggantung.
Ia mengepalai tangan nya kuat, mulut nya ingin sekali mengatakan bagaimana kondisi anaknya yang ada dalam kandung netta saat ini.
Tapi ada di satu ruang dalam fikiran nya, mengatakan jika dia mencintai Michael, gadis yang selama ini ia cintai.
Bagaimana jika orang tua nya tau tentang kehamilan netta, ah lebih tepat nya ayah dari anak yang di kandung netta saat ini.
Mungkin mendapatkan restu dari keluarga nya akan sangat sulit untuk nya, di tambah mommy nya sangat tidak menyukai Michael.
"Bagaimana dengan kandungan nya. " ucap daddy Frederick.
"Kandungan? " kaget mommy fira.
"Janin nya baik-baik saja, dia sangat kuat, padahal ada sebuah luka lebam di bagian perut nona ini, mungkin jatuh suatu tekanan kuat. " jelas dokter itu.
"Resep obat nya bisa, di tebus di apotek terdekat, dan untuk salep nya, ini, pakai 3 kali sehari. " jelas dokter menyerah resep obat dan salep pasa daddy Frederick.
"Terima kasih dokter, mari saya antar. " ucap daddy Frederick.
Dokter itu menganggukan kepala nya dan keluar dari kamar netta, meninggal kan mommy fira dan Silas yang masih diam di sana.
"Kenapa mommy tidak tau? Netta dia sedang mengandung. " ucap mommy fira sendu.
"Padahal dulu mommy sangat jelas melihat ketulusannya mencintai mu Silas. " ucap mommy fira sendu.
"Sekarang sudah terlambat, anak yang mommy ingin kan jadi menantu sudah memiliki orang lain. " ucap mommy fira lagi.
Silas diam, andai jika mommy nya tau anak yang di kandung netta adalah anak nya, mungkin besok nya Silas akan di nikahkan dengan netta.
"Sayang sekali nak, tapi mau bagaimana pun kamu sudah mommy anggap anak sendiri. " gumam mommy fira mengelus kepala netta lembut.
"cepat sembuh sayang. " ucap mommy fira lagi.
'Benar, cepat sembuh netta, aku tidak kuat melihat mu lemah seperti ini. 'Batin Silas sendu.
***
di tunggu up selanjutnya 😍