Pengantin yang tak di rindukan.
Mana kala Annisa di jodohkan dengan Rafka yang sama sekali tak mencintai nya. Akankah hubungan mereka bertahan🤔
Mari kita simak kisah selanjut nya..😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Malam ini annisa akan tidur di kamar suami nya. bukan karena rafka sudah mencintai nya. tapi karena situasi di rumah yang tak memungkinkan untuk mereka malam ini untuk tidur di kamar masing - masing.
rafka tidak ingin kalau bunda nya sampai tau bahwa selama ini ia dan juga annisa tidak menjalani kehidupan rumah tangga dengan seharus nya. meskipun annisa selalu menjalani peran nya sebagai seorang istri, namun rafka sendiri tak pernah menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami.
rafka takut jika bunda nya sampai tau, maka akan membuat bunda nya merasa sedih karena nya. ia tak mau melihat kekecewaan bunda terhadap diri nya namun untuk saat ini ia juga belum bisa mencintai annisa sebagai istri nya.
annisa masuk kedalam kamar suami nya.
tapi kemudian ia hanya berdiri di depan pintu kamar dengan wajah sedikit menunduk tanpa berani melanjutkan langkah nya. ini pertama kali nya bagi nya masuk kedalam kamar sang suami.
deg,
apa malam ini aku akan tidur disini.
gumam nya dalam hati.
" kenapa kamu berdiri disana?" ucap rafka yang kini sudah duduk di atas ranjang nya.
" kemarilah," ucap rafka lirih
annisa kini mulai berjalan melangkahkan kaki nya secara perlahan menuju ranjang dimana sang suami terduduk dan menyuruh nya datang kesana.
" malam ini kamu tidur disini ya," ucap rafka lembut kepada istri nya yang kini sudah berdiri di hadapan nya
" baik bang," jawab annisa tanpa berani menatap ke arah suami nya karena jarak mereka yang kini sudah dekat.
" tidur lah disini," rafka menepuk di sebelah ranjang yang ia duduki.
" kamu jangan khawatir, aku tidak akan menyentuh mu, kita buat pembatas dengan guling, aku disini dan kamu disana." ucap rafka seraya meletakkan guling di tengah - tengah ranjang nya.
deg
kenapa kamu bicara seperti itu bang, meskipun abang akan menyentuh ku dan melakukan hal itu, aku tidak akan keberatan karena itu hak abang kepada ku sebagai seorang suami dan itu juga akan menyempurnakan ikatan kita sebagai sepasang suami istri.
gumam annisa dalam hati. hati nya merasa sakit saat mendengar kalimat yang tadi di ucapkan suami nya kepada nya.
namun ia hanya memilih diam tanpa menjawab.
rafka mulai menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang yang sudah ia berikan pembatas guling. sedangkan annisa yang masih berdiri melangkahkan kaki nya menuju meja kecil di samping tempat tidur rafka dan kemudian meletakkan perangkat sholat nya disana.
" abang tidak sholat isya?" tanya annisa kepada rafka yang kini mulai memejamkan mata nya.
" sebentar lagi, kamu duluan saja." ucap rafka tanpa membuka mata nya.
annisa hanya mengangguk kecil saat mendengar jawaban dari rafka dan kini ia memilih untuk pergi ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari kamar tersebut.
rafka membuka mata, menatapi annisa yang melangkah pergi ke kamar mandi.
maafkan aku nisa karena belum bisa menjadi imam yang baik untukmu.
***
rafka mulai menunaikan shalat nya. sedangkan annisa merapikan mukenah dan juga sajadah yang ia kenakan, setelah selesai merapikan nya kini annisa berjalan mendekati meja kecil dan kembali meletakkan perlengkapan shalat nya disana.
annisa kemudian duduk di atas ranjang sembari memperhatikan rafka dari belakang.
ia kemudian mulai membaringkan tubuh nya saat melihat rafka yang sudah hampir selesai dari shalat nya.
setelah selesai menjalankan kewajiban nya. kini rafka pun ikut membaringkan tubuh nya di samping sang istri yang tidur dengan memiring kan tubuh nya. ia menatapi tubuh annisa dari belakang dan kemudian ia pun memejamkan mata nya.
setelah memastikan bahwa sang suami sudah tertidur dengan pulas. annisa kini membalikkan tubuh nya menghadap ke arah rafka sembari menatap wajah nya.
sampai kapan kita akan seperti ini terus bang? kapan kamu akan bisa menerima ku serta mencintaiku sebagai istri mu bang.
gumam annisa sembari terus menatap wajah suami nya yang tampak tertidur pulas.
ia kemudian mengulurkan tangan nya dan mengusap lembut wajah suami nya dengan tatapan mata sayu.
maafkan nisa ya bang karena nisa sudah berani menyentuh wajah abang seperti ini. nisa sangat senang karena malam ini nisa bisa tidur bersama dengan abang dan bisa menyentuh wajah abang dengan lembut.
gumam annisa.
tangan nya tak berhenti mengusap wajah suami nya itu hingga akhir nya ia pun terlelap tidur dengan tangan yang masih mengulur di samping wajah suami nya.
rafka membuka mata.
ternyata dia belum terlelap saat annisa terus memandangi nya. jantung nya mulai berdegup keras ketika istri nya mengusap lembut wajah nya, namun ia tak berani membuka mata dan membuat annisa merasa canggung dengan nya karena telah berani menyentuh wajah nya.
kini ia mengangkat tangan annisa dan meletakkan nya di samping nya danb kini ia pun membalas menatap wajah istri nya yang sudah tertidur pulas itu.
betapa teduh nya wajah mu apalagi saat kamu sedang tertidur seperti ini.
bibir rafka menarik garis senyum dan kemudian secara refleks mencium kening annisa yang kini tidur di hadapan nya.
" cup "
satu kecupan lembut mendarat di kening annisa yang sudah tertidur pulas.
rafka kemudian terkejut saat menyadari bahwa ia baru saja mencium kening istri nya itu.
" ada apa dengan ku? kenapa aku begitu refleks hingga bisa mencium nya seperti itu.
deg, jantungku juga kenapa tiba - tiba berdegup keras seperti ini saat menatap nya, apa kah aku sudah tidak waras, jelas aku tidak mencintai nya tapi barusan aku juga jelas mencium nya, ya tuhan.. ada apa dengan ku, kenapa aku bisa dipermainkan oleh perasaan ku sendiri seperti ini.
gumam rafka sembari memegangi kepala nya
seraya menatap ke wajah annisa yang tertidur pulas di hadapan nya. ia kemudian menatap langit - langit kamar nya dengan mengerutkan dahi nya karena masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan nya.
tapi dia memang sangat cantik jika sedang tertidur seperti ini, wajah nya begitu anggun layak nya seorang peri.
gumam nya lagi saat kembali menatap wajah istri nya.
" rafka, sadarlah.. kenapa kamu tidak bisa mengontrol emosi mu sendiri seperti ini saat menatap nya di samping mu.
rafka kembali bergumam.
ia kini mulai memejamkan mata nya agar bisa tertidur dan tak memikirkan lagi kejadian yang baru saja ia lakukan tapi sayang hati nya tidak bisa tidur karena masih ingin menatap wajah annisa yang kini tidur di samping nya.
ia kemudian kembali membuka mata nya dan kembali menatap wajah annisa malam itu dan hingga akhir nya ia pun tertidur dengan jarak wajah mereka yang saling berdekatan.
Bersambung
ig @fakhiral2013