Follow IG : base_author
Membaktikan kehidupannya untuk imamnya, peran yang dilakoni Thalia Ruth selama 4 tahun menjalani hidup berumah tangga dengan Andre Miles, suaminya. Di tinggallkan kedua orang tuanya karena kecelakaan menjadikan Thalia yang yatim piatu sepenuhnya menggantungkan hidupnya pada Andre dengan kepercayaan yang tanpa batas. Bagaimana Thalia menjalani kehidupannya setelah Andre mencampakkannya setelah memperoleh semua yang diinginkan?? bahkan ibu mertua pun mendukung semua perbuatan suaminya yang ternyata sudah direncanakan sejak lama.
Menjadi lemah karena dikhianati atau bangkit melawan suaminya... manakah yang dipilih Thalia?
Siapkan tisu dan alat tempur sebelum membaca 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Base Fams, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 33
Kegelisahan dan kesedihan masih menyelimuti hati Mbok Sum. Kondisi Fisik Thalia sudah membaik dari sebelumnya, tapi tidak dengan psikisnya. Tak jarang Mbok Sum mendapati Thalia dengan tatapan kosong dan dalam keadaan menangis, bahkan Thalia bisa bertingkah di luar kendali jika Andre, Bu Nita dan Mona mengunjunginya. Bukan hanya berteriak untuk meluapkan amarah, Thalia juga melempar barang yang bisa dijangkau untuk mengusir mereka.
Pernah sekali ketika Bu Nita dan Mona ke kamarnya, Thalia melempar vas ke arah mereka membuat Bu Nita dan Mona sedikit takut kepadanya. Sejak kejadian itu, kedua wanita berbeda generasi itu tidak pernah lagi menginjakkan kaki di kamar Thalia.
Hanya Mbok Sum satu-satunya yang bisa menenangkan Thalia. Hanya bisa menenangkan, wanita itu tidak bisa membebaskan Thalia dari jeratan Andre. Ya, sejak Thalia ditemukan di kamar mandi dan ancaman Andre waktu itu, Andre memperketat pengawasan terhadap Thalia. Begitu juga pergerakan Mbok Sum beserta keluarganya, tidak bisa bebas seperti biasanya. Mereka juga di awasi.
Pukul 5 pagi, seusai shalat subuh, Mbok Sum mulai sibuk di dapur, membuat sarapan. Tita yang sedang libur kuliah pun menyusul Ibunya berniat membantu. "Ada yang bisa Tita bantu Bu?" Tanya gadis berusia 20 tahun itu.
Menangkap suara lembut putrinya, Mbok Sum menoleh kemudian mengangguk. "Pagi ini Nyonya Mona ingin sarapan Mashed potato. Tolong kamu kukus kentang yang sudah Ibu kupas ya Nduk. Habis itu kamu potong daun bawang dan juga daun seledri." Kata Mbok Sum mengaduk bubur yang di masaknya dalam panci, hampir matang.
"Iya, Bu." Patuh Tita. Tita mengambil panci kukus, kemudian mengisinya dengan air sebelum memasukkan kentang ke dalam panci kukusan.
"Ibu ke atas dulu, mau urus Nyonya Thalia. Pastikan kentangnya empuk ya, Nduk. Baru kamu angkat." Perintah Mbok Sum yang disanggupi putrinya.
"Asyiapp... serahkan semua pada Tita." Sahut Tita sambil tangannya membentuk gerakan hormat.
.
.
.
Andre menghentikan kegiatan berlari di atas treadmill. Ia turun dari alat olahraga tersebut, kemudian melakukan pendinginan. "Sepertinya botol minum-ku tertinggal di kamar." Andre meninggalkan ruangan yang terdapat alat-alat olahraga.
Melenggang keluar seraya mengusap peluh yang ada di area wajahnya. Andre hendak ke kamar yang ditempatinya bersama Mona. Sudah berpijak di anak tangga, Andre yang mendengar suara lembut yang mengalun dari arah dapur pun urung untuk naik. Suara Titania. Akh.. sudah lama ia tidak melihat gadis itu di sekitar rumah. Gumamnya disertai senyum smirk di bibirnya, Andre pun membelokkan langkahnya menuju dapur.
Tita sedang mengiris daun bawang. Menyadari kehadiran Andre, ia pun menghentikan nyanyinya. Lama tidak melihat pria itu, nyatanya ia masih merasa gugup dan dadanya berdebar kencang di dekat pria beristri dua itu.
"Kenapa nyanyinya berhenti?" Andre mengambil gelas dari rak kemudian ia menuangkan air ke dalam gelas itu.
Reflek Tita menoleh, melihat Andre sedang meneguk minumannya, dengan tampilan menggunakan kaos tanpa lengan, memperlihatkan ototnya yang basah, nampak seksi. "Ga apa-apa Pak," jawab Tita lalu ia melanjutkan memotong daun bawang, berusaha fokus pada pekerjaannya.
"Kenapa akhir-akhir kamu jarang terlihat disini?" Andre meletakkan gelas di tempat cuci piring sehingga posisinya bersisian dengan Tita. "Apa kamu sedang mencoba menghindari, Mas?" bisik Andre yang di dengar Tita.
Tita membuka suara, menjawab pertanyaan Andre "Tidak, Pak, " balas Tita tidak sesuai dengan isi hatinya. "Kebetulan, akhir-akhir ini saya sedang banyak tugas dari kampus." Jelasnya berusaha tenang, menutupi rasa gugupnya.
"Oh, " Andre membeo tidak lantas membuatnya percaya dengan jawaban Tita. "Lalu, bagaimana dengan kuliahmu? apa berjalan dengan lancar?" tanya Andre lagi. Ia ingin membangun lagi kedekatannya bersama gadis yang memiliki wajah cantik ciri khas gadis Indonesia. Sangat memikat, membuat Andre terusik dengan kecantikannya, dan juga sikap manisnya.
Tita berdeham, menetralkan detak jantungnya "Semua berjalan lancar, Pak. Tidak ada kendala sama sekali."
Andre pun tersenyum, "lalu bagaimana dengan dosen killer-mu? Hmm, siapa namanya? aku lupa."
"Pak Arifin. " balas Tita.
"Ya, Pak Arifin.. " Ulang Andre tersenyum lagi.
"Masih seperti biasanya. Belakangan ini hobi banget memerintah saya untuk membawa tumpukan kertas tugas teman sekelas."
Andre menaikan alis tebalnya, "Oh ya, " Sahut Andre, Tita pun mengangguk samar. "Mungkin... Dosen itu suka sama kamu." Goda Andre mengerlingkan mata.
"Ish, ga lah Pak. Mana mungkin Pak Arifin suka sama saya. Memangnya saya siapa?"
"Mahasiswi yang cantik dan pintar." Ungkap Andre memuji Tita berterus terang.
Blush.. Pipi Tita terasa panas dan merona merah seperti tomat. "Hahaha, Bapak bisa aja bercandanya." Seloroh Tita. Senyuman indah merekah di bibirnya.
"Lho saya jujur loh." Timpal Andre, "memang seperti itu kenyataannya. Kamu cantik, dan juga pintar, pasti banyak pria yang suka sama kamu."
Tapi saya sukanya sama bapak...
Tita tersenyum menanggapi perkataan Andre mengenai dirinya. Tita beralih, mengambil garpu kemudian ia membuka penutup panci. "Sepertinya sudah empuk, " gumam Tita ingin menusukkan garpu ke kentang untuk memastikan. "Shh, " Lirih Tita, tidak sengaja lengannya terkena panci panas sontak membuat garpu itu terjatuh.
Reflek, Andre dan Tita mengambil garpu itu secara bersamaan. Keduanya tersentak, saling bertukar pandang dalam jarak yang dekat. Mereka nampak terdiam mengunci tatapan masing-masing dengan jantung mereka yang berdebar sangat cepat.
Ihay 💃💃💃 bumbu-bumbu cinta manis terasa 🤣
"Mas.. Mas Andre." teriak Mona memanggil, seraya menyapu pandangan mencari keberadaan suaminya, dan suara wanita itu berhasil membuat Andre maupun Tita tersadar. Keduanya menjaga jarak, dengan Tita melanjutkan pekerjaannya.
"Tinggalkan pekerjaanmu dulu, lalu obati tanganmu." Andre tersenyum menunjukkan perhatiannya seraya mengusap pipi lembut Tita yang merona sebelum pria itu menghampiri Mona.
Dor...
"Mas," Pekik Mona berbalik sambil memegangi dadanya yang berdebar karena kaget
Andre tertawa seraya memeluk pinggang Mona. "Kaget ya.." Goda Andre menertawakan Mona yang bersungut kesal karenanya.
"Sudah tau pakai nanya. Udah pasti kaget lah. Untung jantungku masih aman di tempatnya." desis Mona sambil memukul lengan Andre
Andre terkekeh geli, "maafin Mas, kalau gitu." Andre membelai rambut panjang Mona, menatap dalam manik coklat istri keduanya itu.
"Tiada maaf bagimu, Mas." Candanya memasang wajah serius. Mona ingin membebaskan diri namun pelukan Andre semakin mengerat.
"Katakan apa yang harus Mas lakukan? agar kamu mau maafin Mas. Kamu ingin hadiah? hmm.. Mobil baru, perhiasan, apa tas branded?"
"Tidak semuanya... " Jawab Mona dengan bibir mengerucut dan jari jemari membuat pola asal di dada Andre.
"Sepertinya Mas tau apa yang kamu mau.“ Nada suara pelan, nyaris berbisik mengalirkan rasa panas di tubuh Mona. Kemudian Andre mendekatkan wajahnya lalu melabuhkan bibirnya di atas bibir Mona. " Ayo kita ke kamar."
Sepasang suami-istri itu berlalu sambil tertawa, meninggalkan luka pada sosok gadis yang sejak tadi melihat keintiman keduanya. Entah kenapa hatinya terasa panas, dengan air mata yang berusaha ia tahan, gadis itu berbalik, meninggalkan dapur menuju rumah belakang dengan perasaan yang tak menentu, perasaan yang tak tau itu apa.
Broken ni ye, sok Tita kejar cintamu..🤣
.
.
.
Thor kenapa kejam sama Thalia, Thor kenapa Thalia dibuat bodoh, dan banyak pertanyaan lainnya yang tidak bisa aku tuangkan disini.. Apalagi yg nanya bawa palu, piso sama sandal 🤣🤣 ampun..
Sekarang aku kasih satu pertanyaan nih buat kalian..
Mang kalian rela, tiga mahluk dedemit itu langsung di penjara tanpa adanya azab di dunia?? 😏 jawab jangan mojok aja sambil ngemil Amlodipine.
orang dewasa pada sibuk ghibah 🤪🤣
si cewe menikmati dan takut kehilangan