NovelToon NovelToon
Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1

Status: tamat
Genre:Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:31.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Spring day

Menceritakan tentang sosok pria kaya raya yang menikahi seorang wanita dengan tujuan balas dendam.

Riana Mahesa, seorang gadis yang harus menerima sebuah pernikahan yang disiapkan oleh orang tuanya guna membalas semua jasa dari orang yang telah merawatnya sejak kecil itu.

Regha Tanjung, pria yang berhasil mencapai kesuksesannya diusia yang terbilang masih sangat muda.
Regha membuat sebuah rencana pernikahan kontrak guna membalaskan semua dendam keluarganya.

Pernikahan yang hanya bertujuan membalas Budi dan juga balas dendam bagaimanakah akan berjalan dan berakhir.

Jadi selamat membaca, jangan lupa setiap dukungan kalian sangatlah berarti bagi author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spring day, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama ala Regha

Happy reading all, always enjoy.

" Apa kau lupa apa kata dokter, buat aku selalu merasa puas dan bahagia," bisik Regha.

Riana menatap kesal Regha, jadi ini semua rencana pria yang satu ini seharusnya Riana sudah bisa menduga sebelumnya.

" Om kau menyebalkan," memukuli Regha dengan kepalan tangan kecilnya.

" Itu sungguh sakit jadi hentikan sebelum aku menghukummu disini dipagi hari seperti ini," menangkap kedua tangan Riana yang menyerang tubuhnya dengan pukulan kecil.

***

Riana keluar dari kamar mandi dengan menghentakkan kakinya kesal. Apa lagi jika bukan karena pria yang bernama Regha itu.

" Sepertinya kau sangat menikmatinya yah," goda Regha lagi sambil terus tertawa mengikuti Riana masuk kedalam ruang ganti.

Apakah boleh aku memukul kepalanya itu, ingin sekali aku memukulnya agar keangkuhan dan kesombongannya itu jatuh. Gerutu Riana yang masih kesal karena merasa dipermainkan terus oleh Regha.

" Hei, bukankah kau suka melihat tubuhku ini. Karena aku baik maka aku akan membiarkanmu memakaikanku pakaian," ucap Regha santai.

Riana membulatkan matanya lebar, benar-benar ingin melayangkan satu pukulan besar kekepala pria ini.

Regha memanfaatkan dengan sangat baik situasi ini, sungguh alergi yang menguntungkan, Regha rela jika dia harus memakan banyak jamur dan alerginya kambuh agar bisa melihat wajah kesal dari Riana.

" Apa yang kau tunggu, dengar aku hanya memberimu satu kehormatan ini jika tidak kau pasti akan menyesal nantinya,"

Aku tidak akan menyesal melainkan aku akan bersujud syukur nantinya. jerit Riana.

Namun semuanya tentu semua sumpah serapah itu hanya bisa di ucapkan oleh fikiran, lisan masih tetap diam dan bibir tersenyum merekah serta tubuh yang mulai mengerjakan apa yang diperintahkan.

Riana menahan senyum diwajahnya kemudian mulai mengancingkan satu-persatu kemeja putih ditubuh kekar Regha.

" Hati-hati air liurmu sudah hampir menetes tuh," Ucapan Regha membuat Riana dengan segera menyelesaikan pekerjaannya.

" Sudah kan," tersenyum paksa kemudian mulai mencari pakaiannya juga.

" Apakah perlu aku memberikanmu kehormatan yang lebih besar lagi," tiba-tiba memeluk Riana dari belakang dan menenggelamkan kepalanya dicekukan leher istrinya.

Kehormatan apa lagi yang ingin kau berikan, sudah cukup aku tidak mau mendapatkan terlalu banyak kehormatan agar tidak sombong seperti dirimu nantinya.

" Apa itu om," lain dihati lain dimulut.

" Aku akan memakaikan ini juga," membantu Riana memasang bajunya.

Tidak menyingkirlah, menjauhlah, enyahlah. Jangan ganggu ketenangan hidupku lagi.

" Terimakasih om tapi tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri," ingin mengambil alih namun Regha dengan cepat menggigit lehernya.

" Diamlah jika kau tidak ingin aku makan sekarang,"

Akhirnya lagi-lagi Riana hanya bisa pasrah, membiarkan Regha melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Acara memakai baju yang biasanya hanya berlangsung selama dua menit kini berkepanjangan menjadi dua jam lebih, bahkan ditubuh Riana kini sudah penuh dengan hiasan indah yang merupakan karya seni milik Regha.

" Om karenamu aku harus memakai turtleneck dihari sepanas ini," gerutu Riana kesal.

" Kenapa kau menyalahkan ku, kau sendirilah yang memilih memakai baju seperti itu," tidak merasa bersalah sedikitpun.

"Jika bukan karena bekas merah buatanmu ini aku tidak perlu kepanasan seharian tau," kesalnya.

" Jadi kau berusaha menutupinya, ku peringatkan jangan pernah menutupi Simbol-simbol milikku yang aku tinggalkan kau mengerti," memperingatkan Riana seolah tidak sadar dengan ucapannya itu.

" Jadi kau menyuruhku memamerkannya begitu, baiklah haruskah aku keluar dengan tidak memakai baju agar semua simbol milikmu ini terlihat dengan jelas," membalas Regha.

" Tidak lupakan, sebaiknya tutupi itu sebaik mungkin jangan sampai ada yang melihatnya," langsung keluar karena salah tingkah.

Sementara itu Riana tersenyum penuh kemenangan.

" Ternyata kemampuan berbicara ini tidak sia-sia," ucap Riana bangga sambil berjalan menyusul Regha yang sudah hilang entah kemana.

***

Setelah sarapan bersama Regha, Riana berminat untuk bertemu dengan temannya. Namun pria yang satu ini justru malah tiba-tiba saja pingsan dan membuat Riana harus membatalkan janjinya itu.

" Bagaimana dok, dia baik-baik sajakan," tanya Riana khawatir.

" Ini aneh, apakah ilmuku sudah menghilang," gumam dokter itu tidak jelas sambil menatap asisten Sam.

Sekali lagi dokter itu memeriksa Regha, dan ia dibuat terkejut karena melihat mata Regha yang terbuka lalu mengisyaratkan untuk melanjutkan sandiwara mereka yang kemarin.

Sang dokter pun hanya menggeleng kecil sambil menghela nafasnya perlahan.

" Ada apa dokter apakah kondisinya memburuk, tapi tadi pagi dia masih baik-baik saja," tanya Riana khawatir.

" Yah kondisinya semakin memburuk terutama otaknya ini," ucap Dokter itu sambil menatap Regha.

" Apakah ada hubungannya dengan alergi dan juga otak," bingung sendiri.

Sementara itu Asisten Sam yang mengerti hanya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah tuannya yang semakin hari semakin terbilang tidak masuk dalam kategori normal.

" Lalu apa yang harus kita lakukan dok," tanya asisten Sam yang ikut masuk kedalam sandiwara itu.

" Lakukan seperti yang saya sarankan kemarin, ini berlaku untuk nona Riana membuat suasana hati tuan Regha baik,"

Memangnya aku kurang apa lagi, bahkan aku menuruti semua kemauan pria aneh ini. Menatap Regha yang masih berbaring diranjang.

Entah apa yang akan dilakukan Riana jika tau tentang sandiwara kekanakan khas Regha Tanjung ini.

***

Setelah dokter itu pergi Riana mengambil posisi duduk didekat Regha.

" Om bangunlah, aku tau kau sudah sadar sejak tadi kan," ucapnya malas.

" Emhhh apa yang terjadi," mulai berekting lagi.

" Apa yang kau butuhkan sekarang katakan saja," memaksakan senyumnya.

" Susu," menatap kearah sesuatu yang menjadi candunya.

Riana menarik nafas dalam kemudian mengambil posisi berbaring didekat Regha dengan kepala Regha yang berada didepan dadanya.

Riana tanpa sadar tertidur karena Regha tak kunjung selesai meski sudah menjalankan aksinya selama dua jam lebih.

" Ahhhh aku kenyang sekali," melepas mulutnya lalu menatap keatas melihat wajah Riana.

" Ini semua salahmu, siapa suruh kau sangat menggoda jadi ini bukan salahku yah," memulai aksi barunya lagi.

Merasakan ketidaknyamanan ditubuhnya Riana perlahan membuka matanya, dan mendapati Regha yang sudah siap diatasnya.

" Om apa yang kau lakukan," teriak Riana terkejut.

" Ini semua salahmu, jadi diam dan ikuti saja,"

***

Riana baru bisa membuka matanya ketika perutnya sudah menjerit minta segera diisi.

" Kau sudah bangun cepatlah makan sebelum itu dingin," matanya mengarah kemeja yang tersaji berbagai macam makanan.

" Apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang," mengucek matanya.

" Hemm tergantung," fokus kembali ke ponselnya.

Tergantung, tergantung apa lagi maksudnya. Gerutu Riana kesal.

Riana mulai menikmati makan malamnya yang menjadi makan siang sekaligus itu.

" Om besok aku akan pergi bertemu dengan temanku bolehkan," tanya Riana dengan mulut yang penuh.

" Dengan siapa, kapan, dimana dan untuk apa," tanyanya tanpa jeda.

" Dengan temanku, besok di kafe miliknya," menjawab sambil menyendok besar makanan.

" Tidak boleh," jawab Regha langsung.

" Tapi kenapa om," ucap Riana kesal.

" Karena kau berbohong, cepat habiskan makananmu lalu segera bersihkan dirimu," pergi dari kamar meninggalkan Riana yang masih memasang wajah kesalnya.

" Aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku, dimana ya aku berbohong sebenarnya," seperti biasa berbicara dengan mulut yang penuh dengan makanan.

1
Silmi Nur.fazoSa
back to read this book again, n it's one of my favorite book in this application. ngikutin ini uda dri dlu pas msi on going idk tahun brp kynya 2021, and now is 2024 🥲
Desy
bagus
Qaisaa Nazarudin
Katanya cewek tangguh,Tapi kenapa kayak cewek lemah,cepat banget melelehnya,tak sesuai ekspetasi aku..haih
Qaisaa Nazarudin
IED itu apa?🤔🤔🤔
Sunny Kwok
Luar biasa
Keyza
adakkah lelaki yg seperti regha di dunia nyata😌☺️
Keyza
nikmati saja Riana dgn sikap posesif nya,,berarti suami mu sayang🤣
Keyza
sudah ada rasa,,,tapi gengsi 🤣
Debbie Teguh
bucin abiiss
Debbie Teguh
daniah mah sehat, gak penyakitan kayak riana, regha jg lbh gila drpd tuan saga hehehe
Debbie Teguh
ya amplop narsisnya melebihi tuan saga deh
Debbie Teguh
suka gigit2 ya kayak tikus
Debbie Teguh
kurang digali masa lalunya
Berdo'a saja
baru awwal
Berdo'a saja
lagi lagi tentang harta
Anie Jung
👍👍👍👍👍👍👍
Danars 1703_
bagus
Pia Palinrungi
thor jgn tamat dl biar anaknya lahir sampai besar nanti bikin cerita tersendiri anak2 mereka, regha, sam sm selly
Pia Palinrungi
beginilah kalau terobsesi akut otaknya udh nggak jalan, yah nikmatilah kematian kedua carly udh diksh kesempatan u hidup bukan dimaanfaatin dn disyukurin malahan dibikin dibikn susah hidupnya
Pia Palinrungi
part ini bikin aq ngakak kelakuan carly yg terlalu kepedean🤣🤣🤣🤣🤣🤣
suami selly bikin otaknya terbalik terlalu yakin mengatakan yg diliar nalar sm regha🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!