NovelToon NovelToon
Jagoan Di Tanah Sunda

Jagoan Di Tanah Sunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Ahli Bela Diri Kuno / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Panel Bola

Kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Darman dan lebih di kenal dengan nama si rawing, dia adalah anak dari seorang jawara silat, tapi sayang bapaknya meninggal akibat serangan kelompok perampok yang datang ke desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panel Bola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali tak sadarkan diri

Si Rawing membuka bajunya, lalu melemparkannya.

Nenek Iswari terdiam saat melihat kedua tangannya Si Rawing yang hitam, nenek Iswari jadi teringat dengan Binta Raga, laki-laki yang selalu dia cintai.

Kartika juga terkejut, melihat kedua tangan Si Rawing berbeda dengan orang lain.

Melihat nenek Iswari yang melamun, Si Rawing lalu berkata, "Jadi bagaimana nek, jadi tidak kita bertarung.?nenek jangan melamun.

"Jawab dengan jujur Rawing, kamu kenal tidak dengan orang yang bernama Ki Binta Raga?"

Si Rawi mengerutkan keningnya, dia tidak tahu dengan orang yang bernama Ki Binta Raga, padahal Binta Raga adalah nama aslinya Ki Debleng, sebab selama di hidup bersama Ki Debleng, dia tidak pernah bertanya tentang kehidupan pribadinya Ki Debleng, begitu juga Ki Debleng, dia tidak pernah menceritakan kepada Si Rawing.

"Binta Raga, aku tidak mengenalnya nek, mendengar namanya saja, ini yang pertama kali."

Nenek Iswari masih memperhatikan ke dua tangannya Si Rawing sambil berbicara di dalam hatinya, "siapa sebenarnya Si Rawing ini, kenapa keadaan kedua tangannya sama persis seperti kang Binta Raga, itu adalah ciri khas orang yang telah menguasai ilmu silat Ulin Karuhunan, tapi yang anehnya dia tidak mengenal siapa itu kang Binta Raga, aku harus membuktikan apa benar dia menguasai ilmu silat Ulin Karuhunan?"

Si Rawing jadi menggaruk kepalanya, "eah, jadi gatal kepala, jadi tidak nek kita bertarung?"

"jangan banyak tingkah kamu Rawing, sekarang terima seranganku, hiaa."

Nenek Iswari langsung menyerang Si Rawing menggunakan tongkat hitamnya.

Kalau serangan itu mengenai dada Si Rawing, dia pasti akan terluka parah, karena tongkat itu sudah di lapisi dengan tenaga dalam.

Si Rawing menggunakan jurus Mega Malang, jurus bagian pertama dari jurus Ulin Karuhunan, sambil melompat, tangan kanan Si Rawing memukul ujung tongkatnya nenek Iswari.

"bom."

Nenek Iswari mundur tiga langkah karena terdorong oleh tenaga dalamnya Si Rawing, nenek Iswari terkejut, tongkat hitamnya itu bisa menghancurkan batu yang besar, tapi Si Rawing malah bisa memukulnya tanpa terluka sedikitpun.

"benar-benar hebat Si Rawing, dia masih muda, tapi sudah memiliki tenaga dalam yang tinggi seperti ini, siapa sebenarnya Si Rawing ini?" batin nenek Iswari.

"hehe, bagaimana nek, mau di teruskan.? Kalau mau di lanjutkan, nenek jangan banyak melamun saat bertarung, nenek harus fokus."

"jangan banyak bicara Rawing, rasakan ini."

Nenek Iswari kembali menyerang, dia meningkatkan kecepatannya, karena ingin cepat mengalahkan Si Rawing.

Sedangkan Si Rawing, untuk mengimbangi kecepatan nenek Iswari, dia menggunakan jurus Kembang Sari, semua serangan nenek Iswari bisa di hindari oleh Si Rawing, bahkan dia menampar tangan kanan nenek Iswari yang memegang tongkat hitam dan membuatnya kembali mundur.

"plak."

nenek Iswari menstabilkan tubuhnya, meskipun hanya tamparan, nenek Iswari merasakan tangannya sakit menembus tulang.

"melihat gerakan ilmu silatnya, sudah bisa di pastikan dia menguasai ilmu silat Ulin Karuhunan, tapi yang anehnya dia tidak mengenal kang Binta Raga." batin nenek Iswari.

"hehe, malah melamun lagi, awas nenek jangan ada pikiran naksir kepada aku, nenek itu sudah tua sedangkan aku masih muda, aku itu cocoknya sama Kartika, sekarang gunakan jurus bagian ketiga, jurus yang memiliki celah kosong itu nenek."

"kita lanjutkan Rawing, hia."

Si Rawing menggunakan jurus bagian ketiga, yaitu jurus Geni Pamatri, gerakannya terlihat garang, wajahnya memerah seperti sedang marah, matanya juga sedikit menyala.

Saat tongkat hitam nenek Iswari akan mengenai kepala Si Rawing dari samping kanan, Si Rawing langsung menurunkan tubuhnya jadi sedikit berjongkok.

Bagian dada nenek Iswari tidak terjaga, Si Rawing berniat memukul bagian itu, tapi saat akan mengenainya, Si Rawing langsung melompat kebelakang.

"hehe, sekarang nenek sudah tahukan, jadi itu kelemahan yang aku maksud nek."

Nenek Iswari terdiam, ternyata apa yang di katakan oleh Si Rawing memang benar, kalau saja Si Rawing tadi tidak menghentikan serangannya, sudah bisa di pastikan, nenek Iswari bakalan terluka cukup parah.

"bagaimana nek, sudah cukup atau belum? Dari tadi nenek banyak ngelamun."

"Rawing, aku masih penasaran, jadi ayo kita lanjutkan pertarungan ini, karena aku masih banyak jurus yang belum aku gunakan."

Nenek Iswari kembali menyerang dengan kekuatan penunya, dia menggunakan jurus bagian keempat dari jurus Srikandi Yuda.

Si Rawing juga sudah siap diri, tapi saat dia akan menggunakan jurus bagian kelima dari jurus Ulin Karuhunan, dia merasa pusing, tidak lama kemudian dia langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.

Nenek Iswari menghentikan serangannya, lalu dia menghampiri Si Rawing yang tak sadarkan diri.

Kartika juga langsung berlari ke arah mereka berdua.

"cepat bantu nenek membawa Si Rawing kedalam rumah."

Si Rawing lalu di bawa kedalam rumah oleh nenek Iswari dan Kartika, lalu menidurkannya.

"Sebenarnya dia kenapa nek, kok tiba-tiba pingsan?" tanya Kartika.

"biar nenek periksa dulu."

Nenek Iswari lalu memegang pergelangan tangannya Si Rawing.

Setelah selesai memeriksanya, nenek Iswari menatap ke arah Kartika, "sepertinya, Si Rawing terkena racun beruang roban."

"racun beruang roban? Racun apa itu nek?"

"itu racun yang sangat berbahaya, racun itu bisa membuat orang menjadi gila dan akhirnya mati."

"terus sekarang kita harus bagaimana nek? kita harus menolong dia nek."

Nenek Iswari menggelengkan kepalanya, "tidak mungkin, racun ini sangat sulit untuk di hilangkan, kecuali kita tahu orang yang meracuni dia, lalu meminta obat penawarnya."

"jadi kita hanya bisa diam saja nek, saat melihat dia mati kesakitan."

Nenek Iswari kembali menggelengkan kepalanya, "tidak juga, aku bisa membuat ramuan untuk sedikit menghilangkan racunnya."

"beneran nek?"

"sekarang nenek akan pergi mencari bahan-bahannya di hutan, kamu tunggu disini, jagain Si Rawing."

"Siap nek."

Nenek Iswari lalu pergi meninggalkan Kartika.

*****

Tidak jauh dari rumah nenek Iswari, ada dua orang laki-laki yang sedang istirahat, mereka berdua seperti sedang kecapean.

"huh, harus kemana lagi kita mencari si Kartika, kita sudah berjalan cukup lama, tapi belum juga menemukan dia." ucap salah satu dari mereka yang memiliki tubuh kurus.

"aku juga bingung harus mencari kemana lagi, kalau kita kembali sekarang tanpa membawa hasil apapun, bah Bewok pasti bakalan marah, bahkan bisa membunuh kita."

"kita lanjutkan pencarian kita, siapa tahu kali ini kita bisa menemukan si Kartika."

ternyata Kedu orang itu adalah anggota Macan Liar yang di tugaskan si Bewok untuk mencari keberadaannya Kartika, mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka.

Setelah beberapa saat berjalan, dari jauh mereka melihat ada sebuah rumah, rumah itu adalah rumahnya nenek Iswari, awalnya mereka berniat untuk melewati rumah itu, tapi mereka menghentikan langkahnya saat melihat ada orang yang keluar dari dalam rumah itu.

"itu, bukannya si Kartika.?" ucap si kurus sambil menunjuk ke arah rumah.

1
Simoncelli
mantap
anggita
ok👌thor, terus berkarya tulis moga novelnya lancar.
anggita
klo Sunda 'Emang, nek Jowo 'Pak Lik' klo Batak Tulang atau Amang😁🙏.
anggita
ikut dukung ng👍like aja.,👆👆2iklan buat novel laga lokal.
Zan zan: terimakasih kak
total 1 replies
anggita
awalnya Macan Liar... tapi biasanya nanti bisa jadi macan jinak🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!