NovelToon NovelToon
GHOST SCHOOL

GHOST SCHOOL

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.

Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.

Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.

Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUKUMAN

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.30 namun beberapa orang wanita cantik yang seperti titisan dewi tersebut masih belum terbangun dari mimpinya.

Bahkan matahari pun tidak bisa membangunkan mereka yang masih senang dengan mimpinya.

"Woiii bangun woii."teriak Shila membangunkan teman-temannya.

Shila sudah geram dengan teman-temannya itu. Berbagai cara dia lakukan namun hasilnya tetap saja sama.

"WOIIII!!"teriak Shila dengan suara melengking dan sangat nyaring.

"WOAA CAA, ADA SETAANNN!!"teriak Ivy yang mendengar suara lengkingan tersebut.

"SETAN MANA DIMANA?"tanya Hanin yang langsung terbangun.

"Apaan si palingan juga Shila."jawab Echa dengan suara khas orang bangun tidur.

"WOII.INI UDAH JAM 06.35 KALIAN NIAT SEKOLAH GA?"tanya Shila dengan suara yang dibuat sangat melengking, bahkan siapapun yang mendengar suara itu akan ketakutan.

"06.35?"tanya Riana masih memejamkan matanya.

"06.35!!"teriak mereka semua yang langsung bergegas turun dari ranjang.

"Vivi mandi di bawah aja."ujar Ivy.

"Ana disini aja."sahut Riana yang langsung bergegas masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Echa.

"Hanin dimana?"tanya Hanin.

"Palingan nunggu yang lain. Kamar mandi kan cuma dua. Caca mau siapin jadwal dulu." jawab Echa santai.

"Ca, yakin mau sekolah?"tanya Hanin.

"Mau gimana lagi, nanti kalau gak kesekolah dikira lemah."jawab Echa sambil memilih buku.

"Kalau Caca masih gak pulih, Caca mendingan jangan sekolah deh. Takutnya ada apa-apa nantinya."ujar Hanin sambil mendekat kearah Echa.

"Caca kuat kok Hanin tenang aja, percaya sama Caca."ucap Echa sambil tersenyum kearah Hanin, seolah dia memang baik-baik saja.

"Ca, kalau emang gak kuat jangan dipaksain, itu malah buat Caca sakit sendiri."ujar Shila.

"Caca juga sebenernya bingung gak tau maunya apa. Caca cuman mau lakuin apa yang menurut Caca bener aja."sahut Echa.

"Sebenernya yang Caca mau cuman satu. Kak Bara kan?"tanya Hanin.

Echa tidak menjawab pertanyaan yang diajukan Hanin, dia juga bingung dengan dirinya sendiri. Entah apa yang dia mau sebenernya saat ini bahkan dia juga tidak tahu kenapa hatinya tidak bisa ditebak.

"Ca."panggil Hanin.

"Eh, iya, kenapa?"tanya Echa.

"Tuh Ana udah beres mandinya, mending Caca duluan aja."ujar Hanin.

"Yaudah Caca duluan ya."ucap Echa.

Beberapa menit kemudian mereka sudah siap dengan seragamnya. Dan mereka sudah berangkat memakai mobil milik Riana.

"Yah gerbangnya udah dikunci."ujar Riana.

"Gimana kalau jalan belakang aja?"tanya Echa.

"Yakin Ca?"tanya Ivy.

"Caca yakin banget."jawab Echa. Mereka semua mengangguk sebagai tanda persetujuan dan langsung berjalan menuju pintu belakang sekolah.

Saat sampai di gerbang belakang sekolah mereka melihat Bara, Nathan, Azka dan Gavin yang sedang mencoba memanjat gerbang.

"Kak Nathan."panggil Hanin sambil melihat Nathan yang mencoba memanjat gerbang.

"Eh, kalian kesiangan juga?"tanya Nathan dengan santai.

"Iya."jawab Ivy, Hanin, Echa dan Riana kompak.

"Emang kalian bisa manjat?"tanya Azka yang dibalas dengan celengan kepala.

"Emang gerbangnya dikunci?"tanya Riana.

"Dikunci, kalau enggak juga kita gak bakalan manjat kayak gini."jawab Gavin.

"Kalian aja duluan yang masuk biar kita yang bantu, nanti kalian ambil kunci yang ada di pos satpam gimana?"tanya Nathan.

"Boleh, tapi gimana Kakak bantuin kita?" tanya Ivy.

Bara menjulurkan tangannya untuk menjadi tumpuan kaki seseorang. Bara melihat kearah Echa yang sejak tadi diam saja mungkin Echa masih mengingat perkataan Ratu.

"Ca."panggil Riana sambil memegang pundak Echa.

"Eh, iya Caca harus gimana?"tanya Echa.

"Naik."jawab Bara

"Tapi.."ucap Echa yang langsung disanggah oleh Bara.

"Kakak gak bakalan liat."sahut Bara.

Echa langsung mendekat kearah Bara. menaikkan kakinya kearah tangan Bara yang sudah siap untuk menjadi tumpuan nya.

"Kak Bara jangan liat. Merem."ucap Echa yang berusaha menaiki gerbang.

"Iya, Kakak gak liat."sahut Bara sambil memalingkan wajahnya kearah Kiri.

Echa berusaha menggapai gerbang yang tinggi itu. Dan Yap. Echa berhasil masuk kedalam halaman sekolah.

"Ayo giliran kalian."ujar Nathan.

Nathan membantu Hanin, Azka membantu Ivy dan Gavin membantu Riana untuk memasuki halaman sekolah. Tapi saat Riana sedang menggapai gerbang tubuhnya tidak seimbang.

*BRUGH..

"Ana!!"teriak Hanin, Ivy dan Echa kompak*.

Riana jatuh dengan sangat tidak elit. Dia berada di atas tubuh Gavin.

"Ekhem. Kalian ngapain disini?"tanya seseorang yang berada dibalik Echa.

Ivy dan Hanin yang masih berada ditangan Nathan dan Azka itu hanya tersenyum aneh. Sedangkan Gavin dan Riana langsung bangun dari jatuhnya yang tidak elit itu.

"Eh ada ibu dari kapan ibu disini?"tanya Echa dengan cengengesan.

Guru tersebut langsung membuka gerbang dengan wajah yang seperti sudah siap melontatkan segala nasihat untuk muridnya yang tidak disiplin tersebut.

"Kalian baris dilapangan."ujar Guru tersebut dengan nada tegas.

"Baik Bu."jawab mereka kompak.

Bara mengikuti Guru tersebut menuju lapangan diikuti dengan Ehca, Hanin, Nathan, Azka, Ivy, Riana dan Gavin yang berada dibelakangnya.

"Kalian itu gak tau jam apa? ini udah jam berapa?"tanya Guru tersebut.

"Jam 07.10 Bu."jawab Azka.

"Kamu kenapa ngelawan sama Ibu? Kamu ini senior kenapa ngasih contoh yang gak baik sama junior nya?"tanya Guru tersebut.

"Bu namanya juga kesiangan gimana lagi."jawab Azka.

"Kamu ini ya, bisanya cuman ngomong aja sekarang kalian semua hormat tiang bendera sampai jam pelajaran selesai."ujar Guru tersebut dengan penuh penekanan.

"Bu, bisa kurangin dikit?"tanya Gavin.

"Oh, jadi Gavin mau dikurangin ya waktunya?"tanya Guru itu dengan senyum penuh arti.

"Iya Bu, kan gak banget sampai jam pelajaran, pegel Bu."jawab Ivy.

"Oke Ibu kurangin."ujar Guru tersebut.

Mereka semua langsung tersenyum sangat lebar, kecuali Bara dan Echa yang sejak tadi saling diam saja, bahkan saat Bara menatap Echa, dia malah memalingkan wajahnya.

"Oke sekarang kalian hormati tiang bendera sampai jam istirahat."ujar Guru tersebut.

Senyum yang tadinya lebar seketika semakin turun karena ucapan Guru tersebut.

"Yah Bu."sahut mereka semua.

"Eitsss. Mau Ibu tambahin?"tanya Guru itu sambil melihat sekeliling lapangan sebagai tanda akan ada hukuman tambahan.

"Eh gak usah Bu, cukup."ujar Ivy.

"Ibu bakalan awasi kalian, jangan ada yang kabur atau bahkan pergi ke kantin."ujar Guru tersebut dengan kesal.

Guru itu langsung pergi dari lapangan. Sedangkan di atas lantai kelas 11 ada seseorang yang menatap adik kelasnya itu sambil mengepalkan tangan dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat, bahkan iniseperti seorang binatang yang siap menerkam mangsanya.

1
lala laili
haloo thor
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
Ceritanya bagus.
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
baca ulang lgi di tahun 2025, ingat dlu thn 2022 nge fans sm novel ini. skrg udh Sma tpi tetep suka sama Couple Echa & bara.
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
yupiiii
gasuka ceritanya terlalu lebay apalagi dgn panggilan yg manggil nama ke diri sendiri geli aja gt, dan kesan horornya ga dpt malah kebanyakan romance. utk thn 2022 okelah novel ini tp pas 2025 dibaca geli banget anjinggg
yupiiii: ya kau juga ngapain sibuk ngurusin perkataan org keliatan banget dikampungmu pasti kau salah satu manusia yg paling banyak mengomentari hidup org lain kayak ga diajari ortu aja🤣 ah apa jangan2 ngomentari org ortumu yg ajari yaa upss🤭
total 10 replies
y u l l i e
kok tamat thooorrrrr????
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
strella♡
author Miss you kapan lanjutin yang teror? 😢
Leandra Anastasya
aku pertama baca cerita ini dari tahun 2022 tapi aku pengen baca lagi karna seru cerita nya thank you ya Thor karna nulis cerita bagus ini dan cerita² lain nya juga
Matthias Von Herhardt
Si Riana lagi Ada ritual Pemujaan... dia itu pengkhianat sbnrnya, juga Ivy...
anikksuriani🌼
Huaaa nggk bisa ini novel trllu kece pokoknya keren banget novel horror pertma yg paling keren yg aku baca susah move on😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
Didi Penulis Horror
kak ceritanya bagus
yasmin azzahra
Luar biasa
Dede Sup
Lumayan
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
calon pasangan nya Echa nih boss, senggol dong 🫠
Sekar Sari
itu nancy momoland bukan si yang jadi viola
Aquarius26
gk bisa berkomentar,,,novelnya bagus banget, speechless sama alurnya,,, tp aq baru nemu & baca ditahun 2025 ,gpp terlambat,drpda tdk sama sekali,,keren novelnya
elsaa
Luar biasa
Imliyana Syafi'i
nyri novel teror keman" aku
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
Evie Aprilianti: di sopee nama nya ap kak.soal aku cari ga dapet
total 2 replies
Imliyana Syafi'i
kpn ya teror up lg
ini ulng baca dr awal terus tp tenag gl bosan" kok
Mira Novariani
Luar biasa
Nelvanda Humaira
Allen Ren/Ren Jialun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!