NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kesal

Aini mengajak Revan keluar hanya sekedar untuk mengobrol. Tak lebih. Dada Elena terasa panas melihat Revan dan Aini begitu dekat. Ada yang menyayat-nyayat di hati. Rasanya seperti ditikam pisau, atau digaplok kuali besi. Pokoknya sakit.

Elena benci dengan perasaan dongkol yang bercokol dalam dadanya. Ia berusaha membuang jauh rasa itu. Tapi kekesalan tetap membuncah. Sebenarnya apa alasan dari kekesalannya itu? Ia butuh waktu untuk menjawab pertanyaannya sendiri.

Elena bergegas meninggalkan dinding tempatnya bersandar ketika seorang bidan berdehem melihat tingkah lakunya yang sedang mengintip. Cepat-cepat ia masuk ke kamar Salva. Bocah kecil itu masih tidur pulas.

Elena berjalan hilir mudik. Kepalanya dipenuhi bayangan Revan yang duduk berduaan dengan Aini. Kenapa sih ia segeram itu melihat kedekatan Revan dengan Aini? Ada apa dengannya? Revan nyebelin. Dasar cowok gampangan.

Ia menjatuhkan tubuh di lantai dan duduk dengan kaki selonjor. Mendadak bingung dengan rasa jengkel yang merasuk di dalam dirinya. Ia seperti tidak mengenali dirinya sendiri. Yang ia tahu, Revan adalah pelindung baginya. Dan ia sangat membutuhkan pelindung seperti Revan. Ia tidak ingin pelindung itu berpaling darinya karena Revan harus membagi perhatian dengan orang lain. Aini.

Elena sadar tidak seharusnya seegois itu. Mengharap Revan hanya perduli padanya dan adiknya saja. Tapi siapa yang tahu, bahwa keegoisan itu muncul dari dasar hati yang paling dalam. Keegoisan itu baru kali pertama dalam hidupnya. Bagaimana ia bisa memahami situasi batinnya?

Pintu terbuka.

Elena menengadah. Melihat yang masuk. Revan berdiri di ambang pintu dan tersenyum cerah.

Elena menyeringai menatap Revan dengan sorot mata tajam. Hah… cerah sekali muka Revan. Dia sedang kasmaran, baru saja menerima perhatian khusus dari perempuan berjilbab itu. Hati Elena semakin dongkol.

“Hai…!!” Revan menepuk paha Elena. Lalu duduk di lantai tepat di samping Elena. “Salva belum bangun?”

Elena memalingkan muka. “Liat aja ndiri. Ngapain mesti nanya?” ungkapnya ketus.

Revan menatap Salva yang tidur pulas di ranjang. Kemudian pandangannya kembali ke wajah Elena yang hanya terlihat separuh. Mata Revan sampai membulat memperhatikan wajah tegang yang kesal itu. Tak pernah Revan melihat Elena berekspresi semasam itu. Kemarahan gadis itu benar-benar membuncah.

“Hei… Lo kenapa?” heran Revan melihat perubahan sikap Elena.

Elena tak menjawab. Dan memang tak perlu dijawab. Jelas-jelas wajahnya masam, itu namanya sedang kesal. Kenapa mesti bertanya?

“Elena!” panggil Revan sambil menggeser duduk hingga merapat.

“Jauh sana!” Elena mendorong lengan Revan dengan siku tangannnya, membuat tubuh Revan terhuyung minggir. Namun Revan berusaha untuk bertahan. Ia kembali pada posisi semula dan malah semakin merapat pada Elena. “Gue salah apa?”

Elena tersentak dan baru menyadari bahwa kekesalannya tidak beralasan. Ya Revan benar, apa salah Revan? Apa alasannya marah? Pertanyaan itu membuatnya sadar bahwa tak seharusnya ia menampilkan kemarahan itu. Sikapnya itu tentu menimbulkan pertanyaan. Dan ia terbukti tidak bisa menjawab. Apakah ia harus bilang bahwa ia tidak mau jika Revan dekat dengan perempuan lain? Atau karena dia sedang merasa terancam melihat kedekatan Revan dengan Aini? Atau ia sedang cemburu? Atau… Atau apa? Tak akan mungkin Elena menjelaskan apa yang terjadi dengan hatinya. Ia sendiri tidak tahu kenapa hatinya searogan itu.

“Elena, apanya yang salah sama gue?” Revan menempelkan kedua telapak tangannya di pipi Elena dan memaksa wajah itu menghadap ke wajahnya. Mereka bertatapan.

TBC

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!