NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

nyonya Min Seo pun terdiam sesaat lalu tersenyum "berikan apa yg dia minta. dia di sana bersama istri nya"

"istri... tuan sudah menikah"

"benar. baiklah, aku sibuk sekarang"

"ooh baiklah nyonya. maaf mengganggu waktu mu"

nyonya Min Seo pun menutup telfon nya dan menghela nafas panjang.

******

sampai lah mereka di restoran yg di katakan Jimin. Jimin pun tersenyum kepada Hana dan membawa nya masuk ke dalam resto. mereka pun memesan menu yg ada.

sembari menunggu makanan tiba, Jimin pun mulai mengajak Hana mengobrol. "Hana, sebenarnya aku penasaran. "

"tentang apa oppa?? "

"kau bilang kau tidak pernah punya kekasih, tapi... " Jimin tidak menyelesaikan pertanyaan nya

Hana pun mengerutkan kening nya dan langsung menangkap apa isi pertanyaan Jimin "ouh soal memberi mu obat!! oppa, apa kau lupa aku kuliah di bidang kedokteran. tentu saja hal seperti itu sudah pernah aku lihat"

"kau yakin hanya melihat nya!?? "

"emm, tentu saja. kau tidak percaya!?? "

"sedikit, karena kau melakukan nya dengan cukup baik. "

"benarkah... sebenarnya aku tidak tau pasti cara itu benar atau tidak, tapi nyata nya itu berhasil. tapi oppa, kau tidak bisa begitu terus. kau harus berusaha menelan nya dengan air, itu sangat mudah"

"kenapa!?? apa aroma mulut ku tidak sedap ya, atau... " mendengar itu Hana pun tertawa kecil "kenapa kau tertawa!?? "

Hana pun menghela nafas nya "oppa, bukan kah dengan begitu kau jelas menunjukkan bahwa kau masih mau minum obat dari mulut ku!! "

"hemm.... " Jimin pun mulai malu "bukan begitu, ya aku akan mencoba nya lagi lain kali. atau kau mau aku sakit lagi!?? "

"bukan begitu. setiap pemeriksaan pasti dokter akan memberikan suplemen berupa pil, jadi itu harus di minum juga kan" jelas Hana

Jimin pun mengangguk-angguk "makanan datang, ayo makan. " ajak Jimin

mereka pun menikmati makanan yg sudah di hidang kan itu.

"oiya oppa, seperti nya kita harus memperpanjang waktu menginap di hotel itu. karena besok kita sudah harus keluar. " ucap Hana

"tidak perlu... " Jimin pun menghabiskan makanan yg ada di dalam mulut nya "kita akan tetap keluar besok"

Hana pun hanya diam memandang Jimin, ia tidak bertanya kenapa, dan bagaimana.

setelah selesai makan "apa kau keberatan jika kita jalan kaki sebentar!?? " ucap Jimin

"hemm, aku sangat menyukai nya" jawab Hana sembari tersenyum "tapi, kemana kita akan berjalan!?? "

"ada tempat yg cukup bagus di dekat sini, mungkin kau akan menyukai nya"

Hana pun hanya mengangguk-angguk sembari memandang Jimin. "aku tidak tau sebenarnya kebaikan yg di tunjukkan nya pada ku ini nyata atau hanya karena butuh saja. hanya Tuhan yg tau" ucap batin Hana

"ada apa!?? apa yg kau fikirkan!? "

"aku... tidak ada. ah oppa, bahasa Inggris mu sangat bagus. boleh aku bertanya sesuatu!?? "

"tentu saja... "

"apa kau pernah tinggal di LA...!? "

Jimin diam sesaat "pernah. aku sekolah di Whitney High School selama 2 tahun. baru setelah itu kembali ke Korea lagi"

"waow, sekolah unggulan. "

"kau tau!?? "

"tidak banyak, hanya pernah mencari beberapa kampus dari beberapa Negara. hasil pencarian slalu menunjukkan sekolah-sekolah unggul di Negara masing-masing"

"ooh benar kah... "

mereka pun mulai berjalan keluar setelah Jimin membayar tagihan. menuju tempat yg di katakan oleh Jimin. selama perjalanan, banyak pasang mata yg memerhatikan Hana dan Jimin. terutama pandangan banyak pria yg menatap Hana.

untuk di umur yg masih terbilang ranum, Hana bisa menjadi primadona dimana pun dia berada. kulit nya yg putih bersih, wajah nya yg cantik, senyum nya yg manis, dan di tubuh nya tidak memiliki bekas luka. karena Hana sangat menjaga tubuh nya. Hana sangat sadar, bahwa kalau tidak diri nya sendiri yg menjaga tubuh nya, lalu siapa lagi.

menyadari banyak pasang mata yg memandang Hana, Jimin pun meraih tangan Hana "kenapa!??"

"agar mereka tau, kau itu istri ku" jawab Jimin

setelah beberapa menit mereka berjalan, tiba lah mereka di sebuah tempat hiburan. "tempat hiburan... apa kau mau bermain sesuatu!?? " tanya Hana

"setidak nya kita bisa menikmati beberapa makanan di sini. akan sangat membosankan jika kita langsung kembali ke hotel. " jawab Jimin duduk di salah satu tempat kosong di sana

Hana pun tersenyum dan duduk bersama Jimin.

"tunggu lah di sini, aku akan membeli sesuatu " ucap Jimin meninggal kan Hana

Jimin pun sedikit berlari menghampiri Hana, membawa 2 contong ice cream dan roti panggang. "aah maaf meninggalkan mu cukup lama" ucap Jimin duduk di samping Hana dan memberikan ice cream kepada nya

"terimakasih... " ucap Hana sembari menerima ice cream itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!