NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Parasit

Di sebuah rumah petak yang pengap di pinggiran kota, cahaya biru dari televisi tua memantul di wajah seorang pria paruh baya. Kulit pria itu kusam akibat alkohol dan rokok murahan serta wajah galak. Namanya adalah Bambang, ayah kandung Sesilia. Bambang menatap tayangan yang menampilkan Sesilia dan Axel steel. Matanya melebar penuh antusias, seolah-olah baru saja melihat tumpukan emas jatuh dari langit.

​Di layar televisi, wajah Sesilia yang anggun dalam balutan gaun perak di samping Axel Steel sedang menjadi berita utama di semua kanal hiburan.

“Lina, Lihat itu! Lihat!” Teriak Bambang kepada istri barunya yang berada di dalam kamar. Perempuan bernama Lina itu adalah janda beranak dua dengan penampilan menor.

“Lina, anak sialan itu…. benar-benar berhasil! Dia menggaet salah satu orang terkaya di negeri ini!”

​Istri barunya, segera menghampiri. Matanya yang licik berkilat saat melihat kemewahan yang terpampang di layar. "Wah, kalau begitu kita jadi kaya mendadak, Mas! Sesilia pasti punya banyak uang sekarang. Dia harus membayar hutang budinya padamu karena sudah membesarkannya."

​Bambang tertawa terbahak-bahak, jenis tawa serak dan penuh keserakahan. Ia sama sekali tidak peduli bahwa sang putri tampak tertekan di televisi. Yang ia lihat hanyalah akses menuju kartu kredit tanpa batas. Padahal laki-laki itu adalah orang yang membuat putri kandungnya, Sesilia hidup luntang lantang di jalanan. Akibat diusir oleh ayahnya sendiri demi memuaskan ego  istri barunya.

Melihat wajah sang putri di TV memicu fragmen ingatan lama yang telah dikubur.

Dulu, Sesilia kecil adalah anak cantik dan cerdas, tetapi dia pendiam dan pemalu, mirip sifat ibunya. Namun, setelah kematian Siena, ibu kandungnya karena sakit yang tak terobati, hidup gadis kecil itu berubah menjadi bak neraka. Sebenarnya, ibunya masih bisa tertolong, karena kakek nenek Sesilia selalu mengirimkan uang dalam jumlah yang lumayan untuk anak dan cucunya. Uang itu seharusnya dipakai berobat. Tetapi selalu habis untuk bermain judi ayahnya.

Kematian sang ibu adalah pukulan berat bagi hidup gadis kecil itu. Sifat pendiamnya jadi bertambah parah. Apalagi gadis kecil itu harus mendapat penyiksaan tidak manusiawi dari laki-laki yang seharusnya melindungi.

Sang ayah yang frustrasi sering menjadikan Sesilia kecil sebagai sasaran kemarahannya. Gadis kecil itu sering disuruh bekerja membersihkan rumah hingga tangannya melepuh, sementara kedua anak tiri Bambang duduk manis menikmati camilan.

Jika gadis itu melakukan kesalahan sekecil apapun, seperti memecahkan piring atau tidak sengaja meneteskan air saat mengepel, Bambang tidak segan-segan menyeretnya ke gudang bawah tanah yang gelap dan lembap. Menyiksanya disana.

​"Dasar anak sialan!! Parasit! Kalau tidak bisa mencari uang, minimal jangan bikin masalah!!? teriak sang ayah saat itu, sambil mencambuk punggung kecil Sesilia dengan ikat pinggang kulitnya.

​Penyiksaan itu terjadi hampir tiap hari. Sesilia juga sering dibiarkan kelaparan hingga beberapa hari. Bahkan sering dikunci oleh dua saudara tirinya dalam gudang yang dipenuhi tikus, dibiarkan disana sampai beberapa hari.

Puncaknya adalah ketika, Fani, saudara tirinya menginginkan kamar milik gadis itu, tanpa ragu, sang ayah mengusir anak kandung semata wayangnya, melemparkan pakaian lusuh putrinya ke jalanan depan rumah.

​"Pergi kau dari sini, sialan! Cari makan sendiri! Dan jangan berani kembali kalau kau tidak membawa uang!" Itulah kalimat terakhir yang didengar Sesilia sebelum ia melarikan diri dan akhirnya ditemukan oleh keluarga Steel melalui jalur beasiswa yatim piatu yang mereka kelola.

​Kini, Bambang merasa memiliki "hak" atas kesuksesan Sesilia. Ia duduk di meja makannya yang reyot, menyusun strategi untuk mendekati Axel Steel.

​"Kita harus terlihat seperti keluarga yang harmonis," ucap Bambang dengan nada sok bijak. "Aku akan berpura-pura menjadi ayah yang sangat merindukan anaknya. Aku akan bilang pada Axel bahwa Sesilia lari dari rumah karena salah paham remaja, dan selama beberapa tahun ini aku sudah berusaha mencarinya dengan sepenuh hati."

​"Lalu kita minta dia mengirimkan uang bulanan yang besar?" tanya Lina dengan penuh harap.

​"Bukan hanya uang bulanan, Lina. Kita minta modal bisnis, rumah di kawasan elit, dan mobil. Jika Axel Steel benar-benar mencintai anak itu, dia pasti akan melakukan apa pun untuk menyenangkan hati mertuanya," Bambang menyeringai. Ia merasa sangat pintar. Rencananya adalah memeras putrinya secara halus, mengancam akan merusak reputasi gadis itu di depan publik jika tidak menuruti kemauannya.

​Bambang tidak tahu bahwa ia sedang berurusan dengan seekor predator yang jauh lebih berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan.

​Di penthouse Steel Group, Axel Steel sedang duduk di ruang kerjanya yang gelap. Di hadapannya, bukan laporan saham yang terbuka, melainkan sebuah map tebal berwarna merah dengan Judul

TARGET: BAMBANG

​Axel telah mengetahui setiap detail masa lalu Tikus kecilnya. Ia memiliki banyak bukti yang bisa menjebloskan Bambang kedalam penjara. Bukti berupa rekaman medis tentang bekas luka di punggung Sesilia, tentang catatan kepolisian yang dilaporkan oleh tetangga atas tuduhan penyiksaan anak, namun disuap oleh Bambang untuk ditutup.

Ditangannya, Axel Steel sedang memegang foto-foto rumah kumuh tempat Bambang tinggal. Mata sang monster berkilat aneh, seulas senyum tipis tersungging di bibirnya.

​"Han," suara Axel membelah kesunyian melalui interkom.

​"Iya, Tuan Axel?"

​"Apakah binatang kotor itu sudah mencoba menghubungi kantor?"

​"Sudah, Tuan. Bambang menelepon bagian resepsionis lima kali pagi ini, mengaku sebagai ayah kandung Nona Sesilia dan ingin bertemu Anda untuk membicarakan 'restu keluarga'."

​Axel tersenyum, jenis senyum mengerikan yang hanya muncul saat ia sedang merencanakan kehancuran seseorang. "Biarkan saja. Berikan dia harapan. Juga kirimkan mobil untuk menjemputnya besok. Aku ingin dia merasa seperti telah memenangkan lotere. Buat dunia seakan berada dalam genggaman tangan kotornya, sebelum neraka yang sebenarnya datang."

Mata sang monster menangkap foto Sesilia kecil yang ia dapatkan dari arsip sekolah lama. Di foto itu, Sesilia tampak kurus dan tidak terawat. Axel merasakan kemarahan yang membakar dadanya. Ia akan membalaskan setiap cambukan, setiap lapar, dan setiap air mata yang dikeluarkan gadisnya karena pria sialan itu.

1
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!