Jauh di lubuk hatiku, aku menolak pernikahan ini. Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengecewakan kedua orang tuaku.
Aku terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai sama sekali. Ini di karnakan, pacarku yang akan menikah denganku, menghilang. Bisakah aku mengubah rasa terpaksa ini menjadi rasa cinta pada suamiku? Haruskah aku bertahan dengan orang yang dingin seperti Adya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
POV Adya.
Aku duduk di atas ranjang sambil memangku laptop seperti biasa. Aku mengecek semua pekerjaan yang telah aku kerjakan di kantor tadi.
Aku telah mempersiapkan semua file yang akan menjadi bahan untuk perusahan ku bahas dengan perusahaan asing itu. Ya, perusahaan asing yang di pimpin oleh Carolin.
Awalnya, aku tidak tahu kalau bos dari perusahaan itu adalah Carolin. Kalau aku tahu, mungkin aku tidak akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan itu.
Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak mungkin mementingkan egoku dan melupakan bagaimana sulitnya aku untuk membangun perusahaan kami. Tidak mungkin untuk menolak kerja sama dengan perusahaan itu sekarang.
Karena dia sudah datang jauh-jauh untuk bekerja sama. Dan yang paling penting, rekan kerja dan anak buah ku sudah mati-matian berusaha untuk mendapatkan peluang besar ini. Tidak mungkin aku hancurkan hanya karena alasan pribadiku dengan wanita itu.
Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku kasihan dengan Kaila. Ia terlihat menyembunyikan banyak tanda tanya yang tidak bisa ia utarakan padaku.
Aku belum bisa menjelaskan soal masa laluku padanya. Aku yakin, ia pasti punya pertanyaan soal masa laluku itu. Aku janji pada diriku sendiri, kalau aku pasti akan menjelaskannya nanti. Saat waktunya sudah tepat. Karena bagaimanapun, dia adalah istriku sekarang.
Aku adalah suaminya, walau hanya sebatas suami pengganti saja. Tapi ia juga berhak tahu kan, bagaimana masa laluku sebelum memilih menikah dengannya.
Kaila adalah wanita yang baik. Aku jadi merasa bahagia saat bersama dengannya. Dia juga wanita cantik dan manis. Wajahnya selalu bersemu saat aku menggodanya.
Ah, aku jadi suka menggoda Kaila jika aku punya kesempatan. Walau terkadang, ia akan kesal saat aku terus menggodanya. Tapi itu hal yang paling aku sukai ketika aku menggoda Kaila.
Wajah kesalnya terlihat sangat imut dan memberikan aku sebuah kepuasan dan kebahagiaan. Ah, aku jadi berharap yang lebih dari dia. Bukan hanya sebagai suami penggantinya saja. Aku malah ingin jadi suami yang sebenarnya dan memenangkan cintanya.
Kaila datang dan duduk di sampingku. Ia melihat laptop yang penuh dengan pekerjaan yang aku ulangi lagi. Kaila malah bertanya hal yang seharusnya tidak ia tanyakan. Tapi hal itu yang membuat aku semakin suka padanya.
Ia terlihat sangat menghargai aku sebagai suaminya, saat ia meminta izin padaku ketika ia ingin keluar rumah. Hati ini rasanya semakin bahagia memiliki dia.
Ya Tuhan, aku malah terus berharap dan berharap. Kalau aku bisa memenangkan hatinya dan menjadikan ia permaisuri di hatiku. Tapi pikiran itu terkadang segera tertimbun dengan pemikiran yang lain.
Aku selalu meminta Kaila membawa pak Yahya ikut dengannya saat ingin keluar rumah. Aku merasa aman melepas Kaila bersama pak Yahya. Pak Yahya telah menjadi sopirku bertahun-tahun. Ia punya sedikit keterampilan bela diri yang bisa ia gunakan saat sedang terdesak.
Hal itulah yang membuat aku tenang ketika ia bersama Kaila. Kalau ada apa-apa, pak Yahya bisa melindungi Kaila dari bahaya.
Bukan berharap ada bahaya, tapi hanya sedikit hati-hati dan selalu waspada. Hal itu akan lebih baik bukan? Ada kata pepatah, jangan kira air keruh tidak tidak ada buaya. Begitulah kira-kira bunyinya.
Kaila memang selalu menolak jika aku minta pak Yahya ikut bersamanya. Ia selalu bilang tidak enak padaku dan pada pak Yahya. Walau pada akhirnya, ia nurut juga apa yang aku katakan.
Kaila selalu saja seperti itu, ia akan menolak apa saja yang aku sediakan untuknya. Seperti halnya saat aku memberikan kartu kredit padanya. Aku berikan kartu itu untuk ia berbelanja apa saja yang ia inginkan.
Tapi sampai saat ini, tidak ada satu tagihan pun yang aku terima dari kartu yang aku berikan pada Kaila. Itu menandakan kalau Kaila tidak menggunakan kartu itu sekalipun.
APA KATA BRAM TADI? CINTA SESAAT.. PENGEN NGAKAK AKU,APA BRAM AMNESIA? MALAH WAKTU ITU DIA SENDIRI NGAKU DENGAN MAYA DIA GAK MENCINTAI KAMU,NIKAH JUGA ORTU YG MAKSA,DIA BILANG TERGILA-GILA DENGAN MAYA,UDAH MAU NIKAH AJA MASIH SELINGKUH,ORANG KALO SEKALI SELINGKUH TETAP AKAN SELINGKUH,APAPUN ALESANNYA,DIA SUDAH MEMPERMALUKAN PIHAK KELUARGA WANITA..🙄🙄🙄