jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditinggal tidur
"sayang, gimana bajuku?" keyza keluar dari kamar mandi setelah berendam dan mempersiapkan diri untuk di unboxing suaminya
"sayang!" keyza sedang berpose didepan cermin untuk memastikan baju yang gita berikan pantas atau tidak
Keyza berjalan ke arah kasur melihat suaminya. Dan sangat membuatnya terkejut adalah
Gaffi sudah tertidur pulas, keyza melihat jam diponselnya sudah jam dua belas malam
Pantas saja suaminya tidur, keyza kelamaan bersiap hingga melewatkan malam pertamanya dengan gaffi
Keyza menelan rasa kecewanya sendiri, "ganteng banget suami aku. Cium boleh kan?"
Keyza mengecup bibir gaffi yang sejak tadi sudah menjadi incaran keyza
Keyza tak bisa tidur meski lampu sudah dimatikan. Lalu mengambil ponsel dan keluar ke balkon
Keyza menyesap rokoknya sambil duduk santai dan memainkan ponselnya
"hm, ada apa sih key?"
gita kesal karena baru saja mau tidur malah diganggu keyza
"baju lo ngga mempan, gue ditinggal tidur" keyza meluapkan kekesalannya pada gita
"hahaha, astaga maaf sayang!" gita tertawa sampai membangunkan clayton yang sudah terlelap
"ya ampun, ngakak gue key maaf. Tapi suami lo ada gila-gilanya juga ya. istri secantik lo dianggurin" gita bersemangat mengejek keyza
Jika bukan malam hari gita pasti tak berhenti tertawa
"sial lo git, lo lagi apa belum tidur" keyza tau kerjaan kakaknya yang menganggu gita tiap malam
"clay jangan, lagi telfonan ini" gita sudah menjauhkan ponselnya namun tetap terdengar oleh keyza
"kan, kakak ngga punya ot*k ya kalian semua" keyza makin kesal
"sayang, nanti dulu. Keyza udah dulu ya kakakmu nakal" gita memutuskan sambungan telfon
"kenapa diluar?"
Tiba-tiba saja ada suara mengagetkan keyza
"astaga! Kamu mau jadi duda tampan secepat itu" keyza benar-benar kaget
"matikan rokoknya!" gaffi mulai ingin merubah kebiasaan buruk keyza perlahan. Meski gaffi menerima semua baik dan buruk keyza tapi sekarang gaffi adalah imamnya
Gaffi membawakan selimut untuk keyza "kamu ngga kedinginan?" melihat pakaian keyza yang sangat minim
"biasa aja, kenapa bangun?" tanya keyza dengan santai tapi patuh untuk membuang rokoknya
"belum sholat isya, ayo berjamaah" ajak gaffi sambil mengulurkan tangan pada istrinya
"berjamaah?"
"iya, kita ibadah bersama!" jawab gaffi
Keyza tak punya baju tertutup dan juga alat untuk sholat "tapi aku ngga punya_"
"saya sudah siapkan" gaffi menyahut ucapan keyza "saya ajarkan caranya"
Dengan penuh kelembutan gaffi ingin keyza merasa nyaman dulu
Keyza mengangguk setuju, "iya mau!"
Gaffi menuntun keyza kembali ke kamar dan ke kamar mandi
"pakailah bajuku, nanti bisa ganti lagi" ucap gaffi memberikan kaos dan celana pendek untuk keyza pakai sementara tentu saja kebesaran ditubuh keyza
"ikuti saya caranya" gaffi mengajarkan cara berwudhu dan membantunya untuk memakai mukena yanh disiapkan khusus untuk istrinya
"berdirilah dibelakangku, sementara ikuti saja gerakanku, besok kita belajar doa-doanya" gaffi memberikan arahan dan keyza hanya mengangguk-angguk saja sejak tadi
keyza melirik gerakan yang gaffi lakukan sejak tadi
"assalamualaikum warahmatullah" tanda sholat berakhir
Gaffi mengulurkan tangganya pada keyza, "salam dan cium" gaffi tersenyum sekilas melihat wajah bingung keyza yang biasanya petantang-petenteng
gaffi menarik tangan keyza agar lebih dekat jarak keduanya dan mengecup kening keyza, lalu pindah ke pipi dan juga bibir tak terlewatkan
Gaffi memeluk keyza saat ini menyandarkan kepalanya didada gaffi
"maaf belum bisa jadi yang kamu mau, saya akan coba" ucap gaffi sambil mengusap kepala keyza
Keyza sangat tersentuh sampai meneteskan air matanya dan tak bisa berkata-kata
"kenapa kamu nangis?" gaffi melihat wajah keyza basah dan suara isak tangisnya terdengar
keyza hanya menggelengkan kepalanya "aku bahagia, aku_" ucapannya tak bisa lagi disampaikan
"ssst, kalau bahagia tersenyum. Jangan pernah menangis lagi ya, kamu hanya pantas bahagia. Dan saya akan lakukan apapun yang buatmu bahagia" gaffi kembali memeluk keyza
Tak ada adegan berbaya malam ini, keduanya memilih tidur sambil berpelukan