NovelToon NovelToon
Untuk Satu Hati.

Untuk Satu Hati.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Playboy / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:540.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Apa yang terjadi jika ada seseorang yang masuk dalam hidupmu adalah orang yang usianya jauh di atasmu dan bukan type yang sefrekuensi denganmu. Di saat kamu mengharapkan bebas, namun dia adalah pria yang protective dan penuh aturan.

Ini adalah kisah cinta ringan sepasang manusia.. tentang seorang gadis usil dan riang namun bertemu dengan pria jebolan pesantren tapi mesumnya setengah mati.

Tampilannya mungkin urakan dan begajulan bak preman pasar memang begitu meresahkan tapi siapa sangka pria tersebut sangat menghargai wanita terlebih saat sudah jatuh cinta, garang tersebut lenyap dan berubah lembut.. selembut kapas.

note : TINGGALKAN JIKA TIDAK TAHAN KONFLIK DI DALAMNYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Putri pedalaman.

Wajah Bang Enggano lebih segar usai mandi. Matanya terus memperhatikan langkah Hanin yang berjalan mendahului dirinya.

Tiba-tiba langkah Hanin terhenti.

"Ada apa?" Tanya Bang Enggano.

"Boleh kah Hanin pinjam papan yang kemarin?"

"Papan apa? Yang mana?" Kening Bang Enggano berkerut bingung.

"Ada manusia cakap dengan kawannya. Dia santap daging yang di potong kecil lalu di bakarnya sampai hangus." Jawab Hanin.

Bang Enggano terdiam sejenak menerka maksud Hanin tapi kemudian ia paham maksud gadis itu.

"Oohh sebentar..!!" Bang Enggano mengambil sesuatu dari tas dadanya. "Maksudmu benda ini??"

Hanin mengangguk membenarkan.

"Ini namanya ponsel dan yang kamu lihat adalah video orang sedang makan sate." Kata Bang Enggano menjelaskan. "Mereka memasak daging tersebut dengan cara di panggang juga tapi bumbunya tergantung dari mana makanan tersebut berasal."

Hanin hanya menatap wajah Bang Enggano karena sebenarnya dirinya tidak paham maksud pria tersebut.

"Abang tau lampu?" Tanya Hanin.

"Lampu?? Benda untuk menerangi sekitar?" Bang Enggano balik bertanya.

"Iya.. Hanin pengen punya lampu. Bisa melihat apapun kalau malam."

Bang Enggano tersenyum kecut. Entah kenapa perhatiannya kini beralih pada gadis lugu selugu Hanin tapi ia hanya menganggap gadis kecil itu sebagai adiknya saja.

"Abang punya?" Tanya Hanin lagi.

"Punya, tapi tidak bawa." Jawab Bang Enggano.

Hanin menunduk dengan wajah sedihnya.

"Abang mau tanya."

"Apa kah Bang?" Hanin menatap mata Bang Enggano dan itu membuat denyut jantung Bang Enggano berdesir kencang.

"Bagaimana caranya warga keluar dari desa ini??"

"Apaaaa???"

...

"Harus menyerahkan tempayan dan piring keramik bersama kijang???" Bang Enggano terkejut mendengarnya.

"Iya, syaratnya sangat berat. Kalau mau menikah butuh waktu satu tahun untuk menunggu pembuatan tempayan keramik karena itu gratis. Tapi kalau kamu ke kota.. harganya sekitar tiga puluh juta satu tempayan belum piringnya. Apalagi mencari kijang bukan hal yang mudah." Jawab Bang Noven.

"Gila, pening kepalaku pot." Bang Enggano sampai memijat pelipisnya. "Kau sendiri, berniat ke kota atau tidak??" Pertanyaan Bang Enggano setengah meledek.

"Tentu saja. Aku punya istri." Jawab Bang Noven seakan menjelaskan keadaan rumit yang tengah mereka hadapi sekaligus menegaskan kepemilikan atas diri Irene.

"Bagaimana dengan Hanin?" Tanya Bang Enggano.

Bukan bermaksud egois, tapi Hanin memang tidak bisa keluar dari wilayah tersebut.

"Kita harus terima kenyataan. Hanin tidak bisa ikut karena dia 'pribumi'. Dia juga tidak cocok di kota." Jawab Bang Noven dengan sengaja.

"Bagaimana bisa pikiran mu seperti itu Nov?????? B*****t juga kau ya..!!"

"Lalu bagaimana???"

"Selama masalah ini belum clear, kamu di larang berduaan dengan Irene. Semua anggota mengawasi.. termasuk aku juga boleh di awasi. Ini bukan perkara sepele Nov..!!!" Kata Bang Enggano. "Kita harus berembuk dengan orang tua. Tidak asal kamu datang lalu mengambil paksa Irene. Tetap kita harus serah terima dengan cara baik-baik. Ingat Nov, saat ini Irene masih tanggung jawabku..!!" Kata Bang Enggano.

Bang Noven melirik Irene yang akhirnya menunduk. Terlihat Irene sangat takut dan hanya bisa menyembunyikan wajahnya di balik punggung Bang Enggano. "Hmm.. Oke..!!"

:

Bang Enggano merenung duduk sendirian. Tanpa sadar tangannya mencabuti rumput di sekitar. Hatinya sungguh tak tega jika harus meninggalkan gadis selugu Hanin.

Ia menatap Hanin yang duduk jauh darinya dan asyik melihat video di ponselnya. Tampak gadis itu sangat serius hingga kelopak matanya tidak berkedip.

"Kenapa hatiku seperti ini? Sakit sekali membayangkan Hanin harus hidup sendirian di sini." Gumam Banh Enggano. "Apakah Irene setuju aku membawanya? Sungguh aku hanya kasihan melihatnya."

"Bang..!!" Hanin sudah berdiri di hadapan Bang Enggano entah sejak kapan.

"Ada apa?"

"Tidak ada gambarnya lagi." Kata Hanin menyerahkan ponsel itu pada Bang Enggano.

"Oohh.. daya nya habis." Jawab Bang Enggano.

Hanin duduk termenung di samping Bang Enggano. Nafasnya kasar dan tidak jelas.

"Kamu kenapa?"

Hanin masih menatap kosong rumput yang bergoyang tertiup angin. "Ada gambar yang malu Bang. Hanin takut."

"Malu bagaimana? Macam apa gambar malu itu?" Sungguh seribu bingung mendera pikiran Bang Enggano. Baru kali ini dirinya di pusingkan dengan urusan dunia akibat bertemu dengan Hanin.

"Itu malu."

"Kamu tunjukan sama Abang biar Abang paham maksudmu..!!" Kata Bang Enggano yang sebenarnya sudah lelah berpikir.

Hanin naik di antara kedua paha Bang Enggano lalu membuka lilitan kainnya di hadapan Bang Enggano dan hendak mencium pria tersebut.

"Hmmpp.." seketika kedua bola mata Bang Enggano membulat besar nyaris melompat dari bingkainya. "Tutup Hanin..!!!! Hanya suamimu yang boleh menyentuh dan melihat tubuhmu..!!"

Hanin berkedip-kedip tidak paham dengan ucapan Bang Enggano. "Abang Gumantar suami Hanin tapi Abang tidak pernah buka kain Hanin, tidak pernah juga gigit bibir..!!"

Bang Enggano memejamkan mata menormalkan jalan nafasnya. Ia menggenggam kain Hanin dengan tangan gemetar. Ulah Hanin membuatnya tegang. Nalurinya sebagai pria seketika merangkak memanaskan ubun-ubun kepala.

"Hanin harus bilang sama Bang Gumantar..!!" Hanin akan beranjak dan saat itu Bang Enggano membuka matanya.

"Jangan..!!"

"Kenapa?" Tanya Hanin.

"Jangan pernah tunjukan tubuhmu pada laki-laki manapun sekalipun itu Gumantar." Jawab Bang Enggano. Desir nadinya tak beraturan, logikanya beradu dengan batin. Ia pun membuka matanya. "Hanya saya yang boleh melihatnya. Ingat itu Hanin..!!" Perlahan Bang Enggano mendekatkan wajahnya dan menyambar bibir Hanin membuat gadis itu kembali berkedip-kedip.

Untuk beberapa saat Bang Enggano terbuai, Hanin membalas setiap perlakuannya bahkan meliuk menggoda imannya. Ia berniat membebaskan tawanan tapi kemudian segera tersadar.

"Astagfirullah..!!" Tau pertahanannya nyaris jebol, Bang Enggano menurunkan Hanin dari pangkuannya. Sejenak ia menenangkan diri.

"Abang marah?" Tanya Hanin dengan wajah lugunya.

"Kamu lihat apa Hanin???? Kenapa kamu tidak tanya dulu sebelum buka file video? Kalau Abang nggak kuat, kamu bisa selesai sampai disini. Masalah Noven belum rampung, Abang nggak mau menambah masalah. Tolong jangan pancing Abang. Kamu masih belum paham."

"File? Apa itu?? Hanin nggak sedang mancing." Kata Hanin benar-benar membuat Bang Enggano susah.

"Sudahlah.. Apapun resikonya, Abang akan membawamu turun ke kota. Mau ribut dengan Noven dan Irene sekalipun Abang nggak peduli..!!"

'Bagaimana ini? Semakin aku ingin tidak peduli, semakin aku mencemaskan Hanin.'

.

.

.

.

1
ren_iren
keren
Sari Ana
Thor,,,kisah putrinya Kapten Seno ada ngga ya???
Kirana Putri
karya karya kak naray keren semua
Kirana Putri
Luar biasa
Si Memeh
menarik jalan cerita nya thor..komplit
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Imaz Ajjah
jd ikutan nangis bacanya Thor...
Surabaya Honda
next Thor 😊👍
Surabaya Honda
next Thor, interesting
Surabaya Honda
awesome,, interesting Thor 😊👍
Julia sweet
tumben niy Thor biasanyà cerita ttg militer, army ganti anak santri..
Nor Mala
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nama irene nya diambil dr sebelah mana nya ya slnya namanya Diandra Sasikirana 🤔
Rahmah Rahmah
gk jelas
Surabaya Honda
Interesting Thor 👍
aurel chantika
aku mampir mak
aurel chantika
sabar bang🤣🤣🤣
salamah@dede
hhee.. 😂
salamah@dede
kayak nya seru ni..

saya mampir.... thor
🙏
Rahmah Rahmah
blm apa² udh lucu,tpi agak sedikit susah memahami bahasa nya,tpi gpp lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!