NovelToon NovelToon
Moving On

Moving On

Status: tamat
Genre:Patahhati / Mafia / Cintapertama / Pihak Ketiga / Gangster / Healing / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Zeroun Zein. Pria yang pernah memimpin sebuah geng mafia itu harus merelakan cinta sejatinya berbahagia dengan pria lain. Ia tidak pernah menyangka kalau rasa cinta yang selama ini ia miliki harus terganti dengan rasa Sayang untuk seorang sahabat.

Mencari pengganti mantan tunangannya, memang bukan hal yang kini ia harapkan. Namun, apa yang terjadi jika ia dipertemukan dengan wanita yang bisa memporak porandakan hidupnya? Apakah Zeroun mau membuka hatinya untuk mencintai lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman Kerajaan

Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang begitu terang. Mobil kerajaan dan beberapa pengawal melaju cepat menuju ke pemakaman kerajaan. Di salah satu mobil, ada Emelie di dalamnya.

Pagi itu, Emelie memakai dres berwarna hitam yang panjang. Satu topi hitam dan kaca mata hitam melengkapi penampilannya. Rambutnya di sanggul dengan begitu rapi, membuat Emelie terlihat sangat anggun.

Di samping Emelie ada Pangeran Damian. Pria itu menemani Emelie untuk mengunjungi makam Raja. Selama beberapa hari ini, Pangeran pulang balik Monako. Sejak mengetahui rencana pernikahannya di tunda oleh Ratu. Pangeran Damian terlihat mencari perhatian agar pernikahan itu segera di laksanakan lagi.

Adriana dan Ratu berada di mobil yang melaju di depan mobil Emelie. Dua wanita itu duduk dengan suasana yang begitu nyaman. Sesekali Adriana melirik sang Ratu untuk mengajak wanita berstatus ibunya itu berbicara.

“Yang Mulia ....” ucap Adriana dengan suara pelan.

Ratu memandang wajah Adriana dengan senyuman, “Ada apa Adriana?”

“Kenapa Yang Mulia membatalkan pernikahan Putri Emelie dan Pangeran Damian. Mereka terlihat seperti pasangan serasi. Walaupun ....” ucapan Adriana terhenti untuk membuat rasa penasaran di dalam hati Ratu.

“Ada apa Adriana? apa ada seuatu yang tidak saya ketahui?” Ratu sudah berhasil terpancing dengan perkataan Adriana.

“Yang Mulia ... Adriana sangat sayang kepada Putri Emelie. Adriana tahu, kalau Putri Emelie tidak ingin menikah dengan Pangeran Damian. Dia ingin menikah dengan pria yang ia cintai.” Adriana memansang wajah sedih.

“Apa kau tahu, siapa pria yang kini dekat dengan Emelie?” Wajah Ratu terlihat serius.

“Seseorang yang ada di Hongkong,” jawab Adriana penuh rasa takut.

Ratu terdiam. Menatap dua pengawal yang ada di bangku depan.

“Bunuh pria itu. Emelie pernah bercerita tentang rumah kontrakan. Pria itu pasti tinggal di rumah kumuh itu.”

“Tapi, Yang Mulia ....” ucapan Adriana terhenti.

“Putri kerajaan harus menikah dengan orang yang sederajat. Jika Putri Emelie mencintai pria itu dan memilih kabur dari pesta pernikahan. Putri Emelie seharusnya tahu, konsekuensi yang harus di dapatkan pria itu.” Ratu membuang tatapannya keluar jendela.

Adriana terdiam seribu bahasa. Bukan ini rencananya saat ini. Tapi, respon Ratu membuat dirinya menjadi tahu, kalau Ratu adalah sosok yang kejam. Bahkan jauh lebih kejam daripada Raja.

Adriana menunduk memikirkan cara selanjutnya. Walaupun ia tidak tahu, siapa Zeroun Zein bagaimana wajahnya. Tapi, Adriana cukup senang jika Ratu berhasil menghabisinya.

Beberapa saat kemudian. Mobil-mobil itu parkir di pinggiran jalan. Angin bertiup dengan sangat kencang. Pohon-pohon bergoyang saat angin-angin menerpanya.

Pangeran Damian turun lebih dulu, untuk memberi uluran tangan kepada Putri Emelie. Dengan wajah kurang suka, Emelie menerima uluran tangan Pangeran Damian. Mereka berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih. Di depan sudah ada Ratu dan Adriana yang memimpin jalan ke makam Raja.

Suasana terasa sangat hening. Hanya terdengar suara kecil dari kicauan burung dari pohon-pohon yang ada di wilayah pemakaman itu.

Emelie meneteskan air mata saat melihat makam Ayah yang paling ia sayangi selama ini. Lagi-lagi hatinya diselimuti penyesalan karena tidak bisa ada di saat-saat terakhir Raja. Meletakkan buket bunga yang sejak tadi ia bawa. Menghapus tetes air matanya dengan perasaan yang sangat sedih.

Semua orang juga terlihat hening sambil menundukan kepala. Tidak ada yang berani mengeluarkan kata sebelum Ratu berbicara. Tetapi, sampai di akhir acara mengunjungi makam itu. Ratu tidak ingin mengeluarkan kata. Membuat Emelie sedikit kesal saat itu. Ingin sekali ia melanggar peraturan yang ada.

Saat Emelie ingin mengeluarkan kata Pangeran Damian mencengkram tangannya. Menggeleng kepala agar Emelie tidak membuat kesalahan di pemakaman itu. Setelah selesai, Ratu pergi meninggalkan makam Raja. Adriana dan beberapa pengawal mengikutinya dari belakang.

Pangeran Damian menarik tangan Emelie. Membawa Emelie masuk ke dalam mobil untuk kembali pulang ke Istana. Emelie semakin sedih pagi itu. Hatinya benar-benar hancur dengan perasaan tersiksa. Ia rindu kebebasan. Ia rindu tertawa ceria dengan bebas. Tanpa ada aturan yang harus ia patuhi.

Setelah berada di dalam mobil, Emelie menghempaskan tangan Damian. Membuang tatapan keluar jendela agar tidak melihat wajah Pangeran Damian lagi.

Pangeran Damian hanya bisa menarik napas. Hatinya juga tidak ingin berdebat dengan Emelie saat ini.

“Putri Emelie, minggu depan ada acara pertunangan di Hotel Golden. Saya harap anda bisa menemani saya di pesta itu. Bagaimanapun juga, hanya anda wanita yang harus mendampingi saya di pesta itu.” Damian memandang Emelie.

“Apa Aku bisa menolak?” Emelie menatap wajah Damian dengan seksama.

“Apapun yang kau inginkan selalu disetujui Ratu bukan?” Emelie mengukir senyum yang menyesakkan dada.

“Kau harus tahu Emelie. Bagaimana seharusnya kau memperlakukan Aku sebagai tunanganmu.” Damian mencengram tangan Emelie dengan sekuat tenaga. Membuat Emelie merasakan kesakitan.

“Jangan buat kesabaranku habis. Karena kau akan sangat menyesalinya nanti.” Damian menghempaskan tangan Emelie dengan kasar.

Emelie meletakkan kedua tangannya di atas pangkuan. Memandang keluar jendela lagi dengan air mata yang mengalir deras. Napasnya benar-benar sesak. Kini ia tinggal di sangkar emas yang selama ini ingin ia hindari.

***

Setelah tiba di Istana. Ratu langsung menuju ke ruang pribadi miliknya untuk mengurus beberapa masalah yang ada di negara itu. Sedangkan Emelie berlari ke kamar dengan wajah sedih. Adriana tersenyum kecil memandang Damian. Namun, ia tidak berani bertindak ceroboh. Ada banyak pengawal dan pelayan yang berlalu lalang di istana.

Damian memandang Adriana sebelum berjalan ke arah kamar yang disiapkan untuk dirinya istirahat. Wajahnya terlihat tidak bersahabat saat itu.

Adriana terlihat kesal saat senyuman manisnya tidak mendapat balasan. Satu ide terukir di dalam kepalanya. Adriana berjalan ke arah kamar miliknya untuk menyusun rencana agar bisa menemui Pangeran Damian secara langsung. Diikuti beberapa pelayan setia miliknya.

Pelayan Adriana tidak pernah berkhianat dengan dirinya. Bahkan salah satu dari pelayan setianya jago bela diri dan siap untuk melindunginya kapan saja.

Adriana memilih pakaian untuk mengganti setelan yang saat itu ia kenakan. Pelayan-pelayan itu membantu Adriana untuk bersiap.

“Katakan pada Pangeran Damian untuk menemaniku berkuda.” Adriana memasang senyum bahagia.

“Baik, Putri.” Pelayan itu menunduk sebelum pergi untuk menyampaikan pesan Adriana.

Adriana tersenyum penuh bahagia. Ia sudah tidak sabar untuk memberi tahu Damian, kalau Ratu akan segera menghancurkan pria bernama Zeroun.

“Pangeran Damian akan memujiku karena sudah mengatakan hal ini kepada Ratu. Dia akan semakin cinta denganku.” Adriana membayangkan sentuhan-sentuhan lembut Pangeran Damian terhadap dirinya selama ini. Jiwanya terasa melayang di angkasa dengan hati berbunga-bunga.

Tapi, tiba-tiba Adriana kembali ingat dengan pembunuh bayaran yang belum juga membunuh Emelie.

“Pembunuh bayaran itu. Aku sudah membayar mahal untuk hal ini, kenapa wanita itu masih ada di Istana ini.” Adriana memukul meja yang ada di hadapannya sebelum pergi meninggalkan kamar itu.

Like, Komen Vote.😊

1
Sunny Kwok
Luar biasa
Debbie Teguh
/Facepalm/
Debbie Teguh
pinter taktiknya zeroun, seolah2 jd morgan bantu nyerang white tiger
Debbie Teguh
baru kali ini sy mau baca yg episode mya diatas 200 thor, semua krn zeroun /Drool/
Debbie Teguh
parfum thor
Debbie Teguh
kayaknya teman pernah cerita di hkg pas tahun baru gak rame, mereka hebohnya pas imlek, bener gak ya?
Icema
Luar biasa
Hartatik
itu pasti putri emille
Hartatik
dulu kayak pernah baca.tapi agak lupa.
Lailatul Fadjariyah
thor aku gk bosen membaca karyamu ini. dlu sdh dibaca skrg kubaca lgi. sukses slalu utk karya2x mi thor.semangaaaat utk buat karya cerita yg lebih greget lgi
Νeͷg Aͷja🐰
asemm baca surat dari Morgan nyesek ehh /Sob//Sob//Sob/ terharu sama pengorbanan dia tapi GPP lah masih ada jantung Morgan dihidup lana
Νeͷg Aͷja🐰
Mau ngeces dulu bayangin Lukas sama Morgan pada pamer perut kotak2 nya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Prima Ringkat
halo thor aku kembali lagi setelah sekian lama. kangen sama babang ze😁🥰
Sisca Nasty: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Lutfa
alur cerita yang menarik.
sisi
Sangat bagus 😍🥰😘😍😍
Izty Ciuz
sangat bagus
Yokebeth Ida R.
Input aja thor... klo nulis jangan kebanyakan kata " cukup" jadi boring aja bacanya
Yokebeth Ida R.
Ini baru seru thor... wonder woman datang, lanjoooot 😂😂😂😂
Yokebeth Ida R.
Heran juga dengan pengawal kerajaan yang tulalit, secara Emelie calon Ratu koq ya dibiarin nyebrang sendiri, ga masuk akal lalai nya para pengawal ini, kalah ma paspampres 😂
Rahma Hayati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!