NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Perperangan / Harem / Romansa / Tamat
Popularitas:79.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Seorang pemuda yang selalu mengalami mimpi buruk berperang di alam kuno, terpilih menjadi seorang penguasa semesta. Terpilihnya sang pemuda itu bukan hanya berkaitan dengan mimpinya saja, ia juga harus menjalankan karma dari gurunya semasa menjadi sang legenda pedang.

Pemuda itu bernama Ucup Rekber, seorang pemuda biasa yang akan menjalankan misi merekonstruksi alam cultivator dari kehancuran yang disebabkan oleh pertarungan kedua makhluk agung yaitu Penguasa Iblis versus Dewa Matahari yang terjadi di masa lampau.

Berbekal pedang aneh dan berbagi tubuh dengan jiwa seorang pangeran, Ucup Rekber harus menyelesaikan misi untuk bisa kembali ke dunia asalnya.

Novel ini berkaitan dengan novel berjudul “Takdir Pedang Sang Iblis”.

Yuk, menjadi saksi petualangan si Ucup Rekber di dunia cultivator dengan menjadikan karya ini sebagai bacaan favorit kalian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara Ucup

Setelah menyelesaikan pidatonya, si pria tua itu mengangkat kedua tangannya memberikan isyarat kepada semua anggota sekte untuk membubarkan diri. Namun, ketika pria tua hendak melangkah, Ucup muncul di sampingnya dengan tangan kiri merangkul bahu kanan si kakek tua, sementara tangan kanan Ucup masih erat menggenggam pedangnya.

“Pidato yang menarik, Kakek, namun sayangnya tidak diakhiri dengan doa,” kata Ucup memujinya sekaligus menyayangkan.

“Apa maksudmu, siapa kau, dan apa tujuanmu?” lontar tanya si kakek tua mencoba untuk mengintrogasinya dengan suara yang ditinggikan agar terdengar oleh semua anggota sekte.

Semua anggota sekte yang hendak meninggalkan ruangan seketika menoleh ke arah suara. Mereka terkejut keheranan melihat kemunculan seorang pemuda yang tidak dikenal itu tengah merangkul sang ketua divisi sekte. Beberapa di antara mereka bahkan langsung menarik pedang bersiap untuk menyerang.

Ucup mendengus lirih dan tampak sudut bibirnya melebar. Ia tersenyum sinis mengejek pria tua di sampingnya dan kemudian membisiki, “Aku datang untuk mengirim kalian semua ke neraka.”

Bergetar tubuh si kakek tua mendengarnya, meskipun dirinya tidak pernah mengenal pemuda di sampingnya, namun dari intonasi suara yang didengarnya, ia langsung memercayainya.

“Dalam hal apa kau harus membunuh kami, sementara kita tidak saling mengenal?!” imbuh tanya si kakek tua.

“Kita …! Ha-ha-ha! Sebelum aku membunuh kalian semua, aku akan membiarkan kalian menyerangku, bagaimana?” Ucup memberinya kesempatan.

“Bocah sombong! Kaukira siapa dirimu, hah!?” dengus si kakek tua merasa direndahkan.

Melihat sang ketua divisi sekte begitu marah dalam kungkungan sang pemuda, semua anggota sekte berkelebat membentuk lingkaran mengurungnya. 

“Lepaskan ketua kami!” pinta salah seorang di antara mereka seraya menjulurkan pedang.

“Aih, kalian beraninya main keroyokan!” sindir Ucup dengan seringainya yang mengejek.

“Anak Muda, sebaiknya kaupergi saja, kami tidak akan melukaimu,” ucap si kakek tua menyarankan.

Ucup terkekeh mendengarnya, lalu melepaskan tangan di bahu si kakek tua. 

“Buka jalan untuknya!” imbuh si kakek tua meminta kepada anggotanya.

Tiga orang pria langsung berpindah posisi membuka jalan kepada Ucup.

“Pergilah!” Kakek Tua mempersilakannya dengan tangan terjulur ke arah pintu.

“Baiklah, aku akan pergi. Permisi!” kata Ucup melangkah santai melewati si kakek tua lalu mengedipkan sebelah mata.

“Ha-ha! Maksudku, pergilah kau ke neraka!” Setelah berkata demikian, Kakek Tua itu langsung meluruh dan dengan gerakan yang cepat, lengan kanannya mengayun penuh tenaga memukul kepala belakang si pemuda di depannya.

Bugh! Brr!

Gelombang energi spiritual dari pukulan yang dilayangkan si kakek tua membuat dinding ruangan bergetar keras. Andai saja bukan Ucup yang terkena pukulannya ini, pasti akan remuk tengkorak kepalanya dan langsung mati seketika.

Ucup tersenyum kecut mendapati kepalanya terkena pukulan dari belakang. Ia kemudian membalikkan badan seraya menggelengkan kepalanya.

“Kakek, kau tidak sopan kepadaku!” kata Ucup terlihat kecewa.

Pada waktu bersamaan ia berkata, tangan kanannya mengayunkan pedang memenggal kepala si kakek tua di depannya. Aksinya itu tidak diketahui oleh semua anggota sekte yang berdiri mengelilinginya. Tiba-tiba saja, Ucup mencengkram rambut si kakek tua yang senapas kemudian, tubuh si kakek ambruk meninggalkan kepala yang tergenggam di tangan Ucup.

Sontak saja hal itu membuat semua anggota sekte terbelalak melihatnya. Mereka tidak mengerti bagaimana bisa kepala si kakek tua terlepas dari tubuhnya tanpa ada seorang pun yang melihat Ucup memenggalnya. Bergetarlah tubuh semua anggota sekte karenanya. Ketakutan mulai menghinggapi hati mereka yang tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan pemimpinnya.

Sayang sungguh sayang, rasa takut yang menyelimuti hati semua anggota sekte membuat mereka tidak menyadari sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka semua. Di samping itu, setelah menjalankan aksinya, Ucup meletakkan kepala yang digenggamnya di atas perut pemiliknya, lalu berjalan santai meninggalkan ruangan sambil bersiul merdu dan kedua tangan tergenggam di belakang punggungnya.

Mendengar siulan dari Ucup, semua anggota sekte tersadar dari lamunan ketakutannya, mereka semua menoleh ke arah Ucup yang telah sampai di ambang pintu. Berbarengan dengan putaran kepala yang menoleh ke arah Ucup, seketika itu pula kepala mereka terlepas jatuh dari tubuhnya. Selesai! Mereka semua mati dengan kepala terpenggal.

Di balik pintu, Ucup mengaktifkan mata semesta memindai area sekitarnya. Ia menemukan beberapa ruangan lainnya, namun tidak ada satu pun anggota sekte yang terlihat olehnya.

“Sepertinya mereka sedang menjalankan misi, …, sudahlah, sebaiknya aku kembali menemui keluarga kekaisaran,” gumam Ucup memutuskan.

Setibanya di depan ruangan yang ditempati oleh para bangsawan, Ucup tidak melihat keberadaan mereka semua, hanya mayat dari gerombolan anggota sekte yang berserakan di lantai. Ia kemudian melanjutkan langkah ke ruangan yang ditempati keluarga kekaisaran.

Beberapa langkah kaki Ucup berjalan, tampak terlihat olehnya, Ratu Luo Yun bersama Putri Zhao Ning berdiri di luar pintu ruangan. Keduanya tersenyum penuh arti melihat kedatangan pemuda yang sengaja dinantikan keduanya.

Bahagia bercampur cemas merasuki sanubari Ucup melihatnya. Namun, Ucup bukanlah pemuda amatiran. Ia mampu menyembunyikan kedua perasaan itu dengan sangat baik. Biarpun begitu, ia tak bisa menampik pesona keduanya yang sangat memanjakan mata.

“Sebaiknya aku menjaga jarak dengan keduanya,” pikir Ucup. 

“Nyonya Ratu dan Nona Putri, sedang apa kalian berdua di sini?” tanya Ucup begitu sampai di dekat keduanya.

“Tuan Muda, aku dan putriku sengaja berdiri di sini untuk menunggu kedatangan Tuan Muda. Mohon maafkan kami!” ucap Ratu Luo Yun dengan santun.

“Mengapa harus kalian? Aku tidak ingin semua orang berpikir yang bukan-bukan kepadaku.” Ucup sedikit menunjukkan ketidaksukaan diperlakukan demikian.

“Aku yang memintanya!” tegas suara seseorang dari balik pintu, “mohon, Tuan Muda memaafkan keduanya!”

Ucup menoleh ke arah suara dan langsung tersenyum setelah mengetahui orang yang berbicara tak lain adalah Kaisar Zhao Dang.

“Kaisar Zhao …. Kaisar terlalu berlebihan kepadaku, bukankah kalian memiliki martabat yang harus kalian jaga?” tegur Ucup.

Kaisar Zhao Dang mengepalkan kedua tangan dan sedikit membungkukkan badan. 

“Sekali lagi, maafkan kami! Tuan Muda telah berulang kali menyelamatkan kami, sudah selayaknya kami semua memperlakukan Tuan Muda dengan rasa hormat,” kata Kaisar Zhao Dang dengan tulus.

“Terima kasih, Kaisar Zhao, aku menerimanya. Sebagai sesama makhluk yang berbudi, tentunya kita harus saling menolong antarsesama,” balas Ucup, lalu mengajak ketiganya memasuki ruangan. 

Di dalamnya, ia memperhatikan semua orang tidak begitu bersemangat, terutama para bangsawan yang terlihat masih traumatis dengan semua yang dialami. 

Ucup memahami kondisi itu, lalu berbalik ke arah Kaisar Zhao Dang dan berkata, “Kaisar Zhao, kembali ke wilayahmu tidaklah mungkin dilakukan saat ini. Aku harap untuk sementara waktu, kalian ikut bersamaku ke Kota Luyan, di sana kalian bisa menetap sampai dipastikan keadaan aman untuk kalian kembali ke wilayah kalian di Kekaisaran Zhao …. Bagaimana?” 

Terpancar kebahagiaan di sorot mata sang kaisar begitu mendengarnya. Ia melirik pada anak dan istrinya lalu kembali menatap Ucup dan berkata, “Itu yang kami semua inginkan, Tuan Muda. Tentu saja kami tidak ingin mengalami kejadian serupa. Aku sebagai kaisar mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuan Muda yang berkenan melindungi kami.”

“Tidak perlu berkata formal seperti itu, aku memahami kondisi kalian semua,” balas Ucup, “untuk mempercepatnya, aku akan memasukkan kalian semua ke alam jiwaku.”

Kaisar Zhao Dang terkejut mendengarnya. Dari yang pernah diketahuinya, seseorang yang memiliki alam jiwa hanyalah para penguasa tertinggi di alam semesta ataupun seorang cultivator yang menembus ranah tertinggi dalam hirarki kekuatan. Ia akhirnya sadar alasan ayahnya, Zhao Lang sangat menghormati pemuda yang berdiri di depannya. Setelah menyadarinya, Kaisar Zhao Dang langsung menjatuhkan diri berlutut di depan Ucup. Namun, belum sampai lutut kaki Kaisar Zhao Dang menyentuh lantai, Ucup dengan sigap menariknya.

Begitu pun dengan Ratu Luo Yun dan Putri Zhao Ning yang tiba-tiba merasa malu memiliki niat mendekati Ucup. Keduanya tertunduk dengan perasaan yang ambigu.

1
🦂⃟Dα᩺м᩺αᷫяSabrang
santai jln ceritanya dan rada ngabanyol👍👍👍👍
🦂⃟Dα᩺м᩺αᷫяSabrang: eeeh gagal??? emang minta apa...?? 😂😂🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️
total 2 replies
Speed Lite
Luar biasa
Putra_Andalas
😁😂🤣
Putra_Andalas
Ngac3n9 toh...!?? 😂
Buang Sengketa
sebenarnya bagus tapi Mau bagaimana lagi kalo tak da keuntungan didapat.... semangat penulis
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ko tamat, kan ceritanya belum selesai 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
namanya jg ratu kegelapan, pasti seram 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ada ratu unyu" 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ga kebalik tuh omongan kamu Cup 😆😆
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mungkin di daerahnya ga ada cwo tampan ya 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ucup gitu loh 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pertempuran tingkat tinggi nih sampai ga kelihatan wujudnya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
〈⎳🥑⃟HIATUS
Aku gelay Weh!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Ohok!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Daging panggang overcook 🤣
〈⎳🥑⃟HIATUS
monster kok unyu?
Aku jadi geli 🤣
〈⎳ 故事結束
Mohon maaf kepada semuanya. Author terpaksa menamatkan novel ini karena belum beruntung mendapatkan hasil. Pada kesempatan berikutnya, author akan lebih berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan kualitas karya dan kembali menghibur pembaca.

Salam somplak dan see you.🙏

Tertanda,


UCUP REKBER 😁
Bukan siapa-siapa 🤗: See u and thankyou, Cikgu. ☺
total 2 replies
Bukan siapa-siapa 🤗
aku suka kata-katanya☺
〈⎳🥑⃟HIATUS
Wadidaw, astaghfirullah istrinya begitu banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!