NovelToon NovelToon
Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Status: tamat
Genre:Romansa / Pihak Ketiga / Penyesalan Suami / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Sering dibully oleh keluarga sang suami, serta mertua dan ipar yang mulai ikut campur dalam rumah tangganya. Pernikahan impian yang semula tergambar indah, seketika berubah.
Memiliki suami yang mulai dingin, membuat Tari tergoda untuk berpaling.
Bermula dari reuni, Tari mulai bermain api. Akankah api itu menghangatkan atau justru membuatnya terbakar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Bukan Salahku, Indahnya Reuni Bagian 33

Oleh Sept

Nasib apes bagi Tari, mungkin ini akan menjadi puncak kemarahan sang suami. Sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan, sesuatu yang membuat mata lelaki itu memerah karena menahan amarah.

"Katakan padaku! Siapa laki-laki kurang ajar itu?"

Dewa mencengkram rahang Tari cukup keras, sampai mamanya Ibel tersebut meringis sakit.

"M ... Mas."

"Berani sekali kau selingkuh di belakangku?" Dewa sangat marah. Ia melepaskan tangannya dan mendorong Tari cukup keras.

Dengan emosi yang tidak terkontrol, Dewa yang selama ini acuh terhadap telepon seluler milik sang istri, saat itu langsung mencari keberadaan benda pintar tersebut.

Tari melotot melihat ponsel sudah pindah tangan. Benda pintar dan pipih itu kini berada dalam kuasa Dewa. Pria itu mencoba membuka layar, tapi tertutup sandi.

"Katakan betapa sandinya!" sentak Dewa dengan arogan.

Tari tidak mau menjawab, dia merasa tidak perlu menjawab pertanyaan laki-laki itu. Lagian, suaminya jauh lebih para. Tari pernah melihat suaminya menyimpan foto-foto wanita dalam ponsel Dewa. Begitu juga di laptop lelaki tersebut, Dewa tidak lebih suci dan bersih daripada dirinya. Jadi mereka sebenarnya sama saja.

"Cepat katakan!" bentak Dewa cukup keras.

"Kembalikan hpku!" Tari mulai berontak. Ia mau merebut paksa Hpnya, tapi Dewa langsung menyembunyikan di balik punggungnya.

"Kau berani padaku sekarang? Hem?"

Dewa mencengkram lengan Tari dengan keras, dan Tari mencoba melepaskan diri. Keduanya terlibat cekcok mulut dan juga sedikit adu fisik.

"Aku mau cerai!" teriak Tari saat Dewa tidak melepaskan cengkraman tangannya.

"Tutup mulutmu!" ujar Dewa.

Dari jauh, samar-samar terdengar suara isakan Ibel. Anak itu rupanya terbangun dan menangis melihat orang tuanya ribut.

Tari langsung menepis tangan suaminya, kemudian merapikan kancing baju dan mendekati Ibel. Namun, sayang sekali. Tiba-tiba Dewa muncul dari belakang kemudian menepis tubuh Tari.

"Mas!"

Ibel sudah berada dalam gendongan Dewa, pria pergi ke kamar anak kemudian menutup pintunya dari dalam.

Tari jelas panik, ia mengendor pintu agar dibuka. Karena tidak lama kemudian terdengar suara tangis Ibel.

"Mama ... Mama."

"Ibel! Diam!" sentak Dewa.

"MAMA ..."

Dewa yang pikirannya sudah tidak beres, dia langsung melotot tajam. Baru kali ini Ibel melihat papanya marah. Dan dia kelihatan amat takut sekali.

Anak kecil itu sesenggukan sambil memeluk boneka.

Sedangkan Dewa, dia berkaca pinggang. Mondar-mandir di dalam kamar.

"Siapa pria brengkes itu?" gumam Dewa yang masih emosi.

Tari terduduk di depan pintu kamar, me'nekuk kakinya dan menunggu Dewa keluar membuka pintu.

Malam itu, Ibel kembali tidur dengan mata yang sembab. Ia tidur di sebelah papannya. Sementara Tari, wanita itu tertidur di sofa.

***

Tok tok tok

"Mas ... Mas."

Tari terbangun dan mengetuk pintu kamar lagi.

KLEK

Dewa terbangun, tapi langsung menutup pintunya sebelum Tari memeriksa masuk ke dalam.

"Mas, kenapa melarangku masuk? Aku ibunya!"

"Kau mau cerai, kan? Tinggalkan rumah ini."

Tari menelan ludah.

"Aku mau Ibel."

Dewa mencebik. Kemudian menyimpan kunci dalam sakunya.

"Mas! Mas Dewa gak bisa begini! Aku yang melahirkan Ibel, aku yang merawatnya selama ini!"

"Cukup! Tidak usah banyak bicara! Kau mau cerai? Kau tidak sebaik seperti apa yang aku pikirkan. Aku juga sudah muak, apalagi kau sudah tidak punya harga diri."

Tari tersentak, tapi apa yang dikatakan Dewa benar. Gara-gara Rio yang meninggalkan bekas kecupan di sekitar lehernya. Masalah ini pun menjadi sangat panjang.

"Apa aku mengenal laki-laki brengsekkk itu?"

Tari langsung membuang muka.

Drettt ... drett ..

Ponsel Tari bergetar, dengan cepat Dewa langsung mengambil smartphone tersebut. Tari melotot melihat suaminya yang mengangkat telpon miliknya.

Untuk sesaat, Dewa menempelkan ponsel itu ke telinga, kemudian mengatakan sesuatu pada orang yang menelpon.

"Datang ke sini, Brengsekkk!"

1
Eva Nietha✌🏻
Nyosor trus ampe pasrah
Eva Nietha✌🏻
Kapok kalian
Eva Nietha✌🏻
Nah cwe panuan hamil 👏🏻👏🏻 good biar dewa n tari pisah
Eva Nietha✌🏻
Huhhhhh knp aq deg2 an ya 😆😆
Eva Nietha✌🏻
Iman q ga kuat .. langsung terbayang2 Rio klo jd tari 🤣🤣🤣🤭
Omha Achun
Luar biasa
Bunda Aish
wa ..wa.... siap-siap ya jangan sampai kedatangan si menyesal karena tiada guna
Bunda Aish
kalau kayak gini sepertinya gpp selengki dibalas selengki, mana lebih untung kayak nya buat Tari /Applaud//Facepalm/
Sky Blue
Pdahal berharap klw Dewa sdar akan sgala kekurangannya. bkan malh melalkukan hal² konyol kek gitu.
Surati
bagus
Modish Line
sok tau bgt lu ....laki2 tua dr mana coba?
Modish Line
Karena lu egois
Modish Line
Tim Riolah ....Dewa mah buang aja ke laut
Dewa Dewi
wahh minta ditabok nih mulutnya si Dewa 🤬🤬 sial bgt Tari punya suami kaya Dewa udh tukang selingkuh, keluarganya toxic semua lagi
Dwi Fadilah
Luar biasa
kakaika
garuk pake besi 🤣
Jihan Yuni
alur cerita nya bagus... karakter nya jg bagus saya cerita nya
komalia komalia
mau nya si s dewa nya menyesali sama orang tua nya
komalia komalia
udah baca godaan mantan
komalia komalia
pastisi dewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!