NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Kelahiran Kembali Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:340.1k
Nilai: 3.9
Nama Author: Mr. Jay H

Andre Winato berutang banyak dan jatuh bangkrut setelah gagal investasi. Istri dan putrinya meninggal secara tragis, dan keluarganya hancur. Bertahun-tahun kemudian, dia berhasil bangkit dan menjadi seorang miliarder.

Suatu hari, saat terbangun dari tidur, tiba-tiba dia menyadari bahwa dirinya kembali ke hari yang membuatnya menyesal seumur hidup! Istri dan putrinya masih hidup! Dia bersumpah untuk menebus semua kesalahannya terhadap istri dan putrinya!


Jgn lupa like vote dan gift ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Jay H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Jenna mengangkat kaki untuk menendang tubuh Andre. Namun, Andre juga tidak menghindar dan menerima tendangan Jenna.

Jenna berkacak pinggang, lalu menghirup napas panjang dengan emosi tinggi.

"Andre, apa kamu orang nggak tahu malu yang bisa diusir?"

"Kenapa kamu selalu menempel pada orang lain?"

"Cepat pergi dari sini! Tunggu sampai manajerku keluar. Kamu nggak akan bisa pergi!"

"Jangan membuatku emosi di sini!"

Jenna belum selesai bicara, tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya dari belakang Jenna sambil meletakkan tangannya di belakang. Kemudian, si pria menatap Jenna.

"Apa yang kamu lakukan saat bekerja?"

"Apa kedua orang ini adalah kerabatmu?"

Jenna membetulkan pakaiannya, lalu segera berbalik dan membungkuk hormat kepada pria paruh baya itu.

"Pak Hadi, mereka datang untuk membeli rumah."

Pak Hadi memperhatikan Andre dan Irwan. Kedua orang ini, yang satu mengenakan jas rapi, kelihatannya seperti orang kaya. Sementara yang satu lagi, memang dia tidak mengenakan barang mewah di tubuhnya. Namun, bekerja dalam bidang mereka tidak boleh menilai orang hanya dari penampilan. Siapa yang tahu kegemaran orang kaya itu seperti apa?

"Kalau memang mau membeli rumah, persilakan masuk dulu. Jangan lupa, kamu sudah dua bulan nggak ada penjualan. Kalau kamu terus menumpang hidup di tempat kerja, nanti kamu akan jadi orang pertama yang aku pecat saat perusahaan melakukan PHK!"

Pak Hadi meletakkan tangan di balik punggungnya, sementara Jenna hanya bisa menghela napas.

Sudah dua bulan tidak ada penjualan, tetapi itu bukan kesalahan Jenna. Melainkan Pak Irwan si kejam ini. Setiap kali Jenna sudah susah-susah bekerja dan mengikuti sebuah proyek. Namun, saat proyek hampir berhasil, Pak Irwan akan menyerahkan proyek itu pada orang lain. Kemudian, membuat alasan yang enak didengar seperti, Jenna baru bekerja, jadi masih harus banyak berlatih dan belajar.

Belajar matamu!

"Silakan duduk...."

Jenna mempersilakan Andre dan Irwan untuk duduk sambil menahan emosi.

"Bukankah kamu mau membeli rumah?"

"Mau beli rumah apa? Lokasi, ketinggian gedung, besar kecilnya, dengan harga seperti apa?"

Ujar Jenna sambil melihat komputer.

Andre hanya tersenyum. "Enam kawasan di sekitar Jalan Kumar, seluruh rumah besar, rumah yang murah. Aku mau membelinya. Paling baik kalau bisa serah terima dalam satu minggu ini. Aku akan membayar penuh."

Jenna menganggukkan kepala, lalu membuka daftar perumahan di Jalan Kumar.

"Rumah di Jalan Kumar semuanya adalah gedung tua. Harganya cukup murah. Rata-rata di harga 55 juta rupiah. Coba lihat apa kamu punya permintaan tertentu mengenai dekorasi dan lokasi lantai."

"Tunggu dulu...."

"Apa maksudmu dengan mau semuanya?"

Jenna menghentikan tangannya, lalu melirik Andre.

Andre hanya tersenyum. "Maksud harfiahnya, di sekitar Jalan Kumar, seluruh rumah besar dan rumah yang murah. Aku mau semuanya. Permintaanku hanya satu, harga rata-rata setiap rumah nggak boleh di atas 44 juta rupiah."

"Kira-kira butuh sekitar 150 unit rumah."

Jenna langsung berdiri dari kursinya, mengernyitkan alis dan menggebrak meja.

"Andre, apa kamu senggang sampai nggak tahu mau ke mana, terus datang permainkan aku ya?"

"Kamu mau semuanya, 150 unit rumah?"

"Sekalipun kamu jual semua hartamu sampai jual diri, kamu juga nggak bakal punya uang satu juta. Orang seperti kamu, kenapa nggak berkaca aja. Masih mau beli 150 unit rumah!"

"Pergi, cepat pergi dari sini!"

Jenna mengangkat kakinya untuk menendang, tetapi Andre berhasil menghindar.

Sementara Pak Hadi yang berada di belakang Jenna terbatuk singkat.

"Jenna, apa-apaan kamu? Sekarang kamu sedang

mewakili Properti Trust!"

"Kenapa kamu bersikap seperti ini kepada tamu?"

Jenna tampak serbasalah karena tidak bisa mengutarakan kesedihannya.

"Pak Hadi, dia sama sekali nggak punya uang untuk beli rumah. Dia adalah kakak iparku. Dia akan segera bercerai dengan kakakku. Dia ini pemain saham bodoh, setiap hari nggak kerja dan cuma bermalas-malasan!"

"Orang seperti ini, jangankan beli rumah, beli toilet aja nggak mampu!"

"Kalau dia benar-benar mau membeli rumah nggak masalah. Tapi, dia malah mempermainkanku. Dia bilang, mau beli 150 unit rumah di sekitar Jalan Kumar. Unitnya makin besar, makin bagus!"

"Cuih!"

"Kita saja, Properti Trust, jumlah total penjualan tahun lalu nggak sampai 150 unit. Kenapa kamu bisa bicara tanpa malu?"

"Berbohong saja nggak pakai catatan lagi. Andre, kalau kamu bisa mengeluarkan uang 60 miliar untuk membeli rumah, hari ini aku akan ganti nama dan ikut dengan nama keluargamu!"

Jenna bicara dengan wajah merah padam karena emosi.

Dia paling tidak suka melihat Andre yang suka bicara membual. Seorang pemain saham yang setiap hari bermalas-malasan. Padahal dia datang untuk mencari Jenna, tetapi malah berbohong bahwa dia mau beli rumah!

Apa-apaan ini?

Pak Hadi mendengar cerita Jenna, wajahnya yang penuh senyum tampak sedikit suram.

"Pak, kami akan menyambut kalau Anda datang untuk membeli rumah. Tapi, kalau kamu datang untuk mencari masalah, kami terpaksa harus menghubungi polisi."

"Jujur saja, aku belum pernah mendengar ada yang sanggup membeli begitu banyak rumah, 150 unit rumah sekaligus."

"Kalau Anda benar-benar punya 60 miliar, silakan tunjukkan pada kami. Setelah kami melihatnya, baru kita lanjutkan masalah 150 unit rumah."

Pak Hadi berujar dengan tangan di balik punggungnya. Tatapannya yang melihat Andre tampak yakin jika Andre tidak punya uang sebanyak itu.

Siapa yang tidak dikenali Pak Irwan jika dapat mengeluarkan uang 60 miliar di seluruh Kota Surawa? Orang yang tidak dikenal seperti Andre, apalagi masih kakak ipar dari Jenna. Mimpi jika dia bisa mengeluarkan 60 miliar.

Nanti kalau Andre tidak bisa mengeluarkan uang, Pak Irwan akan menggunakan alasan ini untuk memecat Jenna sekaligus.

Gadis muda ini memang cukup cantik, tetapi dia sama sekali tidak pengertian. Sudah bekerja selama setengah tahun, tetapi Pak Irwan belum juga bisa menyentuh tangannya. Bahkan, Jenna tidak pernah memberi hadiah ketika hari raya.

Orang semacam ini, untuk apa tetap bekerja di perusahaan?

Lebih baik pecat saja sekalian....

Andre melirik singkat ke arah Irwan. Oleh karena Jenna dan Pak Irwan tidak percaya padanya. Jadi, dia juga malas menjelaskan kepada mereka berdua.

Cara yang terbaik adalah memperlihatkan 60 miliar kepada mereka.

Irwan menyerahkan kartu ATM. Ini adalah kartu silver yang dimiliki pelanggan kaya di bank. Biasanya hanya pelanggan dengan nilai simpanan dua ratus juta rupiah, baru bisa memiliki kartu silver semacam ini.

Pak Hadi melihat kartu di tangan Irwan. Hatinya langsung tersentak. Namun, dia tetap mengambil mesin POS. Hatinya masih merasa beruntung, cukup banyak orang yang bisa memiliki kartu ini. Namun, belum tentu setiap kartu berisi 60 miliar.

Jenna tertawa dingin.

"Orang miskin untuk apa berpura-pura seperti orang kaya?"

"Apa kamu sendiri nggak sadar diri sampai mana kemampuanmu? Masih berpura-pura kaya raya dan mengeluarkan kartu. Nanti, kalau dalam kartu nggak ada uangnya, aku mau lihat bagaimana caramu keluar dari pintu gerbang kantor kami?"

1
brajamusti
mc edannnn
brajamusti
mc pekok.. susis.. gada harganya.. goblok
brajamusti
mc setannnnnnn
MOCH ABDURRACHMAN
Alhamdulillah sangat baik
Membo 69
terlalu ribet...skip sampai chapter ini saja ..🙏
Membo 69
alurnya dibuat berbelok-belok biar kelihatan seru ..itu aja
Membo 69
bukan istrinya yg bodoh tapi alur cerita nya dibuat kabur. . sebenernya persolan selesai jika andre mengatakan kepada Bastian ..Jessy bisa masuk kerja atas bantuannya balasbudi Bastian pada suaminya..tapi ngga diceritain. itulah yg buat cerita jadi ribet😆😆😆
GUNAWAN YK
kirain gua doang yg ngakak di episode enih /Facepalm/
Yanti Budisaputri
Luar biasa
Aries Hikmal
Lumayan
Bagus Handoko
Luar biasa
Raja Baca
apaan neh, udh tamat ??????????? gitu doang ???????? yg bner aje min
Raja Baca
anak tunggal ?? lha si Jenna yg kerja di property Trust siape dong ???? /Facepalm/
Raja Baca
lha bukannya dibeli dgn harga 1M ya ? /Grimace/
Halibus
lanjut
Halibus
truskan
Max Dillon
tolong pembaca cari novel tulisan penulis lain daripada baca novel penulis ini sebab tiada 1 pun novel yang ditulis oleh penulis ini mampu dia tamatkan
Max Dillon
saya syorkan pada semua pembaca jangan membaca novel tulisan penulis ni, sebab tiada 1 pun cerita yang mampu penulis ini tamatkan.🤮🤮🤮🤮🤮🤮
Wardani Lestari
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
jessy yg bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!