Arisha Alfatunisa (Nisa), Nisa dan dan suaminya yaitu Niko Pratama (Niko), sudah menjalani rumah tangga selama 5 tahun tetapi mereka juga belum di karuniai seorang anak berbagai cara telah mereka lakukan tetapi juga belum membuahkan hasil sampai akhirnya mama Erina sang ibu mertua menganggap kalau Nisa itu mandul.
Nisa yang dari awal memang sudah tidak di sukai oleh ibu mertuanya sudah biasa mendapat omongan pedas tetapi hatinya bagai di hantam oleh batu ketika sang ibu mertua meminta suaminya untuk menikah lagi, dan yang lebih sakitnya suaminya telah menghamili wanita yang selama ini jadi pilihan Mama Erina untuk jadi madunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss.MH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 33
Setelah acara makan siang selesai, kini semuanya pulang dengan pasangan masing masing, Mommy safa pulang bersama Daddy Albert, ketika Daddy Albert baru saja sampai di resto, Daddy Albert langsung meminta supir pribadi mommy safa untuk pulang terlebih dahulu biar nanti Mommy safa akan pulang bersamanya. Begitu pun dengan Kelvin sebelum kembali ke kantor dia akan mengantar Nisa pulang terlebih dahulu, tadinya Nisa minta di antar ke apartemen Kelvin untuk mengambil barang barang miliknya tetapi oleh Kelvin di larang biar saja barang barangnya di simpan di apartement jadi jika kapan kapan Nisa menginap di Apartement bisa di pakai lagi barang baranya, alhasil Nisa pun mengiyakan ide dari Kelvin.
Kini Kelvin dan Nisa sedang dalam pwrjalanan menuju rumah Nisa, sesekali Nisa memperhatikan pria tamapan di sampingnya sampi membuay Kelvin menjadi salah tingkah.
“kenapa sayang, ko dari tadi kamu lihatin mas begitu?” Tanya Kelvin
Sampai saat ini Nisa masih bingung dengan perasaannya, tetapi siapa sih yang tidak akan jatuh cinta jika di perlakukan seperti seorang ratu, kalau di lihat Nisa juga sama, kalau dia sadar sebenarnya dia sudah mulai mengagumi Kelvin semenjak pertama kali Nisa bertemu yang tidak sengaja ketika insiden jatuh dari tangga itu. Nah semenjak itu Nisa terkadang pernah memikirkan Kelvin, tetapi Nisa berusaha menyangkal akan perasaanya, kalau sebenarnya dia sudah mulai tertarik dengan Kelvin.
“Gak papa mas” ucap Nisa gugup karena ketahuan kalau dirinya sedang memperhatikan Kelvin.
***
Sedangkan Misya dia baru ingat ketika di pengadilan, sebelum pergi Nisa sempat memberikan sebuah map kepada suaminya, dia di buat penasaran oleh map tersebut, dia mencari di kamar dirinya dan juga bekas kamar Nisa tidak juga menemukan apa yang dia cari, lalu Misya mencari di ruang kerja suaminya yang terletak tidak jauh dari kamarnya, tidak kunjung menemukan map tersebut, lalu dia berpikir apa suaminya menyimpan map tersebut di kantornya.
Akhirnya Misya pun mencoba untuk mencari ke kantor suaminya, dengan beralasan dia akn mengantar makan siang buat Niko, keluar dari ruang kerja suaminya dia meminta bi ijah untuk menyiapkan makanan untuk suaminya lalu dia kembali ke kamarnya untuk bersiap.
Mama Erina melihat menantunya keluar kamar sudah berpakaian rapih, dia heran dengan Misya kenapa perut sudah sebesar itu masih saja berpergian terus, dan kalau di kasih tahu selalu aja menjawab dan banyak alasan tidak seperti Nisa, Nisa dulu waktu masih jadi menantunya kalau di minta ini itu selalu mengikuti perintahnya. Mama Erina tidak menyadari kalau dia membandingkan kelakuan Misya dan juga Nisa mantan menantunya.
“Kamu mau kemana Misya sudah rapih begitu?” Tanya Mama Erina
“Aku ingin makan siang bareng sama mas Niko mah di kantornya” jawab Misya
“Kenapa tidak suruh saja Niko untuk makan di rumah, kamu tuh jangan pergi pergi terus, mama hanya takut ada apa apa sama kandungan kamu” ucap Mama Erina
“Mas Niko masih meeting mah, kalau nunggu mas Niko selesai terus pulang ke rumah itu kelamaan, aku sudah lapar tapi babynya maunya makan sama papanya” ucap Misya bohong.
“Ya sudah terserah kamu lah, setiap di kasih tahu pasti ada saja alasannya” grutu mama Erina dan langsung berlalu meninggalkan Misya di ruang makan.
Misya tidak memperdulikan omongan ibu mertuanya, dia mengambil makanan yang sudah bi ijah siapakan, lalu bergegas keluar rumah dan memasuki mobil yang akan di kendarai oleh supir menuju kantor suaminya.
Sesampainya di Kantor Misya langsung menuju lantai atas, di mana letak ruangan suaminya berada, karena semua kariyawan sudah mengenal Misya jadi Misya tidak perlu melapor terlebih dahulu. Sesampainya di depan ruangan suaminya Misya langsung menanyakan keberadaan Niko kepada sekretarisnya.
“Lili, suami saya ada di dalam?” Tanya Misya
Lili, sekertaris Niko kaget melihat istri bosnya berada di hadapannya, pasalnya bosnya tidak memberikan pesan apapaun kalau istrinya akan datang ke kantor.
“tuan sedang meeting nyonya” jawab Lili
“Berapa lama lagi selesainya?” Tanya Misya memastikan suaminya ada di dalam atau tidak. Dan ternyata keberuntungan sedang menyertai misya ksrena suaminya sedang tidak ada di ruangannya.
“Mungkin setengah jam lagi baru selesai nyonya” jawab Lili
“Ya sudah saya tunggu di dalam saja” ucap Misya
“Baik nyonya” sahut Lili, lalu membukakan pintu ruang kerja Niko mempersilahkan nyonyanya untuk masuk.
“Mau saya buatkan minum nyonya?” Tanya Lili
“Tidak usah, kamu tinggalin saya saja, saya mau istirahat sembari nunggu suami saya datang” pintah Misya langsung mendudukan pantatnya di sofa.
“Baik nyonya, kalau begitu saya tinggal dulu” pamit Lili
“Hemm” sahut Misya
Sepeninggalan Lili sekretaris Niko, Misya mulai aksinya untuk menggeledah ruang kerja suaminya, dari sudut ke sudut Misya berusaha mencari map tersebut, ketika dia sedang mencari di balik rak rak buku, tiba tiba ada yang membuka pintu dan Misya pun bergegas langsung mendudukkan kembali pantatnya di sofa yang tersedia di ruang kerja Niko.
Niko selesi meeting langsung kembali ke ruangannya dengan diikuti asistennya di belakangnya, sesampainya di depan pintu ruang kerjanya Lili menghentikan langkah Niko.
“Maaf tuan Niko, di dalam ada nyonya Misya sedang menunggu anda”ucap Lili ketika menghamoiri Niko yang hendak memasuki ruangannya.
Mendengar ucapan sekretarisnya Niko mengerutkan keningnya kenapa tiba tiba Misya datang ke kantor dan tidak mengabarinya terlebih dahulu kalau akan datang ke kantor ucap Niko dalam hati.
“Sudah dari kapan dia datang?” Tanya Niko
“Sekitar tiga puluh menit yang lalu tuan” jawab Lili
“Ya sudah, Al kamu kembali saja ke ruangan kamu dulu, nanti setelah istri saya pulang kamu kasih laporannya ke saya” ucap Niki
“Baik tuan” sahut Ali
Niko pun langsung memasuki ruangannya, Niko melihat istrinya tengah duduk di sofa sembari memainkan handphonenya.
“Loh mas, kamu sudah selesai?” Tanya Misya melihat suminya masuk, dia pura pura memainkan Handphinenya supaya suaminya tidak curiga.
“Hemmm, tumben kamu kesini tidak ngabarin dulu?” Tanya Niko langsung duduk di ujung sofa, melihat suaminya duduk di ujung sofa jauh darinya, Misya langsung menggeserkan dusuknya tepat di samping suaminya.
“Iya mas maaf ya aku tidak ngabarin kamu, soalnya tiba tiba babynya mau makan bareng sama papanya katanya” ucap Misya bohong sembari mengusap perutnya.
Setelah mereka selesai makan, Misya langsung pamit paulang ke rumah, ternyata tidak sesuai harapan, Misya pulang dengan tangan kosong tidak mendapatkan apa yang dia cari.
***
Kesokan harinya selesai sarapan Nisa sudah di jemput oleh Kelvin, sesuai janjinya Sabtu ini dia akan datang ke mansion keluarga Osmond.
Kelvin senang Nisa bisa datang ke mansion di saat weekand karena pas weekand dia libur kerja, jadi bisa menghabiskan banyak waktu bersama Nisa, tetapi sesampainya di mansion tidak sesuai harapan, di mansion Nisa langsung di kuasai oleh Mommy safa membuat Kelvin kesal.
“Assalmualaikum”
“Waalaikim salam” sahut mommy safa
“Mommy dimana mom?” tanya Kelvin yang mendengar suara mommynya tetapi dia tidak terlihat wujudnya.
“Mommy si dapur sayang” sahut mommy safa dari dapur, lalu Kelvin dengan menggandeng tangan Nisa menghampiri Mommy safa.
“Hai sayang” sapa mommy safa ketika melihat Kelvin dan Nisa menghampirinya.
“Hai mom” sahut Nisa mau mencium Momny tapi tidak jadi karena tangannya kotor.
“Daddy dimana Mom?” Tanya Kelvin sembari menghampiri momnynya.
“Mungkin di belakng lagi kasih makan ikan dan burung burungnya” jawab mommy safa
“Mommy sedang buat apa mom, ada yang perlu Nisa bantu tidak?” Tanya Nisa ketika melihat wanita paru baya di hadapannya seperti sedang membuat olahan sesuatu.
Sebelum menjawab pertanyaanNjsa, Momny safa memperhatikan putranya yang duduk di bangku depan dapur dan padangannya terus tertuju pada Nisa yang ada di samping mommy safa.
“boy kamu ngapain disitu, mendingan sana temenin dadsy kamu di halaman belakang dari pada disini pasti kamu mau gangguin Nisa kan, mommy kan mau masak berdua sama Nisa tidak mau di ganggu siapa pun” ucap Mommy Safa menatap putranya.
“mommy mah, orang aku tuh mumpung lagi libur kerja, Kelvin mau ngabisin waktu weekand berdua sama Nisa” ucap Kelvin
“Iya mas, lagian kamu ngapain hanya diam disitu mendingan kamu temani daddy kasian daddy sendirian” ucap Nisa
“baiklah, baiklah mas akan temani daddy” ucap Kelvin langsung menibggalkan area dapur.
“Mommy lagi buat olahan apa mom?” tanya Nisa lagi
“Mommy lagi buat kue kue bolu yang seperti jaman dulu itu loh sayang, yang ada bolu pandan, ada yang bolu zebra, dan juga bolu marmer, nah sekarang mommy mau buat yang pandan, dulu Mommy waktu SMA dengan sahabat mommy tuh sering sekali buat bolu ini sampai kita jual di sekolah, padahal dia dulu orang tuanya lebih mampu dari pada orang tua momny, tapi sahabat mommy itu mau ikut jualan bersama dengan modal kita ambil dari tabungan sekolah” jelas Mommy safa menjadi mengingat waktu dia masih gadis, dia membantu orang tuanya dengan jualan kue dengan modal yang seadanya dari mengambil tabungan sekolah bersama sahabatnya.
Nisa mendengar cerita dari mommy safa dia juga jadi teringat mendiang mamanya dulu ketika usaha papanya belum sukses, mamanya membuat toko kecil kecilan dia setiap pulang sekolah membantu mamanya membuat kue.
“Kamu kenapa sayang, ko melamun?” Tanya Mommy safa melihat Nisa terdiam sehabis mendengar dia cerita.
“Oh tidak papa mom, aku hanya teringat almarhum mama saja, dulu juga mama punya toko kue kecil kecilan pas aku masih sekolah SMP, setiap pulang sekolah aku sering bantu mama buat kue, dan dari situ Nisa menjadi hobi masak” jawab Nisa
“Oh ya, maknya mommy ngundang kamu hari ini, mommy dari dulu ingin merasakan masak bareng dengan anak mommy gitu, sedangkan anak mommy cowok, nah sekarang sudah ada kamu yang sudah mommy anggap sebagai putri mommy, momny mau melakukan banyak hal bersama kamu sayang, seperti masak bareng, shopping bareng, nyalon bareng semuanya lah” ucap Mommy safa membuat Nisa terharu, Nisa merasakan seakan dia mempunyai sosok ibu baru dalam diri mommy safa setelah mamanya tidak ada, kemarin kemarin ketika menikah dengan Niko, jangan kan masak bareng bersama ibu mertuanya sekali di ajak shopping saja di jadikan pembantu oleh ibu mertuanya, Nisa sampai meneteskan air matanya jika mengingat masa masa kehidupan dia selama menjadi mennatu dari keluarga pratama.
Mommy safa kaget melihat Nisa tiba tiba menangis, dia pun langsung mencuci tangannya dan menghampiri Nisa.
“Hei sayang kamu kenapa menangis, apa ada kata kata mommy yang membuat kamu tersinggung, jika ada kata kata mommy yang menyakiti hati kamu maafin mommy ya” ucap Mommy safa sembari menghapus air mata Nisa.
“Eh.., gak ko mom, mommy gak salah ko, Nisa hanya merindukan almarhum mama saja, apa boleh Nisa peluk momny” ucap Nisa
“Boleh dong sayang” Nisa pun langsung memeluk mommy safa, kamu yang sabar ya, kamu bisa anggap mommy sebagai mama kamu, mommy juga sudah menganggap kamu seperti putri mommy sendiri, jadi kalau kamu sedang kangen dengan kedua orang tua kamu, kamu bisa datang saja ke mansion, disini mommy dan juga daddy akan selalu menerima kamu sayang” ucap Mommy safa.
“Terimaksih ya mom, sudah sayang sama Nisa, Nisa merasa seperti punya mama baru lagi” ucap Nisa
Kelvin dan juga Daddy Albert yang baru saja memasuki mansion dari arah halaman belakang, saling pandang ketika melihat kedua wanita cantik yang berbeda generasi itu saling berpelukan.