NovelToon NovelToon
Putri Jenderal Yang

Putri Jenderal Yang

Status: tamat
Genre:Tamat / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Romansa
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Win

Yang Qing Xia di bunuh secara kejam oleh ibu tiri dan kakak tirinya. Belum puas melihat kematian adiknya, sang kakak melempar tubuh Qing Xia ke sebuah hutan yang terkenal sebagai sarang serigala.

Sebuah jiwa dari alam lain tiba-tiba terbawa dan masuk ke dalam tubuh Qing Xia. Jiwa itu menyadari keberadaannya di dalam hutan dan saat ini dia di kelilingi oleh kawanan serigala yang sedang kelaparan.

"Haruskah ku bunuh kalian semua?"

"Wanita yang benar-benar menarik!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33. Lamaran

"Qing Xia! Xia Xia! Xia Er! Qing Er!"

Han Ze Xin memanggil nama Qing Xia dengan berbagai macam panggilan, membuat Qing Xia merasa lucu tapi juga sebal.

"Aku mau tidur!" Qing Xia menutup tubuhnya dengan selimut.

Melihat wajah kesal Qing Xia, Han Ze Xin semakin tertarik untuk mengganggunya. Laki-laki itu terus-terusan menarik selimut yang di pakai oleh Qing Xia, membuat wanita itu semakin kesal dan marah.

Setelah menahan kekesalannya selama beberapa saat, Qing Xia menaikkan tubuhnya ke posisi duduk. Dia memukuli tubuh Han Ze Xin yang berada di depannya.

"Awwww!" rintih Han Ze Xin ketika lukanya terbuka lagi akibat dipukuli oleh Qing Xia.

"Kau baik-baik saja?" tanya Qing Xia dengan wajah khawatir, dia merasa bersalah telah menyentuh luka di punggung Han Ze Xin yang juga di sebabkan olehnya.

"Aku akan baik-baik saja jika kau membiarkan aku untuk melakukannya sekali lagi!"

Han Ze Xin melanjutkan kenakalannya, dia tidak ingin Qing Xia merasa bersalah atas lukanya. Dengan sengaja dia membuat wanita itu kesal dan marah-marah, untuk melupakan semua rasa kekhawatirannya.

"Maaf, lukamu...!" Qing Xia menunduk, dia tidak ingin ekspresi wajahnya terlihat oleh Han Ze Xin.

"Hanya luka kecil, jangan khawatir." Han Ze Xin mengelus kepala Qing Xia, dia mencoba untuk mengurangi perasaan bersalah di hati wanita itu.

Melihat Qing Xia diam saja, Han Ze Xin menurunkan tangannya ke wajah Qing Xia. Dia mengangkat dagu wanita itu hingga mereka saling bertatapan. Han Ze Xin tersenyum licik, dia mulai menyerang bibir Qing Xia lagi.

"Tabib cabul!" bentak Qing Xia sambil meronta, namun tak dihiraukan oleh Han Ze Xin. Dia terus melahap seluruh tubuh Qing Xia, hingga semua bagian kulitnya tersapu oleh bibir dan lidahnya.

Setelah selesai di siksa semalaman oleh Han Ze Xin, Qing Xia memejamkan mata. Tubuhnya terasa lelah, namun hatinya sangat bahagia.

"Semoga kebahagiaan ini bertahan sampai akhir." benak Qing Xia.

Hari mulai terang, Qing Xia membuka matanya yang masih berat. Dia menatap ke samping, melihat wajah Han Ze Xin yang tertidur pulas sambil memeluknya. Wanita itu tersenyum, dia membelai wajah Han Ze Xin yang mulus tanpa noda lalu mengecup pipinya.

"Han Ze Xin, bangun! Sudah pagi, pelayan ku akan segera datang." bisik Qing Xia dengan suara pelan.

Han Ze Xin membuka mata, dia langsung tersenyum saat melihat wajah Qing Xia di depan wajahnya.

"Selamat Pagi, Permaisuriku!" ucap Han Ze Xin tanpa sadar, matanya kembali terpejam.

"Permaisuri?" tanya Qing Xia keheranan.

Han Ze Xin dengan cepat membuka kembali matanya, dia menatap Qing Xia yang kebingungan karena panggilan Permaisuri yang baru saja dia sebutkan.

"Qing Xia, sebenarnya aku adalah...!"

Tok Tok Tok!

Suara ketukan pintu membuat kata-kata Han Ze Xin terputus, Qing Xia dengan cepat mengusir laki-laki itu dari kamarnya.

"Pergi dari sini, aku tidak ingin menjadi bahan pembicaraan menggantikan Fang Ai Li." sindir Qing Xia.

Han Ze Xin tersenyum, dia merasa senang karena Qing Xia merasa cemburu terhadap Fang Ai Li. Bukti jika wanita itu benar-benar peduli dengan hubungan mereka.

Han Ze Xin mengecup kening, kedua pipi lalu bibir Qing Xia. "Sampai jumpa nanti malam!" ucapnya lalu menghilang dalam sekejap.

Setelah kepergian Han Ze Xin, Qing Xia menatap ke arah pintu, dia melihat Su Xi Yan berdiri di depan pintu bersama dengan Shan pengawalnya. Qing Xia membuka pintu kamar, Su Xi Yan langsung menerobos masuk ke dalam. Dia melihat sekeliling ruangan, seperti sedang mencari seseorang.

"Apa yang kau lakukan tadi malam?" tanya laki-laki itu dengan wajah kesal dan marah.

"Apapun yang aku lakukan, bukanlah urusanmu. Keluar!" ucap Qing Xia dengan wajah dingin.

Su Xi Yan mencurigai Qing Xia, dia mencium aroma pria lain dari kamar milik adik angkatnya itu. Karena marah dan cemburu, emosi Su Xi Yan hilang kendali. Dia menarik pakaian Qing Xia ke bawah, membuat kain yang menutupi tubuh Qing Xia menjadi berantakan dengan bagian atas tubuh yang sedikit terbuka.

Su Xi Yan membelalakkan matanya ketika dia melihat jejak tanda merah keunguan di tubuh Qing Xia. Bukan hanya satu atau dua, tapi hampir penuh menutupi kulit tubuhnya.

"Plakkk!"

Su Xi Yan menampar wajah Qing Xia, darah segar terlihat di sudut bibirnya. Qing Xia menaikkan tatapannya yang sempat menunduk akibat tamparan tersebut. Dia menatap Su Xi Yan dengan mata yang memperlihatkan kebenciannya terhadap laki-laki itu.

"Keluar!" ucap Qing Xia sembari mengepal erat telapak tangannya.

Qing Xia berusaha untuk sabar dan tidak melawan laki-laki itu. Karena bagi Qing Xia, laki-laki itu adalah anak dari penyelamat nyawanya. Dia akan menerima perlakuan kasar yang masih dalam batas wajar, hanya demi kedua orang tua angkatnya saja.

Su Xi Yan sendiri merasa terkejut dan menyesal setelah menampar wajah Qing Xia, dia tidak sadar ketika melakukan tindakan kasar itu. Entah kenapa hatinya seperti terbakar api, dia merasa marah dan juga kecewa saat mencium aroma dari laki-laki lain di kamar Qing Xia.

Su Xi Yan mencoba untuk menyentuh wajah Qing Xia, namun tangannya di tepis oleh wanita itu. "Maaf, aku benar-benar tidak sengaja." ucapnya merasa bersalah.

Laki-laki itu menyesali perbuatannya, dia menatap luka di bibir Qing Xia yang masih berdarah. "Maafkan aku!" ucapnya sebelum meninggalkan kamar Qing Xia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Han Ze Xin kembali ke kediaman Han, setelah tiba di sana, dia menemui ibunya terlebih dulu. Han Ze Xin duduk di depan Se Se dengan wajah yang merona merah. Membuat Se Se bertanya-tanya, apa yang sedang dipikirkan oleh putranya.

"Ibu, aku mau melamar Nona Su secepatnya. Kalau bisa sekarang juga!" ucap Han Ze Xin sambil tersenyum riang.

"Sepertinya putra ibu berhasil melelehkan hati Nona Su." goda Ibunya sambil tertawa.

Han Ze Xin tersenyum lebih lebar lagi, dia menatap mata Se Se lalu berkata kepadanya. "Dan juga, aku punya kabar baik untuk Ibu dan Ayah."

"Kabar baik apa itu?" tanya Se Se penasaran. Dia menuang teh ke dalam sebuah cangkir, teh itu di berikan kepada Han Ze Xin yang masih tersenyum hingga wajahnya terlihat seperti orang bodoh.

"Ibu dan Ayah sudah memiliki cucu." jawab Han Ze Xin dengan wajah bangga.

"Cucu? Kau menghamili anak gadis orang?" tanya Se Se dengan nada tinggi dan mata yang membesar.

Han Ze Xin menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, dia tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Se Se segera berdiri, dia berjalan dengan cepat ke arah Han Ze Xin. Laki-laki itu sudah bersiap dan pasrah jika ibunya akan memukulinya sampai mati. Namun ternyata, Se Se malah memeluk tubuh putranya.

"Bagus sekali, kerja bagus putraku!" puji Se Se sambil menepuk punggung Han Ze Xin.

"Ibu memang yang terbaik!" benak Han Ze Xin.

Se Se tertawa dengan begitu bahagia, membuat suami dan anak perempuannya menjadi penasaran. Mereka berdua baru saja tiba di ruang keluarga, keduanya lalu bertanya kepada wanita itu.

"Ada apa ini? Ibu terlihat sangat senang." tanya Han Ze Xia.

"Istriku, apa yang sedang kamu tertawakan? Apakah ada hal baik yang aku lewatkan?" tanya Han Ze Xuan sembari berjalan ke samping istrinya.

"Xuan, selamat! Xuan sudah menjadi seorang Kakek!" Se Se tersenyum lebar sambil menatap wajah suaminya. Dia lalu melanjutkan ucapannya, "Ayo pergi, kita harus menyiapkan lamaran untuk Nona Su!"

Se Se menarik lengan Han Ze Xuan, mereka berjalan keluar, meninggalkan kedua saudara kembar itu di dalam ruangan.

"Kak, kau benar-benar akan menikahi wanita janda itu?"

Han Ze Xia memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Qing Xia, dia tidak rela jika kakaknya yang tampan dan selalu menjadi rebutan para Nona bangsawan, harus menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda.

"Xia, jaga bicaramu! Qing Xia akan segera menjadi kakak iparmu."

Han Ze Xin tentu mengerti apa yang ada di dalam pikiran adiknya, tapi dia tidak peduli dengan status Qing Xia yang menyandang gelar seorang janda. Dia hanya ingin hidup bersama dengan wanita yang dia cintai, tanpa melihat status dan masa lalunya.

Apalagi status janda Qing Xia hanya sebuah kebohongan belaka, sebuah kebohongan yang tercipta karena kesalahan dari Han Ze Xin di masa lalu. Laki-laki itu semakin yakin untuk memenuhi tanggung jawabnya, tanggung jawab yang terasa manis dan sesuai dengan keinginannya.

Han Ze Xia menatap dengan kesal wajah Kakaknya. Dia bersumpah akan menggagalkan pernikahan di antara Han Ze Xin dan Qing Xia.

Sementara itu, Se Se sedang mengumpulkan ratusan pelayan. Mereka ditugaskan untuk mengangkat 88 peti kayu yang berisi barang-barang berharga dan juga emas untuk melamar Qing Xia. Setelah semuanya dikumpulkan, Se Se menyuruh Ling Er untuk mengantarkan semua hadiah lamaran ini ke kediaman Su.

Rombongan pelayan dari kediaman Han membawa 88 peti harta menuju ke kediaman Su. Sepanjang jalan di ramaikan oleh kicauan dari orang-orang yang menonton dan melihat dengan berbagai macam perasaan.

Ada yang merasa senang, ada yang iri, ada yang cemburu, ada yang marah pula. Fang Ai Li berdiri menatap rombongan itu, dia sangat marah ketika mendengar pelayan berkata jika keluarga Han sedang mengirimkan lamaran kepada keluarga Su.

Fang Ai Li sudah lama memasukkan seorang mata-mata yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Han. Pagi ini, dia mendapat laporan dari pelayan tersebut, laporan tentang lamaran dari keluarga Han kepada keluarga Su.

Fang Ai Li tidak mempercayai ucapan dari pelayannya, itu sebabnya dia ikut melihat keramaian di tengah jalan. Mata Fang Ai Li menatap tajam ke arah rombongan, dia begitu marah hingga wajahnya memerah.

"Akan ku bunuh wanita itu! Akan ku bunuh semua orang yang berani merebut Han Ze Xin dariku!" benak Fang Ai Li.

Rombongan tiba di kediaman Su, seorang pelayan segera berlari masuk ke dalam untuk menyampaikan kabar ini kepada Tuan dan nyonya Su. Kedua suami istri itu berjalan keluar, mereka menyambut kedatangan tamu dengan ramah.

Ling Er baru saja masuk ke ruang tamu, dia memberi hormat kepada Tuan dan Nyonya Su.

"Tidak perlu memberi hormat, kami hanya seorang pedagang." Tuan Su merasa terbebani karena Ling Er menundukkan kepalanya.

"Maafkan saya yang sudah mengganggu waktu anda berdua. Saya datang mewakili Nyonya kami untuk melamar Nona Su." ucap Ling Er sambil tersenyum. Dia menyerahkan selembar surat kepada Tuan Su.

Tuan Su membuka surat itu lalu membaca isinya. Mata Tuan Su membesar ketika mengetahui isi dari surat. Dia melihat ratusan nama benda mahal tercatat di atasnya, di sertai dengan 10 peti kayu yang berisi emas.

"Maaf Nona, ini semua hadiah dari kediaman Han?" tanya Tuan Su seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.

Tuan Su terkejut, dia tidak menyangka kediaman Han akan mengirimkan surat lamaran kepada putri angkat mereka yang sudah berstatus janda, bahkan memiliki seorang anak.

"Nyonya Su juga tak kalah terkejutnya dengan suaminya. Dia menatap peti kayu yang berjumlah 88 buah lalu menatap wajah Ling Er yang masih tersenyum di depannya.

"Apakah kalian salah mendatangi kediaman?" tanya Nyonya Su.

"Tidak, saya sudah datang ke tempat yang tepat. Saya datang untuk melamar Nona Su Xia Qing." Ling Er melihat sekeliling ruangan, dia mencari keberadaan Qing Xia. Karena tidak menemukan keberadaan Nona Muda di keluarga Su, Ling Er bertanya kepada Nyonya Su.

"Di mana Nona Su? Saya tidak melihatnya sejak tadi."

Su Xi Yan baru saja tiba di sana, mendengar kata Nona Su, membuat laki-laki itu terperanjat. Dia segera masuk ke ruang tamu untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan di dalam.

Mengetahui jika niat kedatangan Ling Er adalah untuk melamar Qing Xia, Su Xi Yan dengan segera berkata dengan suara tinggi, "Aku menolak lamaran ini!"

Qing Xia pun tiba di ruangan itu, dia langsung menyanggah ucapan dari Su Xi Yan. "Saya menerima lamaran ini!"

Su Xi Yan menatap ke arah Qing Xia, dia berjalan mendekat ke arah wanita itu. Su Xi Yan memegang kedua pundak Qing Xia lalu berteriak di depannya.

"Apa kau gila? Kau tau siapa yang melamarmu?"

"Orang yang melamar Nona Su adalah Tuan Muda kami, Han Ze Xin." jawab Ling Er yang berada di samping Qing Xia.

"Kau dengar itu? Cepat tolak lamarannya! Kau tidak boleh menerima lamaran ini." ucap Su Xi Yan dengan nada yang memerintah.

"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh menerima lamaran nya?" tanya Qing Xia dengan wajah kesal.

"Kau tidak akan bahagia bersamanya. Kalian berasal dari dunia yang berbeda." jelas Su Xi Yan.

"Apa maksudmu dengan dunia yang berbeda?" tanya Qing Xia penasaran.

"Dia itu seorang Pangeran!" jerit Su Xi Yan.

Hati Qing Xia bagai tersambar petir, dia tidak pernah menyangka jika laki-laki yang dia cintai itu ternyata seorang pangeran. Sekejap hatinya merasa ketakutan dan juga cemas. Takut dia akan kehilangan kebahagiaan yang baru saja dia rasakan dan cemas memikirkan masa depan yang akan dia hadapi apabila menikahi seorang pangeran.

"Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mempertahankan perasaan cinta ini?"

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Nania Nia
Luar biasa
GuGuGaGa_90
Alaa... dh HBS... nk lagi
GuGuGaGa_90
terbaik.... aku suka Sgt...
Alfa Kristanti
Luar biasa
Jade Meamoure
gak heran sih kalo pangeran udah DP duluan baru nikah jaman sekarang aja banyak noh apalagi jaman dulu
Helen Nirawan
maka ny jgn asal comot aj , kan liat tuh bini lu , gila sinting , gk ada otak , ampun d , bini model gt racun in 😈😈😈
Sarah Arami
sip
Veri Andrian
Luar biasa
Jjlynn Tudin
heran aku kenapa lelaki boleh bediri berkali2 dlm sehari🫢
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
hwaiting
£rvina
Luar biasa
DN
kok aneh ya ... masa racun ganas PD jaman dahulu, obat nya berhubungan intim. apakah itu yg namanya obat perangsang....?? pdhl racun itu di berikan sedari Qing Xia kecil loh....
DN
Luar biasa
Angel Ribka
bukan orang munafik tapi sex bebas sebelum nikah gimana..... kalau sekarang sudah halal baru enak dibaca, maaf ya thor
Angel Ribka
ya kamu pelacur setiap disentuh gak pernah nolak
Angel Ribka
ceritanya sex bebas berarti pangeran tidak tahu tata krama sedang cerita kerajaan itu yang sering kubaca tokoh utama biasanya tahu moral dan etika,
Angel Ribka
pendekarnya perempuan pelacur ya kok selalu dilecehkan cowoknya dan selalu kalah gimana sich harga dirinya, ceritanya sebentar-sebentar diranjang
beybi T.Halim
awal yg bagus sat set.,mati
Grey
hey itu ajaran sesat😭
LEGIASTARI
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!