Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Sehari Menjadi Isteri Tuan Muda
Lin keluar kamar mandi menggunakan kimono, tuan muda Jiem mendekati Lin.
Itu koper besar warna Abu abu baju buat kamu, koper warna hijau untuk pakaian tidur dan koper kecil warna merah, pakaian dalam buat kamu.." ucap tuan muda Jiem sambil melangkah meninggalkan Lin di ruang ganti.
Setelah selesai mengenaka baju.
Lin melangkah menuju tuan muda Jiem yang sedang duduk di sofa kamar.
Tuan, mau mandi ? tanya Lin.
Tuan muda Jiem mengangguk, sambil melihat HP nya.
Kalau begitu, saya siapkan air hangat di bathtub..." ucap Lin pada tuan muda Jiem.
Lin melangkah ke kamar mandi untuk mengisi bathtub. Baru setengah terisi tuan muda Jiem sudah masuk ke kamar mandi menggunakan handuk.
Dan tuan muda Jiem melepaskan handuk di depan Lin, tanpa rasa malu.
Lin Tanpa sengaja melihat 'benda' tuan muda Jiem. Lin hanya menundukan kepalanya dan satu tangannya menutupi wajahnya.
Lin buru buru melangkah keluar dari kamar mandi, Jantung Lin berdetak kencang.
Lin membuka lemari dan kaget.
Didalam lemari hotel ini juga baju tuan muda Jiem terjejer rapi.
Kapan mereka memasukan ya, gumam Lin dalam hati.
Ahh...ngapain gue harus mikirin itu kata Lin dalam hati.
Lin meraih pakaian santai dan ****** ***** Jiem..
Baru pertama kali Lin memegang ****** ***** lawan jenis. Ada perasaan jijik, tapi mau bagaimana lagi. Dia harus melakukannya,
Karena sudah ada dalam surat kontrak.
Tapi di dalam hati Lin, Lin ikhlas melakukan apapun kerna tuan muda Jiem sudah menjadi suami yang sah dalam agama dan terdaftar di negara.
Lin meletakkan pakaian dan ****** ***** di atas meja.
Setelah selesai, Lin berjalan ke arah ruang tamu hotel. Lin melihat nenek Jiem dan sekarang sudah menjadi neneknya..
Lin berlari kecil menghampiri nenek.
Nek, Lin memegang tangan neneknya dan melangkah menuju sofa ruang tamu hotel.
Bocah Es kemana ? Tanya nenek pada Lin.
Tuan, Mandi nek, Jawab Lin.
Tuan ? kamu panggil apa ? Tanya nenek.
Suami sendiri kamu panggil tuan.
Memangnya kamu berkerja sama dia ?
Kamu itu istri dia..tidak enak kalau di dengar sama orang lain. Sambil mengusap rambut Lin dan menasihati Lin.
Maafkan Lin i-ya Nek, ucap Lin ketakutan
Kamu ga salah, yang salah Bocah Es itu, ucap nenek.
Selesai mandi. Tuan muda Jiem keluar dari kamar.
Dia melihat Lin sedang bicara dengan akrab layaknya cucu dan nenek.
Sudah akrab sepertinya mereka, gumam tuan muda Jiem sambil tersenyum.
Tuan muda Jiem melangkah menghampiri mereka.
Nenek lambat sekali pulangnya.
Cucumu sudah lapar sekali, ucap tuan muda Jiem
Sambil memeluk neneknya.
Lin baru ingat, Tuan muda belum makan.
Sekarang sudah jam 7 malam.
Bukannya cucu nenek habis belah durian, ucap nenek tertawa sambil melirik Lin.
Sekretaris Kim pun ikut tertawa.
Itu lain nek, tuan muda jiem membalas dengan santainya.
Kalau aku sudah belah durian, mana mungkin aku ada disini. Pasti masih di kamar sampai pagi, gumam tuan muda Jiem dalam hati.
Lin tidak mengerti apa yang di maksud nenek.
Dia hanya terdiam..kebingungan,,.
Ayo turun ke bawah nek, makan..ajak tuan muda Jiem.
"MNenek sudah makan tadi, sebelum pulang ke hotel. Sekarang Nenek mau istirahat. Kan kamu sudah ada istri kamu yang bisa temani.
Besok jam 6 pagi, Nenek sudah berangkat ke negara K****.. " Ucap nenek.
Kamu kapan pulang ? "Tanya nenek pada pada tuan muda Jiem.
Lusa,.Tapi aku ke Negara H*** dulu, ada meeting di sana.
Mungkin setelah itu aku pulang."
Kalau begitu nenek ke kamar dulu y, Ucap nenek.
Besok saya anter nenek ke bandara.." Ucap tuan muda Jiem.
Tidak usah, urus saja istri kamu saja.
Nenek bisa di anter sama sekretaris Kim" Ucap nenek.
Ya udah Kalau nenek maunya begitu.
Tapi jangan kangen sama si ganteng ini," ucap tuan muda Jiem sambil tertawa.
Bocah Es sudah bisa bercanda, ucap nenek sambil meledek.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu