*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN ADN VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL..
"Dia botak? Berkumis? Wajahnya berminyak dan dia hitam?" Ucap Mey yang membuat david berusaha menahan tawanya agar tidak meledak.
"Lebih para dari yang kau sebutkan tadi"
"Dia bontot? Pendek,gigi kuning dan memiliki perut yang besar" jawab Mey yang semakin membuat davit tertawa geli
"Sudahlah nanti kau sendiri yang akan melihatnya, sekarang tidurlah kita butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba"
"Kita akan keluar kota?"
"Mungkin"
Mey hanya menganguk lalu memejamkan matanya, mobil itu berjalan meninggalkan kota jakarta menuju kota bekasi. Hingga tibalah mereka di sebuah mension mewah yang terletak dipinggiran kota.
"Bawa nona kekamarnya, jangan biarkan dia terbangun dari tidurnya" perintah david yang diangguki para bodyguardnya
Sedangkan david langsung menghampiri Breyen yang sedari tadi memperhatikan mereka di atas balkon kamarnya.
"Kalian boleh pergi!"
What? Pergi david baru saja tiba dikota patriot ini beberapa menit yang lalu, yang benar saja pulang dikira jakarta bekasi tidak menguras tenaga. Ya semerdeka sang tuan saja mau tidak mau david menganggukinya.
"Pulang kemension belakang!" Titah Breyen lagi yang membuat david tersenyum senang setidaknya dia tidak perlu kembali ke jakarta.
"Assiap bos koh"
"Kemana gadis kecil itu?" Tanya Breyen lagi yang membuat david menahan kesal karana dia sudah berada diambang pintu.
"Kamar tamu" jawab David dengan nada kesal
"Sialan! Ya sudah sena pergi!" Usir Breyen
Setelah kepergian David, Breyen memutuskan untuk menemui Mey dikamar tamu yang berada disebelahnya
"Ini akan menyakitkan tapi aku tidak punya cara lain" gumam Breyen sambil mengelus puncak kepala Mey pelan.
hingga membuat Mey terbangun dari tidurnya karana merasakan sentuhan halus dari sang empu
"AHHHH" teriak Mey kencang yang membuat Breyen memutar bola matanya malas
"Jangan berteriak aku tidak tuli"
"Om kok ada disini? Dan aku sekarang ada dimana? Apa jangan jangan om menculik ku dari om david. Apa om tau om bisa terkena Tindak pidana penculikan secara umum diatur dalam Pasal 328-331 Kitab Undang-Undang Hukum Pid___" cerocos Mey yang membuat Breyen membekap mulutnya
Breyen hanya terdiam saja tanpa menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari mulut Mey tadi
"KAMU BISA DIEM TIDAK" bentak Breyen yang membuat Mey terhentak kaget
Kenapa Pria ini bersikap sangat kasar kepadanya, selama ini Breyen tidak perna membentaknya meski dia bersikap sangat dingin.
"Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak suka." Ucap Breyen lagi dengan nada tidak sekeras tadi
"Maaf" cicit Mey sambil menunduk
"Tidak apa, maaf juga sudah membentak dirimu" ucap Breyen lagi dengan bahasa formal
"Kau tau kenapa aku membawamu kemari?" Tanya Breyen yang dibalas gelengan oleh Mey
"Jika kamu tidak tau maka akan aku jelaskan padamu, kamu telah dijual oleh orang tuamu padaku dengan harga fantastis" ucap Breyen tanpa memandang Mey
"aku sudah tau" ucap Mey lagi seperti tidak terjadi apa apa mungkin ini akibat terlalu sering makan hati
"Lalu?" Tanya Mey lagi yang membuat Breyen tersenyum evil
"Karana kamu sudah terikat kepadaku maka kamu harus melakukan semua perintahku" ucap Breyen sambil melemparkan map kearah Mey
"Baca lalu tanda tangani" sambung Breyen lagi
"Surat perjanjian masa pelayanan" beo Mey
"Heem"
"Om yang benar saja ini semua akan merugikan Mey"ucapnya setelah membaca isi map yang dilempar oleh Breyen tadi.
"Isi Surat perjanjian masa pelayanan tuan muda
Pihak laki laki selalu benar
Pihak prempuan harus melayani pihak laki laki dari menyiapkan sarapan, air mandi,pakaian dan lain lain
Pihak prempuan harus mengikuti semua perintah pihak laki laki
Pihak prempuan harus membuat pihak laki laki selalu dalam mood yang baik
Pihak prempuan tidak boleh kemana mana tanpa seijin dari pihak laki laki
Pihak prempuan dianjurkan memuji pihak laki laki
Jika pihak prempuan melanggar maka pihak laki laki wajib memberikan hukuman
Pihak laki laki bisa mengubah aturan kapan saja ia mau
Jika pihak laki laki salah maka kembali ke peraturan nomor 1"
"Om sangat licik dan tidak punya hati" ucap Mey lagi
"Kamu benar aku memang tidak punya hati "
"Om?" Panggil Mey dengan memasang pupy eyesnya
"Aku akan mengikuti semua perintah om, tapi apa aku boleh mengajukan permintaan" lirih Mey yang diangguki oleh Breyen
"Aku masih boleh sekolahkan"
"Apa kamu pikir aku sejahat itu sehingga tidak memper bolehkan kamu sekolah" jawab Breyen yang membuat Mey tersenyum sangat manis
"Dan om tidak akan menikahiku kan?"
Menikah? Yang benar saja, Breyen tidak akan menikahi gadis didepannya ini karana itu semua tidak akan mungkin.
"Tidak akan" jawab Breyen dingin
"Om serius? Terimakasih om sangat sangat baik hati, aku tidak mau minikah muda seperti dinovel novel benar benar tidak masuk akal" senang Mey lalu menghambur kepelukan Breyen
"Lepaskan"
"Hehe maaf om aku terlalu senang, tapi kita ada dimana?"
"Mensionku besok baru kita pulang ke Jakarta, aku juga ada pertemuan dengan rekan bisnisku" ucap Breyen lalu diangguki oleh Mey
"Kamarku ada disamping kamarmu, dan cepat bersihkan dirimu" ucap Breyen
"Om bisa tidak jangan pakai bahasa formal begitu"cicit Mey karana merasa aneh sama seperti mereka pertama kali bertemu.
"Heem" Breyen hanya membalas deheman lalu meninggalkan kamar Mey menuju kamarnya
BERSAMBUNG....
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭