“Aku akan mengganti uang mu. Tapi tolong lepaskan aku.”
“Dengan cara apa kau membayar nya? Bahkan untuk selembar kain pun kau tidak memilikinya!”
“A—aku akan bekerja, dan membayarnya dengan cara mencicil.”
“Aku bukan tukang kredit! Menikahlah dengan ku, dan bersandiwara lah di depan kakek tua itu, setahun ke depan aku akan melepaskan mu dan membebaskan hutang mu!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berenang
...~Happy Reading~...
“Mau lihat sesuatu yang menyenangkan gak?” tanya Faisal dengan tersenyum penuh arti menatap pada Nichole.
Nichole mengerutkan dahi nya, tanda tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Faisal, “Setelah ini, aku yakin kamu bisa langsung berubah pikiran dan tau apa yang harus kamu lanjutkan selanjutnya.”
“Maksud nya gimana sih?” tanya Nichole masih tak paham.
“Diem aja ya, jangan berontak dan jangan pukul aku. Cukup diem dan rileks.”
Dan hal yang tak terduga, saat dengan tiba tiba Faisal langsung menangkup kedua pipi Nichole lalu mendekatkan wajah nya. Sontak saja, Nichole langsung menutup matanya dengan begitu erat, saat menyadari bahwa ternyata Faisal ingin mencium nya.
“Buka mata kamu,” bisik Faisal tepat di depan wajah Nichole, hingga saking dekatnya, keduanya bisa merasakan hembusan napas masing masing, “Kalungkan tangan mu di leherku.”
“Gak mau!” kata Nichole pelan.
“Percaya sama aku, aku gak bakal cium kamu. Tenang aja,” ucap Faisal membujuk, hingga akhirnya Nichole menuruti kemauan adik ipar lucknat nya itu, membuat senyuman tipis langsung terbit di wajah Faisal.
“Hitung sama sama yuk, satu...”
“Kamu mau belajar berhitung,” kata Nichole langsung berdecak.
“Ckck, hitung saja—“
Belum selesai Faisal berhitung, tiba tiba ia sudah mendengar suara teriakan bariton dari seseorang.
“Apa yang kalian lakukan!” pekik nya dengan nada begitu marah, sontak saja Nichole langsung memisahkan diri dari Faisal.
Nichole bisa melihat, bagaimana raut kemarahan di wajah suaminya. Rahang nya mengeras dengan tangan yang terkepal begitu kuat. Tatapan matanya begitu tajam dan menusuk, seraya berjalan menuju ke arah nya.
“D—Davis,” gumam Nichole sedikit merasa takut.
Dengan cepat, Davis langsung menarik tangan Nichole dengan kasar hingga gadis itu berdiri dengan sempurna di sebelah nya. Namun, matanya tak bisa lepas dari wajah sang adik yang terlihat menyengir tanpa dosa.
“Kita Cuma ngobrol aja Kak,” kata Faisal dengan santai.
“Mengobrol.” Ucap Davis dengan datar, lalu tanpa banyak berkata, dengan tiba tiba ia menendang tubuh sang adik begitu saja, hingga membuat faisal langsung terjebur ke kolam renang.
Byurrr!!!
“Faisal!” pekik Nichole spontan dan hendak menolong Faisal, namun tangan nya di tahan oleh Davis.
“Kakak, aku sudah mandi!” seru Faisal berdecak kesal saat matanya bertemu dengan sang kakak. Namun, walau begitu dalam hatinya bersorak bahagia karena ternyata rencana nya berhasil.
Ya, rencana untuk membuat davis salah paham. Dimana seolah olah, dirinya dan Nichole memang kalau di lihat dari belakang, memang terlihat seperti orang yang sedang berciuman. Jadi wajar bila davis marah, dan itu menandakan bahwa pemilik wajah datar itu sudah merasakan cemburu.
“Otak kamu yang harus di bersihkan!” ucap Davis masih dengan ekspresi wajah datar, namun terlihat begitu marah.
“Ini ada apa sih?” tanya kakek Austin yang tiba tiba datang karena mendengar suara keributan, “Astaga Faisal, kamu ngapain berenang malam malam?”
“Berenang Kek!” jawab faisal sedikit mendengus. Memang di luar ekspetasi nya, ia hanya ingin membuat kakak nya marah, tanpa kepikiran bahwa kakak nya akan tega menendang nya hingga terjebur ke kolam renang.
“Memang nya gak bisa berenang besok. Kenapa harus malam malam begini!” saut kakek Austin yang mempercayai ucapan Faisal, hingga tanpa sadar membaut Nichole menahan tawa nya.
Sementara itu, Davis yang melihat Nichole kembali tersenyum dan seperti menahan tawa nya pada Faisal, merasa bahwa kedua manusia itu semakin tidak beres. Davis segera menarik tangan Nichole dan membawa nya ke dala kamar.
“Mas, lepas dulu! Aku bisa jalan sendiri ih!” kata Nichole berusaha melepaskan cekalan tangan Davis, “Memang nya aku kambing, di tarik tarik begini!” imbuh nya menghela napas panjang.
...~To be continue .......