menceritakan seorang Arumi Amelia yang berpindah tubuh, ia masuk kedalam tubuh Gayatri Rumi.
keluarga Gayatri Rumi ini, dulu nya adalah keluarga bangsawan, namun karena kakak Rumi yang mengidap penyakit aneh, akhirnya, keluarga mereka di usir dari perkampungan dan menetapkan di pinggiran desa yang tidak terlalu jauh dari hutan.
setelah Gayatri sembuh, ia mengajarkan banyak cara bertani kepada keluarganya, dan akhirnya sampai mengubah kehidupan mereka.
lalu, bagaimana kisah selanjutnya..?? ikuti terus ya guys 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. bahaya
guys, maaf ya. otor memang sudah jarang update. karena kondisi sedang tidak sehat.🙏🙏
****
Gayatri berjalan kesana kemari mencari keberadaan keluarga nya.
"ada apa dek, kenapa kamu bolak-balik seperti itu..??" tanya Diran kepada Gayatri. ia menjadi bingung melihat adiknya kesana kemari mencari sesuatu.
"ayah, ibu dan kak Arga tidak ada di dalam rumah kak..!! kira-kira mereka kemana ya..??" ucap Gayatri dengan cemas. Diran yang mendengar penuturan adiknya pun langsung meletakkan barang bawaan yang ia turun kan dari kereta. kemudian berjalan mendekat kearah Gayatri.
"apa kamu yakin dek..??" tanya Diran. Diran juga langsung masuk ke dalam rumah mencari dan Melihat keluarganya.
"Rumi, orang tua kamu sedang dalam bahaya."ucap Rion bertelepati. Gayatri langsung terkejut dan menjadi kawatir bukan main.
"dimana mereka sekarang." tanya Gayatri dengan bertelepati. hatinya mulai resah.
"ayo..!!" ucap Rion. sebelum mereka pergi, Rion membuat pagar perlindungan untuk badiran yang masih bolak-balik mencari keberadaan orang tuanya.
syuuuttt...
mereka langsung menghilang dari sana menuju tempat dimana kedua orang tuanya dan saudara nya berada. tak butuh waktu lama, mereka telah sampai disana. terlihat tuan Senopati sudah terkapar dan sudah tidak sadarkan diri, sementara nyonya diaswari sedang berusaha membangun kan suaminya. disana juga terlihat, Arga yang berusaha melawan 7 penyamun yang tiba-tiba menghadang mereka.
Arga juga sudah kelihatan tidak berdaya, karena iya sudah kehabisan tenaga. Gayatri menjadi geram melihat orang-orang itu. terlihat satu orang akan melayang kan pukulannya kepada Arga. saat itulah Gayatri langsung menendang orang itu dan terpental jauh. Gayatri pun langsung melihat kearah kakaknya Arga yang sudah tidak berdaya. tapi ia masih berusaha untuk tetap kuat.
"kakak...!!" seru Gayatri. Arga tersenyum melihat Gayatri yang mendekat kepadanya, dengan senyum yang lemah, tapi sesaat kemudian ia langsung ambruk. para penyamun itu langsung menghentikan aksi dan menatap sosok perempuan yang membuat salah satu teman mereka terpental.
"heii..!!, siapa kamu...!!" seru salah satu dari kelompok penyamun itu. ia berjalan maju dua langkah kedepan. Gayatri menatap mereka dengan tatapan marah.
"kalian tidak perlu tau siapa saya,.." ucap Gayatri. dengan perasaan marah, ia langsung menyerang enam orang yang tersisa itu. masing-masing dari mereka terpelanting jauh karena mendapat pukulan dari Gayatri. ketua kelompok itu menganga tak percaya, karena biasanya di tempat ini, belum ada wanita yang pandai bertarung, apa lagi sampai mengalahkan mereka.
(sialan..!! siapa wanita ini, aku hampir mendapatkan harta benda mereka, tapi malah gagal karena perempuan ini..!!) batin nya dengan merasa marah. dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat semua anak buahnya terpental jauh dan langsung tak sadarkan diri. ada juga yang langsung meninggal. setelah itu, Gayatri menghentikan aksinya dan menatap kearah ketua kelompok yang melongo itu.
"sekarang giliran mu. bisa-bisanya kamu mengganggu keluargaku. aku tidak akan memberi ampun kepada orang yang mengusik keluarga ku." ucapnya dengan datar. ketua itu langsung ketakutan, ia juga dengan susah payah menelan ludahnya.
(sial, aku salah lawan.) batin nya lagi. ( sebaiknya aku kabur dulu, nanti pikirkan rencana kedepannya) ucapnya lagi.
"kamu tunggu saja pembalasanku" ucap orang itu dengan sombongnya. setelah itu, ia langsung meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan anak buahnya yang bergeletakan disana.
melihat kawannya pergi begitu saja, Gayatri ingin mengejar, tapi di hentikan oleh suara Rion.
( sudah, jangan dikejar. sebaiknya obati ayah dan kakakmu terlebih dahulu) ucapnya dengan telepati. Gayatri pun langsung menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan tubuhnya melihat kondisi di belakangnya.
***bersambung***