Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perayaan kelulusan.
"Wahhhhhh...," tawa bahagia seorang gadis yang baru lulus sekolah menengah atas.
Hari ini salah satu sekolah swasta ternama sedang merayakan kelulusan murid-muridnya. Mereka tidak melakukan acara kelulusan dengan acara mewah namun acara itu diselenggarakan cukup sederhana. dengan mengadakan perpisahan di salah satu kawasan pegunungan yang cantik dan eksotis.
"Ya ampun RinRin, mulutmu kalau terbuka jangan lebar-lebar, pohon aja bisa masuk bablas melewati mulutmu yang lebar itu." ledek Sean.
"Bisa tidak kamu menutup mulutmu itu, Sean? jika kamu tidak bisa menutup mulutmu aku pasti akan membuat staples ini menjepit mulutmu yang super duper lentur itu." balas Rin Rin yang terlihat kesal karena Sean selalu saja meledeknya.
"Habis mulutmu itu kenapa lebar banget, apa waktu kamu lahir itu kamu mengambil jatah mulut orang lain ya? pantas saja mulutmu itu selebar samudra seluas angkasa." Sean kembali menyindir RinRin, dia terus meledek Rin Rin hingga membuatnya kesal bukan kepalang.
"Sudah sudah.. ngapain sih kalian berantem terus-menerus, begini nih kalau kalian dijadikan satu kandang." sahut Meisya.
"Enak aja satu kandang! Kamu kira kami ini kucing!" bentak Rin Rin dan Sean bersamaan.
"Yah.. gitu aja tidak terima." ledek Meisya.
"Dasar monyong! bicaranya kelewat banget." balas Rin Rin.
"Berani banget kamu bilang aku monyong, dasar mulut lebar!" balas Meisya tak terima.
"Si bawel sama si rewel benar-benar cerewet." ledek Sean.
"Dasar hidung babi, Cu Pat kai!" bentak Rin Rin dan Meisya bersamaan. Sean langsung terdiam sembari menatap Rin Rin dan Meisya.
"Diam! dasar trio biang kerok!" bentak bu guru yang dari tadi mendengar perdebatan Rin Rin Meisya dan Sean. Memang ketiga makhluk perusuh itu selalu membuat kelas seperti berada di area mall, tidak ada diamnya dan selalu melempar umpatan-umpatan jika mereka disatukan.
"Duh.. kenapa juga aku ikut dimarahin. gara-gara kalian nih dua wanita julit." ledek Sean yang kemudian berlari bersama beberapa teman temannya.
Rin Rin dan Meisya sedang berjalan-jalan di sekitar pegunungan tersebut.
"Dengar ya, kalian jangan jauh-jauh mainnya, kalau kalian tersesat di hutan ini bisa berabe ibu guru mencari kalian!" seru ibu guru yang terlihat menatap Meisya dan Rin Rin.
"Kenapa melihat kami seperti melihat tersangka saja Bu, kami kan tidak melakukan apapun, lagi pula kami ini anak baik-baik kok..," ucap Rin Rin sembari tertawa cengengesan. hal itu membuat ibu guru bukannya percaya malah wanita itu menggerakkan dua jarinya seolah memberi peringatan keras.
"Ih ibu guru, cantik-cantik jutek banget sih, nanti ibu guru menakut-nakuti pak guru lho...," canda Meisya.
"Dasar murid bandel, awas ya, di hutan ini itu hutannya angker. Yang ibu guru dengar sih... hutan ini pernah makan para gadis-gadis julit dan suka bergosip." kata ibu guru yang membuat Rin Rin malah tersenyum geli. sedangkan Meisya malah dia menatap ke sekitar.
"Beneran bu guru? Apa ibu sedang menakut-nakuti atau itu beneran?" tanya Meisya waspada penuh curiga.
"Padahal tuh ya, wajah ibu guru lebih menyeramkan daripada hantu penunggu hutan ini. Coba ada hantu yang lebih menyeramkan dari bu guru, pastinya dia adalah ratu horor." bisik Rin Rin di telinga Meisya yang membuat Meisya menahan tawa.
"Ibu guru ini berkata beneran, kalian kira ibu guru lagi bercanda, awas ya kalau kalian ketemu setan di hutan ini. Aku sumpahin kalian ketemu setan yang lebih menakutkan daripada setan, mungkin nenek buyutnya setan." ujar ibu guru yang kemudian meninggalkan beberapa muridnya.
Karena hari masih sore tentu saja Rin Rin ataupun Meisya tidak takut, dia dan beberapa murid perempuan berjalan-jalan di sekitar kawasan hutan lindung tersebut.
"Hei, apa kalian dengar kalau di hutan ini ada kutukan yang sangat menakutkan loh..," ucap salah satu teman sekelas Rin Rin dan Meisya.
"Memangnya kutukan apa?" tanya Rin Rin penasaran.
"Katanya di sini pernah ada gadis bunuh diri, dia di teror oleh hantu tanpa kepala setelah pulang dari sini." jawab teman Rin Rin yang membuat Meisya langsung bergidik ngeri.
"Ih jangan cerita seperti itu dong, ini sudah mau malam, gimana nanti kalau kita tersesat..," kata Meisya.
"Ya pasti ketemu setan lah, mau ketemu apalagi." jawab Rin rin dengan nada santai.
Rin Rin, Meisya dan satu teman mereka berjalan-jalan di sekitar pepohonan yang ada di hutan, Mereka menatap beberapa pohon yang ukurannya super duper besar sekali.
"Ini bodynya seperti body si Yuna." canda Rin Rin yang diangguki oleh Meisya dan temannya.
Wuss..
ketika mereka sedang bercanda tiba-tiba saja angin berhembus menerpa tubuh mereka.
"Kenapa tiba-tiba ada angin kenceng banget." ucap Meisya.
"Iya, kok tiba-tiba bulu kudukku berdiri ya?" sahut teman Rin Rin.
"Ih jangan ngomong yang aneh-aneh deh.. matahari sudah sembunyi tuh, kalian jangan bicara yang aneh-aneh." kata Rin Rin yang mulai merasakan ada sesuatu yang menakutkan.
Tiba-tiba saja dari kejauhan tempat mereka, Rin Rin, Meisya dan teman mereka melihat bayangan sesuatu yang sangat menakutkan. Rin Rin yang melihat itu sontak tangannya menunjuk ke arah dia melihat sesuatu. dan.. tentu saja suara teriakan langsung menggelegar.
"Se-setan! setan!" teriak Rin Rin yang langsung lari tunggang langgang, kabur kacang-kacir meninggalkan kedua temannya.
Sedangkan Meisya.. dia berteriak begitu kencang hingga membuat hewan-hewan yang ada di hutan itu mereka langsung berhamburan. "Ha-hantu hantuuuu!!! nenek moyang hantu!!" teriaknya dengan suara yang begitu keras.
Berbeda dengan teman Rin Rin yang tanpa berkata dan bersuara, dia langsung pingsan di tempat.
"Rin Rin tunggu aku!" teriak Meisya yang berlari di belakang Rin Rin.
"Cepat lari yang kencang, lambat amat sih!" seru Rin Rin.
Tiba-tiba saja Meisya melihat ke arah depan, langkah kakinya langsung terhenti ketika melihat sosok yang ada di depan Rin Rin. "Ah ah ah ah ah ah!!!" teriak Meisya ketika melihat makhluk menyeramkan di belakang tubuh Rin Rin.
Rin Rin sontak menoleh dan melihat sesuatu yang benar-benar menakutkan. "Kyaaaaaaaa!!!! Cu Pat kai!!!!"
Wus...
Rin Rin dan Meisya lari terbirit-birit ketika melihat ada makhluk bertubuh manusia berwajah babi. Setelah Rin Rin dan Meisya kabur tunggang langgang, beberapa murid laki-laki tertawa terbahak-bahak. mereka membuka topeng mereka dan menertawakan para murid perempuan yang ketakutan.
"Hahaha... gitu aja takut." ledek Sean.
"Nyalinya aja sok besar, tapi ketika melihat hantu mereka langsung ngompol di celana." sahut murid laki-laki yang lain.
Ketika mereka menertawakan Rin Rin dan Meisya yang ketakutan, tiba-tiba saja ada suara berat di belakang tubuh para murid laki-laki, hal itu membuat keempat murid laki-laki itu langsung terdiam.
*bersambung*