NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 - Merubah Penampilan

Gladys terdiam cukup lama, matanya menatap kosong ke permukaan meja yang mengkilap seolah sedang menimbang setiap kata yang terucap. Jemarinya yang lentik namun pucat saling meremas di bawah meja, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang sempat luntur karena ketakutan. Napasnya yang semula tersengal perlahan teratur kembali, meski dadanya masih terasa sesak oleh perasaan yang bergejolak.

"Ide itu... terdengar sangat bagus," ucapnya pelan, suaranya masih bergetar samar namun jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. "Mungkin itulah satu-satunya cara agar aku benar-benar bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu yang mengerikan itu. Tapi..." Ia berhenti sejenak, menelan ludah dengan susah payah, keraguan kembali membayangi tatapannya. "Aku takut, Ad. Aku ragu pada diriku sendiri. Apakah aku sanggup hidup sendirian tanpa perlindungan siapa pun? Apakah aku sanggup menjadi orang asing di tempat yang baru? Dan yang paling penting... ke mana aku harus pergi? Aku tak punya kerabat, tak punya teman, tak punya satu pun tempat yang bisa kujadikan sandaran."

Adnan memperhatikan raut wajahnya yang penuh kebingungan, lalu dengan lembut namun tegas ia menjawab, "Kalau begitu, untuk sementara waktu kau bisa tinggal bersamaku."

Mata Gladys terbelalak lebar mendengar tawaran itu, tak menyangka akan mendapat bantuan secepat dan semudah itu. "Apa? Apa kau tidak salah bicara? Bagaimana bisa? Bukankah itu akan membahayakanmu juga? Jika mereka tahu aku bersembunyi di rumahmu..."

"Kita akan berhati-hati," potong Adnan mantap. "Rumahku cukup aman dan sepi. Setidaknya di sana kau bisa beristirahat dan menyusun rencana lebih lanjut sampai kau menemukan tempat yang cocok untukmu sendiri. Jangan khawatir soal risiko, itu sudah menjadi tanggung jawabku karena aku terlibat di dalamnya sekarang."

Air mata bahagia yang tak terduga kembali menggenang di sudut mata Gladys. Ia menatap Adnan dengan pandangan penuh terima kasih yang sedalam-dalamnya.

"Terima kasih, Ad... terima kasih banyak," ucapnya dengan suara tercekat. "Aku minta maaf... sungguh minta maaf karena sudah melibatkanmu dalam masalah seberat ini. Kau seharusnya tidak perlu menanggung semua bahaya ini gara-gara aku."

Adnan tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana yang mulai haru itu. "Jangan kira semuanya gratis ya," candanya ringan meski tatapannya tetap serius. "Aku juga butuh ganti rugi atas tempat tinggal dan perlindungan ini."

Gladys mengerutkan kening bingung namun penasaran. "Maksudmu?"

"Sebagai fotografer yang sedang membangun nama, aku sangat butuh asisten yang bisa diandalkan," jelas Adnan dengan tatapan yang tulus. "Kau akan membantuku di lokasi syuting, mengurus perlengkapan, mengatur jadwal, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaanku. Anggap saja itu sebagai bayaran atas bantuanku. Bagaimana?"

Bukannya merasa terbebani atau tersinggung, wajah Gladys justru seketika berbinar cerah seolah mendengar kabar paling menyenangkan. Senyum tulus yang pertama kali terukir di bibirnya, terlihat begitu manis dan menyejukkan hati.

"Dengan senang hati," jawabnya antusias tanpa ragu sedikit pun. "Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantumu. Aku janji akan menjadi asisten yang rajin dan bisa kau percaya sepenuhnya."

Adnan mengangguk puas. "Bagus. Kalau begitu, mari kita mulai sekarang juga."

Mereka berdua bangkit dari kursi secara bersamaan, meninggalkan cangkir teh yang tak tersentuh di meja dan berjalan keluar dari kafe yang hangat itu menuju udara luar yang lebih sejuk.

"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah penampilanmu sepenuhnya," ucap Adnan saat mereka berdiri di pinggir jalan. Ia segera mengarahkan langkahnya ke sebuah salon penata rambut yang cukup terkenal namun agak tersembunyi di kawasan itu.

Sesampainya di sana, setelah masuk ke ruangan yang bersih dan berpenampilan modern, Adnan langsung menyampaikan permintaannya kepada penata rambut, lalu menoleh ke arah Gladys yang berdiri di dekat cermin besar dengan penuh kecemasan.

"Tolong ubah dia menjadi seperti laki-laki," kata Adnan tegas.

Gladys tersentak hebat, matanya melotot tak percaya mendengar perintah itu. "Menjadi... laki-laki?" ulangnya dengan nada kaget yang nyata. "Maksudmu... memotong rambutku pendek sekali, mengubah gaya berpakaianku seperti pria?"

"Benar," jawab Adnan tenang namun serius, lalu menjelaskan alasannya dengan sabar melihat wajah wanita itu yang penuh kebingungan. "Dengar, Gladys. Ini demi keamanan kita berdua. Jika tetangga atau orang-orang di sekitarku tahu bahwa aku tinggal serumah dengan seorang wanita, mulut-mulut mereka akan mulai berbicara. Mereka akan berbisik-bisik, menebak-nebak, bahkan bisa menciptakan fitnah yang tidak-tidak. Itu akan sangat berbahaya bagi kita karena akan menarik perhatian yang tidak diinginkan dari orang-orang yang sedang kita hindari. Tapi jika kau terlihat sebagai seorang pemuda biasa, teman yang datang berkunjung untuk membantu pekerjaanku, semuanya akan jauh lebih aman dan tenang. Tidak ada yang akan curiga."

Gladys mengangguk perlahan mengerti logika di balik keputusan itu, meski jemarinya masih gemetar menyentuh ujung rambut panjangnya yang indah dan halus, satu-satunya kebanggaan yang dia miliki selama ini. Ia menarik napas panjang lalu mengembuskan pelan-pelan, memantapkan hati.

"Baiklah," ucapnya akhirnya dengan tekad yang bulat. "Lakukanlah. Apa pun demi keselamatan dan kebebasan ini."

 

1
Mita Paramita
sebagai pembaca sih maunya lanjut soalnya masih belum clear tentang asal usul tuh kamera ajaib dan Adnan sebetulnya ada perasaan sama Liza atau Gladys???🤨🤨🤨
Mita Paramita
fighting Adnan jangan negatif thinking kalo ada klien baru 🫣 setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan bala bantuan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Liza khawatir sama Adnan wajar sih tinggal serumah sama cewek asing tapi positif thinking aja Liza kan mereka cuma temen 🤣🤣🤣 malah
Mita Paramita
Adnan hati hati jangan sampe diburu lagi sama pengikut sekte teman" Gladys 🤨 semoga next dapet job yang gampang 🤣🤣🤣 gak ada drama kejar kejaran
Mita Paramita
kerjaan lancar nih Adnan tinggal laporan sama Fira 🤣🤣🤣 Gladys debut jadi asisten 😝 paket lengkap nih buat adnan ngembangin usaha nya biar lebih banyak klien. Thor kasih tau donk latarbelakang keluarga Adnan, kenapa ayah nya bisa punya kamera ajaib 🤨
Mita Paramita
sabar Adnan diomel klien 🤣🤣🤣 kebanyakan masalah sih makanya lupa punya kewajiban lain😝 auto mesti cari asisten nih 🫣
Rommy Wasini Khumaidi
ohalah,ternyata mimpi
Mita Paramita
Adnan mending jujur aja nih ke Liza kalo sekarang lagi nolongin Gladys yang nyamar jadi sepupu cowok 🤣🤣🤣 siapa tau Liza punya solusi masalah ini 🤨 nyimpen kebohongan ga baik kelamaan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan jadi salting 🤣🤣🤣 inget mimpi basah semalam untung cuma mimpi kalo jadi kenyataan bisa jadi rumit nih kedepannya 🤣🤣🤣
udah baca Thor novel terbarunya 🔥🔥🔥🔥seru
Desau: makasih selalu mampir kak🤭😍
total 1 replies
Mita Paramita
awwh Gladys jadi nakal gini🫣 namanya cowok normal pasti Adnan terbuai rayuan Gladys 🤣🤣🤣 jadi teman tapi mesra nih ujungnya 😝😝😝
MRYSS
tthor cerita si Angga kpn lanjut season dua nya udh hampir 2 tahun lebih gua nunggu
Desau: nanti ya kak, kebetulan aku belum dpt inspirasi terkait ceritanya 🤭
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
apakah itunya Adnan bisa berdiri?katanya Adnan diabetes thor?makanya novel yang sebelumnya direvisi karena Adnan anu² sama Liza
Desau: yg ini sdh kurevisi kak. di versi ini kubikin gk diabetes 😅
total 1 replies
TriAileen
samaaa dg diri ku. kl dg yg nama nya kecoa. mpe nangis2 dah q
A Sukanda
lanjutkan asiik ceritanya
A Sukanda
bagus
Mita Paramita
Adnan paket lengkap jadi cowok idaman Udah baik, penolong dan pantang nyerah dan ga takut kecoa 🤣🤣🤣 lanjut ceritain masalalu Gladys mungkin masih ada hubungan nya sama kamera ajaib
A Sukanda: keunapa ubah tamat nanggung bacanya nih
total 2 replies
Mita Paramita
Gladys jadi naksir gini sama Adnan 🤣🤣🤣 pesona goodboy Adnan gampang narik perhatian cewek disekelilingnya 😝
Mita Paramita
sandiwara genta sukses banget nih mba tari percaya 🤣🤣🤣 mungkin aja kedepannya Adnan dan genta bisa memecahkan misteri asal usul Kamera ajaib 😉
Mita Paramita
kasian ya Gladys kirain dia berniat jahat ternyata korban 🫣 Adnan selalu aja baik menolong siapa aja minta bantuan. Go Adnan 🔥🔥🔥
Mita Paramita
mungkin Gladys kena kutukan dari ritual itu makanya dia takut rekaman camera Adnan tersebar 🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!