NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33 Aku Menyukaimu!

"Bapak tadi ngomong apa sih sebenarnya, bikin Ibu Sekar sakit saja." Alle mengomel di perjalanan pulang. Setelah mengantar Sekar pulang dan menunggui ibu dari bosnya itu agar kondisinya sedikit lebih baik, Alle pamit pulang, tapi Aksa memaksa untuk mengantarnya.

"Memang ngomong apa?"

"Ya itu, untuk apa Bapak bilang seperti tadi? Bukannya bikin Ibu Sekar membaik malah jadi tambah pusing."

"Memang ada yang salah?" Aksa menoleh sekejap ke arah Alle yang duduk di sampingnya.

"Ya jelas salah, Pak. Membuat Ibu Sekar kepikiran dan tekanan darahnya naik itu adalah kesalahan Bapak."

"Mama itu harus tahu kalau aku ingin memilih jodohku sendiri, bukan dijodohkan seakan aku ini nggak laku saja."

"Tapi jangan suka bohong, Pak. Apa lagi menjadikan saya tameng. Saya nggak mau dimusuhi oleh Ibu Sekar dan tidak mau juga terlibat dalam urusan cinta Bapak yang rumit."

Aksa sering kali tak ingin hubungannya diketahui orang tuanya karena jika tahu wanita seperti apa yang Aksa pacari pasti Sekar langsung ingin menyudahi dan buru-buru mencarikan jodoh yang dirasa sepadan dengan status sosial mereka. Alle yang merupakan sekretaris Aksa pastilah menjadi sasaran utama untuk dimintai keterangan tentang siapa dan seperti apa kekasih Aksa.

Namun sekarang justru Alle yang dijadikan tersangka oleh Sekar. Ia dituduh telah menggoda Aksa dan mengacaukan rencana perjodohan yang Sekar rancang.

"Aku bohong? kapan?"

"Tadi Bapak bilang menyukai saya, itu hanya trik Bapak 'kan, agar Ibu Sekar tidak tahu hubungan Bapak dengan wanita pilihan Bapak? Bapak sendiri yang bilang kalau sudah memiliki pilihan."

"Aku memang sudah punya pilihan," jawab Aksa enteng.

"Nah itu masalahnya, Bapak sudah punya pilihan tapi masih saja melibatkan nama saya. Saya nggak terima Pak."

"Bagaimana aku nggak melibatkan kamu, kalau pilihanku itu adalah kamu."

"Apa?"

"Hmmm." Aksa mengangguk. Sedangkan Alle menatap pria yang tengah mengemudi itu tak percaya.

"Udah ... ah, nggak usah bercanda lagi, Pak. Nggak lucu!" sungut Alle.

Aksa menepikan mobilnya dan berhenti begitu saja di pinggir jalan. Ia menoleh menatap sekretarisnya dengan serius. "Sampai kapan kamu akan terus menghindar. Kita bukan remaja lagi, yang suka tarik ulur hubungan. Aku yakin dengan pengalaman kamu, kamu sangat tahu dan bisa menyimpulkan keseriusanku. Tapi kamu pura-pura nggak tahu."

"Ih ... Bapak ngomong apa, sih!" Tak tahan dengan tatapan Aksa, Alle memilih mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Menghindar dari sorot mata Aksa yang menyelidik.

Kalau harus jujur, Alle tahu. Ia juga bisa merasa sikap Aksa yang berbeda padanya akhir-akhir ini. Tapi ia berusaha menepis semua karena tak ingin dianggap terlalu percaya diri. Sebab ia tahu dan sadar akan siapa dirinya dan siapa itu Aksara Bumi.

Dari segi manapun, tak akan pernah ada kesetaraan di antara mereka. Dari status diri hingga status sosial. Semua pasti akan menimbulkan gunjingan di masyarakat. Alle tak mau itu terjadi, sebab ia tak ingin status jandanya menjadi bahan olok-olokan. Belum lagi dengan adanya Chilla, ia tidak ingin Chilla kena imbasnya.

"All ...." Aksa menyentuh bahu sekretarisnya.

Begitu Alle menoleh, pria itu membawa Alle agar menatapnya dengan benar. Dua tangan Aksa memegang bahu Alle. "Aku serius, aku ingin menjadikanmu istriku. Aku juga siap menjadi ayah untuk Chilla."

Bukannya menanggapi dengan serius, Alle justru tertawa. "Sudah, ah, Pak. Hentikan dramannya. Sudah keburu malam ini." Alle menunjukkan jam di tangan kirinya.

Aksa membuang napas kasar. Ia melepaskan tangannya yang ada di bahu Alle. "Sampai kapan kamu akan berpura-pura?"

"Idih siapa yang berpura-pura, Bapak kali ... Saya ini beneran pengen pulang Pak." Alle masih cekikikan.

"All, diam!" sentak Aksa membuat tawa Alle seketika mereda. Aksa kembali menjadi seperti Aksa yang dulu selalu ia lihat. Tegas dan garang.

"Aku menyukaimu, aku mulai jatuh cinta padamu, meski aku tidak tahu sejak kapan rasa itu muncul dan kenapa. Aku juga tidak peduli, karena menurutku cinta tak butuh alasan untuk terus tumbuh," ungkap Aksa.

"Aku bahkan tidak peduli dengan status jandamu atau pun status sosialmu, yang aku tahu aku jatuh cinta padamu."

Mata Alle hampir tak berkedip menatap pria di hadapannya. Apa yang Aksa utarakan membuat Alle tak mampu berkata-kata.

Apa yang yang harus ia lakukan?

Apa yang harus ia jawab?

Ini terlalu mendadak, Tuhan.

_______________________

Di kediaman orang tua Aksa, Sekar sedang duduk bersandar pada kepala ranjang sembari menikmati teh di temani oleh suaminya.

"Sebenarnya Mama itu kenapa? Pamitnya tadi mau ketemu Aksa, kok malah bikin repot Aksa," ujar Dewa.

"Bikin repot gimana, sih, Pa?"

"Lah, itu tadi pakai digendong-gendong Aksa segala."

"Papa sih, nggak tahu apa yang bikin tensi Mama naik. Aksa, Pa ... Aksa." Suara Sekar mulai naik satu oktaf.

"Kenapa dengan Aksa?"

"Masak dia bilang sama Mama kalau dia menyukai sekretarisnya yang janda itu, dan pengen nikahin dia. Orang tua mana yang nggak kaget, Pa, kalau anaknya suka sama janda. Aksa itu masih perjaka, Pa. Kualitas unggul. Kok bisa dia suka sama sekretarisnya yang janda itu. Kayak nggak ada perawan lagi aja di dunia ini. Ibu nggak bisa teriam itu, Pak!" ujar Sekar mengebu-gebu.

"Aduh ... Aduh ... Aduh ..." Baru juga selesai mengatakan apa yang ada di kepalanya dengan semangat, Sekar langsung memegangi kepalanya lagi. Ia mengulurkan teh yang baru ia minum seteguk itu pada suaminya.

"Kenapa lagi?" tanya Dewa sembari menerima cangkir teh dari istrinya.

"Kepala Mama, Pa, senut-senut lagi."

"Makanya, Mama itu jangan terlalu terbawa emosi. Jangan juga terlalu ngatur anak. Aksa itu sudah dewasa, Ma, wong umurnya saja sudah lewat dari tiga puluh tahun. Dia bisa menentukan pilihannya sendiri. Nggak perlu kita ini ikut campur terlalu jauh. Sebagai orang tua, kita cuma harus melihat dan mengarahkan jika Aksa sudah keluar dari jalurnya."

"Nah itu, Aksa sudah keluar jalur, Pa. Bagaimana Mama nggak ikut campur. Dia sudah salah dalam memilih pendamping. Apa kata keluarga besar kita nanti kalau tahu Aksa menikahi janda beranak satu." Nada emosi masih kental terasa dalam ucapan Sekar.

"Ma, nggak ada yang salah dengan status janda, yang salah itu kalau Aksa nggak suka sama perempuan. Itu yang namanya sudah keluar jalur."

"Papa kok ngomong gitu, sih?"

"Lah iya, ingat nggak sama anaknya pak Pramono yang dulu suka sama anak supirnya, karena nggak disetujui dan ditentang habis-habisan sama orang tua dan keluarga besar, dia malah nggak mau lagi jatuh cinta sama perempuan. Sekarang malah bikin orang tuanya repot karena harus nutupin skandal yang dibuat anaknya itu. Lebih repot mana, kita bicara ke semua orang kalau anak kita sudah menikah dengan janda atau anak kita menikah sama yang sejenis."

"Ih ... amit-amit, Pa." Wajah sekar menunjukkan rasa jijik, dan berharap hal itu tidak menimpa putranya.

"Ya, sudah, nggak usah dibikin repot. Lagi pula jodoh itu pilihan Gusti Allah. Bagaimanapun kita menolak dan tak menginginkan, kalau sudah jadi kehendak Yang Kuasa, kita tidak akan bisa mengubah takdir-Nya. Coba nanti kita cari tahu lebih lanjut tentang sekretaris Aksa itu. Selama ini 'kan, Mama hanya tau dia seorang janda tapi tidak pernah tahu bagaimana kepribadiannya. Mungkin dari situ nanti Mama bisa mengenal wanita pilihan Aksa lebih jauh, dan bisa membuka hati Mama untuk bisa menerima dia," tutur Dewa.

Sekar nampak memikirkan ucapan suaminya yang terdengar bijaksana. Ia memang tidak pernah tahu seperti apa kepribadian Alle yang sesungguhnya. Sekar hanya menerima informasi tentang cara kerja alle dengan Aksa dan juga status wanita itu yang merupakan seorang janda.

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!