NovelToon NovelToon
Tanah Wonosobo

Tanah Wonosobo

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Lansia / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Duda / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Langit 2

Mereka berdiri di atas tanah yang sama, namun dengan suasana yang berbeda.

Bertahun-tahun telah berlalu, namun kenangan tentang Arumni masih terasa segar. Cinta pertama yang pernah membakar hatinya, kini menjadi api yang membara dalam do'anya.

Bertahun-tahun Galih berdoa di tengah kemustahilan, berharap akan disatukan kembali dengan Arumni. Meskipun jalan hidup telah membawa mereka ke arah yang berbeda tapi hati mereka masih terikat.

Galih tidak pernah menyerah, dia terus berdoa di tengah kemustahilan, terus berharap, dan terus mencintai tanpa henti.

Apakah mereka akan dapat kembali ke pelukan satu sama lain?

Ikuti kisahnya, karena hanya Tanah Wonosobo yang tahu. 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Langit 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam tahun baru

  Di usia ke 36 tahun, Aditya telah menjabat sebagai Ajun Komisaris Besar Polisi.

  Sebagai perwira polisi senior, Aditya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jadi, malam tahun baru bukanlah waktu liburan bagi seorang AKBP.

  "Bu, ayolah kita pergi ke alun-alun, aku mau lihat pertunjukan musik dan kembang api." Ajak Arzetya.

 "Nggak ada, sayang. Sekarang di alun-alun sepi, sudah tidak ada pertunjukan musik dan kembang api." Alasan Arumni.

 "Ada, bu. Tadi aku lihat ada panggung, ayah juga pasti lagi tugas di alun-alun, kan?' Kekeh Tya.

  Arumni meletakkan baju yang sedang ia lipat, lalu menghela napas. " Hmm, ketahuan, ya!" Ucap Arumni sambil menjewer telinga anaknya, "Jadi, tadi kamu bohong sama ibu?"

 "Aduh, aduh..! Sakit bu..."

 "Mulai pintar berbohong, ya?"

 Mama Alin yang baru pulih dari sakitnya mendekat demi membela cucunya, "ada apa, Arumni? Kenapa kamu jewer cucu kesayangan mama?"

 Sebenarnya mama Alin juga sudah memiliki cucu lain dari Kiren, namun sejak Kiren terkekeh pindah ke luar negeri bersama suaminya, mama Alin jadi tidak begitu dekat dengan mereka.

 "Ma, Tya berbohong. Tadi dia bilang cuma mau main ke tempat Zayra, tapi nyatanya dia main sampai ke alun-alun."

 Mama Alin menarik lembut tangan cucunya, lalu membawanya duduk di sofa. "Sayang, benar yang dikatakan ibu mu?"

  Tya hanya melirik ibunya lalu ke omanya.

 Mama Alin memiringkan kepalanya, "jadi benar?"

 Arzetya menganggukkan kepalanya.

  Dengan lembut mama Alin menjelaskan, "sayang, oma tahu kalau kamu pemberani seperti ayah mu." Tatapannya begitu lembut, "kita para orang tua pasti akan khawatir, kota Wonosobo memang ASRI, tapi bukan berarti kita jadi tidak waspada, kan? Kejahatan bisa terjadi di mana saja, loh."

  "Iya, oma. Aku paham," lirihnya.

  "Bagus!" Ucap mama Alin yang disertai acungkan jempol.

* *

  "Ayah, aku mau ke rumah ibu!" Ucap Rama secara tiba-tiba.

 "Kita ke alun-alun saja, ya?" Galih mengalihkan perhatian Rama, karena Galih tahu di malam tahun baru pasti Adit sedang bertugas. Galih tidak ingin mengambil kesempatan, meskipun sebenarnya dia selalu ingin dekat dengan Arumni.

  "Nggak mau! Pokoknya aku mau ke rumah ibu!" Tegas Rama.

  "Jangan, Rama. Ibumu bisa saja sedang sibuk."

 Ucapan Galih sama sekali tidak membuat Rama memahami, ia berdiri tegap di hadapan ayahnya. "Ibu pasti selalu sibuk dengan keluarga barunya, makanya nggak ingat sama kita!" Ia berdecak kesal sambil berjalan ke arah pintu.

 Galih berdiri lalu menghampirinya. "Tunggu, Rama. Kamu mau ke mana?" Ucap Galih sambil meraih tangan Rama.

 "Kalau ayah nggak mau antar, biar aku pergi sendiri ke tempat ibu."

 Galih pun akhirnya menyerah, "iya, Rama. Ayah akan mengantar mu."

 Seketika senyumnya mengembang, "benar, yah? Ayah nggak bohong, kan?"

 "Iya," lirihnya sambil mengangguk pelan.

 "Makasih, ayah." Ucap Rama sambil memeluk ayahnya.

 Sebenarnya Galih ragu, karena Adit sudah pasti tidak ada di rumah. Namun demi menyenangkan Rama, seorang anak yang pernah menderita karenanya, apapun akan dia lakukan.

 Mobilnya bergerak pelan menuju rumah Arumni, jalanan mulai dipenuhi kendaraan yang hendak mencari parkir yang tidak jauh dari alun-alun.

 "Rama, kita pasti akan kesulitan pulang, ini malam tahun baru, jalanan pasti padat sampai jam 2 nanti."

 "Pelan-pelan saja, ayah. Yang penting bisa sampai di rumah ibu. Harusnya tadi kita jalan kaki saja, malah lebih cepat sampainya." Ujar Rama.

  Jarak rumah mereka yang tidak begitu jauh, memakan waktu hampir 30 menit karena kemacetan.

 Sesampainya di sana, Rama langsung turun dan berlari menghampiri pintu masuk rumah ibunya. Ia masih mengetuk-ketuk pintu, meskipun sudah menekan bel sebelumnya. Rama terlihat sangat antusias saat ingin bertemu wanita yang dia pikir ibu kandungnya.

 Tanpa aba-aba, Rama segera memeluk saat Arumni membuka pintu. "Ibu..." Ucapnya sambil bermanja.

 "Rama, kamu datang?" Arumni menyambut hangat pelukan Rama, lalu menatap Galih yang berdiri di belakang Rama menghadap dirinya. "Mas..." Sorot matanya masih terlihat sama.

  "Aku minta maaf, Arumni. Aku tidak bisa mencegah Rama untuk tidak menemui kamu." Kata Galih.

 Arzetya keluar menghampiri mereka, beruntung mama Alin sudah tertidur akibat pengaruh obat.

 "Om Galih! Kakak Rama!" Arzetya begitu bahagia atas kedatangan mereka, "om Galih, sama kak Rama mau ajak aku ke alun-alun, ya?" Ucapnya dengan penuh keyakinan.

 Arumni dan Galih saling menatap penuh kebingungan, pasalnya Adit sedang tidak berada di rumah.

 "Iya, Tya. Ayo kita ajak ayah sama ibu ke alun-alun," kata Rama.

 Mereka berpelukan sambil lompat-lompat kegirangan, berharap akan pergi bersama ayah dan juga ibunya.

  "Kalian saja yang pergi, ya? Ibu nggak kuat nahan dingin." Arumni beralasan.

 "Ada jaket kan, bu?" Balas Rama.

 "Iya, bu. Ibu bisa pakai jaket," timpal Tya.

  Arumni terus menolak meskipun kedua anak itu terus mendesaknya.

 "Sayang, kita semua tidak ingin ibu masuk angin, kan?" Galih mencoba membuat mereka memahami situasi itu.

 "Tidak, ayah!" Jawaban Rama yang dibenarkan oleh Tya.

 "Kalau begitu biarkan ibu tetap di rumah, gimana kalau kita bertiga saja yang pergi?" Ucap Galih.

 Ucapan Galih membuat mereka bersorak kegirangan. Ini kesempatan bagi Tya yang memang sejak tadi ingin ke alun-alun. Sedangkan Rama, suasana hatinya mulai berubah menjadi lebih ceria setelah bertemu ibunya.

Galih memandang Arumni, lalu keduanya tersenyum bahagia atas kebahagiaan mereka, dan Galih pun akhirnya mengajak mereka ke alun-alun.

Galih bersama Rama dan Tya, berdiri di antara kerumunan orang-orang yang ada di alun-alun Wonosobo. Mata mereka terpaku pada langit yang mulai gelap, Tidak lama... ledakan warna-warna cerah menghiasi langit Wonosobo, dan mereka tidak bisa menahan rasa bahagianya.

"Ini luar biasa, Tya...!" Ucap Rama sambil mengandeng tangan Tya seperti adiknya sendiri.

"Iya, kakak. Ini seru, kembang apinya cantik sekali!" Seru Tya.

Mereka lompat-lompat kegirangan, lalu berpelukan. Galih menikmati momen bahagia itu di atas TANAH WONOSOBO.

"Selamat tahun baru.... "

...****************...

1
Althea
aku kasih vote buat karyamu ya thor 👍
Restu Langit 2: terimakasih 😍
total 1 replies
Djabat
bahagianya A A 😄
Restu Langit 2: iya 🤭
total 1 replies
Djabat
semoga selalu bahagia Adit arumni
Restu Langit 2: Aamiin
total 1 replies
Djabat
semoga terwujud cita-citanya ya Rama
Restu Langit 2: Aamiin ☺
total 1 replies
Djabat
sip, keren👍
Djabat
nah lo
Djabat
ha ha arumni bisa aja
Restu Langit 2
oke, terimakasih banyak ☺
Djabat
aku bayangin gimana modisnya mama alin dalam berpenampilan
Djabat
mas ayah🤣🤣
Restu Langit 2: ha ha 🤣
total 1 replies
Djabat
semoga cepet move on dari masalalu ya Galih.
Restu Langit 2: aamiin
total 1 replies
Djabat
betul mama alin
Djabat
ganteng-ganteng jerawatan 😄
Restu Langit 2: pubertas 🤭
total 2 replies
Djabat
nikah lagi aja Galih. Lama-lama pasti lupa sama masalalu mu
Restu Langit 2: sedang diusahakan🤭
total 1 replies
Djabat
ikut saja arumni, cuma di alun-alun kan? 😄
Restu Langit 2: takut suaminya salah sangka 🤭
total 1 replies
Djabat
aku sudah baca langit Wonosobo thor 👍
Fatra Ay-yusuf
jangan biarkan masalalumu membelenggumu Galih, kubur masalalumu rajutlah kisah yng baru,
di kesibukan ku hari ini tak sempetin untuk mendukung mu wahai author /Facepalm/
Restu Langit 2: terimakasih banyak wahai readers 😘😘
total 1 replies
Fatra Ay-yusuf
wahwah kiren nikah gw nggk di undang nih thor 🤣
Restu Langit 2: Sepuluh tahun itu cukup mengubah banyak hal, sampai nggak ada yang tahu kapan dia nikah 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!