Aulia merasa sangat kaget karena Andika tiba-tiba saja meminta dirinya untuk mengandung benihnya, awalnya dia tidak mau karena tidak mungkin dia mengandung benih dari pria yang sudah beristri.
Walaupun pada kenyataannya dia mencintai Andika dalam diam, tapi dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain.
"Gue mohon, elu mau ya, hamil anak gue?"
"Ngga mungkin gue hamil anak elu, bini elu gimana entar?"
"Jangan sampai dia tahu, nyokap minta cucu. Mereka ngancem kalau bini gue ngga cepet hamil, gue disuruh cerai. Padahal, bini gue mandul."
Kuy pantengin kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan Mom Ikuti Alurnya
Alika tidak pernah menyangka jika Andika, putranya, telah menikah kembali dengan Aulia, sahabatnya sendiri.
Wanita yang sudah dia anggap sebagai putrinya itu ternyata kini adalah menantunya, wanita yang sedang mengandung calon buah hati dari putranya itu adalah menantunya.
Satu hal yang lebih mengejutkan lagi, ternyata calon buah hati dari Aulia adalah calon cucunya. Calon generasi penerus yang sangat dia inginkan.
Alika ingin sekali menghampiri Andika dan juga Aulia, dia ingin menanyakan kepada mereka berdua kenapa mereka menikah secara sembunyi-sembunyi.
Namun, hal itu tidak dia lakukan. Karena ada dua hal yang harus dia pastikan terlebih dahulu, hal yang harus dia pastikan kebenarannya.
Hal pertama adalah, Alika harus mencari tahu kenapa Andhika menikah secara sembunyi-sembunyi di belakangnya.
Hal yang kedua adalah, Alika harus mencari tahu kenapa Aulia berkata jika Alika harus merahasiakan jika calon buah hati Aulia ada dua termasuk kepada Andika.
Padahal, jelas-jelas Aulia menikah dengan Andika. Aulia sudah jelas mengandung benih dari Andika, lalu kenapa Aulia harus merahasiakan tentang baby twins, pikirnya.
Jika sekarang Alika menghampiri keduanya, dia takut jika Aulia akan marah dan pergi menjauh kembali dari kehidupannya seperti yang sudah pernah Aulia lakukan.
Dia tidak mau kehilangan calon cucunya, dia ingin melihat pertumbuhan calon dari kedua cucunya yang berada di dalam perut Aulia itu.
"Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan, Mom akan mengikuti alur apa yang kalian perankan," kata Alika.
Setelah mengatakan hal itu, Alika terlihat menyusut air matanya. Lalu, dia pergi melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Daddy rindu," kata Andika yang terus saja mengecupi perut Aulia.
"Jangan seperti ini, nanti tante datang," ucap Aulia tanpa tahu jika Alika sudah melihat semuanya.
"Aku terlalu rindu kepada kalian, maaf," kata Andika seraya bangun dan mengajak Aulia untuk duduk di atas sofa.
Aulia tersenyum ke arah suaminya itu, lalu dia mengusap pipi Andika dengan sangat lembut. Entah kenapa, semakin hari dia semakin mencintai Andika.
Semakin hari dia semakin merindukan Andika, semakin hari dia semakin ingin berdekatan terus dengan Andika.
Sumpah demi kerang busuk yang telah dimakan oleh Mr Bean, dia tidak berniat untuk merebut Andika dari Andini.
Namun, perasaan cintanya terhadap Andika setiap harinya malah semakin besar setiap kali mereka bertemu.
Hal itu membuat Aulia tidak ingin berjauhan dengan Andika, tapi sebisa mungkin dia menekan egonya agar tidak terkesan memonopoli Andika.
"Kenapa menginap di rumah mom, nggak bilang-bilang sama aku dulu?" tanya Andika.
Aulia ingin sekali tertawa dengan apa yang Andika katakan, jika saja pernikahan mereka tidak disembunyikan mungkin Aulia akan memberitahukan jika dirinya akan menginap di rumah mertuanya.
"Habisnya mendadak, jadinya aku belum sempat bilang," ucap Aulia.
"Tapi seharusnya kamu bilang, kalau tahu kamu nginep di rumah aku dari tadi pulangnya. Biar bisa dekat kalian terus," rajuk Andika.
Andika terlihat memeluk Aulia seolah takut kehilangan, kemudian dia mengusakkan wajahnya di dada istrinya tersebut.
Aulia terlihat menggeliatkan tubuhnya, lalu dia mendorong wajah Andika agar tidak terlalu menekan dadanya.
"Bukan seperti itu, bukankah tadi pagi kamu bilang akan keluar kota? Aku pikir kamu nggak bakal datang ke rumah, makanya aku memutuskan untuk menginap di rumah mom," jawab Aulia.
"Nggak jadi, aku nggak jadi keluar kota. Semuanya sudah ditangani sama Alif," ucap Andika beralasan.
Padahal pada kenyataannya dia memang tidak ada jadwal ke luar kota, dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan Andini.
Dia merasa sangat bersalah, karena akhir-akhir ini dia selalu menghabiskan waktu bersama dengan Aulia.
Sayangnya ketika dia akan pulang, dia malah melihat Andini yang sedang tertawa dengan sangat riangnya di Cafe yang tidak jauh dari tempat dia bekerja bersama dengan seorang pria.
Awalnya Andika merasa marah, Andika merasa jika Andini sudah selingkuh di belakangnya.
Namun, mengingat dirinya juga sudah menikah kembali Andika menekan egonya. Dia lebih memilih untuk meminta bantuan kepada orang kepercayaannya untuk menyelidiki apa yang sudah terjadi kepada Andini selama dia tidak ada.
Ternyata orang kepercayaannya mengatakan jika Andini sudah dua hari ini selalu pergi bersama dengan pria yang bernama Aiden, hal itu dia lakukan bukan karena ingin kembali ke dalam pelukan mantan dari kekasihnya itu.
Namun, karena Andini merasa kasihan terhadap putri dari Aiden, Anastasya. Setelah mendengar penjelasan dari anak buahnya, akhirnya Andika membiarkan Andini bersama dengan kebahagiaannya.
Andika lebih memilih untuk pulang ke apartemennya yang ditempati oleh Aulia, sayangnya ketika dia datang Ibu Aisyah berkata jika Aulia ikut bersama dengan Alika.
Awalnya dia merasa sangat kaget mendengar akan hal itu, tapi tidak lama kemudian dia terlihat begitu bahagia. Bahkan, dengan cepat dia berpamitan kepada Ibu Aisyah untuk segera menyusul istrinya tersebut.
Aulia merasa jika Andika kini malah terlihat begitu nakal, tangan Andika bahkan terlihat menyusup dibalik dress yang dia pakai.
Tangan itu terasa begitu lembut saat mengusap inti tubuhnya, bahkan Andika terus saja menguskkan wajahnya di dada Aulia.
Hal itu membuat tubuh Aulia meremang dan menginginkan sentuhan yang lebih dari itu, dia sudah tidak tahan.
"Andika! Please jangan seperti ini, ini di rumah mom. Aku takut mom akan curiga," kata Aulia.
Andika terlihat melerai pelukannya, kemudian dia menatap wajah istrinya tersebut dengan tatapan penuh damba.
"Tapi, aku pengen," kata Andika.
Andika terlihat memonyongkan bibirnya, lalu dia mulai mengecupi bibir istrinya. Aulia merasa senang dengan perlakuan dari suaminya itu.
Namun, dia benar-benar takut jika Alika akan melihat apa yang sudah mereka lakukan. Karena walau bagaimanapun juga pernikahan ini tersembunyi, pikirnya.
"Oh ya ampun, kamu sudah melakukanny tadi malam!" ucap Aulia pelan tapi penuh penekanan.
Alika baru saja datang kembali setelah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, dia bahkan sudah mencuci wajahnya.
Dia ingin mengajak Alika untuk tidur bersama saja, karena dia ingin sekali tidur satu ranjang dengan Aulia, menantunya.
Entah kenapa dia juga ingin sekali mengelus lembut perut Aulia sebelum tidur, mungkin karena ada calon cucunya di sana.
Namun, langkahnya langsung terhenti kala Alika mendengar apa yang sedang Andika dan Aulia obrolkan.
Alika bener-bener merasa ingin tertawa ketika melihat Andika sedang mengemis kepada istrinya, padahal jika dia menginap di rumah Andini saja, Andika selalu bersikap biasa saja kepada Andini.
"Ck! Sepertinya dari dulu Andika memang mencintai Aulia, hanya saja dia tidak menyadari perasaannya," kata Alika.
Setelah mengatakan hal itu, Alika terlihat meninggalkan kamar putranya tersebut. Dia ingin memberikan waktu kepada putranya untuk berduaan dengan menantunya.