NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyisakan luka

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Alexa, Yura, Yeshuki, dan Ranim berdiri di luar pagar. Di sisi mereka, sebuah mobil hitam mewah terparkir rapi. Sopir pribadi Alexa bergerak tanpa menarik perhatian.

Dengan sikap profesional, ia mengangkat satu persatu barang bawaan dan memasukkannya ke dalam bagasi.

Namun ketika tangannya meraih sebuah plastik hitam berukuran cukup besar, geraknya sedikit melambat. Ia membuka plastik itu hanya sedikit. Di dalamnya terlipat rapi selimut tebal berwarna putih.

Tatapannya mengeras saat menemukan bercak darah yang masih terlihat jelas di permukaan kain tersebut.

Tanpa ragu, ia segera mengeluarkan ponselnya dan memotret bagian itu dengan cepat. Setelahnya, selimut itu dilipat kembali persis seperti semula. Plastik ditutup rapat, lalu dimasukkan kembali ke dalam bagasi, seolah tidak pernah disentuh.

Tangannya bergerak cekatan ketika mengirimkan foto tersebut.

"Ini yang saya temukan sesuai perintah, Nyonya."

Di tempat yang berbeda, sebuah ponsel bergetar saat pemiliknya tengah duduk santai membaca majalah di ruang tengah. Lengkungan bibirnya perlahan meninggi ketika membaca pesan yang masuk.

"Semoga ini benar-benar terjadi," ucap Arshena penuh harap. Semua itu ia lakukan demi Alexa, tanpa sepengetahuan cucunya tersebut.

......................

Ranim tersenyum hangat. "Jika kalian tidak terlalu banyak pekerjaan, kembalilah ke sini. Kita makan besar bersama-sama," ucapnya tulus.

Alexa hanya bisa mengangguk. Senyum tipis terukir di wajahnya, senyum yang sulit ia tahan meski hatinya dipenuhi banyak hal yang tak terucap.

Berbeda dengan Yura yang sama sekali tidak ambil pusing pada percakapan ayahnya yang ditujukan kepada Alexa.

Pikirannya dipenuhi oleh tubuhnya sendiri yang masih terasa sakit luar biasa. Setiap gerakan kecil saja sudah cukup membuatnya menahan napas.

Yeshuki menangkap perubahan kecil itu. Tatapannya mengamati Yura dengan saksama. "Jika kau masih merasa tidak enak badan, perbanyaklah istirahat di rumah," katanya pelan.

Sebenarnya Yeshuki masih keberatan melihat Yura dalam kondisi seperti itu. Namun saat pandangannya beralih sekilas ke arah Alexa yang bukan hanya menantu, tetapi juga atasan Yura, ia merasa tidak mungkin meminta mereka untuk menunda pekerjaan.

"Kalau kau mau, kau boleh tinggal dulu sampai benar-benar sembuh," ucap Alexa tiba-tiba.

Perkataan itu membuat Yeshuki dan Ranim saling berpandangan, jelas terkejut. Dalam hati, keduanya merasa tidak salah menilai Alexa sebagai sosok yang berhati baik.

Yura justru merasakan rasa tidak nyaman menjalar. Ia melirik Alexa sekilas dengan perasaan jengah. Mereka memang mengira Yura hanya kurang enak badan akibat pekerjaan yang belakangan cukup menumpuk, ditambah acara mendadak semalam hingga larut.

Tidak mungkin juga Yura menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih, tanpa penjelasan pun, kedua orang tua di hadapannya tampak menahan senyum, seolah memilih berpura-pura tidak mengetahui apa pun.

"Saya hanya sakit sedikit saja. Lagi pula bisa istirahat di mobil," ucap Yura berusaha terdengar santai, meski dalam hatinya ia ingin meminta izin untuk tidak ikut.

"Apa kau yakin, Nak?" tanya Yeshuki lembut. "Kalau kau tinggal, Papa akan membuatkan sup jahe dan susu terenak untukmu."

Keinginan itu hampir saja membuat Yura mengangguk. Namun saat ia menangkap tatapan Alexa yang seolah meminta jawabannya dengan cara tersendiri, Yura hanya bisa menahan diri.

"Lain kali saja, Pa. Bukan berarti aku tidak mau. Pekerjaan kami memang sedang sangat banyak," katanya akhirnya. "Aku juga tidak mungkin menyusahkan Alexa."

Ranim menghela napas kecil, lalu mengangguk.

"Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan," ucapnya, lalu menoleh penuh perhatian kepada Alexa. "Sekali lagi, tolong jaga Yura untuk kami."

Kata-kata itu hampir membuat Yura menangis. Ia tahu betul, hal yang diminta orang tuanya itu tidak akan mudah dilakukan oleh Alexa.

"Baik, Pa," jawab Alexa lugas, disertai senyum manis yang tampak meyakinkan, meski Yura sendiri tidak sepenuhnya percaya. "Kalau begitu, kami pamit."

Yeshuki dan Ranim tersenyum hangat sambil mengangguk.

Sopir pribadi Alexa segera membuka pintu belakang mobil. Alexa dan Yura masuk ke dalam dengan hati-hati. Setelah itu, sopir tersebut menundukkan badan dengan sopan ke arah Yeshuki dan Ranim, sebelum akhirnya masuk ke kursi pengemudi.

Mobil perlahan bergerak. Kaca belakang terbuka sedikit, memperlihatkan Yura yang melambaikan tangan ke arah kedua orang tuanya.

Lambaian itu segera dibalas dengan senyum dan anggukan penuh doa dari Yeshuki dan Ranim, hingga mobil hitam mewah itu benar-benar meninggalkan halaman rumah.

......................

Di dalam mobil Yura berusaha menyesuaikan posisi duduknya. Ia menggeser tubuhnya sedikit ke samping, lalu bersandar kembali, mencoba mencari sudut yang paling tidak menyiksa.

Namun tetap saja, rasa tidak nyaman itu belum juga mereda. Setiap perubahan posisi membuat tubuhnya belum siap untuk bergerak terlalu banyak.

"Nanti kau langsung saja beristirahat di rumah Oma," ucap Alexa akhirnya, memecah keheningan. "Kau tidak perlu banyak berbicara dengan kedua orang tua itu."

Yura sontak menoleh ke arah Alexa. Mereka telah menikah. Artinya, secara otomatis, ia akan mengikuti tempat tinggal Alexa. Ia menghela napas pelan, menahan berbagai perasaan yang tiba-tiba bercampur.

"Aku akan mengantarmu terlebih dahulu," lanjut Alexa dengan nada datar, "Lalu aku kembali ke perusahaan. Kau tahu sendiri bagaimana pekerjaanku yang sudah tertunda hampir tiga hari."

Yura merasa keberatan. Alexa juga tampak begitu sibuk, seolah tidak ada ruang untuk berhenti.

Selain itu, seluruh barang pribadinya masih berada di kos. Ia juga belum sepenuhnya siap menghadapi Rose dalam kondisi seperti sekarang. Mungkin pikirnya, besok sepulang bekerja ia bisa mengurus semuanya.

Alexa melirik Yura sekilas. Keraguan jelas tampak di wajahnya saat melihat wanita itu masih menahan sakit.

"Apa kau keberatan?" tanyanya.

Yura terdiam. Di balik sorot matanya yang tampak pasrah, pikirannya justru sibuk mencari cara terbaik untuk berbicara dengan Alexa tanpa memancing perdebatan. Pada akhirnya, ia hanya menggeleng pelan.

"Baguslah," ujar Alexa singkat, mengira Yura menyetujui rencananya.

Yura menarik napas pelan, seolah sedang mengumpulkan keberanian. "Bolehkah untuk malam ini saya menginap di hotel saja?" ucapnya hati-hati. "Saya kurang yakin bisa beristirahat dengan tenang di rumah Oma. Barang-barang saya juga masih di kos."

Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih lirih, "Bagaimana kalau setelah pulang kerja besok? Mungkin agak malam, karena saya perlu membereskan semuanya."

Alexa mengangguk pelan. "Rapikan saja. Nanti akan kuberikan nomor seseorang yang bisa membantumu memindahkan semua barang itu ke rumah Oma."

Yura kembali mengangguk. "Terima kasih," ucapnya lirih, lalu kembali memejamkan mata, berusaha mencari posisi senyaman mungkin.

Alexa sempat melirik Yura lagi. Wajah Yura tampak pucat, napasnya teratur tetapi jelas menahan rasa tidak enak. "Apa kau ingin ke rumah sakit?" tanyanya.

Yura menggeleng pelan. "Terlalu memalukan jika saya ke sana," jawabnya jujur. "Saya hanya perlu beristirahat di hotel. Mungkin besok sudah membaik."

Alexa kembali mengangguk. "Jika ada apa-apa, hubungi aku."

Yura membuka matanya sedikit. "Jika perlu," sahutnya singkat, nyaris terdengar malas. Ia memang tidak ingin melibatkan Alexa lebih jauh. Dalam benaknya, ia merasa perlu menjaga jarak, meskipun status mereka kini telah berubah.

Alexa tidak menanggapi lebih lanjut. Ia hanya mengangguk pelan, meski dalam hatinya ia sadar Yura masih menyimpan kemarahan.

Semua keputusan yang ia ambil sejak awal memang bertujuan untuk mencegah masalah berkembang lebih jauh.

Namun ia juga menyadari, caranya menyampaikan alasan tentang ketidak ingin menikah dan memiliki anak, mungkin terlalu dingin, terlalu spontan, dan menyisakan luka yang belum sempat dijelaskan sepenuhnya kepada Yura.

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!