Meyra merasa sangat aneh karena kini dia berada di sebuah pulau yang dia tidak tahu entah di mana, sejauh mata memandang hanya ada lautan saja.
Setelah dia mencari tahu, ternyata Meyra terdampar di dunia lain. Demi bisa kembali ke bumi, dia rela menerima tawaran untuk menikah dengan siluman singa jantan yang dia temui di sana.
"Apakah aku bisa pulang ke bumi jika menikah denganmu?"
"Tentu saja, aku juga bisa membantumu untuk mengungkapkan kejahatan yang menimpa ayahmu."
Bagaimana kisah selanjutnya?
Langsung kita kepoin yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan Absurd
Meyra merasa kebingungan karena saat dia berangkat dari dunia Singa, hari terlihat malam. Namun, saat dia tiba di dunia yang entah di mana dia berada, hari terlihat masih siang.
Dia hanya mengingat jika dia kini tiba di alam yang dipimpin oleh raja Gordion, raja aneh yang tidak mau melihat wanita dan lelaki hidup berpasangan.
Tidak boleh ada yang namanya kelahiran, tidak boleh ada anak yang terlahir karen dia takut kuasanya akan lengser
Matahari terasa begitu menyengat dan membakar kulit kala Meyra datang, itu artinya dia datang saat tengah hari tiba.
Benar apa yang dikatakan oleh Lucas, pikirnya. Karena di sana benar-benar ada dua kubu yang terpisah, kubu lelaki dan juga perempuan. Bahkan, di antara mereka tidak ada yang berinteraksi walaupun saling berpapasan.
Ini sangat aneh menurutnya, tapi sangat
nyata. Sebenarnya dia ingin sekali langsung mencari ayah dan juga ibunya dengan cepat, tapi kondisinya tidak memungkinkan.
"Sayang, kenapa diam saja? Aku bertanya, kenapa di sini masih siang?" tanya Meyra.
Meyra yang belum mendapatkan jawaban dari suaminya, kembali bertanya kepada Lion. Dia masih merasa penasaran.
"Ya ampun, Meyra, Sayang. Kita melakukan perjalanan lintas waktu, dari satu alam ke alam lainnya. Jadi, wajar jika waktu pun terasa berbeda dalam setiap alam yang kita singgahi," jawab Lion menjelaskan.
Walaupun dia belum paham betul dengan apa yang Lion katakan, tapi sedikit besarnya dia bisa memahami akan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
"Oh, seperti itu, ya."
Meyra terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut, dia terlihat mengedarkan pandangannya. Lalu, dia langsung duduk di atas tumpukan kain yang berada di sana.
"Kamu bilang di sini tercium aroma percintaan, apa ngga sakit bercinta hanya beralaskan kain seperti ini?" tanya Meyra.
Hal itu dia katakan karena dia kini berada di dalam lubang tanah yang sangat besar, tidak ada apa-apa selain tanah. Kain-kain dan bantal yang menumpuk saja tersimpan di atas tanah.
Lion langsung tertawa mendengar apa yang ditanyakan oleh istrinya, dia paham betul dengan apa yang kini istrinya tengah pikirkan dan juga bayangkan.
"Setahuku, kalau orang sudah dimabuk cinta. Sudah pengen banget, sudah ngga tahan. Di mana pun tempatnya ya hayo aja, mana mungkin merek memikirkan tampatnya seperti apa. Namun, yang mereka inginkan hanyalah melepaskan rasa rindu," jelas Lion.
Dalam hati Meyra membenarkan apa yang dikatakan oleh Lion, jangankan di tempat tersembunyi seperti ini, pikirnya.
Di tempat yang luas dan juga terbuka pun pasti mereka akan melakukannya jika benar-benar sudah tidak tahan, jika benar-benar sudah ingin.
"Kamu benar," jawab Meyra
Dia pernah menonton film biru dengan temannya saat duduk di bangku SMA, kalau sudah ingin, sepasang kekasih atau sepasang suami istri akan melakukannya di mana pun dan kapan pun.
"Hayo, kamu lagi mikirin apa?" tanya Lion.
Menyadari jika suaminya bisa membaca pikirannya, dengan segera Meyra menepis pertanyaan dari suaminya itu.
"Eh? Mana ada, aku ngga mikirin apa pun juga," jawab Meyra.
Wajah Meyra langsung memerah setelah mendapatkan pertanyaan dari suaminya, antara malu dan juga kesal. Itulah yang dia rasakan saat ini.
"Cie, lagi mikirin gaya apa? Nanti aku lakukan, biar kamu ngga penasaran," tawar Lion.
Setelah menikah beberapa waktu yang lalu bersama dengan Meyra, dia sudah belajar berbagai macam gaya.
Dari yang awalnya hanya bisa gaya belalang sembah saja, kini Lion sudah bisa melakukan gaya menggendong anak koala dan juga kayang.
"Apa sih, kamu? Dasar messum!" kata Meyra seraya memukul pundak suaminya dengan gemas.
Lion terlihat pura-pura meringis kala mendapatkan pukulan dari istrinya, padahal pukulan dari istrinya itu tidak berasa apa pun.
"Aduh, jangan pukul, Yang. Sakit," keluh Lion manja.
Mendengar aduan manja dari suaminya, Meyra terlihat mencebikkan bibirnya. Dia seolah meledek akan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
"Kamu tuh ngga pantes ngeluh kaya gitu, ngga sinkron sama wajah kamu yang gagah," kata Meyra seraya terkekeh.
Dalam hati dia merasa bangga kala Meyra mengatakan hal itu, itu artinya Meyra mengakui jika dirinya memang tampan dan juga gagah.
"Ngga bisa kaya gitu, aku merajuk pokoknya," kata Lion.
Lion terlihat memeluk istrinya dengan erat, lalu dia mengusakkan wajahnya di dada istrinya tersebut.
Lion terlihat sedang merajuk kepada Meyra, Meyra hanya tersenyum lalu mengelusi puncak kepala suaminya tersebut dengan penuh kasih.
"Geli, Yang," keluh Meyra kala Lion menggigit ujung dadanya dengan gemas.
Walaupun mereka sedang berada di tempat yang tidak tahu bahaya atau tidak, tapi Lion selalu saja berusaha untuk menenangkan dirinya dengan sikapnya yang lucu dan messum.
"Aku tuh suka ngga tahan pengen mainan squishiy, ini sangat enak, kenyal dan bikin pengen mainan yang lain," kata Lion.
Lion meremat dada Meyra dengan gemas, Meyra merasakan tubuhnya meremang. Namun, dengan cepat dia tahan tangan suaminya itu.
"Pengennya ditahan dulu, nanti kalau ayah dan bunda sudah ketemu. Kita juga sudah pulang ke bumi, baru kamu boleh minta lagi.
Mendengar apa yang dijanjikan oleh istrinya, wajah Lion nampak berbinar. Dia benar-benar merasa tidak sabar untuk bisa segera menemukan kedua orang tua Meyra.
Dia ingin segera kembali ke bumi, dia ingin segera mengajak istrinya untuk kembali merasakan nikmatnya surga dunia.
Dia sudah lelah dan ingin membawa Meyra ke atas tempat tidur dan mengungkung pergerakan tubuhnya. Tentu saja bukan hanya itu, tapi dia juga ingin bercinta dengan Meyra.
"Iya, iya. Sekarang kamu rebahan dulu, aku mau cariin kamu makanan," kata Lion.
"Tapi aku ngga mau ditinggal sendiri," kata Meyra.
"Aku ngga bakal lama, hanya sebentar saja. Kamu diem-diem di sini, kalau ada tanda-tanda bahaya, pejamkan mata kamu. Panggil nama aku dengan cepat," pesan Lion.
"Baiklah, jangan lama," pinta Meyra.
"Tidak akan, Sayang." Lion langsung mengecup bibir Meyra.
Setelah berpamitan kepada Meyra, Lion langsung keluar dari lubang rahasia itu. Kemudian dia mengedarkan pandangannya, dia harus mencari makanan yang bisa mereka makan.
Selepas kepergian Lion, Meyra terdiam seraya memperhatikan sekelilingnya. Tidak lama kemudian, dia melihat ada kalung yang tergeletak di dekat bantal.
"Ya Tuhan, ini... ini seperti kalung milik bunda," kata Meyra seraya menatap kalung emas dengan Liontin berbentuk huruf B itu.
Matanya terlihat berkaca-kaca, antara bahagia, sedih dan juga terharu. Jika benar itu milik bundanya, itu artinya dia akan segera bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Bunda, Meyra rindu. Cepatlah temui Mey, Mey mau ketemu," kata Meyra seraya terisak.
***
Selamat malam kesayangan, selamat beristirahat. Satu bab untuk menemani malam kalian, sayang kalian selalu.