Ayo penggemar drama romantis, segera merapat ke karya yang satu ini, dijamin bikin baper.
Tiara terpaksa harus menggantikan Bella kakak angkatnya untuk menikahi Tuan Eden yang buta karena mengalami kecelakaan.
Karena hutang budinya pada keluarga Wijayanto, Tiara harus mengubur mimpinya dan menerima pernikahan itu.
Tentu bukan jalan yang mudah untuk menjadi istri Eden yang baru saja mengalami kebutaan.
Tapi Tiara bukanlah gadis lemah, dibalik kelembutannya dia memiliki hati yang tegar.
Tapi apakah hatinya bisa tegar, ketika muncul Bram pria yang dicintainya, tapi harus dia tinggalkan, karena harus menjadi pengganti Bella.
Apa yang terjadi ketika Eden bersedia menjalani operasi mata dan bisa melihat kembali?
Apa yang harus dilakukan Tiara? menghindari Eden atau jujur pada Eden, kalau selama ini dia yang sudah menikah dengan Eden menggantikan Bella?
Buat yang penasaran, langsung lanjut baca ya, buat yang suka jangan lupa tekan favorit dan like. Jika berkenan tinggalkan komentar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku berbohong Tuan
Seperti biasa Tiara tidur di pojokan lemari di atas karpet bulu dengan selimut yang menggulung seluruh tubuhnya, karena hawa AC yang dingin di dalam kamar.
Tiara juga bingung mengapa perbedaan dia dengan Eden bagaikan langit dan bumi, Eden sepertinya suka sekali dengan hawa yang dingin, sedangkan Tiara kurang suka dengan hawa yang terlalu dingin.
Eden walaupun tidur berselimut, Tiara beberapa kali sering melihat Eden yang hanya menggunakan kaos singlet saja setiap tidur.
Pertama kalinya Tiara merasa risih kalau melihat Eden mondar mandir dengan bajunya itu, tapi lama-lama Tiara terbiasa dan tidak perduli lagi.
Tiara sampai bingung kalau teringat teman-teman kuliahnya dulu yang suka sekali melihat pria berotot dengan perut six pack, setiap melihat foto-foto pria seperti itu maka teman-temannya akan heboh semua, berkomentar seru semua, dan pada akhirnya mereka memberi julukan roti sobek untuk pria-pria bertubuh sempurna itu.
Tapi saat terpampang di depan matanya, yang asli dan bukan foto lagi, Tiara sama sekali tidak tertarik dengan Eden yang memiliki tubuh yang menjadi impian para perempuan itu.
"Mungkin aku terlalu membencinya, sehingga semenarik apa pun aku sudah tidak tertarik padanya lagi! Entah sampai kapan aku harus hidup begitu terus!", pikir Tiara saat itu.
...********...
"Aduh ada apa dengan tubuh ku? Sepertinya ada yang tidak beres dengan tubuh ku!", pikir Eden yang dari tadi tidurnya tidak tenang, dan bolak balik, ke kiri terus ke kanan lagi.
Akhirnya Eden bangun dari duduknya dan duduk di atas tempat tidur, menarik nafas panjang untuk menenangkan hatinya yang berdebar-debar dari tadi.
"Apakah aku sakit? Tapi rasanya tidak mungkin, aku selalu makan dan istirahat teratur. Bahkan tadi aku sudah ngantuk, tapi kenapa tiba-tiba rasa ngantuk ku hilang?", pikir Eden dalam hati.
Eden berusaha menenangkan debaran jantungnya yang semakin lama semakin bertalu-talu, dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan nafas berkali-kali. Tetapi ternyata usahanya sia-sia saja.
"Kemana perempuan itu malam-malam?", tiba-tiba Eden teringat pada Tiara, padahal selama ini Eden sama sekali tidak memperhatikan dan tidak perduli Tiada tidur di mana.
Sebetulnya Eden juga tidak mempermasalahkan andai Tiara tidur di sampingnya, tapi karena Tiara sepertinya menghindari untuk tidur di samping nya, Eden yang gengsinya besar tentu saja tidak menawarkan.
"Aku cukup menjentikkan jari ku saja, banyak perempuan yang bersedia tidur dengan ku. Sombong sekali dia mencoba menghindari ku! Akan kulihat sampai kapan dia bertahan tidak tidur di tempat tidur ini!", pikir Eden kesal kala itu, saat terbangun tengah malam Tiara tidak berada di sisinya.
...********...
"Bella! Bella!", panggil Eden akhirnya, Eden merasa tubuhnya juga panas, Eden mengira dia sakit dan ingin meminta Tiara mengambilkan obat untuknya.
Tiara yang tidak siaga karena Eden selama ini tidak pernah mengganggunya di malam hari dan karena kelelahan benar-benar terlelap, sama sekali tidak mendengar panggilan Eden, apalagi Bella bukanlah nama aslinya, dan Tiara kadang saja masih sering lupa kalau sedang tidak konsentrasi, apalagi ini dalam keadaan tidur nyenyak.
"Sial! Ke mana perempuan itu! Saat penting begitu malah dia tidak ada!", sungut Eden mulai emosi.
Eden akhirnya menajamkan penglihatannya walaupun yang terlihat hanya bentuk-bentuk bayangan hitam.
Akhirnya pandangan Eden tertumpuk pada pojokan lemarinya.
"Apakah Bella tidur di sana?", pikir Eden yang sedikit ragu, karena yang dia lihat hanya seperti bentuk guling besar, karena Tiara tidurnya membungkus tubuhnya karena kedinginan.
Eden kembali menajamkan pandangannya mengitari luas kamarnya, tapi dia tidak menemukan bayangan Tiara. Yang mencurigakan hanya tumpukan di pojok lemari itu, karena Eden ingat selama ini dia tidak pernah menaruh barang di depan lemari, karena pasti akan mengganggu jika membuka pintu lemari.
Akhirnya Eden mendekati bayangan itu dan berjongkok serta mera*ba-ra*ba.
Tiara masih tertidur nyenyak, karena rabaan Eden hanya mengenai selimutnya yang tebal.
Eden baru yakin kalau itu adalah Tiara, ketika tanpa sengaja tangannya menyentuh rambut panjang Tiara yang keluar dari bungkusan selimut.
Entah mengapa tiba-tiba Eden merasa kasihan juga, karena siang tadi dia sudah mengerjai Tiara mondar mandir.
"Sepertinya dia kelelahan, kasihan juga, salahkan diri mu, mengapa kau terlahir sebagai keponakan bibi Mery!", pikir Eden membuang rasa bersalahnya.
Tapi sesudah itu Eden membuka selimut Tiara dan berniat menggendong Tiara ke tempat tidur, keadaan Tiara yang kedinginan dan berada di pojok ruangan sudah mengetuk hati nuraninya. Apalagi selama ini Tiara selalu menuruti permintaannya.
Baru sebagian selimut yang terbuka, Tiara yang memang anti dengan hawa dingin langsung terbangun dari tidurnya, Tiara mengerjap-ngerjapkan matanya memandang tak percaya Eden yang sedang berjongkok membuka selimutnya.
"Astaga, apa yang mau dilakukan tuan Eden malam-malam begini? mengapa dia membuka selimut ku?", pikir Tiara mulai ketakutan teringat kejadian Eden yang meminta hak nya.
Tiara segera menarik selimutnya kembali agar menutupi badannya lagi.
Eden kaget dengan tindakan Tiara, tapi Eden tiba-tiba juga teringat perkataan Tiara yang mengatakan kalau dia sudah lupa Eden orang ke berapa yang menci*umnya, akhirnya membuat Eden emosi, apalagi Eden dalam keadaan dipengaruhi obat perang*sang.
Akhirnya Eden kembali menarik selimut Tiara kembali, tetapi kali ini dengan kasar.
...********...
"Apa yang mau kau lakukan tuan? Ini sudah malam, aku ngantuk, aku mau melanjutkan tidur agar aku bisa melayani mu dengan baik besok!", ujar Tiara sambil memundurkan tubuhnya, agar posisinya tidak terlalu dekat dengan Eden.
Sikap dan perkataan Tiara akhirnya menyinggung perasaan Eden, apalagi Eden yang sedang dipengaruhi obat.
"Kurang ajar perempuan murahan ini! dia sepertinya jijik sekali dengan ku! Harusnya aku yang jijik padanya, bukan dia!", pikir Eden yang menjadi tersinggung.
"Kau pikir aku mau melakukan apa pada mu?", tanya Eden yang kembali mendekati Tiara yang sudah tidak bisa mundur lagi, karena sudah mentok dengan lemari. Kali ini Eden langsung menangkap pergelangan tangan Tiara.
"Lepaskan aku Tuan!", ujar Tiara mulai memberontak, berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Eden.
Tiara yang kalang kabut dan ketakutan berusaha sekuat tenaga melepaskan genggaman tangan Eden, sedangkan Eden menjadi merasa semakin tertantang lagi.
Eden kemudian semakin mendekati dan berjongkok di atas paha Tiara, dan kali ini menangkap kedua tangan Tiara ke belakang. Posisi tersebut akhirnya membuat tubuh mereka semakin dekat. Bahkan da*da Eden menghimpit da*da Tiara.
"Buat apa kau takut Bella? bukankah kau sudah biasa? Kau bahkan tidak ingat aku lelaki ke berapa yang menci*um mu!", bisik Eden di kuping Tiara, dan bibirnya mulai menge*cup belakang leher Tiara.
"Waktu itu aku hanya membohongi mu tuan, aku takut, aku belum siap! Aku mohon Tuan!", ujar Tiara akhirnya mengakui kebohongannya agar dia dibebaskan Eden.
Bersambung ........
pebinor dispesialkan, jijikan aku lihat wanita dengan pola pikir kayak gini
tiara istri menjijikan, mutaran, munafik, lebih rendah dari binatang,
dan tidak bermoral nya author membela semua kelakuan tiara
namanya ganti EDAN🤭✌