Tidak kenal, tiba-tiba melamar?
Begitulah yang dilakukan oleh seorang Sagara Ibrahim terhadap Florensia Agata, gadis yang ditemuinya ditaman komplek rumah kakaknya. Pria jomblo yang belum menemukan tambatan hati itu tiba-tiba saja melamar seorang gadis yang ditolak orang tua kekasihnya. Entah apa yang pria itu pikirkan.
Akankah lamaran Saga diterima? Lalu, jika mereka menikah, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Banyak yang bilang, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu. Apakah itu juga berlaku bagi keduanya, disaat kekasih Floren masih gencar mendapatkan hati istri Saga kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"Flo"
Deg
Flo menghentikan langkah kakinya kemudian menatap pria yang menyapanya. Tak punya keberanian juga kondisinya yang cukup berantakan, akhirnya Flo memilih pergi dan berlari meninggalkan Azka.
Sedangkan kakak iparnya itu menatap heran pada adik iparnya. Ia langsung bisa menebak apa yang terjadi pada Flo. Dan ini pasti ada hubungannya dengan adiknya, Saga.
Tanpa menunggu lama, Azka segera menuju resepsionis dan menanyakan dimana kamar adiknya berada. Setelah menerima info dari resepsionis, Azka segera berjalan menuju kamar Saga.
Tanpa mengetuk pintu, Azka masuk begitu saja. Chandra yang melihat kedatangan kakak dari atasannya langsung menelan ludah kasar.
"Tinggalkan kami berdua", pria muda itu mengangguk dan langsung melipir pergi.
Azka menatap adiknya kesal, melihat kondisinya sekarang dan di singkronkan dengan kondisi Flo tentu ia tahu apa yang telah terjadi antara mereka.
"Bangun pemalas!!"
Saga hanya menggeliat tanpa menghiraukan bentakan kakaknya. Azka yang semakin geram langsung membuka selimut yang sejak tadi menggangatkan tubuh adiknya. Saga yang merasa tidurnya terganggu langsung membuka mata.
"Ada apa?"
"Kamu sudah bertemu dengan Flo tapi tidak memberitahu keluarga kita?"
Saga berdecak, "Untuk apa?"
Bug
Satu pukulan mendarat di lengan Saga membuat pria itu mengaduh pelan. "Kalau abang kemari hanya untuk mengganggu, sebaiknya abang pergi" usirnya kesal
"Dasar sikap bocah. Seharusnya kamu menyelesaikan masalahmu dengan Flo. Bukan membuatnya semakin menjauh darimu."
"Aku hanya memberinya pelajaran karena dia sudah berani menjalin hubungan dengan pria lain di belakangku"
Azka menatap adiknya semakin kesal. Padahal dulu Saga adalah manusia paling peka. Tapi lihatlah sekarang, dia bahkan lebih bodoh hanya karena urusan rumah tangga.
"Kamu juga menjalin hubungan dengan Milen"
Saga berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Ia tidak peduli Azka akan kesal karena harus menunggunya lama.
Hampir setengah jam, akhirnya pria itu keluar dengan pakaian yang sudah lengkap.
"Kalau sudah tidak saling cinta, kenapa tidak bercerai saja"
Saga masih enggan membuka mulut dan menyahuti ucapan abangnya.
"Kalau hanya saling menyakiti, sebaiknya melepaskan bukan?"
Saga menatap abangnya dengan wajah dinginnya. "Abang tidak berhak mengatur bagaimana kehidupanku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan pada Flo. Dan aku tegaskan, aku tidak punya hubungan dengan Milen"
Azka tersenyum melihat kepergian adiknya.
*Baiklah, sepertinya memberimu sedikit pelajaran tidak masalah, Sagara Ibrahim.
🌻🌻🌻*
Azka segera menceritakan kejadian ini pada Ayah dan Bundanya. Terlihat jelas raut bahagia di wajah Gita.
"Pertemukan kami, Ka. Bunda kangen sekali pada Flo"
Azka menatap ayahnya dan mereka seolah berbicara lewat tatapan mata. Entahlah... Mungkin hanya mereka yang tahu.
"Bun, baik Saga dan Flo, mereka ternyata sudah memiliki pasangan masing - masing. Flo bahkan terlihat jauh lebih bahagia daripada saat hidup bersama Saga. Apa tidak sebaiknya mereka bercerai saja" ucap Azka pelan.
"Mas, bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu. Kamu tidak berhak ikut campur masalah rumah tangga Saga dan Flo. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu, lalu setelahnya apapun keputusan mereka, kita hanya perlu mendukungnya" tutur Salsa yang tidak sependapatan dengan penuturan sang suami
Gita tampak kecewa, apa benar anak dan menantunya sudah saling melupakan? Padahal dulu mereka terlihat saling mencintai walau awal hubungan mereka didasari sebuah paksaan.
"Ayah setuju dengan Azka. Jika Flo dan Saga sudah menemukan kebahagiaan mereka masing - masing, itu artinya mereka memang harus berpisah"
Gita terlihat semakin sendu, dia menyayangi Flo dan berharap wanita itu masih terus menjadi menantunya. Tapi ia juga tidak boleh egois. Kebahagiaan anak dan menantunya adalah yang utama.
"Dan setelah bercerai, Saga bisa segera menikahi Milen"
Ucapan ayah mertuanya membuat Salsa sedikit kesal. Jika dibandingkan, Flo jauh lebih baik daripada Milen.
"Masih banyak perempuan lain yang jauh lebih baik, kenapa harus Milen?" gerutu Salsa
"Bagaimanapun, hubungan Saga dan Milen sudah terjalin lama. Bahkan orang tuanya sudah mengenal baik keluarga kita. Mereka juga tentu berharap Saga segera menikahi putrinya" sahut Azka
Gita menghela nafas. Dia hanya bisa menyerahkan semua yang terbaik pada Allah.
"Biarkan Saga dan Flo yang menentukan bagaimana rumah tangga mereke kedepannya. Jika mereka sepakat berpisah, kita juga tidak bisa berbuat apa - apa. Masalah Saga mau menikahi Milen atau tidak, biar dia yang menentukan"
Ucapan Gita membuat Dirga dan Azka tersenyum samar.
"Tapi tolong, pertemukan Bunda dengan Flo dulu. Bunda ingin melepas rindu walau untuk terakhir kalinya"
🌻🌻🌻
Pagi ini Flo kembali melaksanakan aktivitasnya. Dia bersiap ke kantor setelah memastikan semua kebutuhan Rega terpenuhi. Flo juga mewanti - wanti Mbak Susi untuk tidak membawa Rega kemanapun. Untuk saat ini yang bisa Flo lakukan hanya menjaga Rega agar tidak bertemu dulu dengan Berbekal ojol yang sudah dia pesan, Flo berangkat menuju kantor mantan suaminya. Setibanya disana, Flo tak langsung masuk. Dia memperhatikan bangunan tersebut lalu menghela nafas kemudian masuk kedalam. Tidak banyak bicara, Flo segera menuju ke mejanya. Sebaik dan secepat mungkin mengerjakan pekerjaan yang kemarin sempat tertunda.
Beberapa saat kemudian, Saga tiba dikantor. Flo mengangguk kepala memberi hormat tanpa menatap wajah atasannya tersebut. Satu hal yang mengganggu pikiran Flo, biasanya Saga akan komentar karena dirinya tak menatap wajah mantan suaminya itu. Tapu pagi ini terlihat berbeda. Saga terlihat lebih cuek dan acuh. Perempuan cantik itu mengedikkan bahu, lebih baik Saga bersikap demikian daripada terus - menerus merecokinya.
"Flo"
Tubuh Flo menegang, dia seketika menatap pria yang entah kapan berada di hadapannya. Jika kemarin dia bisa menghindar, kali ini Flo tidak punya alasan untuk menghindar lagi.
"Bisa bicara sebentar?" pinta Azka
Flo mengangguk lalu menggeleng, "Em... saya harus izin dulu pada Tuan Saga"
"Tidak perlu! Biar Saga menjadi urusanku"
Azka segera memasuki ruangan milik adiknya, tak lama kemudian pria itu keluar dan mengajak Flo ikut bersamanya.
Mereka berjalan beriringan dan tentu saja semua itu menjadi tanda tanya bagi beberapa karyawan yang bekerja disana, apalagi mereka terlihat akrab padahal Flo adalah karyawan baru.
"Jangan hiraukan mereka. Kita tidak punya urusan dengan orang yang tidak tahu apapun tentang kita"
Flo tersenyum, dia akhirnya masuk kedalam mobil milik Azka yang sudah terparkir di lobi. Selama perjalanan mereka hanya diam. Flo sendiri merasa canggung terhadap mantan kakak iparnya tersebut. Apalagi rasanya begitu lama mereka berada didalam mobil, entah kemana Azka akan membawanya, yang jelas, Flo hanya bisa berdoa semoga semuanya baik - baik saja.
Tak lama, mobil mereka tiba di sebuah rumah makan yang cukup jauh dari keramaian kota.
"Ayo turun, ada orang yang ingin bertemu denganmu"
"S-siapa kak?" tanya Flo gugup
Azka tersenyum lembut, "Masuk saja dulu"
Akhirnya, mau tidak mau Flo turun dan mengikuti Azka masuk kedalam. Dia terus saja menundukkan wajah. Selain gugup, Flo juga takut. Siapa orang yang ingin bertemu dengannya? Bunda? Ayah? Atau Salsa, kakak iparnya. Merekapun masuk kedalam sebuah kamar yang Flo yakini adalah ruangan VIP.
"Flo"
Mata Flo membulat mendengar suara tersebut. Bukan hanya Bunda, dia juga melihat Ayah, Salsa dan dua keponakannya yang terlihat jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Nak, apa kabar?", Gita segera memeluk menantunya. Tangis tak mampu lagi terbendung. Bahkan Flo ikut menitikkan air mata. Jujur... dia sangat merindukan mertuanya itu. Ah ralat, mantan mertua.
"Bunda sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu? Kamu baik - baik saja kan?"
Mereka saling melepaskan pelukan, Flo mengangguk disertai senyum manis khas miliknya. "Baik, Bunda. Bunda sendiri apa kabar?"
"Bunda baik. Lebih baik setelah bertemu denganmu"
"Ehmm... Yang kangen - kangenan malah lupa sama yang lain" sindir Salsa.
"Ah iya. Ayo kita duduk"
Flo menatap semua mantan anggota keluarganya. Dan tatapannya kini tertuju pada Dirga, mantan ayah mertuanya. Pria itu tetap tersenyum teduh seperti dulu.
"Makanannya sudah siap. Sebaiknya kita makan sekarang"
Makan pagi menjelang siang berjalan begitu hening. Sesekali hanya tatapan yang mengiringi makan pagi mereka.
"Bagaimana kabarmu selama ini? Dan dimana kamu tinggal setelah pergi dari rumah?"
Pertanyaan sederhana dari sang mertua mampu membuat Flo tercekat. Rasa bersalah kembali muncul karena sudah pergi tanpa pamit pada keluarga sebaik keluarga Ibrahim.
"A-aku minta maaf" ucap Flo lirih
Semua orang menatap perempuan itu dengan sendu. Rasa sayang mereka pada Flo tentu begitu besar. Bahkan sangat disayangkan jika hubungan mereka harus berakhir seperti ini.
"Kami memaafkan kamu, Flo. Jangan bersedih lagi"
Suasana berubah menjadi hening. Tak lama kemudia mereka kembali mengobrol. Flo pun menceritakan dimana dirinya tinggal selama ini dan bagaimana kehidupannya dulu kecuali tentang Rega. Sedangkan Gita, Salsa dan yang lainnya juga bercerita tentang bagaimana kehidupan mereka setelah Flo pergi.
"Flo... Sebenarnya tujuan kami mengajak kamu bertemu untuk membahas masalah kamu dan Saga" ucap Dirga, pria paruh baya yang masih tampan itu kini menatap menantunya. "Kami juga ingin membahas tentang perceraian kalian. Karena... Saga akan segera menikahi Milen"
Deg
🌻🌻🌻
Bab ini dobel ya kak. Bab 33 dan 34 sebenarnya. Tapi di list aku kok yang bab 33 hilang, jadi terpaksa aku gabungin. Sempat bingung juga kok bisa hilang padahal kemarin sempat ada komen dari beberapa riders. tapi ya udahlahh...
Selamat membaca dan semoga kalian terhibur
keknya kamu lebih hyper saga
saga lebih dewasa dan tidak oon dari pada azka sang kakak.
*pemeran utama wanita apapun kesalahanya, melukai hati suami, merendahkan harga diri suami, pergi tinggal suami, pisah anak dan ayah, terang2 mencintai pria lain, ucapanya selalu melukai perasaan suami tapi apa yang terjadi semudah itu dimaafkan dan malah dibalik suami yang dibuat berjuang dan mengemis cinta
*pebinor apapun kesalahanya, merusak rumah tangga orang, melukai perasaan istrinya, merendahkan harga diri istrinya tapi apa semudah itu dimaafkan, malah saking spesialnya pebinor, istri dibuat jadi wanita bodoh dan mengemis cinta pada yang selalu mencintainya dan rela diperlakukan seperti apapun
coba banding (dinovel mu saja lah) jika
*pemeran utama pria yang membuat kesalahan pasti dibuat menyesal, menderita, dapat karma, mengemis maaf, dan berjuang mati2an untuk dapat kesempatan, dan posisi bisa tergantikan pria lain
*pelakor sudah pasti dilaknat, diperlakukan kasar dan hina, dan akhirnya dibinasakan
dengan pemikiran yang tidak adil dan egois kayak gini kalian membuat novel dan kalian bangga
mungkin novel kalian bagus dari segi karya seni tapi dari sisi moral dan keadilan novel kalian sangat miris sekali
runyam kan?
semangat kaka🥰🥰🥰