NovelToon NovelToon
Bulan Di Langit

Bulan Di Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda
Popularitas:208.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Heni Heni

Menjadi kaya sejak lahir, tak lantas membuat hidup seorang Langit Biru begitu sempurna. Nyatanya di usia yang ketiga puluh lima tahun, pria itu sudah harus merasakan menjadi orangtua tunggal bagi putrinya.

Apapun akan Langit lakukan demi kebahagiaan juga keselamatan sang putri. Termasuk di dalamnya ketika Langit harus memaksa seorang gadis ambisius juga keras kepala agar mau menjadi istrinya. Siapa lagi jika bukan Bulan Purnama. Wanita yang memang memiliki ambisi demi kemajuan bisnisnya.

Sebuah kisah kehebatan seorang Ayah tunggal yang mencintai putrinya dengan cara yang luar biasa.

Juga bagaimana seorang wanita tangguh dan mandiri yang harus terpaksa hidup bersama seorang duda dengan putrinya.

Ikuti kisah selengkapnya hanya di story Bulan di Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Tiga

Bukannya masuk ke dalam ruang kerjanya sendiri, melainkan mengikuti sang Daddy memasuki kawasan pribadi si pemilik hotel. Di hotel ini memang disediakan ruangan bagi para staff hotel yang bekerja. Baik Bumi Perkasa juga Bulan Purnama memiliki ruang kerja masing-masing. Jika Bumi Perkasa adalah pemilik sekaligus pendiri salah satu hotel mewah dan termegah di pulau Dewata ini, sedangkan Bulan Purnama adalah pemimpin tertinggi dan pengendali segala macam proses yang terjadi dalam kepengurusan hotel ini.

"Daddy ... kenapa Daddy begitu saja mengundang makan malam mereka?" cerca Bulan lalu menjatuhkan tubuh rampingnya begitu saja di atas sofa.

Bumi yang duduk di balik meja kerjanya, sedikit mendongak sebelum melanjutkan apa yang sedang dikerjakan yaitu menyalakan laptop dan mulai mengerjakan tugasnya. Sebenarnya, lelaki yang sudah berusia kepala tujuh itu sudah memutuskan pensiun. Hanya saja masih enggan dan tidak tega melepaskan Bulan Purnama bekerja sendirian. Pasalnya anak lelakinya yaitu Danu yang kini bertugas mengurus proyek di luar negeri, tidak mungkin membantu sang adik menghandel hotel dan beberapa resort yang mereka miliki.

"Memangnya kenapa?" Dengan tanpa bersalah Bumi ikut bertanya.

"Daddy kan baru saja berkenalan dengannya. Bagaimana mungkin langsung mengundang makan malam di rumah."

"Memang benar Daddy baru saja berkenalan dengan mereka. Tapi kamu ... Daddy rasa kamu sudah mengenal sangat baik Pak Langit dan putrinya."

Bulan berdecak. Daddy-nya ini ada-ada saja. Tak tahukah jika putrinya ini tengah dibuat kesal oleh seorang Langit Biru. Dan sekarang seolah memberi angin segar pada Langit ketika Daddy-nya justru bersikap ramah dan sangat baik pada pria itu.

"Dengan Aya ... Aku memang mengenal baik. Dia gadis kecil yang manis. Tapi jika dengan papanya Aya ...." Bulan mengedikkan bahunya.

Bumi memperhatikan Bulan dengan seksama. Sampai-sampai mengalihkan fokusnya dari pekerjaan. Tampak di mata lelaki itu jika Bulan seolah tidak minat akan undangan makan malam yang diberikan pada Langit Biru. Padahal Bumi Perkasa hanya ingin membantu putrinya demi memuluskan jalan agar Bulan berhasil menggapai mimpi dengan membangun sebuah resort di sebuah pulau pinggir pantai di mana lahannya adalah milik Langit Biru.

"Bulan ... Bulan. Padahal Daddy hanya ingin membantumu mendekatkan dengan Langit Biru."

"Apa?" Bulan yang terkejut sampai menegakkan punggungnya dengan mata melotot menatap tak percaya pada Daddy-nya. Mendekatkan dengan Langit Biru? Apa maksudnya?

"Kamu lupa apa pura-pura lupa. Bukankah kamu mengatakan jika Langit Biru adalah pemilik lahan yang kamu incar?"

Dari sini Bulan mulai mengerti dan paham akan maksud Daddy-nya. Rupanya dia telah salah sangka. Betapa bodohnya karena sempat berpikir yang bukan-bukan. Mendekatkan dalam arti berbeda di benak Bulan. Wanita itu kembali bersandar pada punggung sofa.

"Memangnya Daddy memiliki rencana apa untuk membantuku mendapatkan lahan itu?"

"Daddy belum tahu. Nanti Daddy pikirkan dulu. Yang penting ... kita dekat saja dulu dengan Langit Biru. Daddy pun sebenarnya heran. Kenapa kamu sampai gagal mendapatkan lahan itu."

"Karena yang aku tahu dia tidak butuh uang dan tidak minat menjual lahan itu."

"Dari mana kamu tahu pasal hal itu?"

"Ada lah." Bulan tidak ada niat untuk mengungkap nama Jupiter.

Karena, jika sampai dia menyebutkan satu nama seorang pria, Daddy pasti curiga. Lalu mencari tahu dan mendesak sejauh mana hubungan yang sudah Bulan jalani bersama pria itu. Bisa runyam karena Bulan dengan Jupiter belum memiliki komitmen apa-apa terkait kedekatan hubungan mereka. Jadi akan lebih baik jika Daddy-nya tidak tahu dulu untuk saat ini.

••••

Sebagai seorang pengusaha, tentu harus bersikap professional dan tidak sembarang bisa berbuat sesuatu. Meski Bumi Perkasa penasaran akan sosok Langit Biru ... di luar itu Bumi juga memberikan apresiasi lebih pada sosok Langit yang di pertemuan pertama memberikan kesan ramah. Tidak ada yang menjadi alasan bagi Bumi untuk tidak menyukai sosok Langit Biru. Satu hal lagi. Putri Langit yang bernama Cahaya juga mampu mencuri perhatian seorang Bumi Perkasa.

Namun, mengenai kedekatan putri Langit dengan putrinya lah yang memicu tanda tanya besar dalam diri Bumi Perkasa. Bagaimana mungkin keduanya tampak akrab? Sementara jika dengan Langit ... Bulan lebih menujukkan sikap kesal juga tidak suka.

Bisa saja Bumi bertanya langsung pada Bulan. Hanya saja, Bumi tidak yakin jika Bulan akan memberikan jawaban yang memuaskan. Bumi yakin jika ada hal yang tengah disembunyikan oleh putrinya itu.

Mengundang makan malam Langit dengan Cahaya juga di luar dari pikirannya. Semua terpikir dan terlontar begitu saja dari mulutnya. Apalagi Langit dan Dirga juga menjalin hubungan baik. Tak ada salahnya jika dia pun menjalin hubungan baik pula.

Banyak hal yang memutuskan Bumi untuk mengenal Langit lebih jauh lagi. Hingga ketika sore ini Bumi pulang ke rumah, sang istrilah yang dia cari untuk pertama kali.

"Sayang!" teriak Bumi dengan lantang yang langsung disambut gelengan kepala oleh sang istri tercinta.

"Mas ... jangan biasa berteriak begitu jika masuk ke dalam rumah. Ucapkan salam yang benar agar enak didengar."

Bumi nyengir. "Maafkan aku, sayang."

Mendekati sang istri, melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang Alisha lalu berbisik di telinga wanita yang sangat dia cinta. "Assalamu'alaikum, sayang."

Alisha yang merupakan Mommy-nya Bulan, mengulas senyuman. "Waalaikumsalam, Mas. Gitu, dong. Adem didengarnya."

Bumi terkekeh. "Karena terlalu semangat bertemu denganmu sayang. Jadi kadang lupa."

"Sudah tua makanya jadi pelupa."

"Yang tua hanya umurku saja. Yang penting jiwaku masih muda. Auw! Sayang, suka sekali mencubitku."

Ya, Alisha memang mencubit perut suaminya karena gemas. Tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi tingkah lakunya.

"Sayang, tolong siapkan makan malam. Aku akan mengundang tamu untuk datang ke rumah kita nanti malam."

"Tamu? Siapa?"

"Tamu penting. Kenalan Bulan."

Kening Alisha mengernyit. "Siapa?"

"Nanti aku kenalkan."

Alisha berdecak karena penasaran suaminya menyebut-nyebut nama Bulan. Memangnya siapa? Tamu spesial kah karena harus ada jamuan makan malam segala? Ah, suaminya ini sangat menyebalkan karena main rahasia-rahasia segala.

"Siapa sih, Mas?"

"Rekan kerja Bulan."

Bumi tidak tahu jika status Langit adalah seorang duda. Jadi di dalam benak lelaki itu, hanya ada rencana bagaimana caranya membantu Bulan agar Langit setuju menjual lahan itu. Jujurly, Bumi penasaran saja karena tumben sekali Bulan tidak mampu menaklukkan lawan bisnisnya. Selama ini Bulan selalu berhasil dalam segala hal.

"Laki-laki atau perempuan?"

"Dua-duanya. Lebih tepatnya ayah dan putrinya."

"Oh."

Mendengar sedikit penjelasan dari sang suami, Alisha tak lagi bertanya juga tak lagi penasaran akan siapa tamu spesial yang akan diundang. Tadi Alisha sempat kepikiran jika mungkin saja teman lelaki Bulan. Namun, rupanya prediksinya salah. Dan Alisha menganggukkan kepala menurut pada apa yang suaminya minta. Menyiapkan menu untuk makan malam.

1
Trisni Trisni
suka bangat
Kh2103💙
Lanjut lg dong thor...🙏🙏
penasaran sm kehidupan rumah tangga bulan langit...
Kh2103💙
Ya ampun...aku baru baca lg, setelah sekian lama menunggu, sampe bolak-Balik ngintipin udah ada lanjutannya apa blm... akhirnya nongol jg.....
terimaksih kak, lanjut terus donk....🙏🙏
Nunung Sutiah
Thor, are you ok?
RAGIL RUKIATI
thor jangan lama2 dong up datex
Leeonyy Dewa
iseng2 buka ini kok ya d up akhirnya... semoga bisa benar2 tamat ya kak😍
Sumi Nar
Alhamdulillah Stlh sekian abad hehehe akhirnya up juga ... Terimakasih otor ku yg baik.semoga ada up slnjtnya ya
Sri Komalasari
Y ampun author kemana aja, aq sampe bulak balik liat lapak ini karna ingin trus baca lanjutan kisahnya, ka author semangat nulos trjs y ka, jangan PHP lagi soalnya serrruuuuu 🥰🥰sehat trus k author
Siti Rahmadhani
lanjut
Heni Heni
dilanjut sampai tamat setelah Bertahun-tahun bertapa cari inspirasi. do'akan ya saya betah balik ke sini. Terima kasih yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini
Yayoek Rahayu: harus tetap semangat...
total 3 replies
Reni Otta
ya ampun Thor,setelah sekian purnama diriku menanti dirimu baru muncul lagi.
petaba dimana thor?😁✌️
terima kasih ya Thor🙏
Anindita Azzahra
setelah skian lma crita ini gantung,,skrng ada notif..smngat kak lnjtkn critanya smpai slsai
Nunung Sutiah
Stlh vacum bbrp thn, akhirnya muncul lg.
Kirain g d lanjut...
Luna30
oh MG apakah aq mimpi,,, bulan kau kembali 😍😍
Luna30
berharap banget bulan ini up lagi,,, masih blm move on. author semoga semangat lagi nerusin bulan-nya,,😍
Reni Otta
aku sampe sekarang masih nunggu thor,up lagi donk 🙏
Reni Otta
kenapa nggak update lagi ce thor
Nurul Qomariyah
lho.....kok brenti ....tanggung lah....
Hanny Ticaya
ceritanya gimana nie,,,lanjut dong thour,
Sumar Sutinah
duh kasian ucle jupi, kalah cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!