Update hari Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB.
Sebagai satu - satunya laki - laki keturunan keluarga White,Samuel akan di nobatkan sebagai Duke yang baru.Sebenarnya Samuel tidak menginginkan gelar itu ,tetapi keadaan memaksanya.
Claudia ,putri bangsawan desa ,memutuskan pergi ke sana untuk menemani Samuel dengan alasan untuk belajar tata krama.Ternyata keluarga White dan bangsawan lainnya meremehkan Claudia.
Dengan dalih demi kebaikan Samuel ,Dino memaksa Claudia untuk mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Samuel.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Ikuti saja di karya terbaru ku
Jangan lupa kalau kalian suka Like ,Favorit ,Rate dan Komentar positif ya so Vote.Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.
Putri Patricia Quenade mengerutkan keningnya di kala dirinya di bicarakan oleh para bangsawan di Istana Raja Philip mengenai dirinya yang telah gagal mendapatkan Duke White yang di kagumi dirinya itu.
" Aku sudah mempunyai kekasih yang sangat baik dalam menghormati ku sebagai seorang gadis bangsawan yang terhormat." Kata Putri Patricia Quenade yang menghadapi para bangsawan itu dengan senyuman yang amat tenang.
" Lalu siapakah kekasih mu itu,Tuan Putri Patricia Quenade dan seperti apakah pria yang beruntung menjadi kekasihmu itu?" Tanya salah satu dari para bangsawan kepada Putri Patricia Quenade.
"Kalian akan mengetahui kekasih ku di pesta pernikahan Raja Philip dengan Putri Rosalie yang akan di adakan tepat di hari ulang tahun Sang Puteri ke dua puluh tahun di Istana Utama Raja Philip." Jawab Putri Patricia Quenade dengan nada yang amat tegas yang menyakinkan sekali kepada para bangsawan di Istana Raja Philip.
Di Kediaman Duke White,Desa Besar Kenangan Tanpa Batas.Terlihatlah, Samuel yang selalu ceria dan bahagia dengan kehadiran Claudia yang kini menjadi istrinya paling di cintainya itu.
" Clau ,Aku sungguh merasa diriku ini yang paling berbahagia sekali dengan memiliki mu sebagai istriku ,dan Aku pun semakin paling hebat dengan kehadiran Reynaldi White sebagai putra pertama ku lalu di sini rumah ku ini telah hadir Ibu kandung ku Laurenza." Kata Samuel dengan suaranya amat bahagia itu kepada Claudia sambil memeluk erat Claudia di kursi taman bunga Kediamannya itu.
"Aku juga sangat bahagia melihat dirimu bahagia setiap harimu kau selalu tertawa lebar dan juga tersenyum menawan untuk semua orang yang di sekitar mu," Jawab Claudia meringkuk di pelukan Samuel.
" Ya,dulu Aku selalu cemberut tapi sekarang Aku selalu tertawa.Semua ini karena dirimu ,Sayang." Kata Samuel yang menggendong Claudia untuk naik ke punggung kuda putihnya.
Lalu Samuel memacu kudanya menuju ke Bukit Pelangi yang sudah di rindukannya itu. Claudia di pelukan Samuel mengecup pipi Samuel dengan penuh cinta lalu berkata.
" Selamat datang kembali untuk Samuel di Bukit Pelangi." Kata Claudia di gendongan Samuel begitu mereka tiba di Bukit Pelangi.
" Iya,Clau..Aku sangat merindukan udara,awan suara burung berkicau, suara air sungai kecil di sekitar Bukit Pelangi." Kata Samuel yang tampak di wajahnya begitu merindukan Bukit Pelangi.
"Hmm..Apakah kamu tak mau melihat hujan dan pelangi di atas goa di sekitar ladang Arbei liar?" Tanya Claudia turun dari gendongan Samuel.
"Mmm..Tentu Aku mau sekali melihat hujan dan pelangi kembali bersama denganmu,Clau."Jawab Samuel yang menggenggam tangan Claudia.
Claudia mengajak Samuel ketempat yang sudah lama sekali tidak pernah mereka kunjungi itu yang terutama bagi Samuel yang sudah sekian tahun tak mengunjungi Bukit Pelangi.
" Rintik hujan yang amat deras ,deru petir dan awan gelap serta aroma rumput di goa ini amatlah sangat akrab dengan ku dan tak bisa ku lupakan seumur hidupku." Kata Samuel yang memeluk Claudia di atas rumput-rumput halus di dalam goa yang menjadi tempat kenangan mereka berdua.
" Hei..Lalu kamu mau apa dengan menatapku?" Tanya Claudia dengan wajah merona sekali di tatap Samuel begitu hangat.
"Menginginkanmu sesudah kamu benar -benar menjadi milikku,istriku dan Ibu dari putra pertama ku Reynaldi White," Jawab Samuel mendekatkan dirinya kepada Claudia.
Di Kediaman Duke Fillan.
Ray melukis sepasang alis Sonya di setiap pagi hari sebagai kegiatan rutinitasnya untuk Ray bisa membahagiakan Sonya yang sekarang menjadi Istrinya itu.
" Ray, Aku ingin menanyakanmu apakah kamu ini suka dengan anak laki -laki atau anak perempuan? Pokoknya kamu harus menjawab yang jujur ,ya?" Tanya Sonya sambil menggenggam sisir alis di tangan Ray.
"Laki -laki untuk penerus ku." Jawab Ray jujur.
"Ouh,kalau nanti bayi yang ku lahirkan ini adalah anak perempuan ?Kamu bagaimana dalam kamu menyikapinya ?Apakah kamu akan menerimanya sebagai Anakmu itu?" Tanya Sonya dengan takut -takut kepada Ray.
"Emm..Ya,tentu saja Aku akan menerima anak perempuan yang kau lahirkan itu karena biarpun anak yang kamu lahirkan adalah darah dagingku tapi aku sangat yakin kalau bayi yang berada di kandunganmu ini di saat ini adalah seorang anak laki -laki." Jawab Ray dengan jemarinya mengelus lembut perut hamil Sonya.
Sonya menggenggam surat hasil usg yang telah di dapatkannya dari Dokter kandungannya beberapa waktu lalu dengan genggamannya itu begitu amat bergetar.
"Maaf, Ray.Anak yang sedang ku kandung ini ialah anak perempuan.Ah,kamu pasti akan merasa kecewa sekali meskipun di wajahmu terlihat kamu baik -baik saja dan tetap bahagia menerima anak perempuan sebagai anak mu juga."Kata Sonya di dalam hatinya.
Sonya diam -diam menemui Miya yang memberi saran untuknya yakni menukar bayinya begitu bayi di lahirkan dengan bayi orang lain untuk Sonya bisa bahagia bersama dengan Ray.
" Bayi siapakah yang akan aku tukar dengan bayi perempuan ku ini nanti ketika Aku melahirkan bayi ku ini,Kak Miya?" Tanya Sonya dengan wajahnya begitu pucat pasi kepada Miya.
"Bayinya Claudia dan Samuel."Jawab Miya yang ingin melancarkan balas dendam kepada Samuel yang menikahkannya dengan pria yang berasal jauh dari tempat kelahirannya.
" Ei, Aku tak bisa melakukan hal itu terhadap Clau dan Kakak Samuel,Kak Miya?! Mereka sangat baik terhadapku..!" Tolak Sonya dengan desiran hatinya pilu.
"Mmm..Ya,ya..Lagipula Clau belum menunjukkan dirinya akan hamil untuk kedua kalinya usai dia melahirkan putra pertamanya itu." Jawab Miya jengkel dengan idenya di tolak mentah -mentah oleh Sonya.
" Karena Clau ingin menunggu Reynaldi usia satu atau dua tahun untuk mengandung lagi," Kata Sonya yang mengetahui semua itu dari Claudia sendiri di ketika Clau mengunjungi orangtuanya di Kediaman Duke Fillan.
"Mm..Ya sudah kau pakai cara jujur mu saja pada Ray dan lihat apa reaksi Ray terhadap dirimu yang mengandung anak perempuan untuk anaknya yang pertama...?!Apakah dia akan menerimanya ataukah menolaknya? Semua itu tergantung pada pilihanmu sendiri,Sonya?!" Ucap Miya menatap Ray di kejauhan yang sedang sibuk mengurusi kereta kuda di kandang kuda milik Kediaman Duke Fillan.
"Ahhh..! Aku merasa takut sekali jika Ray menolak bayi ku ini,Kak Miya." Kata Sonya yang menangis kebingunngan dan juga ketakutan itu kepada Miya yang memiliki ide lain.
"Kau beli saja bayi laki -laki dari seorang wanita yang menginginkan uang yang besar untuk hidupi keluarganya yang miskin dan serba kekurangan di desa kecil di kota lain di Kerajaan Lovenia." Jawab Miya berkilat cerdas itu kepada Sonya.
Bersambung..!!