Astari Rahayu , wanita muda yang sangat gesit dan lincah bertemu dengan seorang pria yang selalu memandang wanita dengan curiga tetapi saat bertemu Astari ia mempunyai ketertarikan yang tidak disembunyikan. Apakah Mereka dapat menjalin hubungan sebagai pimpinan dan bawahan atau bahkan percintaan ?.
Hai hai haaaiii.
Ini adalah buku ketiga aku, Aku mohon dukungan , kritik dan sarannya yang membangun.
Dan jangan lupa untuk Like dan Vote karya aku yaaaa...
Selamat membaca...😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Setelah penanda tanganan kerja sama, mereka menuju restoran yang berada tidak jauh dari kantor Tuan Erico Duarte.
" Apakah Tuan sudah mempunyai rencana perjalanan selama di Lisbon ?." tanya pemandu wisata yang bernama Abei.
" Kami berencana mengunjungi kota Braga. Bagaimana menurut mu ?."
" Kota Braga sangat bagus Tuan. Saya akan mengantarkan Tuan dan Nyonya," jawab Abei antusias.
Asta sangat mengagumi Kota Braga membuat Kevin tersenyum.
" Kau tahu, melihat mu begitu kagum pada kota ini, membuatku sangat bahagia." bisik Kevin sambil mencium pipi Asta.
" Terima kasih Mas, ini sungguh luar biasa. Kombinasi yang sangat menakjubkan antara kota tua bersejarah yang sangat indah dengan kehidupan modern sangat sangat sayang bila dilewatkan," jawab Asta.
" Apakah kau tahu Portugal adalah salah satu negara yang terkenal dengan pelayaran mereka ?."
"He eh, karena aku tahu Colombus adalah salah seorang penjelajah yang dimiliki oleh negara Portugal." jawab Asta.
Mereka begitu menikmati kota Braga dan bisa mengunjungi kafe dan pertokoan yang berada dikota tersebut.
Asta sangat bahagia dan dia sudah membeli berbagai macam oleh-oleh saat kembali ke hotel.
" Terima kasih Abei sudah memandu kami," kata Kevin.
" Abei, bukankah di sini juga ada kota air yang dikenal dengan nama 'Venice of Portugal' ?, bisakah kita mengunjungi nya besok ?," tanya Asta.
" Benar Nyonya, dinegara kami juga ada kota air dan dikenal dengan Venice of Portugal' dan Tuan Nyonya dapat mengikuti tur dengan gondola. Besok saya akan mengantarkan kesana ."
" Terima kasih Abei, hari ini kami sangat menikmati nya." ujar Kevin.
" Kami akan melayani dan memandu Anda selama berada di negara kami Tuan. Baiklah saya permisi dulu. Besok pagi saya akan datang untuk memperlihatkan daerah wisata yang kami miliki. Selamat beristirahat Tuan dan Nyonya."
Abei sudah meninggalkan hotel. Kevin dan Asta segera menuju suite mewah mereka.
" Bagaimana suka ?," tanya Kevin ketika mereka berada dikamar.
" Suka...sangat suka sekali. Terima kasih Mas," kata Asta.
" Apakah aku tidak akan mendapatkan bayaran ?."
Dengan penuh senyum Asta mengalungkan kedua lengannya ke leher Kevin dan memberikan ciuman mesra dibibir suaminya.
Kevin sangat senang karena Asta bertindak berani dan ia langsung membalas ciuman Asta dengan dalam dan menuntut.
Percintaan mereka kali ini sangat berbeda karena Asta yang mengambil inisiatif hingga Kevin sangat menikmati nya.
" Apakah kamu mau pesan layanan kamar lagi ?," tanya Kevin setelah mereka selesai mandi.
" Aku tidak Mas, perutku masih penuh. Apakah Mas Kevin mau pesan makanan ?, aku tadi beli roti dan puding. Menurut Abei puding terlezat yang berada di kota ini."
" Hemm, kamu siapkan untuk ku ya, karena aku masih perlu energi untuk menghabiskan malam ini," goda Kevin membuat Asta tertawa malu karena suaminya tidak pernah merasa puas bila hanya satu kali.
Pagi-pagi mereka sudah bangun dengan tubuh yang segar.
Asta baru saja selesai mandi sementara Kevin sedang membuka laptop nya membaca email yang dikirim oleh Amanda.
" Mas Kevin sudah pesan sarapan ?."
" Sudah. Abei sudah memberi kabar akan tiba disini dalam dua jam. Jadi kita tidak perlu terburu-buru."
" Okey."
"Apakah Amanda menelepon mu ?."
" Dia hanya kirim pesan yang berisi daftar belanja miliknya," jawab Asta tertawa begitu juga dengan Kevin.
Mereka sudah rapi dan menunggu Abei di lobby hotel. Asta sangat perhatian dengan yang ada dihotel yang mereka tempati.
" Kenapa ?."
"Aku sangat suka dengan hotel ini. Apakah Mas Kevin tidak memiliki jaringan disini ?."
"Aku hanya menanam saham pada jaringan hotel milik Erico. Apakah kamu lupa dengan kerjasama kita dengan Tuan Erico Duarte ?."
" Bukankah kerjasama tersebut hanya bisnis perkapalan saja ?."
"Yang kemarin iya, tetapi untuk perhotelan sudah berjalan selama dua tahun."
"Lalu mengapa kita tidak menginap di sana saja ?."
"Karena disana ada Amercia ."
" Dan siapakah Amercia ?."
" Salah seorang teman kencan ku . Tenanglah dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak "
" Benarkah ?,mengapa Mas Kevin tidak ingin bertemu dengannya ?."
" Apakah kamu ingin berkenalan dengannya ?, kalau ya, aku akan membawamu untuk bertemu dengannya," suara Kevin terdengar tajam karena ia tidak menyukai bila ada yang bertanya sesuatu yang dia tidak ingin mengatakannya meskipun itu Asta istrinya.
" Lupakan. Aku tidak perduli dengan wanita yang pernah kau kencani Mas," jawab Asta.
Mereka saling berdiam diri hingga Abei tiba dan membawa mereka ke Aveiro.
Suasana hati yang kurang menyenangkan pada awalnya agak berkurang dengan perjalanan wisata mereka ke Aveiro. Kota air yang juga dikenal dengan Venice of Portugal, yang memiliki banyak jalur kanal dengan pemandangan yang indah dan dihubungkan dengan jembatan yang menawan.
Mereka mengikuti tur dengan menaiki gondola yang berwarna warni dan menyusuri kanal serta menikmati kota yang indah. Aveiro benar-benar menyuguhkan arsitektur dan karya seni yang sangat menakjubkan.
Mereka sedang berada di restoran yang menyediakan aneka makanan lezat setelah menyelesaikan tur.
" Apakah Tuan dan Nyonya sudah ada rencana lainnya ?," tanya Abei.
" Setelah ini kami berencana untuk berbelanja dan besok baru menuju Sintra ." jawab Kevin.
" Apakah Nyonya menyukai minyak zaitun ?, Kalau ya saya akan memandu Anda untuk berbelanja di Olistori . Disana menyediakan aneka jenis minyak zaitun terbaik yang dimiliki oleh negara kami."
" Bagaimana dengan coklat ?, apakah disini ada toko yang khusus menjual coklat ?."
" Tentu saja ada Nyonya. Nama tempat nya chocolataria Equador . Mereka menyajikan aneka macam coklat yang sangat nikmat. Dan setiap wisatawan yang datang ke toko tersebut selalu berulang-ulang selama mereka berada di negara ini. Apakah Anda mau mengunjungi nya ?."
" Tentu kami akan mengunjungi nya ."
Asta sangat menikmati acara belanja mereka , sementara Kevin mengikuti nya. Asta sangat antusias dalam berbelanja meskipun Kevin tahu Asta masih teringat perdebatan mereka saat dilobby hotel sebelum Abei datang.
" Abei, kami berencana akan menginap di Sintra. Bagaimana menurutmu ?."
" Sangat bagus Tuan, Pemandangan disana sangat bagus, Tuan dapat tinggal di Villa yang sangat indah dengan arsitektur nya yang sangat menawan. Apakah Tuan sudah memesan penginapannya ?."
" Sudah. Kami sudah menyewanya dan berharap kami dapat menikmati nya."
"Tuan dan Nyonya pasti akan puas karena Sintra adalah daerah yang sangat indah." jawab Abei.
Di Sintra mereka mengunjungi Istana dan galeri seni yang memiliki sejarah dan arsitektur yang sangat indah dan akan sulit untuk diabaikan begitu saja.
Selama sepuluh hari di Portugal, mereka menjelajah daerah wisata dinegara tersebut dan merupakan kebahagiaan tersendiri ketika mereka bisa menikmati nya.
" Apakah kamu sudah membeli oleh-oleh?," tanya Kevin ketika mereka sudah kembali ke kota Lisbon.
"Sudah," jawab Asta singkat.
" Apakah kamu masih marah ?."
"Apakah ada gunanya ?, tidak ada bukan ?, jadi untuk apa diingatkan kembali?."
" Asta aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku tidak akan membahas yang sudah berlalu."
"Tentu saja Mas, maka lupakan dan jangan bahas lagi. Mas setuju bukan ?," jawab Asta sambil merapikan belanjaan mereka.
Besok pagi mereka berencana untuk kembali ke Indonesia tetapi suasana hati mereka kurang baik.
kok brasa kurang sreg nya, klo tokoh nya umur br 19th trus luar biasa kebiasaan nya...terlalu nggak ada mnrt saya...klo usia 22-23 msh lah, sarjana, bisa basa asing, kebiasaan yg diatas rata²...🙏
semangat ya dd othor say moga sehat dn bahagia sllu🤲 suka cerita nya gk bertele tele moga sampai ending nya pun begini gk bertele tele🥰🥰🥰🥰