Budayakan membaca❤️
'Gue akan pergi jika lo nyuruh gue pergi' _Alden Gavin
Raymond
'Sejauh apapun lo pergi,selama apapun lo hilang gue akan tetap menunggu' _Adelia Safarana
#
'Lo gak pernah sadar segila apa gue ngelihat lo sakit' _Devan Septian
'Gue tau perasaan lo itu nyata' _Giana Zafra
'Gue gak ngizinin lo pergi lagi' _Giofandi Zafrano
'Cinta tau kemana dia harus pulang'. _Sisilia Zeha
Penasaran ceritanya kan?? ikutin yokk:)
Novel baru aku:) mohon dukungannya^*^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda Tri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HSLS 33
Hari-hari pun berlalu,tak terasa hari ini hari kelulusan buat Dea dan Gavin.Semenjak satu bulan yang lalu Dea berusaha menerima Gavin di hatinya,nyatanya Dea sudah jatuh hati dengan Gavin tapi dia belum menyadarinya.
Sementara Farel masih belum mengingat tentang Dea,hanya saja jika dia berada di dekat Dea,Farel merasa ada yang aneh di dadanya sementara Zanna semakin gencar mendekati Gavin sehingga membuat hubungannya dengan Farel sedikit renggang.
Setelah melihat papan kelulusan Dea mengajak Gavin untuk pulang karena dia tidak terlalu suka dengan keramaian.Saat hampir sampai di parkiran,Zanna sengaja menubrukkan dirinya di depan Gavin dan itu membuat Dea emosi.
"Duhh maaf Gav,gw gak sengaja." ucap Zanna
"Hm." jawab Gavin singkat.
"Ntar malem jalan yok ada yang mau gw omongin berdua sama lo." ucap Zanna tanpa tau malu di depan Gavin dan Dea.
Cihh murah.Batin Gavin.
Dea yang tidak bisa menahan emosinya lagi langsung membentak Zanna.
"Setelah lo ambil Farel dari gw,sekarang lo juga mau ambil Alden jangan pernah mimpi lo." ucap Dea sambil menggenggam tangan Gavin.
"Eh diem lo gw gak ngomong sama lo,gw ngomong sama Gavin.Kasian ya udah gak dianggep sama Farel sekarang jadiin orang lain pelampiasan.Udah miskin blagu lo dasar jal**ng." ucap Zanna naik pitam.
Plakkkkk.....
Dea yang emosi langsung menampar pipi Zanna,dia tidak terima atas perkataan Zanna.Awalnya Zanna ingin membalas Dea tapi melihat ada Farel,Zanna pura-pura terintimidasi.
Plakkkkkk....
Satu tamparan di pipi Dea,itu bukan dari Zanna melainkan dari Farel.
Kak Farel.....
Farellllll....
Teriak Dena,Sasya,Fano,dan Rendy.Merek semua tidak menyangka Farel akan sekasar itu terhadap Dea.Dea masih tidak percaya Farel yang dulu sangat ia percaya tidak akan kasar seperti ini,tapi sekarang kenyataannya Farel tidak lebih dari seorang pria pengecut.
Bangs***...
Bugh.... Bugh
Gavin memukul Farel membabi buta.
"Dasar pengecut beraninya sama perempuan." ucap Gavin di sela-sela pukulannya,Gavin tidak bisa di hentikan sehingga Dea yang harus menghentikannya sendiri.
"Alden Gavin Raymond." panggil Dea sambil memegang tangan Gavin,dan itu membuat Gavin berhenti memukuli Farel.Gavin khawatir kalau Dea sakit.
"Buat lo Zanna.Lo berhasil bikin Farel benci sama gw,lo berhasil ngambil Farel dari gw,lo menang terimakasih berkat lo gw tau siapa sebenarnya cowok yang dulu gw perjuangkan."ucap Dea sambil menahan rasa sakit di pipinya."Dan buat lo Farel Setya Gibran,hari ini detik ini gw lepas lo gw ngalah dari masalalu lo,lo udah keterlaluan semoga saat lo inget semuanya nanti,lo gak akan nyesel.Gw ga benci sama lo tapi perbuatan lo selamanya akan membekas di hati gw,gw pergi."sambung Dea sambil melangkah pergi karena dia mula merasa sesak di dadanya.Gavin menyusul Dea.
Setelah kepergian Dea,Farel mematung di tempatnya.
"Maaf Rel lo udah keterlaluan,mulai sekarang kita bukan sahabat lagi." ucap Fano.
"Gw pikir lo gak akan kasar sama perempuan Rel,gw sebagai sahabat lo kecewa.Dan benar kata Fano kita udah gak ada hubungan persahabatan lagi." sambung Rendy.
Setelah itu Fano dan Rendy mengajak Dena dan Sasya untuk menyusul Dea,bagaimanapun juga Fano dan Rendy merasa bersalah atas perlakuan Farel.
Sementara Zanna merasa puas setelah membuat hubungan Farel dengan teman-temannya hancur.Zanna meninggalkan Farel yang termenung sendiri.Saat ingin pergi tiba-tiba ada bola basket yang mengenai kepala Farel sehingga Farel merasa pusing dan hilang kesadaran.
Di lain tempat.....
Dea sangat terpukul atas kejadian tadi,dia membiarkan darah yang mengalir di sudut pipinya mengering.
"Kenapa lo setega ini sama gw Rel,gw pikir lo yang terbaik buat gw tapi lo tega nyakitin fisik dan batin aku." ucap Dea frustasi.
Dea sekarang berada di pemakaman Dava di ikuti Gavin,perasaan Dea hari ini kacau.Akibatnya dia tidak bisa berpikir jernih.
"Delia pulang ya,udah sore nanti kamu sakit."ucap Gavin dengan lembut.
"Gak gw gak mau pulang,gw masih pengen di sini."
"Plis Del,nanti lo sakit.Udah gak usah pikirin Farel."
"Gw pengen di sini Gavin." bentak Dea sambil memanggilnya dengan sebutan Gavin.
"Kalau lo marah sama Farel jangan jadiin gw pelampiasan amarah lo De,gw udah cukup sabar ngadepin sifat lo.Gw selalu terima kalau hati lo masih belum sepenuhnya milik gw." balas Gavin.
"Lo udah capek sekarang? kenapa baru ngomong Al,lo sama aja sam Farel.Kenapa,sekarang lo mau pergi? silahkan pergi yang jauh tapi jangan pernah balik ke hidup gw lagi."ucap Dea sambil berteriak.
Jlebbbb......
Gavin sakit mendengar ucapan Dea,kenapa Dea setega itu dengannya.Sudah cukup perjuangan Gavin kali ini.
"Oke De kalo itu yang lo mau terimakasih buat semuanya,semoga lo bahagia.Dan ingat satu hal jangan pernah samain gw sama siapapun karena setiap orang itu beda." ucap Gavin kecewa sambil melangkah pergi.
.
.
.
:)))))))
ap