*AREA MEMBUCIN!!
*TIDAK SUKA SKIIP! NO KOMENT SAMPAH!!
Terima Kasih!!
Squel dari cerita Anak Sultan Milik CEO.
🌺🌺🌺
Sifat dingin merupakan hal yang lumrah bagi setiap wanita. Bagaimana jika istilah beruang kutub dan singa betina dipadukan menjadi satu?
Gadis yang selalu mendapatkan pengawalan ketat dari sang abang, membuatnya awam tentang apa itu cinta. Namun seorang laki-laki berhasil meruntuhkan sifat dingin sang tuan putri, siapakah dia?
Ivanna Hanindya Dirgantara gadis dingin yang memiliki tatapan mata tajam, harus menggantikan sang ayah untuk mengelola Dirgantara CORP. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan itu, karena kondisi Irfan yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi.
Berjalan bersama Fajri, membuat Ivanna mampu mencapai puncak kesuksesannya.
Mengejar sang abang, dengan melebarkan sayapnya semakin jauh.
Dalam pencapaiannya, ada banyak pria mapan dan tampan yang mengejar Ivanna, siapakah yang akan ia pilih?
Pria baru yang hadir, atau masa lalu yang tiba-tiba saja datang kembali membawa sesuatu yang mampu mengubah sifat dingin Ivanna?
jangan lupa tinggalkan like nya gais 🤘🤘
Yuk simak terus!
ig : @bucin_nt.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan?
Sore menjelang, Ivanna sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Semua pekerjaan untuk hari ini sudah selesai, ia tidak sabar menunggu kedatangan sang pujaan hati yang akan menjemputnya.
Tring....
Ponsel Ivanna berbunyi, ada sebuah pesan masuk di sana. Ia segera melihat pesan dengan notifikasi khusus itu.
📩 From, My Baby🐓
"Sayang, sudah selesai kerjanya? Aku jemput sekarang ya?"
Ivanna tersenyum dan segera membalas pesan itu.
📩 To, My Baby🐓
"Aku sudah selesai, By. Hati-hati di jalan, ya!" tulis Ivanna.
Ia membereskan beberapa barang wajib bawaannya dan memasukannya ke dalam tas. Ivanna mematut dirinya di cermin besar yang ada di ruangan itu.
Dres selutut berwarna biru, membuat Ivanna terlihat sangat cantik. Di padukan dengan topi pancing kekinian dari brand ternama membuat penampilan Ivanna terlihat sempurna. Ia juga mengenakan masker untuk menutupi wajahnya nanti.
"Nona?" panggil Felicia.
"Ah, iya. Kamu boleh pulang, Fel. saya akan pulang bersama, Tono!" ucap Ivanna.
"Apa Nona ingin saya temani?" tanya Felicia.
"Tidak usah! Ada uncle Joe yang mengawasiku, nanti!" ucap Ivanna.
"Baiklah, Nona. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu!" ucap Felicia.
"Iya, minta pak Sakti mengantarkan kamu pulang!" ucap Ivanna.
"Baik, Nona. Terima kasih, permisi!" ucap Felicia keluar dari ruangan Ivanna.
drrtt..., drrtt..., drrtt...,
Ponsel Ivanna kembali berdering, sebuah panggilan masuk tertera di sana. Gadis cantik itu tersenyum manis melihat siapa yang tengah menelfonnya, ia segera mengangkat panggilan itu dengan perasaan yang membuncah.
"Halo, sayang?" sapa Tono dari balik ponsel.
"Halo, Baby. Sudah sampai?" tanya ivanna tersenyum senang.
"Sudah, Sayang! Apa langsung aku jemput ke atas?" tanya tono.
"Tunggu di dalam mobil saja, By! Aku sedang berjalan menuju lift!" ucap ivanna
"Ah baiklah! Hati-hati jalannya, sayang!" ucap tono tersenyum.
"iya, Baby!" ucap Ivanna sambil mematikan panggilan itu.
Ia semakin mempercepat langkah kakinya, namun masih terlihat anggun menuju loby perusahaan dimana Tono tengah menunggu. Ivanna berhasil membuat semua karyawan terpana melihat kecantikan dan aura yang di tampilkan olehnya.
Dengan hati yang bahagia, ia berjalan dan langsung masuk ke dalam mobil Tono dengan senyum yang merekah.
"Hai, Baby!" ucap ivanna tersenyum manis.
"Hai, Sayang. Sudah siap? Apa kita langsung pergi?" tanya Tono menggenggam tangan Ivanna dan mengecupnya dengan lembut. "Kamu terlihat begitu cantik dan bersinar, Sayang!" sambungnya dengan senyuman manis yang membuat Ivanna selalu merasa jatuh cinta.
"Jangan memujiku, By. Kamu juga terlihat begitu tampan! Apa karena ini kencan pertama kita?" Tanya Ivanna dengan wajah yang merona.
"Tidak, Sayang! Bukankah aku harus selalu terlihat tampan, agar para rivalku semakin menciut dan menjauhimu!" ucap Tono menjalankan mobilnya.
"Kamu ini, Aku sudah bilang. Aku gak pernah memandang seseorang dari harta dan tahta, Yang penting hati kamu baik dan menghargai aku sebagai perempuan!" ucap Ivanna mengusap tangan Tono yang berada di dalam genggamannya.
"Ah, Sayang. Kenapa kamu selalu membuatku semakin jatuh cinta setiap harinya? Aku pasti akan gila jika kita tidak berjodoh!" ucap Tono menatap Ivanna serius ketika berada di lampu merah.
"Jangan seperti itu, by! Aku pasti juga akan sedih!" ucap Ivanna lirih sambil menyandarkan kepalanya di bahu Tono.
"Jangan sedih, Sayang. Semoga kita berjodoh, ya!" ucap Tono kembali mengecup tangan Ivanna.
"Aamiin. Hmm, kita mau kemana, By?" tanya Ivanna.
"Aku mau membawa kamu pergi piknik di sore menjelang malam. Ada wisata yang baru buka di tepi bukit. Katanya sih pemandangan malam harinya cukup bagus. Mau kan?" ucap Tono menerangkan.
"Mau, tapi jangan pulang larut, ya!" ucap Ivanna tersenyum.
"Baiklah, Tuan Putri!" ucap Tono.
Pria tampan itu, sudah membaca beberapa perlengkapan untuk piknik. Ia akan memastikan jika Ivanna ketika pergi bersamanya nanti.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama dua puluh menit, mobil yang membawa Tuan Putri itu berhenti di parkiran khusus yang di sediakan oleh pengelola tempat wisata itu.
Tono mengeluarkan beberapa keranjang yang membuatnya cukup sulit jika harus membawa mereka sekaligus.
"Sini aku bantu, By!" ucap Ivanna tersenyum dan meraih satu keranjang tang berisikan makanan.
"Jangan, sayang! nanti...," ucap Tono melihat Ivanna sudah berjalan cepat di depannya.
"Ayo, By! Sebentar lagi ada sunset!" ucap Ivanna senang.
Kenapa calon istriku mengemaskan sekali? Tuhan Semoga kamu berjodoh!. Batin Tono tersenyum.
Berjalan sekitar lima menit, Tono akhirnya sampai di sebuah tenda santai yang ia sewa malam ini bersama Ivanna.
Gadis cantik itu sudah berdiri sambil merentangkan tangannya, merasakan hembusan angin yang terasa begitu sejuk ketika membelai lembut kulitnya. Namun ia tersentak ketika merasakan sepasang tangan melingkar di pinggang rampingnya.
"Apa kamu suka, sayang?" ucap Tono tersenyum.
"Aku suka! terima kasih, Baby!" ucap Ivanna menggenggam tangan Tono yang ada di perutnya.
Sejenak, mereka merasakan ketenangan di tempat itu, karena pengunjung yang datang belum terlalu ramai. Tono segera mengajak Ivanna untuk membentangkan sebuah karpet dan mengeluarkan semua makanan yang ia bawa.
"Apa kamu gak rugi, kalau ngasih aku makan terus, By?" tanya Ivanna terkekeh, ketika Tono selalu memberikannya makanan secara cuma-cuma.
"Aku gak akan rugi, sayang. Selama aku ikhlas, itu gak masalah!" ucap Tono mengusap kepala Ivanna.
"I Love You, Baby!" ucap Ivanna tersenyum dengan wajah yang merona.
"Love You to, sayang!" ucap Tono bahagia. "Ah, iya. Maafin aku ya, sayang. Tadi siang aku lupa mengirimkan kamu makanan!" sambungnya dengan perasaan penuh sesal.
"Gak papa, By. Tadi siang aku bawa bekal kok. Tapi, ya aku cuma bisa makan sama Felicia dan Mbak Fitry!" ucap Ivanna tersenyum tipis.
"Aku jadi merasa bersalah!" ucap Tono penuh sesal.
"'Jangan seperti itu, Baby! Gak papa, kok. Kamu juga harus mengembangkan bisnis dan memperhatikan mereka. Jangan sampai karena aku, kamu lalai menjalankan tanggung jawab dan kewajiban kamu, By. Kembangkanlah usaha kamu agar bisa lebih maju! Jangan lupa menabung juga, karena kita gak tau kedepannya bagaimana!" ucap Ivanna menatap Tono serius.
"Iya, sayang. Aku ingin di kemudian hari, kita hidup serba berkecukupan dan gak susah! Aku gak peduli seberapa sukses para rivalku, yang jelas aku akan memastikan jika kamu gak akan kekurangan apapun ketika kita menikah nanti!" ucap Tono tersenyum manis sambil mengusap kepala Ivanna dengan lembut.
"Aku akan mendukung apapun itu, asal tidak merugikan dirimu dan orang lain!" ucap Ivanna tersenyum.
"Ah, aku semakin mencintaimu, sayang!" ucap Tono sedikit berteriak.
"Hahaha, aku juga!" ucap Ivanna berlari meninggalkan Tono.
Pria tampan itu segera mengejar Ivanna yang sudah berlarian ke sana kemari sambil tertawa bahagia. Ia selalu menghindari tangkapan Tono, hingga pria tampan itu mendapatkannya.
"Aku mendapatkanmu!" ucap Tono menggendong Ivanna sambil berputar-putar.
"Hahaha, Baby!" gelak Ivanna memeluk leher Tono agar tidak jatuh.
Tono berhenti dan mendongak untuk menatap wajah Ivanna yang ada di atasnya.
"Sayang?" panggil Tono tersenyum
"Iya, Baby?" ucap Ivanna dengan wajah yang merona.
"Will You marry, me?" ucap Tono yang sukses membuat Ivanna tersentak.
Mereka terdiam beberapa saat dengan saling memandang satu sama lain. Cukup lama, tanpa sadar, Tono sudah menurunkan Ivanna dari gendongannya dan berlutut di hadapan gadis cantik itu sambil mengeluarkan kotak cincin yang bertaburan berlian.
Ivanna mengerjabkan mata, ketika ia kembali mendapatkan kesadarannya. Mata cantik itu berkaca-kaca, melihat kesungguhan laki-laki yang ada di hadapannya ini.
"Baby, maaf ...,"
🌺🌺🌺
TO BE CONTINUE
Maaf gengs, ponselku lagi rusak, susah untuk ngetik, jadi cuma bisa Update sedikit. 😢