seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Balas Dendam Arya
Yuda berpamitan kepada pak kades setelah urusan nya selesai! Ini tidak meleset jauh dari perkiraan Yuda, meyakinkan pak kades bukan lah, hal sulit karena pak kades di desa mereka adalah pejabat yang jujur dan baik. “Kalau gitu saya pamit dulu pak Priyo, nanti saya kirim beras nya ke sini sekalian kita membahas di mana stan yang bagus di desa kita.”
“Baik! Baik, terserah nak Yuda, saya siap membantu sebisa nya, luar biasa Yuda, kamu punya niat baik sebesar ini..!” puji pak kades semakin kagum dan percaya kepada Yuda, kalau pemuda brandal itu sudah berubah.
Yuda tersenyum lalu membalas nya. “Atas dukungan istri saya pak, saya juga ingin sedikit berbagi kebahagiaan, karena belakang ini keluarga saya sedang di hantui kebaikan.”
“Bijak, dua nyonya, sangat beruntung bisa bersama nak Yuda, semoga kamu bahagia selalu Yuda.”
di perjalanan pulang Yuda berbincang dengan sistem nya.
“Sistem apa maksud mu itu?”
“Ya tuan harus mengikat Zara menjadi wanita tuan, tapi harus memiliki slot wanita lagi..!”
“Bagiamana aku bisa mendapatkan nya?”
“Lewat misi sistem! Namun tidak bisa di bocorkan kapan tuan akan bisa mendapatkan nya..!”
“lalu sebenarnya ada berapa wanita yang harus aku ikat..!”
“Tidak bisa di tentukan, karena bisa bertambah seiring berjlan nya waktu..!”
“Apa...!” Yuda tidak tahu harus senang atau sedih, banyak wanita cantik memang menyenangkan tapi kalau terlalu banyak bukan kah itu juga adalah masalah.
Memutuskan untuk tidak memikirkan itu untuk saat ini, dan fokus pada rencana nya dengan pak kades.
Yuda dan keduaa istri nya berbalik lalu berjalan ke rumah mereka, karena pagi yang sudah berganti siang, dan Leni teringat dengan pakaian mereka yang masih belum di cuci, makanya mereka harus segera pulang untuk mencuci pakaian.
Tak berselang lama Yuda kembali ke rumah mereka yang telah di tinggal beberapa jam dari luar, begitu masuk seperti biasa ruang sederhana yang di tempati namun di sana mereka tersenyum dan bahagia yang tidak dapat di rasakan oleh orang lain.
~
Sedangkan di sisi lain, yaitu di rumah keluarga Abraham, ia menatap putra nya yang tampak babak belur sata kepulangan nya tadi malam. “Kau ini kenapa? Biasanya tidak terluka, tapi malam ini kau sampai babak belur seperti itu.”
Arya yang semalam di hajar oleh Yuda, karena sikap nya, yang hampir saja menodai istri nya, membuat pria itu babak belur seperti sekarang. “Yuda..! Pemuda desa Rimba yah, dia mukul aku sampe seperti ini.”
“Apa! Desa terpencil itu, kenapa kamu bisa ke sana..!”
“Maaf yah, tadi malam aku di ajak ke rumah teman ku, dan di sana tidak sengaja bertemu wanita cantik, dan saya aku mau kenalan, datang pria yang langsung memukul ku,” ucap Arya tentu saja tidak akan mengakui hak yang sebenarnya ia lakukan.
“Yuda! Oke, ayah tidak mungkin harus berurusan dengan hal kecil, di tambah ayah akan mengawal pangeran, jadi kamu pergi dengan Genk beruang Hitam ke rumah orang itu, dan beri di pelajaran,” ujar Abraham dengan rahang mengeras.
Semenjak ia menjadi pengawal kerajaan tidak ada orang yang berani menyinggung keluarga nya, dan ini kali pertama ada orang yang menyinggung putra nya, jelas ia tidak akan diam saja.
“Paman beruang Hitam! Baik ayah, aku pasti membalas si bocah sialan itu..!”desis nya, lalu menatap ayah nya.
“Beruang Hitam..!” panggil Abraham, dan sosok pria dengan wajah sangat di seratus tato kepala beruang Hitam di lengan kanan nya, sangat pas di juluki beruang Hitam.
“Beruang hitam menghadap tuan Abraham..!” Genk beruang Hitam adalah salah satu perkumpulan yang paling di segani di lembah Yoman, lembah Yoman adalah sebuah tempat yang di sana tempat berkumpul orang-orang dengan jiwa jahat yang hanya mengandalkan kekuatan dan kejahatan untuk bertahan hidup.
Tidak jarang juga kalau salah satu Genk dari gunung Yoman turun untuk memalak penduduk desa di sekitar nya, termasuk desa Rimba yang memang termasuk dekat dengan lembah itu.
“Beruang Hitam, pergilah ke desa Rimba! Bantu putra ku membalaskan dendam nya ke salah satu pria di sana..! ingat minimal kalian patahkan kaki nya,” ucap Abraham dengan senyum licik.
Genk beruang Hitam adalah andalan Abraham jika harus melakukan berkelahian, karena kekuatan Genk beruang Hitam mustahil akan ada yang mampu menandingi.
“Baik tuan! Perintah akan segera di laksanakan..!” ucap si beruang Hitam.
“Dah, pergi sana, jangan ganggu urusan ku lagi! Kamu boleh bersenang senang dengan beruang Hitam, asal jangan menyinggung orang pemerintah istana..!” pesan Abraham kepada putra nya, mungkin tidak masalah jika hanya Genk itu, tOi dengan adanya Arya pasti ia juga akan kena.
Perkumpulan lembah seperti sudah bebas berkeliaran karena para pemerintah sendiri tidak bisa mengatur merek, ada yang mencoba ingin menaklukkan salah satu perkumpulan di sana dan berakhir dengan kematian jadi sejak itulah, perkumpulan itu abadi dan tidak akan pernah hilang di lembah itu.
“Saudara-Saudara semua, kita memiliki misi mengawal tuan muda Arya ke desa Rimba untuk membalas dendam kepada seorang pria..! Harap semua bersiap-siap bawa senjata yang di butuhkan,” perintah beruang Hitam kepada semua anggota nya, di sana hanya ada sekitar dua puluh orang.
“Apakah tidak apa membawa banyak orang?” tanya Arya basa basi, padahal di hati nya ia senang, karena artinya itu ia bisa dengan mudah menghabisi pemuda yang tadi malam telah merusak rencana nya.
“Beruang Hitam semua sudah siap, kita tinggal berangkat,” ucap salah satu menyampaikan.
“Mari taun muda pimpin jalan,” ucap beruang Hitam, mereka melewati jalur belakang perkotaan yang akan melewati lembah dan barulah akan sampai di desa Rimba, karena walau mereka di takuti kalau muncul terlalu lama di perkotaan pasti mereka menjadi buruan.
~
Sedangkan di desa Rimba tampak seperti biasa para pria baru saja berangkat ke hutan untuk berburu, walau mereka ragu untuk mendapatkan sesuatu, tapi setidaknya kalau mereka berusaha ada sedikit makanan untuk bisa di mana.
Ada juga para wanita yang sedang menjemur dan mengangkat jemuran yang tadi pagi di jemur, sama hal nya dengan Leni yang saat ini sedang menjemur baju nya dan suami nya, di belakang rumah.
“Hari ini kok panas banget! Biasa nya juga nggak sepanas ini..!” ujar Leni sambil menggantung pakaian terkahir nya.
Sebelum ia masuk rumah seorang wanita berpakaian dokter sedang membawa sesuatu di gendongan nya. “Leni! Tunggu dulu.”
Leni berbalik dan tersenyum ke arah wanita itu. “Eh Bi Wati, ada apa bi, apakah sudah pulang dari kota?”
“Iya Leni! Aku baru saja kembali setelah mengambil stok obat untuk di desa kita, tapi kali ini para perawat di sana hanya memberi beberapa saja,,” ujar nya sedikit kesal, karena obat-obatan yang di dapat hanya sedikit dari biasa nya.
Di setiap desa ada tabib untuk mengobati warga yang sakit, dan di desa Rimba tabib itu adalah Wati yang baru kembali setelah 5 hari dari kota, untuk mengambil obat.
“Ouh, apakah obat nya akan cukup Bi, sedangkan di desa kita banyak orang nya,” tanya Leni penasaran karena hour setiap Minggu ada yang sakit, entah karena lapar dan terkena gejala kurang vitamin.
“Ku harap bisa cukup untuk bulan depan..! Eh, aku ke sini mau ngasih ini ke kamu, di dalam nya ada sepuluh belalang kaleng kamu pasti udah nggak makan! karena Yuda si bajingan itu...”
Leni terkejut, ternyata bi Wati sangat peduli padanya. “Nggak usah begitu bi, ini kan juga punya bibi..!”
“Udah, kamu ambil aja, inget jangan kasih ke suami mu yang brengsek itu..!”
“Dia nggak-...
“Kamu selalu belain dia, dah aku pergi dulu kamu jaga diri baik-baik..!”
Leni pun hanya bisa pasrah menerima nya lalu masuk ke dalam rumah. “Sayang! Tadi siapa di luar, kok kamu lama banget?”
Leni mendekat ke arah suami nya, yang duduk sambil makan buah di meja ruang tengah. “Ada bi Wati, tadi dia ngasih Leni ini, katany buat Leni makan takut gak di kasih makan sama mas..!”
Yuda menoleh, menatap belalang kaleng itu. “Bi Wati memang sangat perhatian banget, sama kamu ya,” goda Yuda.
“Iya mas, tapi ada juga bi Yeti! Sekarang hidup nya kasian banget mas, setelah di tinggal meninggal oleh suami nya, dia tak pernah keluar rumah, entah punya makanan atau tidak, Leni pun tidak tahu..!”
“Ouh, kalau gitu malam ini undang ke sini makan malem sekalian sama putri nya..!”
“Beneran mas..” Yuda hanya mengguk santai lalu menyuapi anggur ke mulut istri nya. “Ini makan..!”
Leni tersentak lalu memakan anggur itu. “Kirana kemana mas?”
“Ouh, setelah di ajarin masak katanya dia mau coba bikin sesuatu di dapur.”
Leni langsung panik. “Mas gimana kalau kalau Kirana malah buang-buang bahan makanan...!” ucap Leni panik langsung berlari ke arah dapur.
“Tring! peringatan bahaya untuk tuan..!”