NovelToon NovelToon
In Memories

In Memories

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mom FA

Ada beberapa adegan 21+ jadi untuk bocil di harap menyingkir ya, author udah kasih tau lho yaa jangan maksa baca okeh..

Ziana Bilbina gadis cantik yang masih belum bisa move on dari cinta pertamanya. Harus dihadapkan dengan rasa bimbangnya atas laki -laki yang datang dalam hidupnya. Padahal Aditya Erlangga sangat bertolak belakang dengan cinta pertamanya Evan Marcello.
Apakah yang akan terjadi karena ke dua nya hadir pada waktu bersaman.
pilihan yang di pilihnya akan menentukan hidup orang lain.
Apakah harus bahagia atau terluka..

"Pergi lah kejar kebahagiaan mu bersama nya, aku tidak mau menjadi beban dalam hidup mu."

"Tidak takdir ku hanya untuk berada di samping mu.Aku tidak akan pernah pergi sedetik pun dari hidup mu."

_yukk follow ig nya aku Momfa872

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom FA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 33

Di sini lah mereka berada di cafe x setelah jam mata kuliah selesai, mereka berangkat menggunakan 2 kendaraan yang berbeda.

"Akhirnya ngedate bareng juga kita beb." Ucap Dion pada Ziana dengan mengedipkan satu matanya.

"Issh lo nggak cape apa gombal terus ke gue." Ziana hanya menggeleng mengingat apa yang selalu Dion lakukan kepadanya.

"Badan gue emang nggak capek Zi tapi hati gue yang capek lo gantung terus, eeeeaaaa." Ucapnya lagi dengan tertawa kecil dan memainkan alisnya.

"Udah Zi biarin, kalau di ladenin yang ada ikut stress lo." Lena melerai menengahi.

"Ini gue udah cari bahan tadi sebagian tinggal kita kembangin aja." Bimo yang telah membuka beberapa buku nya membuka suaranya mengalihkan pembicaraan agar semuanya mulai fokus pada tugas yang harus mereka kerjakan sekarang.

"Noh kan Pak ketua udah mulai memberikan titah, yu ah biar cepat beres kita." Ucap Lena lagi.

"Iya lah gue juga lagi nyari bahan juga ini."

Ziana juga tengah sibuk dengan laptopnya.

Beberapa saat kemudian pintu lonceng cafe berbunyi yang menandakan ada orang yang masuk meskipun dari tadi juga lonceng selalu berbunyi karena keluar masuknya pengunjung cafe. Tapi tidak kali ini Ziana mengibaskan rambutnya karena menutupi wajahnya saat itu dengan tak sengaja ia melihat ke arah pintu masuk cafe yang hanya lurus dari pandangan dan tempat ia duduk.

Dari arah pintu masuklah seorang pria dengan setelan jas nya yang membuat ia sangat tampan di sampingnya ada seorang perempuan cantik dengan pakaian nya yang mewah yang membuatnya tampil sangat elegan.

Tatapan mereka pun bertemu Ziana dan Aditya saling bertatapan tapi dengan cepat Ziana memutus kontak mata mereka, dengan wajahnya yang dingin tanpa perubahan ekspresi apapun seolah mereka tak pernah saling mengenal.

Ziana kembali melanjutkan tugasnya, sedangkan Aditya yang kaget masih berdiri di depan pintu. Hingga seseorang menyadarkannya dari lamunannya.

"Kau kenapa ayo kita jalan, mau sampai kapan kita di sini?" tanya Rania dengan menepuk tangan Aditya yang mulai tersadar dari rasa terkejutnya.

"Ah iya." Aditya berjalan melewati meja tempat Ziana duduk pandangan nya yang lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ziana, hanya saja ekor matanya tetap menangkap sosok Ziana yang sepertinya tak bergeming sedikit pun. Ia malah sedang tertawa bersama dengan temannya yang lain.

Hal itu membuat Aditya meradang, mengepalkan tangan nya mencoba menguasai emosinya. Dengan wajahnya yang sudah mulai memerah ia tetap berjalan menuju VIP room.

Cihh semudah itu kau lupa dengan perasaan mu padaku, berarti memang benar dugaan ku. Kau memang bukan gadis baik-baik, harusnya aku senang karena lepas dari perangkapmu. Tapi apa ini kenapa aku sangat kesal dan ingin marah.

Ia pun mengendorkan dasinya dengan wajahnya yang dingin, suasana hatinya yang tak baik membuatnya selera makannya menguap entah kemana.

"Kau mau pesan apa?" tanya Rania.

"Terserah." jawabnya.

"Ah baiklah." Rania pun menyebutkan semua pesanan nya pada pelayan yang datang untuk menuliskan menu pesanannya.

"Tempatnya enak ya, kau sering ke sini? tanya Rania lagi membuka percakapan.

"Hmmm." Aditya bagai robot yang kehabisan daya, raga nya ada di sana tapi pikirannya sedang di tempat lain.

"Apa kau sakit?" Rania yang melihat perubahan di wajah Aditya yang sedang tidak baik-baik saja.

"Tidak."

"Ah aku pikir kau sakit." gumam Rania.

Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya kali ini, karena ini pertama kalinya ia bisa untuk makan bersama dengan pria pujaan hatinya. Setelah tadi saat selesai meeting bersama, ia setengah memaksa untuk bisa makan bersama dengan Aditya dengan dalih bahwa masih ada pembicaraan yang harus di bahas akan hasil rapat tadi dan sebagai bentuk reuni teman kampusnya dulu.

Maka Aditya pun menyetujui nya walau sebenarnya ia sangat tidak tertarik dengan ajakannya itu.

Aditya tau ada maksud tersembunyi di balik ajakan nya itu, bukan hanya sebagai teman kampus tapi ada hal lain, karena baginya itu hanya trik seorang wanita yang berusaha mendekatinya.

"Makanan nya sudah datang, makan lah mungkin nanti setelah makan mood mu akan kembali normal lagi." ucap Rania dengan senyumannya ke arah Aditya.

"Hmm." Aditya mengangguk dan mulai memakan sedikit makanannya.

Sementara itu di tempat duduk Ziana, ia yang berusaha mati-matian untuk bersikap normalnya orang yang tak pernah saling kenal. Apalagi dengan aditya laki-laki yang siang malam berusaha ia lupakan tapi tak pernah berhasil semakin ia berusaha melupakannya, semakin ia mengingatnya.

Kuat Ziana jangan sampai kau terlihat rapuh di matanya, lihat saja dengan mudahnya ia berjalan melenggang begitu saja dengan wanita lain itu artinya memang kau bukan apa-apa baginya. Apalagi sekarang ada teman-temanmu jangan sampai kau menangis tahan saja, depositokan dulu air mata mu sampai nanti di rumah.

Seperti itu lah ia menyemangati dirinya sendiri agar terlihat kuat dan elegan di depan Aditya.

"Akhirnya beres juga ini tugas." Ucap Dion dengan meregangkan otot-otot di badannya.

"Ah gue ke toilet dulu ya." Ziana pamit untuk pergi ke toilet ia ingin membasuh wajahnya yang seperti terbakar sangat panas jika mengingat kejadian tadi.

Saat menuju toilet tanpa sengaja ia berpapasan dengan Aditya yang baru keluar dari toilet. Mereka pun berpapasan tapi Ziana berjalan seperti biasa tak menoleh atau pun tersenyum ke arah Aditya. Seperti yang dulu Aditya harapkan agar mereka menganggap tak pernah saling mengenal sebelumnya.

Reaksi yang di lihatnya dari Ziana membuat amarah yang ada di dadanya bergemuruh.

"Ternyata benar dugaan ku kau memang wanita yang tak tau malu, sikapmu yang seperti bunglon mudah berubah di setiap tempat. cihh." Aitya melontarkan perkataan menyakitkan untuk yang ke dua kalinya pada Ziana dengan saling membelakangi.

"Terserah apa katamu, ingatlah perkataan mu dulu itu yang sekarang aku lakukan." Ziana pergi berlalu setelah mengucapkan itu.

Ia memasuki toilet wanita kemudian menguncinya. Dengan tangisan tertahan air matanya jatuh mengalir deras, bibirnya ia gigit agar ia tak mengeluarkan suara.

"Kau jahat Kak, apa sebegitu benci nya kau pada ku?

apa begitu dosa aku menyukai mu hingga hanya kata - kata menyakitkan yang kau berikan padaku. Kenapa aku tidak bisa membencinya, Tuhan??" gumam Ziana lirih yang hanya terdengar olehnya sendiri.

Aditya mengepalkan tangannya, ia marah pada dirinya sendiri kenapa harus selalu mengucapkan kata yang menyakitkan pada Ziana. Padahal ia sudah berjanji untuk bersikap seolah tak mengenalnya.

Tapi apa yang ia lakukan selalu berbanding terbalik, amarahnya akan ingatan bahwa ia di bohongi oleh orang yang ia percaya yang tanpa ia sadari telah masuk jauh menempati ruang hatinya yang dingin.

Ia pun melangkah pergi meninggalkan cafe tersebut juga meninggalkan rania yang sedang duduk menunggunya di VIP room. Hatinya yang kacau tak dapat membuatnya berpikir jernih, ia memutuskan untuk pulang.

.

1
lina
jejak
Senajudifa
kutukan cinta dn mr. playboy hadir maaf br mampir lg
Senajudifa
amin
Senajudifa
mereka semua terpesona sm aditya
Senajudifa
kutukan cinta dn mr.playboy mampir thor
Senajudifa
lama juga aku ngga mampir thor
Senajudifa
jelaskan Ziana agar lena tak bingung
Buna_Qaya
nyicil 3 bab lagi kak ya🙏🙏
Maya●●●
jika berkenan, mampir juga di karyaku kak
i love you asistenku
😊😊😊
Maya●●●
hai kak
aku mampir nih.😊
Buna_Qaya
Beloved My Ana mampir nyicil segini dulu kak ya
Dde
aku ga relaaa udah end aja torrrr😭😭😭 aku tunggu karya yang baru ya torrr coz candu bangett sama tulisanmu torrr😍😍
mom mimu
iuhhh, kebayang jijiknya Ditya deh, Ziana... ziana kamu bukannya cari solusi malah nambah masalah... 😁😁
mom mimu
cuss karaoke aja lah, biar hati tak gundah gulana zie... 😁😁
mom mimu
kembali nyicil kak, semangat 💪🏻
Buna_Qaya
Turunan emak bapak nya nih, somplak nya Zian😅😅😅
Beloved My Ana mampir nyicil lagi kak
Buna_Qaya
Zian mucil nya kebangetan
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy hadir
gegechan (ig:@aboutgege_)
Like like like semangat author...

salam dari "Mystery"
gegechan (ig:@aboutgege_)
Like like like semangat kakak author...
.
.
.
Salam dari "Mystery" mari mampir dan saling mendukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!