NovelToon NovelToon
Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:16M
Nilai: 4.9
Nama Author: rosshie

Dona Anggita

Wanita berparas cantik dengan rambut bergelombang, dan mempunyai lesung pipi kedua pipinya yang menambah kecantikannya semakin terpancar. Setelah Papa nya meninggal, Dona menjadi tulang punggung keluarga. Dia harus membiayai sekolah kedua adik kembarnya.

Dia begitu sangat bahagia saat dia diterima kerja di salah satu perusahaan yang dia lamar, tapi dia tidak menyangka, dia akan mendapatkan Bos yang super angkuh dan sambong. Dia adalah Frans Alberto, seorang pria berwajah tampan dan bertubuh kekar, tapi sayang, dia mempunyai sifat yang angkuh dan sombong. Dia sosok pria yang tidak percaya akan cinta, tapi pertemuannya dengan Dona mengubah hidupnya.

"Apa kamu nggak pernah naik mobil mewah?" tanya Frans dengan nada meledek.

"Sombong banget ini orang, rasanya pengen aku tampol itu mulut." guman Dona dalam hati.


Mau tau kelanjutannya, ikuti terus ceritanya, ini cerita atas karangan aku sendiri, jika ada saltik dan typo harap maklum, kerena menulis sebuah cerita itu tidak mudah, dan butuh ketenangan untuk menulisnya.

Selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paris

Hari ini hari keberangkatan Dona, Frans, Tari dan Kevin ke Paris.

" Sayang kamu sudah siap belum?" tanya Frans.

" Sudah, ayo kita berangkat." sahut Dona sambil membawa koper ukuran kecil.

" Nggak ada yang ketinggalan kan?" tanya Frans.

" Nggak..tadi sudah aku periksa, ayo berangkat sekarang, Tari sama Kevin pasti sudah menunggu."

Dona dan Frans berjalan menuju mobil. Frans melajukan mobilnya menuju bandara.

Sesampainya di bandara Dona dan Frans turun dari mobil. Tari dan Kevin sudah menunggu diloby.

" Hai Tar." sapa Dona.

" Hai Don, mana Pak Frans." tanya Tari.

" Dia sedang mengurus sesuatu." sahut Dona.

" Aku senang banget akhirnya aku bisa pergi ke Paris, itu adalah impian aku." ucap Tari bahagia.

" Terimakasih ya Don, berkat kamu aku sama Tari bisa berlibur ke Paris." ucap Kevin.

" Ini semua berkat pak Frans jadi kalian harus berterimakasih sama pak Frans bukan sama aku." ucap Dona.

" Ya tentu, tapi kalau nggak ada kamu mungkin Pak Frans nggak akan ngajak kita." ucap Tari.

" Jadi aku pembawa keberuntungan nih." ucap Dona sambil tersenyum.

" Ya..betul itu." ucap Tari.

Frans berjalan menghampiri Tari, Kevin dan Dona.

" Ayo kita masuk." ajak Frans sambil mengandeng tangan Dona.

Tari dan kevin mengikuti dari belakang.

Setelah melewati pemeriksaan mereka masuk kedalam pesawat.

Setelah melewati perjalanan panjang mereka akhirnya sampai di Paris. Mereka berjalan menuju loby, didepan loby sudah terparkir sebuah mobil mewah. Frans berjalan menuju mobil..

" Ayo masuk." ajak Frans sambil masuk kedalam mobil.

" Ini mobil siapa?" tanya Dona sambil masuk kedalam mobil.

" Ya mobil aku dong sayang, masa mobil orang aku pakai." sahut Frans sambil tersenyum.

Tari dan Kevin duduk di kursi belakang. Frans melajukan mobilnya menuju hotel.

Sesampai di hotel mereka turun dari mobil. Mereka berjalan menuju loby hotel, Frans berjalan menuju meja resepsionis. Frans memesan kamar hotel..

" Ini kamar kalian." ucap Frans sambil memberikan kunci kamar kepada Tari dan Kevin.

" Terimakasih Pak." ucap Tari dan Kevin sambil menerima kunci kamar.

Frans mengandeng tangan Dona berjalan menuju kamarnya, Tari dan Kevin juga pergi ke kamar mereka. Frans membuka pintu kamar.

" Ayo masuk." ucap Frans sambil masuk kedalam kamar.

Dona masuk kedalam kamar. Dona terkejut melihat betapa mewah dan indahnya kamar hotel ini. Dona berjalan menuju jendela, dia bisa melihat menara Eifel dengan sangat jelas dari kamarnya.

" Sayang ini indah banget, dari sini kita bisa menikmati keindahan menara Eiffel." ucap Dona bahagia.

" Aku khusus memesan kamar ini untuk kita." ucap Frans sambil memeluk Dona dari belakang.

" Kamu suka sayang?" Sambung Frans lagi.

" Suka banget, ini sangat indah." ucap Dona sambil melihat keluar jendela menikmati keindahan kota Paris.

" Kamu mandi dulu terus istirahat, aku mau keluar sebentar." ucap Frans sambil melepas pelukannya.

" Kamu mau kemana?" tanya Dona.

" Aku mau ketemu claien sebentar, kamu langsung tidur saja nggak usah menunggu aku." ucap Frans sambil berjalan keluar kamar.

Dona mengambil handuk yang sudah disediakan dan berjalan menuju kamar mandi, dia masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai mandi Dona keluar dari kamar mandi. Dona berjalan menuju koper dan mengambil piyama, setelah berpakaian Dona langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

" Badan aku capek banget, mendingan aku tidur sekarang."

Dona bangun dari tidurnya dan melihat jam ternyata sudah jam 06.00 pagi. Dia melihat Frans tidur disampingnya sambil memeluknya. Dia tidak tega membangunkan Frans.

Dona mencoba menyingkirkan tangan Frans dari perutnya dengan pelan takut Frans terbangun. Dona turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi Dona keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya.

Dona duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia terkejut karena tiba-tiba Frans memeluknya dari belakang dan mencium pundaknya.

" Sayang..kok kamu nggak membangunkan aku, aku kan mau mandi bareng sama kamu." ucap Frans sambil mencium pundak Dona.

" Maaf sayang..habis aku melihat tidur kamu lelap banget jadi aku nggak tega membangunkan kamu." ucap Dona sambil mengusap lembut rambut Frans.

" Temani aku mandi ya." ucap Frans sambil mempererat pelukannya.

" Aku sudah mandi, sudah sana cepetan mandi, bukan nya pagi ini kamu akan ketemu sama claien." ucap Dona sambil melepas pelukan Frans.

Frans akhirnya melepaskan pelukannya, terpaksa hari ini dia melepaskan Dona karena claien yang akan ditemuinya sangatlah penting. Frans berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai berpakaian Dona berjalan menuju ranjang dan melipat selimut. Dona membuka koper Frans dan menyiapkan pakaian untuk Frans dan menaruhnya diatas ranjang.

Frans keluar dari kamar mandi. Di melihat Dona menyiapkan pakaiannya. Frans berjalan kearah Dona dan memeluknya dari belakang.

" Sayang terimakasih atas semua perhatian kamu." ucap Frans sambil mencium pundak Dona.

" Sudah cepetan pakai baju." ucap Dona.

Frans mengambil pakaiannya dari atas ranjang lalu memakainya. Dona berdiri sambil membelakangi Frans. Frans hanya tersenyum melihat tingkah Dona.

" Sayang maaf aku nggak bisa menemani kamu hari ini, mungkin meeting nya lama, jadi kamu bisa jalan-jalan sama Tari dan Kevin." ucap Frans.

" Aku mengerti kok, pekerjaan ini lebih penting, aku akan pergi jalan-jalan sama Tari dan Kevin, jadi kamu nggak usah khawatir."

" Aku pergi dulu ya sayang." ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.

Frans keluar dari kamar, dia bertemu dengan Tari yang baru keluar dari kamarnya.

" Pagi Pak." sapa Tari.

" Pagi, oya Tar, tolong kamu temani Dona seharian ini, ajak dia jalan-jalan, hari ini aku nggak bisa menemaninya." ucap Frans.

" Baik Pak."

" Ya sudah aku pergi dulu." ucap Frans sambil meninggalkan Tari.

Tari mengetuk pintu kamar Dona.

Tok..tok..tok..

" Masuk." ucap Dona.

Tari membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Dona.

" Don, kamar kamu indah banget, apalagi pemandangannya, kita bisa melihat menara Eiffel dengan jelas dari sini." ucap Tari terkagum-kagum.

" Iya, aku juga nggak menyangka Frans akan memilih kamar ini."

" Kevin mana Tar." sambung Dona lagi.

" Oya aku sampai lupa Kevin sudah menunggu di bawah, rencananya kita akan jalan jalan melihat indahnya kota Paris, tapi sebelum itu kita cari makan dulu, aku lapar banget." ucap Tari.

" Ok..ayo kita jalan sekarang, kasihan Kevin sudah menunggu." ucap Dona sambil menarik tangan Tari keluar dari kamar.

Mereka berjalan menuju loby hotel, disana Kevin sudah menunggu.

" Hai..." sapa Kevin sambil melambaikan tangannya kearah Dona dan Tari.

Dona dan Tari menghampiri Kevin.

" Pagi sayang.." sapa Tari sambil mencium pipi Kevin.

" Pagi juga sayang."

" Kamu ya Tar, nggak malu dilihat banyak orang" ucap Dona sambil menggelengkan kepalanya.

" Kenapa harus malu, ini kan cara menyapa disini." ucap Tari sambil tersenyum.

" Udah ayo kita cari makan, aku sudah lapar banget." ucap Kevin.

Mereka berjalan menuju restoran di hotel itu.

¤¤¤¤

1
Rumini Parto Sentono
apakah Frans gak punya keluarga...?
ww
koq geli bngett ya, jijai🤣🤣🤣
ww
lebay cukk
ww
orang koq lebay bnget ya
Tutik Rahayu
lanjuuut
Rosshie: Aku ada naskah baru kak, judulnya Istri Pilihan Kedua Orang tuaku, boleh mampir juga kak 😁😁😁
total 1 replies
halimah abdul hayes
Terlalu baik hati nanti akan banyak yg korupsi
Bundha Shantie
mampir thor...
Bunga Dia Bunga
. ..., ol

.⁷
Bunda
nyimak
Kinan Rosa
tak coba kok kayak nya seru
FUZEIN
Best pulak layan cerita ni..amu percaya pada cinta pandang pertama....sebab aku dan suamiku...begitu..hehehe
Suma Wati
⭐⭐💤💤⭐⭐⭐
Yoga Yoga
tuh kan udah jadi rebutan, buat frans angkuhnya yg lama 👍😄
Yoga Yoga
nah lo sukron ya frans
Yoga Yoga
jangan songong Frans ujung ujungnya kamu bucin juga nanti 🤣
Fransiska Siba
tanggung akibatnya, makanya jgn kekanakan. jujur thor pasangan paling aku ga suka itu Mery egois, kekanakan, pemikiran sempit
Fransiska Siba
sebenarnya Mery kamu yg salah dari awal egois
Fransiska Siba
dlu ngajar Sandy, skrg diajak serius malah egois
Fransiska Siba
gimana rasanya org dicintai dipeluk sama org lain sakit kan Dona? begitu juga Frans lihat kamu masih berpelukan sama Sandi apalagi saat itu Sandi mantan kamu sedangkan Frans hanya fansnya doang. kamu Dona pacar pertamanya Frans.
di sini kamu harus bisa belajar menjaga perasaan suami kamu kelak
Fransiska Siba
bukan egois Dona, wajar dong Frans kangen sama mamanya karna dari umur 8 thn ditinggalkan sama mamanya. skrg dia baru dapat sedangkan Sandy sdh dari dlu, dasar istri tidak pengertian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!