Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.
Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.
Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 — Patung Kayu yang Menggemparkan Pelelangan
Di atas panggung pelelangan.
Sebuah meja perlahan dibawa keluar.
Di atasnya terdapat kain merah yang menutupi sebuah benda.
Semua mata tertuju ke sana.
Pembawa acara tersenyum.
"Barang tambahan kali ini bukanlah harta kultivasi."
"Namun sebuah karya seni."
"Berasal dari tangan seorang tamu yang sangat dihormati."
Perlahan kain merah itu diangkat.
Terlihat sebuah patung kayu.
Patung seorang lelaki tua yang sedang duduk memancing di tepi sungai.
Ukurannya tidak besar.
Hanya sekitar setengah lengan manusia.
Bentuknya sederhana.
Tidak dihiasi emas.
Tidak menggunakan bahan langka.
Namun...
Saat patung itu muncul...
Seluruh ruangan menjadi sunyi.
Xu Ming yang duduk di ruangan khusus langsung terkejut.
"Itu..."
"Patungku?"
Ia mengenali ukiran itu.
Itu adalah salah satu patung yang ia bawa untuk dijual.
Awalnya ia ingin menjualnya jika ada yang tertarik.
Namun ia tidak menyangka pihak pelelangan akan menampilkannya.
"Kenapa mereka membawa itu ke panggung?"
Xu Ming bingung.
Baginya...
Patung itu memiliki beberapa kekurangan.
Bagian tangan sedikit tidak simetris.
Ekspresi wajah masih kurang alami.
Ia bahkan berencana memperbaikinya nanti.
Sementara itu...
Para kultivator di aula tidak bisa berkata-kata.
Mereka bukan melihat patung kayu.
Mereka melihat sebuah dunia.
Seorang ahli jiwa bisa merasakan ketenangan.
Seorang ahli kehidupan bisa merasakan aliran energi kehidupan.
Seorang ahli pedang bisa melihat prinsip gerakan dalam ukiran.
Setiap orang melihat sesuatu yang berbeda.
Namun satu hal sama.
Patung itu membuat hati mereka tenang.
Tetua Liu menatap panggung dengan ekspresi rumit.
"Senior..."
"Apakah beliau benar-benar berniat menjual benda seperti ini?"
Tetua Mu tersenyum pahit.
"Sepertinya begitu."
Li Qingxue menatap Xu Ming.
Ia sudah tidak tahu harus terkejut berapa kali.
Setiap kali ia berpikir sudah memahami Senior Xu...
Selalu muncul sesuatu yang baru.
Pembawa acara melanjutkan.
"Karya ini diberi nama..."
Ia melihat catatan.
"Pemancing di Bawah Pohon."
Xu Ming terdiam.
"Oh?"
"Aku bahkan tidak memberi nama."
Tentu saja.
Karena baginya itu hanya patung latihan.
Namun pihak Paviliun Seratus Harta memberikan nama agar terlihat lebih menarik.
"Patung ini tidak mengandung energi spiritual yang sengaja ditanam."
"Namun setiap ukirannya memiliki makna mendalam."
"Menurut penilaian ahli paviliun..."
"Ini adalah karya yang sulit ditemukan bahkan dalam ratusan tahun."
Mendengar itu...
Xu Ming hampir tersedak.
"Ratusan tahun?"
Ia melihat patung itu lagi.
"Sepertinya mereka terlalu memuji."
Kemudian harga dimulai.
"Penawaran awal."
"Seribu batu roh tingkat rendah."
Ruangan langsung ramai.
"Seribu?"
"Itu terlalu murah!"
"Aku tawar lima ribu!"
"Sepuluh ribu!"
Harga naik dengan cepat.
Xu Ming hanya melihat dengan bingung.
"Kenapa patung kayu bisa semahal itu?"
Ia tidak memahami dunia kultivasi.
Baginya, kayu tetaplah kayu.
Di antara para penawar.
Seorang lelaki tua berdiri.
"Aku menawarkan seratus ribu batu roh tingkat rendah."
Ruangan langsung hening.
Seratus ribu.
Bukan jumlah kecil.
Bahkan beberapa sekte kecil tidak memiliki kekayaan sebesar itu.
Namun sebelum hitungan selesai...
Seseorang kembali menaikkan harga.
"Seratus lima puluh ribu."
"Seratus delapan puluh ribu."
"Setengah juta."
Suara terakhir membuat semua orang diam.
Xu Ming membelalakkan mata.
"Setengah juta?"
Ia menoleh kepada Zhao Yuan.
"Apakah mereka salah menghitung?"
Zhao Yuan hampir tidak tahu harus menjawab apa.
"Senior..."
"Mereka tidak salah."
Xu Ming terdiam.
Dalam pikirannya hanya ada satu hal.
"Aku membuat patung ini selama dua hari..."
"Dan harganya lebih mahal daripada rumah?"
Akhirnya.
Patung itu terjual dengan harga yang sangat tinggi.
Pemenangnya adalah seorang ahli tua dari wilayah utara.
Ketika menerima patung itu...
Ia tidak langsung menyimpannya.
Ia hanya memeluknya dengan hormat.
"Terima kasih..."
"Kesempatan seperti ini mungkin hanya datang sekali seumur hidup."
Xu Ming melihatnya.
Ia tidak mengerti kenapa orang itu begitu bahagia.
Namun ia juga merasa senang.
"Kalau dia suka..."
"Berarti tidak masalah."
Tanpa sadar...
Satu karya sederhana dari tangannya kembali membuat seluruh dunia kultivasi gempar.
Dan Xu Ming hanya memikirkan satu hal.
"Dengan uang ini..."
"Mungkin aku bisa membeli alat berkebun yang lebih bagus."
Bersambung...