NovelToon NovelToon
Broken Home

Broken Home

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:220.8k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Kehidupan remaja yang penuh warna nyatanya tak selamanya selalu indah. Kadang ada masa bertemu dengan masalah yang pelik yang justeru datang dari lingkungan keluarga dan teman.

Sama sebagaimana yang dialami Cita, menjadi remaja justeru membuatnya hampir frustasi.

Untunglah ia memiliki Damar dan Adi dalam hidupnya. Meskipun pada akhirnya Cita harus kehilangan salah satu di antara keduanya.

So' seperti apa kisah yang real kehidupan remaja pada umumnya? Yuk ndongeng bersama Cilamici 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Yakin Sajalah

Ting...

Semua toss dengan gelas masing-masing.

Bang Angga yang ganteng dan baik mentraktir Adi dan teman satu timnya merayakan kemenangan di salah satu cafe yang tak jauh dari tempat pertandingan.

Tak lupa Cita juga diajak ikut serta untuk merayakan hari baik ini.

"Pokoknya harus masuk final dan menang lagi dong."

Kata Bang Angga menyemangati.

"Pastiiii..."

Semua kompak menyahut.

Mereka berkumpul hingga sore hari. Selain merayakan kemenangan, mereka juga membicarakan pertandingan berikutnya yang akan menghadapi tim dari sekolah favorit di Jakarta juga.

Hingga pukul tiga sore, akhirnya semua bubar dan akan pulang ke rumah masing-masing, tentu saja mereka boleh melakukannya karena tadi saat akan keluar dari tempat pertandingan mereka sudah langsung ijin kepada Guru olahraga yang mengawal mereka untuk tidak perlu kembali ke sekolah.

Kebetulan karena Guru olahraga sekolah Adi dan Cita mengenal baik Bang Angga yang dulu merupakan murid kesayangannya juga, jadilah Adi dan teman-teman tim nya diijinkan langsung ikut Bang Angga dan nantinya bisa langsung pulang ke rumah masing-masing.

"Eh aku mau naik taksi."

Kata Wisnu yang berlari ke jalan dan mencari taksi, teman tim Adi yang lain juga mengikuti.

Adi sendiri berjalan santai keluar dari cafe bersama Bang Angga dan Cita.

"Kamu mau naik apa pulang Di?"

Tanya Bang Angga yang jelaslah dia bawa motor karena tadi langsung dari kampus.

"Naik taksi juga kayaknya sama kayak temen-temen."

Kata Adi.

"Aku juga mau pesan taksi online, mau sekalian aku pesankan ngga?"

Tanya Cita.

"Kamu mah diantar Bang Angga aja Ta, deket kan dari sini, tuh mumpung Bang Angga boncengan motornya ngga ada isinya."

Kata Adi menunjuk boncengan motor abangnya.

"Ayo Ta kalau mau tapi."

Kata Bang Angga.

"Jiaaaah mana ada nawarin tumpangan begitu, kayak enggak ikhlas."

Adi menertawakan abangnya.

Sudah jelas memang abangnya ini selalu kaku pada perempuan, makanya betah jomblo.

"Sana Ta, nanti keburu hujan tuh, aku mau gabung sama Wisnu dan yang lain, ngga apa kan?"

Kata Adi.

"Ya ngga apa lah, memangnya kenapa..."

Cita malah bingung Adi mau gabung dengan temannya saja seperti tak enak pada Cita.

Adi garuk kepala.

"Ya enggak Ta, soalnya biasanya cewek suka baper kalau disuruh pulang sama yang lain, sementara cowoknya malah sama teman-temannya."

Kata Adi.

Cita tertawa.

"Gitu ya, aku malah ngga tahu apa yang harus dibaperin."

Kata Cita.

"Ah iya kamu memang beda dari yang lain Ta, udah sana pulang sama Bang Angga, nanti keburu hujan."

Ujar Adi.

Cita mengangguk, lalu menyusul Bang Angga yang sudah mulai sibuk mengeluarkan motornya dari barisan motor lain yang parkir di depan cafe.

"Motong jalan aja ya Ta, biar ngga kena macet."

Kata Bang Angga.

Cita mengangguk saja.

Apalah namanya juga numpang, terserah saja yang kasih tumpangan.

Cita naik ke atas boncengan motor, Bang Angga memberikan helm ke Cita untuk dipakai.

"Tadi Cita bawa helm tapi di motor Adi, ditinggal di parkiran sekolah."

Kata Cita saat motor mulai melaju meninggalkan pelataran.

"Ngga apa, besok kan ketemu lagi sama helm nya."

Sahut Bang Angga.

Cita cekikikan.

"Iya, semoga sih ngga ada yang naksir."

"Kalau yang punya helm ada yang naksir ngga apalah ya."

Seloroh Bang Angga membuat Cita tertawa lagi.

Bang Angga membawa motornya benar memotong jalan utama melewati jalan yang tak begitu ramai.

Hingga mereka kemudian melewati belakang bangunan gedung dan tak jauh dari jalan ada apartemen yang merupakan milik Alpha Centauri Group.

"Wah apartemen Alpha kelihatan dari sini ternyata."

Kata Cita dari belakang Angga.

"Oh iya itu, kayaknya keluarga Cita punya satu kan di sana?"

Tanya Bang Angga.

"Iya, dulu hadiah ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh tahun Ayah dan Ibu dari Tuan Ardi Subrata."

Kata Cita.

"Wah ulangtahun pernikahan hadiahnya satu unit apartemen mewah."

Bang Angga sampai takjub.

"Tapi ada yang direnovasi kayaknya sama Ibu, katanya nanti kalau Cita menikah boleh tinggal di sana."

Kata Cita tertawa.

"Memangnya kapan mau nikah Ta?"

Seloroh Bang Angga.

"Hahaha yang jelas bukan besok Bang."

Sahut Cita lalu keduanya tertawa bersama.

**---------**

"Kenapa Cita malah pulang sama Bang Angga Di?"

Tanya Wisnu heran pada Adi yang keduanya naik taksi bersama karena kebetulan perumahan tempat tinggal Adi dan Wisnu memang satu arah dan lumayan dekat.

"Ngga apalah, kan kebeneran Bang Angga bawa motor, akunya mau anter juga capek banget, takut ngga kuat bawa motornya."

Kata Adi.

"Ya kan bisa pakai taksi nganter mah."

Ujar Wisnu.

"Biarinlah, sama Bang Angga juga sama kakak sendiri."

Adi menyandarkan tubuh lelahnya.

"Nanti ternyata Cita kepincut Bang Angga baru nyesal."

Wisnu terbahak membuat Adi yang semula ingin memejamkan mata sejenak karena lelah jadi melek lagi dan terpaksa meninjunya.

"Sembarangan saja ngomong."

Kesal Adi.

"Hahaha... Ya biasanya cewek kan suka cowok yang usianya di atasnya, katanya mereka bisa lebih ngertiin, lebih bisa kayak kakak laki-laki yang ngemong."

Adi terdiam mendengar penjelasan Wisnu yang masuk akal.

"Apalagi Bang Angga paket komplit, tampan iya, pinter iya, sopan iya, bermasa depan cerah iya. Pesona abang kamu itu nilainya udah di atas rata-rata, kalau ada nilai 0 sampai 10 maka abang kamu tuh nilainya 9,8 Di."

"Jiaaaaah..."

Adi geleng-geleng kepala.

"Nyatanya dia jomblo abadi kok."

Kata Adi.

"Justeru itu juga nilai plus lainnya, karena sudah jelas dia bakal jadi laki-laki yang setia banget saat sudah menentukan pilihan hatinya."

Adi menghela nafasnya mendengar penuturan Wisnu.

"Dan lagi aku lihat Cita nyaman banget sama Bang Angga, sejak jadi penonton sampai tadi di cafe juga."

Gumam Wisnu malah seperti menambah panas cuaca saja.

Adi akhirnya meraih hp miliknya dari dalam tas, ia ingin menghubungi Cita, tapi...

Wisnu tertawa.

"Sialan, kenapa ketawa sih Nu."

Omel Adi.

"Kamu langsung panik, tadi santai banget ngelepasin pacar sama cowok lain."

"Lha kan dia abang aku sendiri, gimana sih."

"Ya ngga apa kalau kamu yakin Cita ngga bakal kepincut Bang Angga, hahahaha..."

Wisnu tertawa puas.

Adi jadi terpaksa meninjunya lagi.

Kesal dia merasa emosinya dipermainkan Wisnu jadinya.

Cita kepincut Bang Angga?

Ah tidak mungkin, dari dulu kan Cita sudah kenal dan dekat juga dengan Bang Angga. Sudah pasti Cita hanya menganggap Bang Angga ya seperti pada kakak laki-lakinya saja.

Apalagi Cita juga bukan hanya kali ini saja dekat dengan cowok yang lebih dewasa, karena dengan Bang Damar juga Cita sepertinya biasa saja.

Ya kan... Ya kan... Adi berusaha meyakinkan dirinya jika semua yang dikatakan Wisnu tak akan terjadi..

**----------**

1
falea sezi
harusnya mami Asti ma bapaknya cita baru pas
falea sezi
q kira damar ma cita
Victor Gz038
bisa di lanjut ga sih kisahnya angga,cita,damar,dan esti pasti bakal lebih seru lagi/Smirk/
Victor Gz038
apa cuma saya cowo yang baca novel ini
Aira Ramadhani
Luar biasa
Aira Ramadhani
Lumayan
novita setya
cita 17thn beban mslh udh kek berumah tangga puluhan thn. ada mslh apa sebenernya antara cita & kak cila..sentimen amaat😄😄😄😄
novita setya
pak yandik bikin neraka kesekian buat cita..hadeeeh peka dikit paak dikiiiit aja
novita setya
Luar biasa
novita setya
Lumayan
novita setya
mertua ipar mantan pacar..cobaan yg ga ada hbsnya. adaaaaa ajaaa perkaranya
novita setya
poor cita
novita setya
menghadapi & mengatasi mslh remaja beranjak dewasa hrs sabar & hati2. omongan dijawab katanya ga sopan. omongan didengar doang katanya mengabaikan..jadi gmn
novita setya
duh duh q jd tercila cila sm kak mici😄ubeerrr teroos novel kakak. kelar satu samperin yg lain
🎎 Lestari Handayani 🌹
😭😭😭😭😭😭😭
Cila Mici: wkwkwk suka menangis malah
total 3 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
kayanya Dunia itu sempit banget ya. bentar" ketemu ini, bentar" ketemu itu
🎎 Lestari Handayani 🌹
kayanya ini keluarga g ada yg punya rasa pengertian ya. greget aku
🎎 Lestari Handayani 🌹: hahaha gigit aja. habis bikin cerita yg bikin nangis aja
total 2 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
aku tuh ya udah cengeng. knp bikin novel yg bikin nangis sih say...😫😫😫😫
🎎 Lestari Handayani 🌹: sedih laaaahhhh....😭😭😭
total 2 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
mampir aaahhhh....
Teh lia
Akhir nya tamat juga...di tunggu ya thor kisah pandawa sama aunti maria 😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!