NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUH BU SARI

Malam itu suasana di ruang tengah terasa panas sekali. Hendra baru saja pulang dari kerja, langsung duduk lemas di kursi sambil melepas dasi nya

Tiba-tiba ibu sari datang menghampiri nya dengan wajah cemberut,

"Hendra, uang yang kamu kasih ke ibu minggu ini sudah habis! Padahal dulu saat Alena ada, satu juta saja cukup buat sebulan, bahkan masih ada sisa nya Dia juga tidak pernah boros, malah sering menabung sisanya buat keperluan mendadak. Sekarang? Kamu kasih berapa saja rasanya tidak pernah cukup!" omel Bu Sari dengan nada tinggi.

Hendra menghela napas panjang, menatap ibunya dengan pandangan lelah.

" bukan begitu bu.."

"Memang begitu kenyataannya!" potong Bu Sari cepat. "Dulu Ibu yang pegang uang semuanya dan nggak ada yang Ibu lakukan Sekarang semuanya harus ibu yang belanja, uangnya selalu nggak cukup, setiap minta ke Siska dia selalu bilang udah habis kemana saja uangnya kenapa di tangan Siska tidak pernah ada sisa!"

Hendra terdiam sejenak, lalu menatap lurus ke mata ibunya dengan suara yang sedikit meninggi.

"Kalau begitu kenapa Ibu mengeluh?" tanyanya pelan namun tegas. "Bukannya Ibu sendiri yang dari awal sangat menginginkan aku menikahi Siska? Bukannya Ibu sendiri yang bilang Siska jauh lebih baik daripada Alena? Jadi tolong jangan mengeluh sekarang, Bu."

Bu Sari terbelalak tak percaya mendengar jawaban itu. Mulutnya terbuka namun tak ada satu kata pun yang keluar.

"kamu ini bicara apa sih? Kamu berani menyalahkan Ibu sekarang?" suaranya bergetar menahan marah.

"Aku tidak menyalahkan Ibu. Aku hanya minta Ibu sadar. Semua ini jalan yang Ibu pilih sendiri," jawab Hendra singkat, lalu bangkit hendak masuk ke kamar.

namun Belum sempat ia melangkah, pintu kamar terbuka. Siska keluar dengan wajah pucat, tangannya menutup mulut seolah menahan rasa mual yang hebat.

"Kalian berisik sekali dari tadi..." keluh Siska lemah, berjalan terhuyung mendekati mereka. "Kepala aku jadi pening sekali mendengar suara kalian."

Hendra langsung lupa pada pertengkarannya dengan ibunya. Ia segera menghampiri Siska dan memapah duduk.

"Kamu kenapa,Lagi mual ya?" tanyanya lembut.

"Iya, dari tadi rasanya mau muntah terus. Kalau ada uang belikan aku buah atau makanan yang segar dong, makanan di rumah rasanya tidak mau masuk sama sekali," kata Siska sambil memeluk lengan Hendra manja.

Bu Sari yang masih kesal langsung menimpali. "Kamu itu apa-apa selalu saja minta dibeliin Hendra! Uang saja sudah susah begini!"

"Ya ampun Bu... Kan aku sedang tidak enak badan. Masa tidak boleh sedikit saja minta dirawat? Dulu Alena tidak pernah sakit mungkin karena dia memang tidak punya beban apa-apa," sahut Siska ketus sambil melirik tajam ke arah Bu Sari.

"Jangan bicara sembarangan soal Alena!" bentak Hendra, kali ini suaranya terdengar cukup keras.

Siska langsung memasang wajah sedih, matanya berkaca-kaca. Ia melepaskan pelukannya dari lengan Hendra, lalu berbalik masuk ke kamar sambil membanting pintu dengan keras.

Hendra hanya bisa menghela napas kasar melihat tingkah istrinya.

"Sudah Bu... Hendra masuk dulu melihat keadaan Siska," ucapnya singkat lalu berjalan pergi meninggalkan ibunya yang masih menahan amarah.

Bu Sari menghentakkan kakinya ke lantai. Wajahnya merah padam menahan kesal namun tak bisa berbuat apa-apa.

Di tempat lain, Alena baru saja selesai membereskan dagangannya di pasar. Ia duduk sebentar di pinggir jalan sambil meminum air putih. Tiba-tiba ada suara menyapanya.

"Kamu sudah selesai berjualan?"

Alena menoleh, ternyata Bima berdiri di sana sambil membawa kantong belanjaan.

"Ah Mas Bima... Iya sudah selesai kok. Mas mau pulang?" tanya Alena tersenyum tipis.

"Iya, kebetulan lewat sini. Kamu mau aku antar pulang?" tawar Bima.

"Tidak usah repot-repot Mas, aku naik angkot saja," tolak Alena halus.

"Tidak merepotkan kok. Daripada kamu menunggu lama di sini," Bima tetap bersikeras. Akhirnya Alena menyetujui tawaran itu.

Di dalam perjalanan, mereka hanya diam sesaat sebelum Bima mulai bicara.

"Kamu terlihat lebih tenang akhir-akhir ini. Tidak seperti dulu yang selalu terlihat cemas," kata Bima sambil menyetir.

"Iya Mas... Aku mulai belajar menerima keadaan. Mungkin memang begini jalan hidupku," jawab Alena pelan.

"Kamu tidak sendirian Alena. Kalau kamu butuh teman cerita atau bantuan apa saja, jangan sungkan bilang sama aku," ucap Bima tulus.

Hati Alena terasa hangat mendengarnya. Sudah sangat lama tidak ada orang yang begitu tulus peduli padanya tanpa pamrih.

"Terima kasih banyak ya Mas... Kamu memang orang baik," ucap Alena dengan mata berkaca-kaca.

Bima menoleh sebentar lalu tersenyum lembut. "Itu hal yang wajar kok. Setiap orang berhak diperlakukan dengan baik."

Di sisi lain, Reihan melihat mobil Bima yang berhenti di depan rumah kontrakan Alena. Tangannya mengepal kuat di balik tembok jalan, wajahnya memerah menahan amarah dan kecemburuan.

"Kenapa dia selalu ada di dekatmu..." gumam Reihan pelan.

Malam itu di kamar, Siska kembali mengeluarkan selembar kertas hasil USG dari dalam dompetnya. Ia menatap tulisan "Usia kehamilan 8 minggu" berulang kali Padahal pernikahannya baru berjalan satu bulan.

Ia melipat kertas itu kecil-kecil lalu menyimpannya kembali di tempat tersembunyi.

"Tenang saja... Tidak ada yang boleh tahu rahasia ini. Hendra pasti akan bertanggung jawab sepenuhnya pada kita berdua."

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!